Cinta, Benarkah Ia Diam?

Sumber gambar : pinterest

Cinta, benarkah ia ada?
Menyemai rasa yang paling langka
pada nada serta alunan ritme kehidupan

Cinta, dapatkah ia senada?
Sedang rindu membuat diri menengadah
Pada taut waktu menipu

Ini tentang rasa yang selalu dimiliki setiap orang. Diam-diam jatuh cinta. Pada seseorang yang tak disangkah-sangkah. Sebenarnya tak masalah bahwa jodoh pasti tak akan ke mana.
Hanya saja rindunya selalu ke mana-mana, bukan?

Melupakan bukanlah suatu hal yang mudah. Jika hati memaksa. Bisa-bisa malah semakin ingat. Terkadang ada saatnya hati terbelenggu dengan kata yang namanya 'ingatan'. Letaknya di jantung pada sisi terdalam. Seperti hati yang tengah terhimpit nyeri. 

Bahkan, rasanya hati ingin berbicara. Tanpa perlu melibatkan logika. Maka sungguh beruntung bagi orang yang memang telah menemukan cintanya. Ia dapat terobati dengan kehadiran orang di sisi. 

Sedangkan, bagi orang yang hanya bisa mencintai dalam diam hanya bisa mendoa. Ya Allah, aku mencntainya. Mungkin kata-kata itu selalu terlintas di dalam hati. Tetapi, logika mengatakan. Akankah rasa ini akan tersampaikan?

Ada yang tetap diam dengan menyimpan perasaan cinta. Namun untuk menyatakan ia takut jika semuanya akan berubah. Tak seperti dulu lagi. Pasti akan terjadi perubahan yang membuat suasana menjadi canggung. Bahkan mungkin tak akan bisa bertemu lagi. Takut orang yang dicintainya malah semakin menjauh. 

Ada yang menyatakan dalam doa. Jika memang ia adalah orang yang ditakdirkan. Maka biarkanlah ia selalu lekat dalam ingatan. Namun, jika bukan maka lunturkanlah dari ingatan. 

Namun, faktanya. Hidup ini seperti skenario yang paling rahasia. Jika masih belum menemukan titik terang, yaitu akad. 

Lalu, bagaimana penyelesainnya jika cinta itu diam?

Maka, jangan pernah lupakan kekuatan doa dan keyakinan. Jika Allah, memang memberikan sebuah jalan untuk sampai ke pelaminan. Maka Allah pasti akan menunjukkan jalan tentang ingatan dan langkah yang selalu mendekatkan. 

Untuk saat ini, biarlah waktu yang mengatakan dengan pernyataan setiap reka kejadian. Bersabarlah dan terus berusaha memperbaiki diri untuk memantaskan hati ke jenjang pernikahan. 



[Bukan pakar cinta]
Harumpuspita

No comments:

Post a Comment