Showing posts with label film Indonesia. Show all posts
Showing posts with label film Indonesia. Show all posts

Review Film Sihir Tanah Kubur

Review Film Sihir Tanah Kubur

Siapa di sini yang sudah nonton Sihir Tanah Kubur?

Cerita horor ini tuh ya dari traillernya bisa dia buat orang tertarik pada nonton. Apalagi pas ada narasi kenapa harus di pasar? Beginilah jadinya kalau lama-lama di pasar. 

Kalau orang yang nggak tahu. Mereka pasti bakalan enggeh, enggeh saja dan ujung-ujungnya malah tersesat. Namun memang bukan saya bermaksud untuk menyudutkan film ini. Cuma kok kesel aja, siapa sih penulis skenarionya?

Sinopsis Sihir Tanah Kubur

Kisah ini dimulai dari adegan sebuah pertunjukkan yang tiba-tiba saja terjadi pembunuhan. Seseorang dirasuki dan membunuh yang lain. 

Ternyata di desa itu memang terjadi pembunuhan ketika satu orang dirasuki dan membunuh yang lain. Singkat cerita scene misteri saat kematian sang Nenek dan sempat disaksikan oleh cucu terdengarlah pula sebuah mantra. Scene itu sejujurnya memang membuat petunjuk untuk membuka rahasia apa sih yang terjadi?

Pada desa itu ada seorang kiayi bernama Yusuf, beliau sendirian memasrahkan diri pada Ilahi. Nyatanya ia punya saudara yang memfitnah dirinya sehingga dibuat narasi bahwa ia merupakan pelakunya. Hingga ia pun terbunuh pada sebuah ritual Kebo Ireng. Seolah sang Kebo Ireng memang menginginkan tumbal.

Usut punya usut, ternyata kejadian ini tuh ada hubungannya dengan makam sang nenek yang dikosongkan. Itulah yang disebut sebagai makam wurung. 

Pada akhirnya sang cucu yang akan mengakhiri kejahatan yang dilakukan oleh pamannya dengan cara mengikuti pamannya. 

Kesan  Setelah Menonton di Hari Petama di Bioskop Cinepolis

Saya cuma ingin bilang, film apa-apaan ini. Kok kesannya nggak mengena selain euforia psikopat dalam membunuh. Kesal aja gitu, ntah kenapa ini berasa dipaksakan endingnya atau memang skenarionya yang gimana. Nah, yang bikin sebalnya tuh toko utama (ustadz Yusuf) bisa-bisanya meninggoy dan yang lebih nggak ngeh lagi kalau akidah dari cucunya wajah bak malaikat nyatanya nggak kuat. 

Ibaratnya nih film ngajarin kalau kejahatan ya balas dengan kejahatan serupa. Pamannya sudah tersesat. Eh, malah mengakhiri pada jalan yang sesat juga. Seolah-olah kekuatan yang Maha Kuasa itu nggak ada gunanya.  Yo wes dah suka-suka sutradaranya aja. Meskipun cerita ini berdasarkan tema lokalitas di mana warga Banyuwangi melakukan ritual Kebo Ireng untuk menolak bala, tapi memang ada beberapa hal yang membuat saya sepertinya familiar. 

Termasuk pada saat proses santet itu tadi. Mulai dari foto wajah yang terlihat berwarna merah bagi siapa dikenakan target hingga sosok iblis yang diutus untuk mendatangi target. 

Hanya saja, hal yang tidak saya setujui adalah ketika di trailer atau promosi mengatakan bahwa di pasar tuh penampakan mereka yang menjual daging begitu. 

Pengalaman Supranatural yang Pernah Dialami

Memang baginda nabi Muhammad Saw pernah mengatakan bahwasannya tempat yang dihindari adalah pasar. Kalau bisa di pasar itu jangan berlama-lamalah pokoknya. 

Ini pun sebenarnya merupakan pesan dari para sahabat dari baginda, namanya Salman A-Farisi mengatakan “Jika mampu, janganlah jadi orang pertama yang masuk ke pasar dan yang terakhir keluar darinya. Sesungguhnya pasar adalah medan pertempuran setan dan di sanalah ia menancapkan benderanya.” (HR. Muslim)

Saya pun pernah memang menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana pertempuran setan itu benar adanya. Waktu itu pernah di pasar malam ditunjukkan bahwa di suatu tempat jualan dikerubungi lalat banyak dan di mata saya malahan terlihat kotor banget. Ada pula di sebuah tenda jualan itu dinampakkan ada asap yang membumbung sementara di sana tidak ada proses masak di sana. 

Pernah juga di suatu pagi saya lihat sebuah tempat jualan sayur nih. Sayurannya malahan sepertinya enggak segar seperti udah dua harian gitu dipetik. Eh, malah yang beli ramai berdatangan.

Saya pun enggak tahu juga bisa ramai, positifnya mana tahu di situ lebih murah dibandingkan tempat lain. Walaupun ndak sempat tanya, tapi ya berprasangka baik aja. Hanya Allah Swt yang tahu. 

Pesan Buat Penulis Naskah Horor

Sehoror apapun kisah, bukankah selalu ada makna dan pelajaran yang bisa kita ambil? Meskipun penulis horor sering mendapatkan kritik mudarat, setidaknya ada hal kebaikan yang bisa kita ambil darinya. Apalagi film bioskop. Orang mah sudah bayar mahal akan itu, masa iya cuma visualisasi tanpa makna yang membekas. 

Semangat penulis horor Indonesia. 

Identitas Film

Judul : Sihir Tanah Kubur
Sutradara : JeroPoint
Penulis : JeroPoint
Produser : Raam Punjabi
Production : MVP Pictures
Durasi : 1 Jam 26 Menit
Tanggal Rilis : 23 Juli 2026 

Pemeran : 
1. Ariyo Wahab sebagai Ustadz Yusuf
2. Revaldo sebagai Ustadz Ashar
3. Kiesha Alvaro sebagai Gema
4. Shareefa Daanish sebagai Rengganis 


Review Film Horor Dramatis, Lastri: Arwah Kembang Desa

 Lastri, Arwah Kembang Desa

Sejujurnya saya nggak terlalu suka yang namanya nonton film horor dan lebih suka film romantis. Sejak hidup rasanya lebih horor dan kemarin sempat nonton Cerita Lila yang bergenre horor. Kemudian di cerita ini juga diajakin nonton. Semakin lama di dunia horor saya semakin suka. 

Bukan maksud yang gimana ya, tapi lebih kepada eh ternyata kisah horor itu memang bukan sembarang kisah horor untuk membuat penonton takut. Namun lebih kepada bagaimana kisah horor ini bisa memberikan hikmah dan pelajaran kepada penontonnya. 

Desklimer: Spill ending untuk mengulik hikmah

Sinopsis

Cerita ini dimulai dengan adegan, siapapun yang bertemu dengan arwah sang wanita di malam hari akan berakhir tidur di atas kuburan. Kenapa itu terjadi? POVnya akan dispill pada scene terakhir.

Pada zaman dulu, ada seorang wanita yang sangat setia kepada suamianya. Sayangnya ia tidak memiliki anak, sehingga menjadi bahan gunjingan para warga, di mana kata-kata mereka itu sebenarnya seperti aib. Bila seorang wanita yang mandul, maka berhubungan dengan siapa pun tidak akan meninggalkan jejak dong. 

Fitnah silih berganti datang, ditambah lagi suaminya setiap malam selalu mabuk-mabukkan di sebuah kedai yang ternyata disukai oleh sang pemilik kedai. Siasat itu dilayangkan, ia sengaja menjebak pria itu supaya menidurinya dan mengatakan bahwa ia sedang hamil anaknya. 

Pada scene lain ada seorang wanita tengah diteror oleh sosok hantu di rumahnya dan penasaran kenapa foto keluarga ayahnya dengan isteri pertama jatuh. Awalnya sang suami tidak percaya akan hal itu, menganggap bahwa cerita hantu hanyalah akal-akalan belaka. Ternyata, anaknya itu sedang melakukan syuting di rumah kosong milih kakeknya dulu. 

Para lelaki di sana sangat mengagumi sosok Lastri yang cantik dan selalu melakukan kewajiban memasak makanan. Ibaratnya bila Lastri disakiti berkali-kali, ia akan tetap setia sampai kapan pun katanya pada malam itu pada suaminya. Banyak lelaki yang berebut, bila Lastri sendirian akan diambil oleh mereka. 

Malam itu Lastri sempat bercerita pada teman lelakinya yang baik, bertamu pun di depan rumah dan menasihati Lastri, "apakah akan tetap bertahan dengan kehidupan yang seperti ini." Sekali lagi, jawabannya akan tetap sama untuk setia pada suaminya. 

Malam itu juga suaminya datang dan memergoki Lastri.  Hingga membernarkan, berarti benar rumor tetangga itu bahwa Lastri selama ini juga main di belakang. Mereka pun bertengkar hebat dan jawaban Lastri tetap sama akan menunggu suaminya kembali padanya. 

Beberapa hari kemudian hari itu terjadi, ada seorang lelaki yang mengikutinya hingga sampai di ujung jurang, menculik Lastri dan membawanya ke rumah Lastri. Malamnya, tiga orang yang memakai sarung dalam adegan seolah Lastri tengah diperk*sa. 

Lastri, tidak dapat berkata apa-apa. Ia merasa terhina, ditambah lagi suaminya datang dan melihat keributan di dalam rumah yang disaksikan para warga. Pada saat itu juga, Lastri pun ditalak. Kejam, itu yang rasakan Lastri. Hingga ia bunuh diri. 

Itulah mengapa arwahnya selalu gentayangan mengganggu para warga setiap malam dan berulang-ulang. 

Tepat 30 tahun kemudian, Lastri membalaskan dendamnya kepada orang yang menyakitinya. Termasuk sang sundal yang merebut suaminya melalui keluarga anaknya yang sama-sama diteror. Penasaran dengan bagaimana bisa suaminya itu terpikat, bisa nonton filmnya secara keseluruhan ya. Namun yang pasti endingnya adalah suaminya Lastri mau menziarahi kuburan Lastri dan ternyata Lastri dinyatakan tidak mandul. 

Film Ini dipandangan Penonton

Jalan cerita ini sebenarnya gampang diingat, hanya saja pergantian POV untuk sebagai penonton merasa bahwa cerita ini membingungkan, ini sebenarnya apa ya dan enggak mengerti. Overall menurut saya untuk orang yang ingin ritme hidup slow, film ini rekomendasi untuk ditonton. 

Nasib Malang Wanita Setia

Nggak ada yang mau menjadi wanita malang sebenarnya. Namun itulah yang memang dirasakan banyak wanita, bukan hanya Lastri tentunya. Korban perempuan setia yang berusaha untuk menjaga kehormatan. Namun yang bisa digaris bawahi adalah bagaimana gunjingan tetangga rasanya membuat saya sang penonton berasa innalillah. Ibarat kata, fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan yang membuat sakit psikologis tanpa disadari. 

Hikmah Film Lastri

Poin pentingnya adalah satu. Kesendirian, dalam kesendirian Lastri memilih bunuh diri. Alih-alih survive menjadi wanita yang lebih baik lagi. Sekali lagi, bila dalam masalah yang berat. Please jangan sendirian. Kita tidak pernah tahu setan mana yang akan mempengaruhi diri untuk bunuh diri. 

Jadi tuh ya, film ini mengajarkan bahwa kalau mau bunuh pikir-pikir lagi deh. Selama di dunia saja sudah sangat menderita. Eh, malah berakhir akan selalu gentayangan di dunia karena arwahnya tidak diterima di akhirat. 

Point kedua adalah jangan pernah menghakimi perempuan mandul. Faktanya, laki-laki ada juga yang mandul. Apalagi sampai menyebarkan fitnah bahwa sang isteri mandul. Sementara ia menjaga kesehatan dengan memasak masakan yang bergizi. Lantas suaminya yang mabuk-mabukkan. Faktanya orang yang minum alkohol itu mempengaruhi kualitas sperma dengan merusak bentuk, menurunkan jumlah, hingga menghambat pergerakan sperma.


Foufo: Kisah Fantasi Ilmiah Keluarga yang Mengajarkan Keikhlasan

Foufo

Siapa di sini yang sudah nonton flm Foufo? Yap, tak menyangka bahwasannya kisah ini bakalan membakas di hati saya. Kisah yang penuh sarat makna dari awal sampai akhir. 

Rasanya ingin menontonnya berulang kali, tapi memang sayang demi sayang bila kebanjiran informasi membuat saya tuh kayak overload menyerap makna yang didapat. 

Pertama Kali Lihat Cover Foufo

Kisah anak-anak ini pastinya dong. Mungkin karena saya itu sudah dewasa kali makanya lihat gambar Foufo di poster kayak enggak menarik aja gitu, tapi setelah lihat di awal ada si Bayu Skak yang merupakan Sutradara Sekawan Limo. Rasa-rasanya kok sayang ya nggak nonton ya. Padahal kondisi di awal saat itu masih demam dari pagi hingga sorelah ya.

Eh, sorenya sudah reda dan ternyata masih ada tawaran untuk untuk nobar malam. Setelah melalui keputusan yang singkat akhirnya saya memutuskan untuk membeli dua tiket nobar, berharap nanti malam ada temannya. Eh, nggak tahunya saya malah bawa orang bunian dong alias orangnya nggak ada. Sayang banget memang nggak ada teman nonton saya, tapi apa boleh buat adik saya yang suka nonton tuh sedang kerja waktu itu. 

Pengenalan Film Foufo   

Film ini merupakan film yang sangat unik karena mengandung unsur lokalitas Madura dan Jawa. Kalau mengingat kata Madura selain sate Madura saya teringat teman saya yang dari Madura dan kebetulan juga ada blogger Madura juga. Beliau juga sangat suka menuliskan perjalanan hidupnya melalui kategori Lifestyle Blogger Madura. Mana tahu kan ingin bekerjasama dengan beliau, bisa banget nih.

 Walaupun menyoroti sedikit mirip modelan film Jadu dari India, ternyata idenya beda dan segar banget. Ada hal yang harus diuraikan dan sayang saja gitu kalau dilewatkan begitu saja. Kapan lagi coba bisa menikmati film dengan naskah bagus dan ramah untuk segala usia. Walaupun nih ya, saya menulis seperti ini sekalipun bahkan lebih asyik lagi jika ditonton secara langsung di bioskop.           

Secara garis besarnya, film ini tuh sebenarnya sedang mengajarkan arti keikhlasan dan juga bagaimana mengupas tentang keuangan keluarga pada orang miskin. Meskipun bisa lebih dari itu dan dari sisi lain juga banyak yang bisa diambil ibrah atau pelajarannya. Baca aja artikel ini sampai akhir ya. 

Sinopsis

Adegan dimulai saat agen BRI datang ke sebuah rumah yang mempunyai bengkel. Walaupun hanya agen BRI yang bakalan memberikan pinjaman kepada orang yang ingin mengajukan pinjaman. Adegan ini begitu kocak yang diperankan oleh Bayu Skak dan temannya yang bertubuh berisi.

Pada saat yang sama di warga setempat sedang mengadakan acara dan di sana kebetulan ramai juga untuk mengumumkan siapa yang bakalan naik Haji satu kampung. Tinggallah ibunya Muslim yang belum bisa naik Haji dikarenakan belum melunasi biaya haji. 

Muslim pun akhirnya mengajukan pinjaman pada bank BRI atas dalih untuk memajukan usahanya sebagai usaha tukang besi. Pada saat momen-momen itulah yang menjadi momen lucu di mana Muslim harus memperkenalkan orang-orang yang berada di rumah. Mulai dari ibu, suadara, saudarinya, hingga ipar hingga keponakannya. 

Dialog yang menarik yang saya hapal adalah, "ini rumah apa rest area?' ucap Benectus Siregar yang diperankan oleh Cokro Sutejo.           

Nah, di sinilah letak menariknya. Sang tokoh utama, Muslim tidak langsung mendapatkan ACC untuk peminjaman uang yang rencananya untuk pelunasan haji. Tambah lagi pada suatu malam keluarganya juga mengeluh, tentang utang yang harus dibayar, adiknya yang belum pernah USG, obat iparnya yang sudah habis, serta keponakannya yang merengek ada sesuatu yang harus dibayar. 

Muslim bingung harus apa. Kemudian Kacong yan masih menjadi bagian keluarganya menyarankan untuk menggunakan sarung di malam hari bersama dengan Ipul. Maka mereka bertiga malam itulah diajak Kacong. 

Malam itu Muslim diajak oleh saudara lainnya menggunakan sarung untuk mencuri rel besi kereta api. Muslim yang mengetahui protes tidak setuju dan mereka pun bertengkar di sana. Tak lama kemudian datanglah 2 orang yang berjalan kaki melewati rel kereta api. Sempat terhenti, setelah itu dilanjutkan lagi. Saat Muslim meneriakkan kata ,'azab!' saat itu pula pesawat Ufo jatuh ke Bumi dekat dengan mereka berada. 

Ipul yang merupakan seorang guru lantas menelpon polisi yang tengah tertidur bahwa mereka sedang dihadang alien. Kacong yang mengetahui segera mengganti pernyataan layaknya seorang penipu supaya panggilan diputus. Momen-momen ini termasuk jenaka, ketika yang menjawab telepon merupakan tawanan di dalam penjara. 

Malam itu pula mereka mendekatinya dan membawa pulang Ufo tersebut. Polisi yang ditelpon pun datang ke bengkel Muslim pagi itu juga. Muslim membuat suara dengan kepala Kacong yang diantukkan supaya terdengar seperti orang yang sedang melakukan menempa besi. 

Eh, baru saja sang polisi pergi datanglah sang penagih yang menginginkan untuk membayarkan keris supaya utang terlunasi. Pada saat momen itu pula sang penagih yang suaranya mirip dubbing Sopengebob menemukan sang alien, saat alien terbangun sang alien menembakkan sesuatu kepada sang penagih hingga membuatnya pingsan.

Saudara Muslim pada lari, kecuali Muslim. Ia mendekati sang alien dan berkomunikasi dengan bahasa Indonesia. 

"Aku mengambil suaranya supaya berkomunikasi dengan kalian," ucap sang alien. 

Mereka pun menamakan sang alien dengan sebutan Foufo. Foufo hanya ingin pulang ke rumah dengan menemukan kuncinya kembali. Nah, di sinilah Muslim berjanji akan membantu Foufo untuk menemukan kunci. 

Keesokan harinya, Muslim mencari bahan yang diperlukan oleh Foufo. Betapa terkejudnya bahwa Foufo memilliki kemampuan untuk menghilangkan diri. Foufo dan Muslim pun mencari bahan yang dibutuhkan bersama-sama. Sayangnya mereka masih tidak menemukannya. Begitupula Saipul yang datang tiba-tiba mendekati mereka. Juga ikutan mencari dan Foufo menjelaskan bahwa ia butuh unsur Rhodium bukan Yodium alias garam. Menurut Saipul sendiri bahwa Rhodium ini harganya bisa 4 kali lebih mahal daripada emas. 

Malamnya Muslim memberikan sate kepada Foufo sebelum memberikan sate lainnya kepada keluarganya yang tengah menunggu. Ternyata Foufo sangat suka dengan sate. 

Muslim sudah membeli sate sesuai dengan jumlah orang yang berada di dalam rumah. Hanya ibunya, Saiqonah yang sedang tidak ingin sate. Satenya sisa satu dan Foufo yang merasa senang dengan sate segera mengambilnya. Tak segan-segan ia menunjukkan diri di hadapan seluruh keluarga Muslim. 

Kehebohan terjadi hingga Foufo menunjukkan diri bahwa ia merupakan alien yang baik dengan membuat penglihatan Ibu Muslim kembali terang dan jelas. Saat itu pula keponakan Muslim pun menginginkan bahwa Muslim harus berjanji untuk membantu Foufo pulang. 

Sementara pada saat yang bersamaan Muslim pun harus melunasi biaya haji ibunya. Tekanan silih berganti yang membuat Muslim mengambil keputusan untuk meminjam uang kepada bank. Bersama dengan iparnya laki-laki yang sedang sakit TBC pun harus bank juga supaya membujuk Cokro untuk meng-acc pinjaman. Momen ini pun juga menuai adegan jenaka pada saat prosesnya, di mana Cokro yang sebagai pegawai bank tidak mudah percaya dan malah menganggap saudara Muslim sedang akting sakit. Usaha mereka untuk melunasi biaya haji pun gagal. Muslim pulang tanpa membawa apa-apa dan segera mejemput keponakannya yang bersekolah. 

Tak berhenti pada adegan menarik lainnya. Scene berpindah pada sang keponakan Muslim (Mustofa) yang berada di sekolah dengan percakapan teman-temannya berbahasa Jawa sementara ia tetap menggunakan bahasa Madura ataupun bahasa Indonesia. Temannya yang cantik, kelihatan seperti orang yang berada ingin bertanya rumahnya. Namun ia pun memberikan banyak alasan supaya tidak perlu datang ke rumahnya, semisal besoknya kebakaran gitu. Adegan pembullyan dengan kata-kata pun terjadi dari teman-teman yang lain baru datang. Hingga membuat Mustofa buru-buru pergi setelah dijemput oleh pamannya. 

Sehabis pulang sekolah, Mustofa disuruh Muslim untuk membantunya mencari barang rongsokan. Bertemu toke pengepul juga dengan menceritakan sebuah kisah bahwa anaknya itu belajar yang baik dan sudah berkuliah di Australia. Setelah mengetahui kemampuan Mustofa yang amat jeli dalam menghitung angka. 

Saat pulang, Muslim masih menyuruh Mustofa untuk membantunya. Namun Mustofa menolak sebab ia ingin belajar untuk mempersiapkan olimpiade di sekolahnya. Ia kesal dan membanting pintu, pada saat yang bersamaan Foufo ada di sana juga dan bingung dengan apa yang terjadi. 

Malamnya, Mustofa ingin belajar dan lampu pun mati. Foufo sedang tidak bisa tidur. Ia pun menemui Mustofa dan mengajaknya berpetualang ke alam semesta. Momen ini merupakan momen yang seru, di mana kita akan ditampilkan visual galaxy. Hingga pada akhirnya, Mustofa tidak jadi ingin pergi dari rumahnya, karena situasi di keluarganya. Ia menyadari bahwa keluarga adalah harta yang paling berharga. 

"Pada saat sendirian, aku tidak bisa apa-apa. Namun pada saat bersama yang lain, aku mengetahui bahwa diriku ini bisa berguna," ucap Foufo. 

Momen-momen hangat inilah yang menarik untuk ditelusuri dan masih banyak lagi tentang pengajaran lainnya tentang kehidupan dari Muslim kepada Foufo tentang agamanya hingga Foufo bertanya layaknya anak kecil yang menyebalkan.  

Momen Menuju Pelunasan Haji

Coba tebak? Apakah Muslim berhasil melunasi biaya Haji ibunya?

Pada saat berita itu datang, Muslim pun ditelpon oleh Cokro dalam kondisi sakit-sakitan. Muslim hanya meminjam 15 juta saja di mana ia sudah punya tabungan sebanyak 15 juta di rumah. Bahagia tak terkira ia pun segera mengabarkan ibunya.  

Namun ternyata adiknya yang punya suami sakit-sakitan itu sedang ditagih debt collector dan tagihan lainnya. Hingga memaksanya untuk mengambil uang di rak pakaian yang terbungkus dengan plastik hitam. (Jangan ditiru dek ya)

Ia pun juga tahu bahwa ibunya akan bisa naik haji. Lantas segera syukuran dengan membeli bebek carok dan dibagikan kepada tetangganya. Ia berpakain dengan pakaian baru layaknya orang kaya. Malamnya ia juga membagikan bebek carok kepada seluruh anggota keluarga untuk dimakan bersama. 

Permainan scene tenang yang tidak langsung menspill episode akhir pun dimainkan. Saya sangat suka bahwa film ini dibuat pergantian POV yang membuat saya bahkan tidak ingin melewatkan menonton adegan. Ketika Mustofa melawan teman-temannya yang membully. Meskipun ia bukanlah orang berada, setidaknya sekolah bangga padanya telah menjadi orang yang mewakili sekolah di dalam olimpiade. Hingga akhirnya ia pun membawanya ke rumah dan memperkenalkannya kepada keluarganya.

Saat di rumah, keluarganya lantas mengenali teman Mustofa yang jago olimpiade itu. Ibarat lelaki yang menyukai dalam diam, Mustofa selalu membersihkan foto kemenangan mereka berdua dan dipajang di dinding rumah dan itu disaksikan oleh ibunya sendiri. 

Pada saat yang bersamaan Muslim ingin melunasi biaya haji ibunya dan saat dilihat kepalan uang betapa terkejudnya ia mengetahui bahwa uangnya telah berkurang banyak. Patah hatinya, mengamuk di dalam rumah. Mentang-mentang Saipul, istrinya sedang hamil besar. Ia yang pertama kali dituduh. Pada akhirnya, adiknya yang perempuan itu pun mengaku bahwa ia yang telah mengambil uang Muslim dikarenakan ia sendiri tidak tahu itu bakalan untuk ibunya.

Sang ibu pun memutuskan nggak apa-apa bila seandainya ia pun tak jadi ikutan berhaji karena haji itu hanya untuk orang yang mampu saja. Momen-momen inilah yang paling sedih, bagaimana kita memang harus mengikhlaskan, di mana keinginan itu dipanjatkan setiap malam, dan diusahaka. Ingin tahu bagaimana kisah akhirnya, jangan lupa nonton filmnya di bioskop kesayangan anda ya bila masih ditayangkan.   

Namun yang pasti ending cerita ini sangat memuaskan sekali. 

Hal yang Menarik untuk diulik

Pada cerita ini tuh sebenarnya mengangkat tema tentang kenapa ya ada keluarga miskin emang salahnya di mana? Apakah keluarga miskin itu dikarenakan mereka malas. Faktanya keluarga miskin itu bukan karena mereka malas, tapi karena profesi yang dijalankannya. Mereka lebih mementingkan isi perut dibandingkan bagaimana untuk belajar dan memajukan kehidupan. Begitulah, Muslim yang memiliki sifat pemberi, pemaaf, sering menolong keluarga, sampai lupa untuk mengurusi dirinya sendiri. Sikap dirinya sebagai anak sulung memang ada benarnya, bagaimana ia bisa memberi makan untuk keluarganya. Namun ya nggak semua tanggiung jawab akan dirinya, mentang-mentang ia yang dititipkan warisan keluarga berupa rumah dan bengkel rongsokan.   

Mari spill pekerjaan masing-masing. Ipul bekerja sebagai seorang guru dan isterinya menjaga warungnya habib Ja'far. Adiknya Muslim yang suka self reward berdagang Jus. Jadi, kalau dipikir-pikir ya bukan karena mereka malas, tapi tidak tahu bagaimana caranya mengelolah keuangan sehingga menjadi keluarga yang serba kekurangan.

Begitupun Saiful yang bekerja sebagai guru honorer. Siap menjadi guru, walaupuns secara status dihormati, tetapi secara finansial gajinya bahkan tak mampu mencukupi kebutuhan. 

Nah, ini yang sebenarnya patut dicontoh dari Muslim, orangnya jujur kian, pekerja kera, tapi sayang ia bahkan tidak lulus SMA. Jadi, ibaratnya nih pendidikannya rendah dan ia pun sebagai tulang punggung keluarga hanya membuat dirinya kelelahan dan lupa pada diri sendiri, tapi itulah realita kehidupan. 

Film Foufo ini seakan memberikan gambaran. Beginilah keluarga yang kekurangan itu. Maka pesan yang diambil adalah Nak belajarlah yang baik supaya nanti dapat mengangkat derajat keluarga. Enggak apa-apa hari ini kita lelah belajar, semoga di kemudian hari masa depan yang cerah itu merupakan milik kita. 

Nak, bila punya uang. Jangan pula difoya-foya. Simpan uangnya untuk kebutuhan hidup bukan untuk keinginan belaka atas dasar self reward. Pikirkan masa depan ini nantinya kita akan bagaimana. Daripada untuk kebutuhan sekunder, utamakanlah kebutuhan primer.

Sedikit tentang Rhodium 

Rhodium merupakan logam mulia berwarna putih keperakan yang sangat langka, tahan karat, keras, dan kegunaannya sebagai konverter katalik kendaraan, pelapis perhiasan, serta katalis industri. Logam mulia ini memiliki sifat yang relatif stabil sehingga tidak mudah bereaksi dengan zat lain, tahan korosi, dan tidak berkarat. 

Pada film ini tuh bukan hanya yang diperlukan Rhodium saja, tetapi juga diperlukan bahan besi lainnya juga.

 

Review Cerita Lila: Film Horor Indonesia yang Mengangkat Isu Kesehatan Mental

Review Cerita Horor
Gambar 1. Cerita Lila

Dulu saya sempat berpikir begini. Ngapain nonton cerita horor, wong hidup saya aja jauh lebih horor. Sampai-sampai nih, di adab penulisan cerita pernah belajar waktu itu di tahun 2018. Katanya kita tuh nggak boleh membuat kisah horor dengan tujuan untuk menakut-nakutin orang lain. Apalagi sampai membuat keyakinan orang lain menjadi beda, yang tadinya percaya sama Tuhan, malah menjadi percaya pada hantu. 
Namun ternyata nggak semua kisah horor itu bertujuan untuk menakuti-nakutin orang lain, tapi bagaimana kita bisa mengambil ibrah atau hikmahnya dan bagaimana ke depannya kita mengambil keputusan. Supaya tidak terulang ke lingkaran gelap yang serupa.

Desclimer: mengandung spoiler

Sinopsis Cerita Lila

Frame dimulai sebuah rumah yang ternyata ada seseorang di dalamnya. Rumah itu dijual dan efek jumpscare yang membuat jantung berdegup kencang. Seorang sepasang Youtuber ingin membeli rumah itu, belum apa-apa, saat mereview tempat. Eh, malah diteror dan buru-buru pergi. Rumah itu pun tak jadi laku dan akhirnya berpindah agency. 

Kemudian ada seorang wanita yang sedang berjuang untuk mempertahankan hak asuhnya dengan cara bekerja sebagai agen penjual rumah. Ia pun menitipkan anaknya yang berusia 7 tahun kepada tetangganya yang kebetulan masih di daerah rumah susun. 

Scene berganti ke sebuah tempat perkumpulan. Sarah melihat seorang perempuan yang membungkuk dan ternyata ada seorang nenek di pundaknya. Sarah pun mendekati dan bertanya padanya, hingga terbongkar bahwa selama ini perempuan itu belum bisa mengikhlaskan ibundanya. Sehingga arwah ibunya nggak bisa pergi. 

Kembali ke scene awal. Wanita yang berusaha mempertahankan hak asuh ini, saking seringnya ditolak penjualannya. Ia mendapatkan kesempatan terakhir untuk menjual rumah kosong yang sudah lama tak berpenghuni selama 1 Minggu. Itu karena ia sendiri pun tidak fokus. Pikirannya jelas bercabang ke mana-mana. Hingga membuatnya demam. Sesampai di rumah, ia tidur di sofa dan anaknya berinisiatif untuk membuatkan teh untuk ibunya. 

Air habis dan ia pun menghidupkan kompor yang membuat rumah itu kebakaran. Para tetangga berdatangan dan mengusir wanita itu, meskipun ia sudah membayar uang sewa selama 3 bulan ke depan. "Anggap aja uang sewa itu sebagai ganti dari kerusakan yang kamu buat," ucap salah satu warga. 

Sang anak pun mengaku, kalau yang menjadi dalang di balik ke balik kebakaran itu adalah dirinya. Hingga akhirnya sang ibu pun mengiyakan untuk pergi dari rumah. Ia dan anaknya di siang hari datang ke rumah kosong itu untuk menempatinya sementara. Nah, di situlah peranan hantu datang dan alur maju mundur tentang asal-usul rumah berhantu itu dikupas. 

Hantu Paling Sebel dengan Manusia Seperti ini 


Ada hal yang paling anomali dibandingkan dengan film lainnya, tapi fakta di lapangan memang begitu adanya. Jadi, kalau kalian pikir ini adegan yang membuat orang lain lari ketakutan, tentu tidak ya kecuali untuk beberapa orang. Seperti orang-orang yang ingin membeli rumah. Hingga sang pemilik rumah, seorang lelaki berusia enam puluhan. 

Sewaktu Wanita itu bersih-bersih, sang pemilik rumah pun melihat dari kejauhan rumah tersebut. Tiba-tiba spanduk jatuh dan ia berniat untuk memperbaiki. Ada yang menyapa dan betapa terkejutnya sang hantu yang berwajah jelek itu menujunya. Ia pun lari terbirit-birit seketika. 

Nah, ini letak fakta di lapangan. Seperti yang dikatakan oleh Mbak Ria Puspita mantan dukun dalam podcast ia pernah bercerita, "hantu tuh sebel banget sama orang-orang yang nggak percaya sama hantu. Jadi, susah banget untuk mempengaruhinya." Begitupula wanita itu, banyak pikiran ntah apa-apa tentang masalah perceraian dia dan dianya yang tetap kekeuh untuk tidak meminta uang sepeserpun kepada sang matan untuk dirinya berputar-putar. Sehingga hantu di belakang pun nggak berhasil untuk mempengaruhinya. 

Pada puncak kesedihannya barulah ia gampang sekali dirasuki oleh sang hantu. Namun setelah sadar ia bahkan tidak bisa mengingat apapun. Sejujurnya adegan ini pernah saya saksikan bahkan ortu saya sendiri berubah seolah-olah menjadi orang lain, tapi setelah ditanya mereka nggak merasa ada hantu yang mengganggu sedikit pun. 

Cerita Cerdas Nia, sang anak dengan sang Hantu

Semenjak dititipkan sama orang lain. Nia tumbuh menjadi orang pemberani. Kakak yang mengasuh, mengajarinya ada film hantu nan serem. Itulah mengapa ketika diberikan Hp ia langsung tahu bagaimana caranya bersikap, termasuk anomali yang ia rasakan. 

"Kata Mbak Sarah, di dunia ini ada hantu baik dan jahat? Kamu termasuk yang mana ya?" ucapnya saat dinampakan hantu remaja di dekat sumur. Setelah selesai ia membersihkan kursi roda dan roda itu didorong oleh sang hantu. 
"Masak, aku nyelakaian teman aku sendiri," ucap sang hantu dan sejak saat itu mereka berteman. Pada adegan berikutnya, ia pula yang membantu Nia lari dari kejaran ibu yang sedang kerasukan. 

Awalnya Nia sebelum tahu apa yang terjadi ingin tidur dengan ibunya, tapi setelah tahu ia ingin tidur sendirian. Karena Nia sudah diberi tahu kalau ibunya sedang dipengaruhi oleh hantu jahat. 

Nah, ini yang sebenarnya kenapa orang yang berada di puncak kesedihan dan kelelahan sering kali bunuh diri? Karena setan sering datang di posisi ini. Makanya kesedihan itu bisa dekat dengan yang namanya kejahatan. Bukannya nggak boleh sedih, tapi ini sedih yang bagaimana hingga rasanya frustasi?

Adegan Berulang, Kebanjiran Informasi yang Tak Perlu

Bila biasanya cerita horor membuat kesimpulan sendiri ini alurnya gimana, maka di film ini seorang diberitahukan berulang dari reka kerasukan. Habis membunuh, hantu itu pun bunuh diri. 

Nia yang tahu apa yang sedang dilakukan ibunya segera mengambil Hp untuk merekam bagaimana ibunya mencoba gantung diri dan ia berusaha keras untuk menyadarkan sambil berteriak "Mama! Mama jangan!" 
Hingga akhirnya sang ibu pun sadar, sambil bilang. "Ini aku di mana ya?" Barulah keesokan harinya ia mencari tahu tentang sejarah rumah itu yang ternyata memang pernah terjadi pembunuhan lalu dibiarkan lama kosong. Sudah jelas dong, rumah itu pasti berhantu banget. Bahkan barang-barang vintage masih ada termasuk peralatan jahit di rumah itu, karena yang menempati dulu tukang jahit. 

Mencari Seseorang yang Tak ada

Sang hantu si Lila itu mengajak Nia untuk mencari saudari kembarnya Lili. Ia tak tahu di mana Lili. INi menjadi sebuah top cerita manis sih sebenarnya. Bagaimana Lili dan Lila itu bersaudara. Lili itu semenjak kecil sakit karena nggak ada obat, hingga membuat Lili menjadi lumpuh dan selalu di kursi roda. Nah, pada saat mencari Lili itulah tak sengaja Nia menjatuhkan barang yang membuat ibunya marah karena bakalan ada yang datang untuk beli rumah. 

Saat orangnya datang, itu rumah berantakan banget. Padahal Nia cuma menyenggol sedikit, bukan berserak banget. Itu tandanya rumah itu sengaja dibuat hantu rumah supaya nggak ada yang beli. 

Ending yang Manis 


Siangnya di Nia sudah kasih tahu Sarah melalui Hp tentang Ibunya. Nah, di malam itu ibunya mengamuk dan dirasuki sang hantulah. Kebetulan malam itu sang pemilik rumah melihat dari kejauhan dan menyaksikan langsung si anak sedang diburu oleh si Ibu. Ia pun datang ke rumah itu dan sang ibu langsung mencekik sang pemilik rumah, sambil membilangkan "pengecut!" dari arwah yang merasukinya. Yap, dia adalah kekasihnya dulu yang ditinggal sendirian mengurusi anak kembar dengan profesi sebagai tukang jahit. 

Sarah dan temannya pun datang, Sarah dari depan dan temannya dari belakang untuk mengambil benda tajam berupa gunting benang yang di belakang wanita itu. Nia yang bersembunyi di belakang akhirnya merasa aman ketika lelaki itu datang menolong. 

Nah, di sinilah. Sarah berhasil menaklukan sang hantu dengan cara diikat. Hingga akhirnya, ini yang paling gongnya adalah. Apa yang membuat arwah jahat itu hilang? Maaf. Ketika sang hantunya memafkan, maka arwah jahat itu hilang. 

Ibunya Nia pun juga bisa bekerja seperti biasa kembali. Kayaknya daripada diceritain begini, lebih seru filmnya yang di pertengahan hingga akhir.

Adegan Familiar Tentang Mesin Jahit

Kisah ini sebenarnya menyoroti tentang bagaimana sang ibunya kesal dengan Lila karena Lila memotong baju yang akan diantarkan besok. Mana si Lili sakit butuh obat dan obatnya sakit. Semua masalah numpuk dan dalam kesendirian itu pula ia menjahit tangannya sendiri. FYI, adengan jahit tangan udah pernah saya rasakan. Gimana rasanya jarum jahit masuk ke dalam tangan kanan dan berdarah di tahun 2015 waktu itu. 

Nah, bedanya di cerita ini habis ia jahit tangannya sendiri. Sang ibu pun menggeret Lila ke sumur, menyiraminya pakai air sumur. Lalu membunuhnya dengan bantal. Setelah itu. ia juga membunuh Lili. "Tidur ya Nak, Lila sudah tidur." Kemudian ia pun juga membunuh pakai bantal hingga sang anak kehilangan napas. 

Jadi, pantas saja Lili nggak ada di dunia kan? Kan arwahnya sudah pergi dengan tenang. Tinggallah si Lila dengan Ibunya. Saat Lila sudah memaafkan, Lila bisa pergi dengan tenang. Tinggal sang ibu, yang tetap berada di dunia. Ia tidak bisa pergi ke mana-mana karena meninggalnya dengan cara bunuh diri. jadi, nih ya kalau kita mau bunuh diri coba mikir -mikir sekali lagi deh. Arwahnya bakalan tetap gentanyangan di bumi. Niat ingin mengakhiri rasa sakit, eh berakhir jadi penunggu selamanya sampai kiamat. 

Kisah Sang Hantu Menarik untuk Disoroti

Semua berawal. Saat sang wanita yang menempati rumah itu dihadiahi rumah oleh kekasihnya sang pemiilik rumah. Ia cuma ingin menikah, bukannya rumah karena anak dalam kandungannya sudah 2 bulan. Setelah pemberian rumah itu, sang lelaki nggak datang lagi. 
Pada hamil besar, ia pun mendatangi rumah sang kekasih yang ternyata sudah punya anak dan isteri. 
Ia pun memutuskan untuk membesarkan anak kembarnya sendirian dengan profesinya sebagai penjahit. Namun ini letaknya, sendirian dan tiada tempat bersandar. Pada saat itulah, puncak kesedihan itu datang. 

Kisah Horor yang Menyoalkan Tentang Kesehatan Mental, Awareness Pada diri, dan Posisikan Diri Sebagai Ortu yang Sabar

Kisah ini tuh kayak ngajari. Hei, perempuan cantik jelita. Jangan tergoda sama musang tak bertanggung jawab, walau secinta apapun.  Tetap jaga kehormatan. Tiada unboxing sebelum akad. 

Kalau kamu sedih dan tertekan, jangan sendirian ya. Cari teman yang bisa dipercaya untuk mendengarkan keluh kesah dalam hidupmu. Soalnya di titik terendah kesedihan, setan suka ngajakin bunuh diri. Jadi, mau sebengap apapun habis nangis. Datang aja ke temanmu dan ceritain kesedihan. Walaupun masalahnya nggak hilang, setidaknya hatimu yang tadinya negatif bisa terarah menjadi lebih netral. 

Sama di posisi sebagai orang tua. Cara menyikapi anak-anak itu ya memang harus sabar. Namanya juga anak-anak belum tahu mana yang baik dan benar. Itulah mengapa kita pun harus antisipasi lebih dulu supaya pekerjaan tidak diganggu oleh anak-anak. 
dokumentasi nobar cerita Lila



Informasi Film 

Judul Film: Cerita Lila
Tanggal Rilis: 18 Juni 202
Sutradara: Bobby Prasetyo
Genre: Horor
Produser: Raam Punjabi
Durasi: 1 jam 46 menit
Pemeran: 
1. Sarah Wijayanto sebagai Sarah yang mampu melihat hantu
2. Shareefa Daannish sebagai hantu wanita
3. Wafda Saifan sebagai pemilik rumah
4. Lutesha sebagai ibunya Nia 
5. Aci Resti sebagai kakak asuh Nia
6. Myesha Lin sebagai Nia
7. Firzanah Alyah sebagai Lila





Bedah Film Si Paling Aktor [Tontonan Wajib Pejuang Mimpi]

Poster si Paling Aktor
Gambar 1. Poster Si Paling Aktor

 

Setelah bergerumul ria dengan tugas yang numpuk dan bernapas pun hampir lupa. Seperti biasa adik saya ngajakin nonton yang sebelumnya kami tuh sudah ancang-ancang bakalan nontonnya di hari pertama. Harusnya di tanggal 30 yah. Eh, nggak tahunya di hari berikutnya, yaitu hari kedua. 

Kali ini saya sengaja buat judul artikelnya bedah dibandingkan alih-alih seperti biasa Review Film. Alasan utamanya karena saya benar-benar tertarik dengan film ini. Jadi, yah sekalian dibedah saja habis-habisan ala Diary Harumpuspita. 

Awal ngelihat dia tuh di poster kayak punya pesonanya sendiri. Secara saya tahu dia bermain peran di jodoh 3 Bujang. Itu actingnya keren. Kali ini dia sebagai tokoh utama kembali. 

Jujurly, antara trailer sama filmnya sendiri itu benar-benar nggak zonk. Walaupun di sini mau dibedah habis-habisan saya saranin tetap nonton bareng  orang-orang kesayangan kalian. 

SINOPSIS

Scene dimulai aksi pukul-pukulan, tapi gaya penceritaannya tuh langsung bilang bukan dari situ. Melainkan di fokus sewaktu dia masih kecil. Yah, sewaktu masih kecil dia itu menonton televisi kemudian menirukan peran dan disambut dengan ibunya. Ibunya sangat mendukung ia sekali akan bakatnya untuk menjadi seorang aktor.

Ketika dewasa, ia selalu mencoba ikutan casting dan lagi-lagi selalu menjadi pemain figuran. Bayangin aja sewaktu dia bermain peran yang sebagai tokoh figuran. Improvisasinya melebihi tokoh utama. Sehingga para sutradara paling males kalau sudah bekerja sama dengan dirinya. Ada aja gebrakannya, aktingnya totalitas dan ngebuat kawan mainnya itu pada kualahan. "Ya, aku ngelakuin itu sebagai persiapan aja, kalau sutradara menyuruhnya lebih."

Pada akhirnya, di sepak terjangnya ke sepuluh tahun. Orang yang mau rekomendasikan pun angkat tangan. Dia bilang ini kerja sama yang terakhir kalinya. 

Sedih, tentu saja iya. Padahal ibunya sudah mengeluarkan banyak uang dan menjual barang demi mendukung bakatnya dia. Bahkan sewaktu dia ngelamar kerjaan aja nggak jadi karena bela-belain ikutan casting.

 Ibunya nggak ngeluh, apapun yang terjadi ibunya tetap dukung. Nah di sini tuh momen-momen paling sedih bagi saya ,ekspresi dia sewaktu sedih di pangkuan ibunda dapat banget. 

Katanya kalau 10 tahun kita terjun di dunia itu, tapi tak kunjung meningkat. Maka gantilah ke profesi yang lain.

Alasan si Dia ini diacc sebagai tokoh figuran di film terakhirnya karena si Sutradara Tegas Julius udah disogok gitu pakai minuman sejenis Wine yang banyak. Yah, walaupun cuma dapat 3 scene doang lumayan. Nah di sini peran dia sebagai hantu tentara Jepang. Tahu nggak apa yang dia lakuin? Hanya demi menjadi tentara Jepang aja dia bela-belain riset 400 halaman tentang hantu Jepang. Nah, ketemu di sutradaranya Tegas Julius, "kurang itu, harusnya 800 halaman." Begitu ucapannya sembari memakan makanan rebusan yang katanya buat diet. Sementara si kameramen nyeletuk gini. "Ntar nanti siang juga beli cilok." Pada adegen sebelum ini pun ada juga ditampilkan si Tegas meletakkan hp di dadanya yang katanya resolusinya itu ngelibihin punya si kameramen. 

Kebetulan si Rachel nih datang sama pacarnya. Dia nyapa dari jauh. Eh, si Rachel pura-pura nggak tahu karena dia tuh kan secara udah didandani seperti hantu Jepang. Nggak berhenti buat mempersiapkannya, dia tuh mau aja digiring ke sana kemari hanya untuk mendalami perannya sebagai hantu. Sampai orang terakhir bilangnya begini. "Sebenarnya orang-orang pada males kerjasama sama elu. Ntar jadi lama yang tadinya bisa ngambil shoot-nya bentar." 

Scene berganti ke bapak-bapak dari Tiongkok sedang memberikan mandat kepada anak buahnya untuk mencuri si Kevin, pacarnya sih Rachel.

Anak buahnya kan datang nih ke tempat syuting itu. Lumayan banyaklah. Pada adegan ini tuh udah ada adegan kocaknya yang menterjemahin bahasa mereka pakai kamus. Emang di zaman ini masih ada ya pake kamus? Kocak amat bah. 

Teringatnya si Rachel kan memang selalu bersama dengan pacarnya. Sementara di ruang ganti, si dia nih ngelihat cermin habis ngilangin makeupnya dia dan Rachel datang langsung nyapa dia. Kirain si Rachel benar-benar lupa. Ternyata nggak ya, dia cuma nggak ngenalin aja sewaktu Gilang nyapa dia tadi. Nah di situlah mereka saling bercerita kalau Opera pertama dengan dirinya si Rachel langsung menjadi pemenang Piala Citra setelah dari situ. Sementara dirinya tetap bermain pemeran figuran. 

Lantas di manakah Kevin berada? Yap, dia tengah syuting di sebuah ruangan dan tentunya ada di Tegas Julius itu. Eh, nggak tahunya ada adegan yang nggak disangka. Sebuah penembakan terjadi dan Kevin dengan Sutradaranya diculik. 

Sementara anak buah yang lain melihat si Rachel bersama dengan seseorang dikiranya si Kevin. Jadi, mereka berdua wajahnya ditutupin dan diculik dimasukkan ke dalam mobil. Total, ada empat orang di dalam mobil.

Scene apa yang bikin kocak? Si Tegas Julius ini loh, momen-momen sakit perut yang kayaknya program diet dia berhasil kali ya. Satu mobil yang kena getahnya. Ah, pokoknya saksikan sendirilah.

Sampai di markas, nggak tahunya yang disuruh cuma si Kevin doang yang diculik. Yang lainnya enggak, jadi si Bapak Tiongkok itu nyuruh buat membunuh sisanya dengan bahasa Tiongkoklah pastinya. 

Momen mereka berempat diculik oleh orang-orang Tiongkok.
Gambar 2. Poster momen Si Paling Aktor diculik

Cerita seru dimulai di sini. Adegan aksi pun dimulai. Si tokoh utama ini bisa ngebela dirinya sendiri dan sambil bercerita kalau dia punya kemampuan itu karena ikutan casting figuran. Dia itu sampe ikutan les silat 3 bulan sebelum memerankan tokoh figuran di film-film sebelumnya.

Yah, bayangin aja waktu jadi barista aja di tokoh figuran aja sebelumnya dia tuh udah totalitas banget buatin kopi. Sementara sutradaranya ngamuk karena bukan itu yang dishoot. 

Termasuk kemampuannya dalam bahasa Mandarin padahal pemerannya hanya sebagai Zombie Hongkong. Dia bilang nggak mungkin dong dikasih tahu kalau dia itu tahu bahasa mereka. Yang ada nggak dapat informasi apa-apa. 

Singkat cerita, mereka bertiga berhasil menyelamatkan diri dan mengendarai mobil. Kemudian sang Sutradara melihat berita bahwa si penculik meminta tebusan untuk si Kevin. Barangsiapa yang berhasil menemukan mereka akan mendapatkan 1 Milyar. 

Gilang memberhentikan mobil dan menyuruh mereka ke kantor polisi. Sementara dia yang akan menyelamatkan si Kevin sembari bercerita tentang mimpi-mimpinya selama ini ingin membetulkan atap rumah yang bocor dan membawa ibunya pergi berhaji.

 Apakah mereka akan setuju? 

Tentu tidak. Mereka akhirnya sepakat untuk sama-sama menyelamatkan si Kevin. 

Lalu apakah mereka berhasil menyelamatkan si Kevin yang kini disekap di sebuah pabrik?

Jangan lupa nonton di bioskop kesayangan anda. Sebab keseruannya semakin berlanjut dengan kisah-kisah kocak mereka dalam melalui hal tersebut. Oh, iya ada satu lagi momen kocak si Tegas Julius bilang, "darah suci." Wuah, membuat saya bernostalgia akan Ganteng-Ganteng Srigala nih. 

Bedah Film Si Paling Aktor

1. Kesan Setelah Menonton Film ini 

Pesannya dapat, tawa ngakaknya lebih dapat lagi. Asli kebanyakan saya tertawa mulu selama di dalam bioskop sampai kulit pipi pada ketarik ke atas lebih ketat. Cemana ya, saya sempat bercerita di pertemuan bareng sutradara. Bahwasannya kelemahan seorang penulis itu ingin menampilkan sebanyak-banyaknya informasi di dalam filmnya itu sendiri. Makanya saya malahan mikir ini film bakalan ditonton ulang saking banyaknya informasi yang disampaikan dari pengalaman si tokoh utama yang hanya mendapatkan tokoh figuran doang.

2. Perpindahan Frame yang Ngebuat Ceritanya semakin Seru dan Humoris

Kalau sudah adegan aksi bawaannya pasti menegangkan sekali. Berbeda di film ini. Perpindahan frame yang jutsru ngebuat film aksinya tak menghilangkan ensensi humor natural. Asli, lucu banget di saya nih.  

3. Ceritanya Berbobot

Kalau dipikir-pikir pengetahuan si penulis ini tuh wawasannya luas banget ya. Sampe saya penasaran nih dengan cara dia mengendalikan si ular Cobra sewaktu di hutan. Ketika si Sutradara lagi boker pakai boxer warnanya hijau terang. Nanti kita cek kembali ya akan hal itu. 

4. Melibatkan warga setempat

Meskipun scene warga di sini tuh singkat. Setidaknya ada juga momen hangatnya selain daripada dari sang Ibu. Jadi, di film ini tuh nggak hanya kekocakan antara si tokoh utama, tetapi juga tokoh-tokoh pendamping lainnya.

5. Pesan Cerita

"Kesuksaan itu ketika kerja keras bertemu dengan peluang." Begitu pesan yang paling saya ingat dari si Gilang. Ketika dicaci dia enggak ciut, semangatnya terus-terusan 45 gitu. Beda nih sama saya, baru dikritisin saja ciutnya minta ampun. Eh, tapi sekarang enggak gitu deh. Terus ada lagi nih kalimat motivasi dari sang ibu. "Ingat ya Gilang, kamu itu adalah Pejuang, bukannya Pencundang." Wuah, benar-benar kalimat yang Powerful sekali ya untuk para lelaki. 

6. Adaptasi dari Novel Si Paling Aktor karya Adhitya Mulya

Mari kita bedah sedikit siapa di balik penulisan cerita si Paling Aktor ini, yaitu Adhitya Mulya. Ternyata dia sudah memulai kariernya sejak tahun 2001, ini menurut data 1 Maret 2025 di Podcastnya Reisa Broto Asmoro. Sudah menulis novel sebanyak 9 Judul, 2 buku nonfiksi, 4 Skrip layar lebar, dan 4 Skrip serial.

Hal yang Menjadi Pertanyaan Bagi Diary Sendiri sebagai Refleksi.

1. Gilang aja yang didukung ibunya selalu gagal apalagi saya? 

Sepuluh tahun Gilang berkiprah di dunia aktor itu pun didukung ibunya penuh. Eh, selalu gagal mulu. Apalagi saya toh yang sebenarnya orang tua nggak suka amat kalau saya nih menjadi penulis? Pernah suatu ketika saya punya azam ke diri sendiri. Kalau sampai 30 novel saya sudah selesai semua. Tapi saya nggak mendapatkan 10 juta dari hasill menulis. Kayaknya saya pensiun aja deh. Mungkin bukan di situ lumbung rezekinya. Duh, ciut amat ya. Apalagi setelah dipikir-pikir ini adalah tahun ke sembilan saya menjadi seorang penulis. Pertama kali mulai karier itu di tahun 2016. Itu berarti masih ada satu tahun lagi untuk ngebuktiin bisa nggak nih ya di sini.

2. Gilang itu walaupun gagal, dia selalu giat untuk belajar lebih banyak

Setelah dipikir-pikir malah semakin banyak deh buat refleksi diri sendiri. Ah, lihat cermin besar-besar dan flashback deh bahwa di masa lalu toh saya juga nggak belajar dari kesalahan. Kalau di Gilang ini tuh udah bener banget untuk belajar banyak hal hanya dari pemeran figuran belaka. Hanya saja, minusnya di satu, yaitu Karakternya dia yang suka banget komentar. Makanya buat orang tuh sampai malas. Jadi, yang perlu digarisbawahi di sini adalah ketika kepintaran, kegigihan, berbanding lurus dengan karakternya ilmu padi. 

INFORMASI FILM

Pemeran:

1. Jourdy Pranata sebagai Gilang

2. Kevin Julio sebagai sang Sutradara (Tegas Julius)

3. Beby Tsabina sebagai Rachel (orang yang selama ini Gilang sukai)

4. Kenny Austin sebagai Kevin (Pacarnya Rachel)

Produser: Manoj Punjabi

Sutradara: Ody. C Harahap

Penulis Skenario: M. Ali Ghifari, Ody C. Harahap, Aditya Mulya, Rino Sarjono

Genre: Aksi Komedi

Tanggal Tayang: 30 Oktober 2025

TRAILER

OOT

Oh, masih ingat film Sihir Pelakor? Nah, rumahnya si Gilang itu merupakan rumah yang sama di film  itu. 

Review Film Yakin Nikah : Tutorial Pusing Memilih Pasangan Hidup

Review Film Yakin Nikah : Tutorial Pusing Memilih Pasangan Hidup
Gambar 1. Poster Yakin Nikah
Lihat posternya sih biasa aja bagi saya. Mentang-mentang usia udah cukup matang dan harusnya menuju jenjang itu. Eh, si adik langsung pesankan tiket film. Sebenarnya enggak apa-apa sih, cuma kok kayaknya kebanyakan konten yang serupa rasanya adudu. 
Mari kita bedah perjalanan menonton film kali ini di XXI. 
Setelah sekian lama, akhirnya kami dapat juga tiket murah di bioskop dekat rumah, yaitu Suzuya Marelan Plaza. Biasanya juga jauh banget malahan di tengah kota dan pulang mesti tengah malam. 

Cast of Film Yakin Nikah

  • Enzy Storia sebagai Niken.
  • Maxime Bouttier sebagai Arya.
  • ⁠Jourdy Pranata sebagai Gerry.
  • ⁠Tora Sudiro sebagai Ayah Hendar.
  • ⁠Ersa Mayori sebagai Ibu Ratna.
  • ⁠⁠Amanda Rigby sebagai Anggi.
  • ⁠Agnes Naomi sebagai Pritta.
  • Lukman Sardi sebagai Bembi.

Sinopsis Lengkap

Pengenalan cast kali ini cukup menarik sekali. Mereka berani menampilkan siapa saja yang terlibat dengan rangkaian cerita yang ujung-ujungnya tertulis di dalam merek, nama jalan, rambu-rambu, dan lain-lain. Awalnya saya kira ini tuh sebuah iklan loh, ternyata bukan. Apalagi pas pertama kali ada orang yang bercermin dengan bedak bermerek Maxime Bouttier. Serius, itu enggak kentara bagi saya kalau mereka sedang mengenalkan castnya, 

Cerita dimulai ketika si Niken nggak jadi pergi karena kekasihnya sibuk banget. Padahal udah bela-belain pulang cepat. Eh, malahan dianya berusaha untuk memahami. Belum apa-apa sudah dikasih konflik di awal. Niken yang baru aja pulang kerja ketemu sama teman dan adiknya si Anggi. Temannya nyibirin si Niken kalau dia itu kalah banget sama adiknya yang karirnya melesat gitu. Namun karena si adiknya khawatir jadi bahan cibiran, dia beralasan untuk pergi ke toilet. 

Malamnya, si Niken pergi dengan adiknya ke sebuah restoran mewah untuk bertemu pacarnya si adiknya. Sampai di sana si Angginya bilang, "Maaf ya aku bawa kakakku." Nah, ternyata di malam itu adiknya itu dilamar sama pacarnya. Si Niken ini menyaksikan sendiri gimana keuwuan mereka dalam momen lamaran. Katanya sih setelah pacarnya si Anggi selesai S2, mereka nikah. Nah, setelah dari sinilah scene masalah berikutnya muncul di mana orang tuanya Niken tanya gimana kapan nikah padahal udah tiga tahun pacaran loh. Si Niken malah bilang, "Akhir tahun ini." Padahal dia itu belum bilang sama kekasihnya. 

Kekasihnya ini sih Arya (Maxime Bouttier) tipekal kulkas dua pintu, sibuk kerja, dan enggak peka banget. Si Niken ngajakin dia buat jogging dan ternyata kode-kodein gitu. "Adikku baru dilamar nih sama pacarnya atau lihat deh anaknya lucu-lucu banget kan?" Eh si Arya malah sudut pandangan yang beda, dia malah nunjukkin kalau orang tuanya anak-anak malah sibuk main handphone. Si Anggi mah kesal, dia malah lari sambil bilang biar nanti bisa kurusan sewaktu pakai Wedding dress. Padahal dia mah udah kurus ya. 

Scene berikutnya si Anggi dapat sebuah pesan kalau guru SMAnya ada yang meninggal dunia. Dia memutuskan untuk melayat dan di situlah ia bertemu kembali dengan si Gerry, mantan pacarnya dia yang dulu. Teman-teman SMAnya malahan menyangka kalau mereka itu udah nikah. Padahal itulah kali pertama mereka bertemu setelah sekian lama ada lah sekitar tujuh tahunan. Apalagi setelah tahu kalau kantor mereka itu ternyata bersebelahan. Mulai deh si Gerry memulai hubungan kembali dengan melakukan segala cara gimana caranya selalu ketemu sama Niken. Seperti pulang barenglah, sampe makan siang juga bareng. Sampai suatu ketika Gerry ngajakin ke museum dan di sana ia ngajakin Niken nikah. Dia bilang, selama ini dia itu menghilang karena sedang ada masalah berat. Yah, Niken belum bisa jawab pertanyaan itu saat itu jugalah. 

Niken pikir dia nggak bakalan ketemu sama kekasihnya karena sudah bilang sibuk banget. Eh, enggak tahu-tahunya malah datang ke kantornya ngajak makan di sebuah restoran mewah. Ternyata si Arya ngajakin nikah juga karena dia baru paham kode-kode yang Niken kasih ke dia sewaktu jogging. Itu pun katanya karena dikasih tahu bosnya. 

Jadi, gimana, Niken pilih Arya yang tipekal kaya, tapi nggak punya waktu atau si Gerry yang sikapnya hangat selalu punya waktu, tapi sederhana? 

Hal yang Menarik di Film Yakin Nikah

Walaupun bagi saya terbilang biasa, seenggaknya ada hal menarik yang bisa diulik. 

1. Karakter Ayahnya Niken

Berbeda dengan kisah yang lainnya di mana karakter ibu selalu memberikan makna dominan. Kisah ini jutsru menyoroti karakter sang ayah yang tampaknya sempurna di mata Niken. Sampai-sampai nih, si Niken bilang sama sahabatnya dia itu mau memilih yang terbaik untuk masa depannya dan kalau bisa yang modenya seperti ayahnya gitu. Bisa diajak bertukar pikiran, dermawan, penyabar, dan paling penting dia itu sebagai tour guidenya kehidupan si Niken. Jadi, enggak ngejudge gitu loh seperti ayah pada umumnya. Kamu harus ini dan itu. Nah, ujung-ujungnya segala keputusan itu diserahkan kepada Nikennya sendiri. Kata-kata mutiaranya begini.
Nggak ada yang sempurna di dunia ini. Sate aja ada yang mateng dan gosong, toh masih bisa dinikmati dengan nikmat. Begitupula menyatukan dua kepala itu memang enggak muda, apalagi menyatukan keluarga. 
Persiapan pernikahan itu memang nggak sebentar, makanya itu kudu sabar. 

2. Keterlibatan Kedua Orang Tua Niken dalam Menyeleksi Calon Mantu

Nah, yang lucunya itu di bagian ini sih. Lucunya natural banget, enggak yang dibuat-buat gitu. Apalagi ketika ayahnya Niken ketemu si Arya dan pura-pura keram sewaktu jogging. Itu lucunya enggak kepalang tanggung. Si Arya justru memperlakukan ayahnya Niken dengan bar-bar saking paniknya. Ini mau di kemanain ya. Sementara kalau si Gerry sih menghadapinya dengan sabar gitu loh ke ayahnya Niken. Nah, gara-gara ini membuat saya dan adik jadi semakin pusing mikirnya? Nonton bertujuan buat happy dan rileks. Auto pusing, pilih siapa ya. Soalnya keduanya punya plus dan minusnya. 

3. Plot Twist yang Membagongkan

Salah satu film yang banyak plot Twistnya itu ya film ini. Walaupun masih masuk akal juga. Saking banyaknya Plot Twist jadi ngebuat saya kesal banget ngelihatnya. Kayak contohnya gini, udah dibuat nyaman sama kubunya si Gerry. Eh, tiba-tiba si Arya juga dibuat nyaman. Kemudian dibuat kesal dengan karakternya Gerry. Eh, gitu juga ke Arya. Asli roller coasternya soalnya bikin kesel film ini jago banget deh. Cuma yang nggak dapat feel sedih dan kesalnya dari sudut pandang karakter utama aja. Sayang banget kan. 

4. Akhir Kisah yang Sweet Ending

Kalau soal penutupan kisah secara bijaksana. Saya baru setuju nih sama film ini. Sekali lagi, dalam hidup ini memang enggak ada kepastian. Orang yang sudah dilamar saja, bisa saja nggak jadi. Begitulah yang sebenarnya dirasakan oleh Niken. Dia itu bolak-balik dilamar loh. Awalnya si Gerry yang mau ngelamar. Eh, enggak jadi karena Gerry ada masalah. Terus gitu lagi dilamar Arya, dilamar Gerry lagi. Gitu aja seterusnya. Jujur salah, enggak jujur juga salah. Serba salah tah.
Momen adik saya berfoto dengan poster Yakin Nikah
Gambar 2. Berfoto dengan poster Yakin Nikah

Bedah Karakter Dua Pilihan (Choose The One, Kalau Saya Jadi Niken)

Sebenarnya di part ini yang paling ditunggu-tunggu sih Sist. Saya juga percaya bahwa setiap orang memang enggak ada yang sempurna. Dalam hidup ini ada hal yang paling membagongkan dalam hidup. Cinta itu enggak harus memiliki. Kalau bagi saya sih, kalau bisa dimiliki, dimilikilah. Soalnya ribet amat melalui drama A-Z. Terus kalau di saya sih memang paling nggak suka yang namanya pilihan. Modenya auto tujuan aja gitu, jadi biar langsung ketemu jalannya. Oke, daripada banyak cincong lanjut kita bedah ya. 

Arya, si Kulkas Dua Pintu 

Kalau kalian mikirnya si Arya, bayangin aja si Maxime itu gimana. Segi fisik amanlah, segi finansial apalagi. Seleranya tinggi banget, tapi sesuai dengan finansial juga enggak apa-apa sih. Hobinya adalah kerja-kerja dan kerja. Tenang, dia nggak bakalan selingkuh sama orang kok. Selingkuhannya adalah kerjaan. Si Arya ini paling jago dalam urusan memperlakukan orang tua dengan begitu ramah dan enggak tanggung-tanggung effortnya. Terus, dia bakalan kelarin kerjaannya dulu dibandingkan urusan pribadinya. Fix, saya bakalan pilih dia. Soalnya dia nggak bakalan tebar pesona sama perempuan lain. Cuma. Eh, cuma. Sebagai perempuan, kayaknya saya tuh kesepian. Dia itu pasti bakalan jago ngasih nafkah materi, tapi nafkah batinnya isteri gimana? Pikirin sendirilah. Terus yang paling menikamnya, walaupun dia sibuk banget. Bisa-bisanya tahu segalanya dengan cepat. Kontrol emosionalnya meledak kalau urusan pekerjaannya diganggu. Walaupun enggak sampai temperamental. Kata-katanya itu loh nyakitin banget. Kalau jadi isterinya. Hal yang harus disiapin adalah stok sabarnya. 

Gerry, Sehangat Mentari

Saya enggak munafik ya. Walaupun demen se demennya kulkas dua pintu. Bakalan luluh juga sama si sehangat Mentari, yaitu Gerry. Gerry itu paling jago membuat kita sebagai perempuan layaknya Ratu satu-satunya di muka Bumi. Gerry memang orang yang sederhana, tapi modenya bucin nggak ketulungan. Si paling jago buat hati orang yang dicintainya bahagia poll. Udah gitu modenya plek ketiplek seperti ayahnya si Niken. Nah, kurang apalagi kan? Hanya saja, soal menyelesaikan masalah. Gerry yang gawatan. Bisanya dia kabur ke naik gunung dan enggak menjelaskan apa permasalahannya. Si tipenya gerry itu alih-alih bagi dia menghilangkan masalah. Justru memperbesar masalah di tempat lain. Kayaknya ini tipekal yang paling nyebelin banget deh. Soal kerjaan lagi, dia malahan mendahulukan kepentingan pribadinya untuk orang yang dicintainya, sampai-sampai kerjaannya itu kagak kelar sist. Sekali lagi, kagak kelar. Kalau jadi isterinya yang kudu dipersiapkan adalah selalu berpikiran positif dan mandiri dalam menyelesaikan masalah. Soalnya di ranah yang genting, di Gerry seringnya ngilang tanpa kabar.

Kesimpulan

Setiap orang yang pasti punya kelebihan dan kekurangan. Tergantung kitanya, tahan apa enggak dengan si dia. Kalau carinya yang sempurna. Hal yang ada malah nggak nikah-nikah jadinya. Kalau saya sih, memang tipekalnya yang penting saya mau dan dianya juga mau. Terus yang nggak KDRT ajalah. Itu udah mantap banget. Kalau bisa agamanya bagus, itu lebih mantap lagi. Penasaran dengan kisah selengkapnya, yuks nonton di Bioskop kesayangan.

HYB

Kali ini kita mau ngobrolin yang masih relevan dengan pemerannya, yaitu ayahnya Niken. Kan dia itu hobinya ngelawak. Kalau di film Kang Solah itu feelnya dapat banget. Nah, di film ini malahan kayaknya jangkrik. Terkesan dipaksakan ngelawak jadinya. Soalnya teman mainnya pada serius semua. 

Informasi Film

Genre : Romance
Rating Usia : 13+
Durasi : 108 menit
Tanggal tayang : 9 Oktober 2025

Review Film Kang Solah x Nenek Gayung (Kisah Horor Komedi Penuh Makna)

Review Film Kang Solah x Nenek Gayung (Kisah Horor Komedi Penuh Makna)
Gambar 1. Poster Kang Solah X Nenek Gayung

Malam sabtu, adik saya asyik ngerecokin. "Kak, nonton yuk!" Begitulah ungkapannya saking ngebetnya ingin nonton di bioskop. Demi pengalaman nonton yang premium. Setelah sekian lama enggak nonton, akhirnya saya mengiyakan dan dia justru nggak sabaran segera booking tempat nonton yang akan kami datangi malam itu. Sebal, dia menelpon ketika saya hendak mengirimkan sebuah momen foto paling langka sedunia. Alhasil saya kehilangan momen foto yang enggak bisa diulang kembali. Yah, sudahlah ....

Sinopsis Kocak Kang Solah

Siapa yang tak jantungan coba ketika ada mode jump scare diperlihatkan dalam sebuah opening? Belum juga apa-apa. Eh, malahan sudah dikagetkan saja dengan kisah mistis di mana seorang perempuan di tepi sungai bertapa seperti praktik dukun menemukan mayat. Ia membawanya ke rumah untuk memandikannya. Tak lama kemudian warga datang dan memergokinya kemudian membunuhnya di tempat itu juga beramai-ramai. Hingga arwahnya menjadi nenek gayung. 

Cerita lainnya pun dimulai ketika Kang Solah diantar teman-temannya balik ke kampung malam-malam. Eh, si Kang Solah sedang bermimpi indah ketika warga kampung pada mengantar kepergiannya dalam melaksanakan tugas sebagai tentara. Dalam mimpinya ia bertemu dengan gadis-gadis cantik hingga akhirnya bertemu dengan pujaan hatinya si Dara. Ketika bangun. Eh, si teman-temannya malah mengerjai dirinya. 

 Tentunya ada si Indro sebagai Supra yang menjadi prajurit paling tua dan kelucuan Tora Sudiro sebagai Jaka. Sementara si paling kecil Indra Jegel sebagai Fajrul membuat cerita ini semakin terlihat kocak. Sebuah kombinasi yang benar-benar cakep. Yah total ada 4 orang di dalam perahu termasuk sang pengemudi perahu ketika Kang Solah sudah masuk ke dalam perkampungannya. Padahal di kisah sebelumnya Kang Mak (Vino Bastian) kisah horor yang terinspirasi dari kisah Pee Mak (Film Thailand) telah lebih dulu pulang perkampungan. Setidaknya gara-gara film ini jadi penasaran ingin menonton film Kang Mak.  

Yah, namanya juga film komedi. Percakapan demi percakapan pun terlihat kocak. Tiba-tiba saja sang pengemudi perahu malah berada di daratan dan kebetulan tahu kalau ada teror nenek gayung di daerahnya. Ia pun mempraktikkan bahwa ada hantu di dekat perahu. Sayangnya mereka tidak tahu menahu hingga akhirnya perahu yang lain dibawa oleh sang nenek gayung. 

Supra dan teman-temannya pun memutuskan untuk mendatangi rumah Kang Solah pada malam itu juga. 

Cerita ini memiliki alur maju mundur yang membuat kita tidak bisa melewatkan detik per detiknya. Yah, lengah sikit auto gagal paham bagian ceritanya. Sebab sudut pandangnya tidak konsisten ketika di awal untuk menghubungan antara POV Kang solah dan teman-temannya Kang Solah. 

Kang Solah yang tidak tahu menahu di kampungnya pertama kali bertemu dengan nenek yang ia sebut sebagai nenek Ayu. Tidak ada rasa takut padahal sak nenek sudah meninggal dan menjadi nenek gayung. 

Ketika ia sampai di perkampungan ternyata warga malah mengiranya sebagai hantu dan disambut dengan tarian pengusir setan. Hingga untuk membuktikan apakah Kang Solah benaran. Kang Solah pun disuruh kayang hingga membuat tulangnya nyaris patah. 

Sang Kepala Desa pun percaya kemudian mengajaknya makan di warung seraya bercerita tentang nenek Ayu yang telah menjadi nenek gayung. Termasuk menunjukkan gadis-gadis yang hilang dengan asumsi ulahnya nenek ayu. Saat diingat-ingat. Wajah yang ditunjukkan adalah gadis-gadis dalam mimpinya tadi. 

Scene berpindah ke POV teman-temannya Kang Solah. Mereka tersesat dan bolak-balik kembali ke arah yang sama. Pada suatu ketika Fajri kebelet buat air besar dan kemudian mereka menemukan sebuah rumah kecil bertepas. Itulah rumah nenek ayu dulunya. Fajri tidak berani buang air sembarangan dikarenakan pada pengalamannya yang silam malah buang air dekat tengkorak. Akhirnya mereka sepakat untuk mendatangi rumah tersebut. 

Pintu terbuka dengan sendirinya dan si Jaka mengatakan bahwasannya kalau terbuka sendiri biasanya ada hantunya. Yah, walaupun begitu. Akhirnya mereka menemukan sang nenek di dalam rumah menyambutnya dengan kaku ala-ala hantu. Hanya saja mereka tidak menyadari hal itu. Si Fajri ingin buang air besar, si Jaka ingin mandi, dan si Supra kelaparan. Awalnya si Jaka ingin mandi. Sang nenek menawarkan untuk memandikannya. Namun si Jaka menolak hingga akhirnya ia pingsan duluan saat berada di dalam kamar mandi. 

Fajri yang telah siap buang air besar tadi setelah melalui kisah horor, di mana gayung muncul sendiri saat menggunakan air pun telah selesai. Ia mendatangi Supra untuk ikutan makan bersama. Ketika ia ingin makan, malahan centong nasinya jatuh. Saat hendak mengambilnya ia melihat sesuatu di balik kedua kakinya. Betapa terkejut bukan main saat ia melihat kenyataan yang sebenarnya dan segera menyadarkan Supra. Kemudian mereka mencari keberadaan si Jaka yang tidak bisa bergerak sama sekali di tempat pemandian nenek gayung. Hingga Fajri dan Supra terpaksa menggunakan jurus terakhir. Katanya orang-orang yang seperti itu bakalan sadar jika diberikan aroma sangat tidak enak. Sontak satu studio tertawa dengan tingkah mereka. 

Begitu pula si Kang Solah akhirnya sampai di rumah megahnya. Ia terkejut bahwa ada sebuah pemotretan yang ternyata ada rencana pernikahan di dalam rumahnya. Mereka semua juga pada ketakutan dan menyangka bahwa Kang Solah telah tiada. Lagi-lagi untuk membuktikan ia adalah manusia. Terpaksa ia kayang kembali. Ia ingin tahu siapa yang menjadi mempelai adiknya si Iqbal, ternyata Dara. Perempuan yang sangat Kang Solah cintai. 

Ibu Kang Solah mengatakan bahwa Kang Solah selama ini tidak pernah mengirim mereka surat. Hingga disangka sudah tewas di Medan Perang. Begitu pula Kang Solah tidak pernah menerima surat-surat dari Dara selama ini. Ternyata mereka saling mengirim surat satu sama lain, tapi tidak pernah menerimanya. 

Tiba-tiba saja sang nenek gayung datang ke rumah Kang Solah meneror mereka. Semuanya berusaha pergi dan Kangmas Pusi (Andre Taulani) datang mengusir nenek gayung. Hanya Kang Solah yang tidak mencoba kabur, karena baginya sang nenek gayung adalah nenek ayu. Kangmas Pusi tidak berhasil mengusir nenek gayung. Justru ia berada di hutan hingga akhirnya bertemu dengan Supra CS. Kangmas Pusi tidak dapat bergerak sama sekali. Lagi-lagi adegan lucu dilayangkan dengan jurus andalan mereka untuk menyelamatkan Kangmas Pusi. 

Nah, ini yang menjadi membuat penasaran. Ternyata Kangmas Pusi di episode sebelumnya Kang Mak juga turut hadir dalam ritual pengusiran hantu. Gimana ya, cerita horor menjadi komedi? Fajrul kadung mabuk dikarenakan memakan tumbuhan kecubung akibat kelaparan. Kangmas Pusi pun akhirnya menunjukkan di mana arah rumah Kang Solah. 

Setelah di rumah Kang Solah. Mereka diajak makan bersama. Jaka bercerita kalau Kang Solah selama ini selalu mengingat Dara ketika di Medan Perang. Namun dengan baiknya, Kang Solah mengatakan tidak jadi menikah dengan Dara. Ia tak marah, ia berusaha memahami. Fajrul justru memarahi Iqbal karena Ipar adalah maut. Jaka mengatakan bahwa Fajrul mabuk karena kecubung, sehingga mereka memahami sikap Fajrul. 

Setelah makan, hendak bermalam. Supra CS didatangi nenek gayung lagi. Sang nenek menyuruh mereka untuk menyatukan Dara dan Kang Solah. Akankah mereka berhasil menyatukan Kang Solah dengan Dara? Bagaimana dengan teror nenek gayung yang menghatui warga? 

Ending yang Sangat Memuaskan

Bagi saya film ini berhasil memberikan sentuhan ending yang sangat mantap. Tidak mengundang penasaran, walaupun bakalan ada kelanjutannya tentang perkampungan yang lain. Kalau nanti ada lanjutannya saya benaran mau nonton lagi di bioskop. Soalnya worth it banget dah. Kisah kocaknya asli membuat saya lupa bahwa sepanjang saya menonton lucunya nggak ketulungan. Sampai lupa kalau ketawa satu studio.

Pesan yang Amat Mendalam

Saya sempat bercerita dengan Kak Hanum yang merupakan info tiket murah di CGV. Lumayan, limpol bisa untuk dua orang di hari Jumat. Hemat 30k. Saya pun tak menyangka kalau Kak Hanum nonton juga di studio yang sama dengan saya. Walaupun siangnya saya bilang ke Kak Hanum sudah membeli tiket darinya melalui perantara adik saya. Kak Hanum bilang, sebenarnya hantu gentayangan karena ada hal yang belum selesai di dunia. Begitulah kisah nenek gayung ini. Ternyata si nenek gayung sangat menantikan kehadiran Kang Solah. Walaupun saya sempat berpikir bahwa ibunya Kang Solah sangat jahat, menyuruh kepala desa untuk membakar rumah nenek gayung. Padahal ia tahu kalau Kang Solah sedang menyelamatkan Putranya (Iqbal). Momen-momen kebenaran terungkap satu per satu. Ternyata nenek gayung dulunya adalah pemandi jenazah. Makanya sering bawa gayung. Walaupun begitu, bukan ini sih point utamanya. Alangkah lebih baiknya nonton langsung aja, biar tahu rahasia apa yang belum terungkap.

Ilmu Pengetahuan Baru Tentang Tumbuhan Kecubung

Tanaman Kecubung
Gambar 2. Tanaman Kecubung
Jalan-jalan ke hutan. Ketemu salah satu pohon kecubung. Jangan asal comot karena bisa menyebabkan orang berhalusinasi. Reaksinya 30 menit sampai 1 jam. Ternyata reputasi kecubung ini di Indonesia sangat buruk dikarenakan membuat orang lain mabuk. Bahkan asapnya pembakarannya bisa membuat orang lain keracunan. Walaupun begitu, di daerah lain kecubung justru dijadikan sebagai obat jika tahu bagaimana cara mengonsumsinya dengan benar. Pasalnya kecubung termasuk ke dalam kategori jenis narkotika. Kapan lagi coba, nonton begini bisa tahu tentang sesuatu yang sebelumnya kita tidak tahu.
Foto Bareng Poster Kang Solah x Nenek Gayung
Gambar 3. Foto Bareng Poster Kang Solah x Nenek Gayung

Hal yang paling disukai dari film Kang Solah

1. Jalan cerita yang top cer, walaupun nggak terhindar dari perilaku syirik. 
2. Pemerannya sudah pasti enggak diragukan lagi
3. Romansa yang cukup ramah dilihat. Film ini bisa ditonton mulai 13+ ke atas. Jangan lupa bijak menonton film yang sesuai dengan kategori usia ya.
4. Walaupun kocak diusahakan penggunaan katanya seramah mungkin. 
5. Genre horor komedi yang paling rekomen. 
6. Pemilihan sound tracknya kece banget. 
7. Kalimat puitis Kang Solah juga sangat meneduhkan

Kesimpulan

Tunggu apalagi, masih ada nih di bioskop untuk menonton dengan fasilitas premium. Soalnya mulai dari tanggal 25 September 2025. Salah satu film Indonesia yang worth it banget untuk ditonton bersama.