Skip to main content

Pilih Cerpen atau Novel?


Sumber gambar : pinterest
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ...
Kali ini saya akan membahas tentang cerpen dan novel.
Cerpen adalah singkatan dari cerita pendek. Termasuk karya sastra yang biasanya sekali baca duduk. Nah, pasti pada bingung kan ini maksudnya apaan ya. Kali ini saya akan mengambil pengertiannya dari website pendidikan.id  ya, daripada mengambil pengertian sendiri. Hal yang ada malah sotoy  tapi enggak benar. Waduh, bisa ditimpuk masa deh  saya. Menurut website tersebut cerpen memiliki jumlah kata yang tidak lebih dari 10.000 kata. Kalau lebih bisa kita daftarin ke ajang Watty 2019 ya. Biasanya cerpen ini dituliskan hanya kejadian yang paling penting saja dan tidak mendetail seperti novel.

Kalau pengalaman saya dalam menulis cerpen ini. Biasanya kata yang saya tuliskan berjumlah 1.500 sampai 2.500 sudah mantap betul alias mantul. Ciri lain dari cerpen adalah kata-kata yang digunakan cukup sederhana dan mengandung pesan yang kuat dalam cerita. Jadi, kalau orangnya yang mudah bosanan. Ada baiknya menulis cerpen saja. Biar tidak kesal kok enggak kelar-kelar. Maklumlah setiap orang pasti memiliki mood yang berbeda pada waktu berbeda pula.

Nah, kalau novel adalah prosa panjang yang tulisannya berjumlah 40.000 atau lebih. Bisalah bagi yang suka sama drama, film, dan sinetron buat novel. Saya paling suka menulis novel karena rasanya ketika menulis seperti mendalami karakter penokohan. Selain itu bisa dibuat ajang curhat. Hehe, kesempatan ya kan. Pada novel sering dibuat sistem bab per bab. Kalau saya biasanya satu bab berisikan 1.200-2.000 kata. Kalau sudah bosan hanya menuliskan 1.200 kata saja. Sedangkan saat ide mengalir bisa 2.000 kata. Hal ini tergantung selera dan apa yang ingin disampaikan.

Ciri novel lainnya adalah dituliskan secara mendetail baik secara latar dan penokohan. Kalau ditulis oleh penulis yang oke. Rasanya seperti nonton drama langsung. Bedanya sang pembaca bebas mengilustrasikan seperti apa gambaran tokohnya. Tidak seperti nonton film. Pasti yang dilihat duluan siapa pemainnya. Kalau pemainnya tidak disukai atau pada enggak keren pasti membosankan.

Alasan lain tentang mengapa saya lebih memilih novel daripada cerpen karena saingannya. Untuk menulis 40.000 kata dalam waktu singkat tentulah tidak mudah. Pasti penulis akan mengalami rasanya kebosanan yang bikin greget. Ingin lanjut tapi bosan dan parahnya membuat hati sebal.

Selain itu dalam novel dibedakan lagi genre apa. Misanlnya bergenre chicklit atau kisah seorang wanita yang menjadi tokoh utama. Fantasi atau dunia hayalan. Masih banyak lagi deh. Kapan-kapan kita akan membahas ini ya. Semoga saja, Allah masih memberikan kesempatan untuk saya menulis.

Salam literasi
Harumpuspita

Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Membuat Aplikasi Android Pemula (Part 1)

Kalau kemarin saya masih mengatakan seru-serunya ngoding bersama dicoding. Kali ini saya ingin mengulas sedikit tentang apa yang saya rasakan ketika belajar pada kelas Menengahnya.

Ternyata kejayaan senangnya berupa langkah awal dalam memahami bahasa Java itu hanya sebentar saja. Selebihnya, ya saya harus merasakan apa yang mereka katakan. Susah tidur karena dibayang-bayangi kode yang membuat saya penasaran. Bahkan kadang sampai lupa tidur dan mandi. #plak. Alhasil, mata panda dan menjadi sipit saking serunya. Hal yang lebih parahnya jika sudah demam datang namun saya tak ingin melewatkan waktu untuk tidak berpikir. Yah, jadi enggak sembuh-sembuh deh. Hoho... untungnya saya masih memiliki kesibukan lain yang membuat saya harus menjedanya dan menyegarkan otak kembali.

Mungkin inilah makna sebenarnya dari ilmu. Mahal dan tidak mudah orang dapat menguasainya. Hanya orang-orang yang tekun dan berada pada garis pertahanan yang mampu melewatinya. Begitupun dengan saya yang dengan mudahnya …

Yakin Mau Belajar Bahasa Pemrograman?

Assalamualaikum …       Hai sahabat blogger! Oke, saya kembali lagi nih. Enggak kelihatan aktivitas ngapai saja sih? Jadi ceritanya saking banyak yang ingin disegerakan membuat saya ingin selalu menyegerakan semuanya namun kagak kelar. Eaa… abaikan saja ya. Skripsi saja juga belum kelar. #plak.     Jadi ceritanya akhir bulan lalu itu saya melakukan kegagalan yang paling fatal. Kalau dibandingkan dengan diri saya yang terdahulu. Gimana enggak merasa gagal ya kan. Ketika itu semua waktu sudah diusahakan untuk menyelesaikannya. Namun enggak kesampaian. Apa itu kira-kira ya?      Kali ini saya akan mengulas pengalaman selama mencoba menjadi seorang programmer yang ketika itu enggak percaya dengan omongan orang lain. Hihi… kepercayaan diri paling akut ya kan. Kira-kira apa tanggapan kalian ketika mendengar menjadi seorang programmer? Suntuk, susah, sulit, atau enggak mengerti sekali sama belajar pemrograman meski sudah diulang-ulang. Namun hanya dengan sebuah kalimat yang dilontarkan oleh ses…

Wattpad : Dunia Jingga

Sumber gambar : business.wattpad.com


Assalamulaikum waramatullahi wabarakatuh ... Apa kabar sahabat blogger? Semoga pada dalam keadaan sehat wal-afiat ya. Karena hal itu adalah suatu bentuk kenikmatan yang tak ada tandingannya di dunia ini. Hari ini kita akan membahas khusus tentang Wattpad, yaitu aplikasi yang tidak asing lagi bagi penulis. Kalau dahulu bentuknya berwarna jingga. Sekarang ini warnanya sangat jingga. Gambar di bawah ini adalah bentuk penampakan Wattpad dulu. Eng, ing, eng... tara Sumber gambar : Amazon.com Aplikasi ini adalah aplikasi yang membuat saya jatuh cinta hingga sekarang. Walaupun di dalamnya tidak menjanjikan royalti berupa uang. Tapi, mampu memberikan kenyamanan dan kemudahan akses bagi penggunanya. Dari beberapa aplikasi yang ada hanya Wattpad saat ini masih tetap bertahan di hati. Kali ini saya akan menjelaskan apa saja filtur yang disediakan di Wattpad. Keuntungan lainnya adalah bahasa yang digunakan bukan hanya Indonesia saja. Hal ini berarti pembaca d…