Momen Spesial Menjelang HUT RI 81 Bersama Durian Blogger Medan x Sadar Group Official

Nggak akan ada yang bisa menghalangi untuk orang yang diundang ke baitullah. Meskipun itu tampak mustahil. 

Minggu, 16 Agustus 2026. Blogger Medan mengadakan acara Durian, yaitu pertemuan ara blogger Medan yang tentunya membahas hal yang berkaitan tentang dunia digital. Kali ini materinya daging sekali, yaitu tentang Digital Marketing.

Saya yang tertarik akan hal itu tentu sangat senang bila seandainya mendapatkan materinya secara menyeluruh. Tak terbayang bila banyak catatan yang bisa saya bawa pulang dengan ketikan catatan di gawai. 

Hari Patah Hati Memang Enggak Ada Dalam Kalender

Selain hari apes, hari patah hati tidak ada yang namanya dalam kalender. Apes masih bisa ditalangi satu atau dua hari, tapi kalau patah hati? Itu sembuhnya kapan ya? Bahkan saya sendiri nggak tahu kapan sembuhnya. Bahkan kejadiannya sudah 8 hari sebelumnya, rasanya masih sama. Gelapnya semakin tidak dipahami, ini harus apa ya? Mau cerita nggak ada energi sama sekali. Namun yang pasti, ujian patah hati dikarenakan salah membela orang lain yang berdampak pada kekacawan tak tekira. Semoga ada hal-hal baik setelah ini. Aamiin ya rabbal alamiin. 

Momen ini yang membuat saya sambil merengek harus tetap jalan. Ingin lari dari kerjaan, tapi enggak bisa. Jalan ya tetap jalan, tapi jalannya berasa naik kura-kura.  Namanya hati, suka banget nggak singkron. Sementara otak tetap bilang, "ayo jalan. Jangan cemen. Galau nggak bikin kita kaya. Kalau mermaid enggak apa-apa, galau bagian dari kerja dengan mengeluarkan air mata yang jadi permata.  Nah, elu. Galau? Hujan di mana-mana tuh."

Satu Momen Tak Terduga

Karunia Sambas yang dikenal sebagai spesialis ceita anak dengan kiprahnya bersinar ke mana-mana. Datang dari jauh, Tanjung Balai.  

Seakan tak percaya ia hadir sebagai tamu yang datang dari daerah luar. Padahal ingin ketemuan aja rasanya susahnya minta ampun. Bolak-balik datang ke Medan, tapi vibesnya nggak ketemu. Kalau sayanya yang lupa berkabar, ya beliau juga lupa berkabar. 

Sungguh kehadirannya bak pelipur lara. Hanya dengan melihatnya saja, nggak perlu cerita apapun. Rasanya, beban sedih yang ke belakang itu lupa seketika. "Ternyata, saya masih punya teman yang frekuensi ya." Apalagi di sana kebetulan, ketemu kak Dewi. Widih, berasa tenang nih hati. 

Momen ini jadi merasa syahdu saja ketika Kak Windi langsung mengenali saya yang selama ini ia mengetahui saya lewat sosial Media. Bahkan setelah selesai acara sekalipun, ini mulut kagak ada remnya ngobrol tentang dunia marketing. Sampai saya pun nyeletuk gini. "Pas ada saya pasti bakalan nanya terus deh."

"Nah iya, kakak kan suka tanya orangnya."

Nah iya, bertanya. Walaupun sekilas nyebelin, tapi saya nanya bukan tentang ranah pribadi kok. Pasti selingkaran tentang apa yang dibahas pada acara.

Serasi Kafe, Vibes orang Have yang Cozy

Waktu pertama kali masuk nih ke dalam cafe. Kan beneran deh, sayang banget kalau datangnya lama. Pilihannya memang dua, satu peduli dengan diri sendiri supaya datang lebih awal atau menunaikan amanah terlebih dahulu. Maka saya pun memutuskan untuk menuntaskan amanah yang belum tertunai, yaitu mengantar hasil pekerjaan dan mengambil titipan kak Sambas yang kebetulan satu arah ke sana. 

Sudah lama datang ke acara tidak terlambat rasanya kok sedih ya. Dulu kayaknya sering terlambat datang ke acara, tapi nggak sedih-sedih amat. Begitulah prinsip hidup saya, lebih baik datang terlambat daripada nggak datang sama sekali. Sebab kita tidak pernah tahu di detik ke berapa hidayah itu hadir ke kita. 

Meskipun saya berpikir, wuah pasti nggak bakalan dapat nih vibesnya ngonten di sana. Eh, nggak tahunya malah ada dong lomba konten reels. Sekalian aja dong, setelah selesai acara. Pas momennya usah shalat ashar saya pun berburu footage seketika.

Serasi Cafe

Vibes di Serasi Cafe tuh ya estetik dan cakep. AC dingin, pelayanannya juga ramah. Nah yang lebih gongnya lagi adalah cafe ini bukan hanya mengusung nuansa modern, tetapi juga menyediakan menu lokal seperti cendol dan yang lainnya. 

Ngobrolin Digital Marketing Bersama Blogger Medan

Walaupun sebenarnya pembahasannya nggak jauh dari itu itu aja tentang sosial media spesialis. Perkembangannya ini yang semakin hari bisa aja semakin berbeda. Seperti di dalam pembahasan pemateri bahwa saat ini untuk sosial media lebih menjanjikan perseberannya dibandingkan blog itu sendiri. 

Berasa nostalgia deh, pas di tahun 2019. Blogger masih eksis-eksisnya, banyak lomba blog yang berdatangan dan sering juga kan dapat undangan review UMKM seperti bolu toba Medan.  

Nah, pada kali ini setiap peserta yang hadir di acara momen Durian spesial Kemerdekaan sudah dipastikan mendapatkan voucher diskon 50% dari Dimsum Juara. Khusus di outlet Medan Johor. Jadi kalau harganya 50 ribu, kita tuh cukup bayar 25 ribu doang. Wuah, diskon sehemat ini untuk pecinta Dimsum dijamin kagak nolak mah. 

Bagian yang paling membuat saya yakin adalah ketika ada kata-kata, konten itu dimulai dari apa yang kita bisa. Bukan dari editing yang ribet atau gimana ya. 

Seketika tuh, tadinya yang suka banget insecure sama konten orang lain. Eh, malah nggak jadi deh. Terutama pada views, lihat punya orang-orang kok pada ramai ya. Punya sendiri malah kagak. Sekalinya stalking ya wajar aja dong kalau pengikutnya sedikit kan mempengaruhi. 

Era Sosial Media Sedang Trending, Yakin Nggak Mau Mulai?

Kalau dulu brand banyak yang ngebidik akun besar dengan berjuta followers. Kini malah berbalik arah, brand justru sedang ngebidik akun yang mikro. Yah, yang mulai dari 1k followers seperti saya ini. 

Walaupun kecil, tapi memang yang potensial ada. Kalau boleh sekalian refleksi nih, saya punya akun khusus dengan branding buku. Nah, kalau jualan buku atau orang tanya-tanya tentang buku banyak yang percaya. Intinya sampai di level kepercayaan. Kalau rata-rata orang pada percaya ini nih yang repot. Kerjaan bisa lembur terus dong. 

Soal miroring konten juga sempat dibahas juga kan. Apalagi ada pekerjaan yang menjanjikan saat ini, yaitu Affiliator. Bang Hari D tuh sempat bilang, kalau dia tuh upload dulu id Instagram, baru setelahnya di tiktok. Biasanya viewsnya bakalan sebelas dua belas gitulah di Instagram dan Tiktok. 

Surprise yang Bikin Merinding dari SADAR Group

Soal kesuruan yang bikin ngerasa wuah ini yang sebenarnya saya enggak tahu. Katanya bakalan dapat voucher Umrah dari SADAR Grout.  Nggak menyangkan aja sih, kalau SADAR Group ternyata merupakan perusahaan penyedia layanan khusus travel umroh dan Haji. Selain menjediakan fasilitas akomodasi serta transportasi yang baik. juga memberikan pembimbingan ibadah yang sesuai dengan tuntunan syariat. 

Seiring berjalannya waktu, SADAR Group memperkuat ekosistem layanannya melalui inovasi berbasis digital setelah pengelolaan media yang modern. Melalui integrasi strategi pemasaran digital inilah dengan keterbukaan informasi dan peningkatan sumber daya manusia. SADAR Group hadir memberikan pengalaman ibadah yang semakin mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. 

Kini SADAR Group memiliki 3 Cabang

  • Kantor Pusat Medan: Jl. Panglima Denai No 80 C Amplas, Kec. Medan Amplas Kota Medan, Sumatera Utara. 
  •  Kantor Cabang Batam: Tunas 1 Industrial Estate Blok D No 4 Belian Kec. Batam Kota, Kepulauan Riau. 
  • Kantor Cabang Bogor: Ruko Taman Topi Square Jl. Kapten Muslihat No 07 Cibogor, Kota Bogor, Jawa Barat. 

Persoalan, siapa sih yang nggak ingin ke Baitullah? Rata-Rata hampir semua orang yang umat muslim pasti ingin ke Baitullah. Kadang sempat terpikir di dalam pikiran saya, ternyata in this ekonomi ternyata nggak mudah ya punya penghasilan seperti orang-orang kok mudah sekali untuk mendapatkannya. Makanya ada orang yang bolak-balik ke Baitullah.  

Namun ada juga orang yang bekerja siang malam, dari Kaki jadi kepala atau bahkan Kepala jadi Kaki. Itu pun belum tentu mencukupi kebutuhan hidup. Namun begitulah, persoalan mencari. Pasti nggak akan ada habis. Selalu ada kurangnya dan sebenarnya tanpa disadari merupakan suatu ujian pada diri juga kan. 

Pada masa itu, shalat kita semakin khusyuk nggak dalam meminta bantuan kepada yang Maha Pemberi Rezeki? Jangan-jangan pikiran entah ke mana-mana untuk kerjaan. Wallahu alam, ini tuh menjadi refleksi kepada diri aja sih sebenarnya. 

Ibarat rindu, rindu yang tak tahu ini bisa ketemu atau tidak. Ya, rindu ke Baitullah. Ingin sekali bertamu ke rumahnya Allah. Hati yang melekat dan nggak tahu kapan akan ke sana. 

Teman saya yang mengenali saya, Kak Windi mengatakan seperti ini, "Nggak akan ada yang bisa menghalangi untuk orang yang diundang ke baitullah. Meskipun itu tampak mustahil. "  

Rasanya belum ada lima menit saya mendengar ucapan itu. Eh, malah tiba-tiba dipanggil dong, jadi peserta yang beruntung mendapatkan voucher Umroh dari SADAR Group. Seketika, saya tak percaya mendengar pengumuman itu. Eh, kok bisa? Mimpi apa semalam? Kayaknya enggak ada. 

Hanya saja mendetak begini aja sih, niat yang baik Allah selalu tahu akan hal itu. Apalagi orang yang selalu menepati janji dan amanah dalam hidup. Memang nggak mudah mengalah dalam kehidupan, tap Allah selalu tahu bagaimana caranya memberi kejutan dari arah yang tak disangka-sangka. 

Tips Produktif Freelancer Digital Anti Gejala Mata Sepele

Dry Insto

Sudah menjadi rahasia umum bahwasannya di era saat ini memperoleh penghasilan secara digital sangat menjanjikan. Selain perkembangannya begitu pesat, tidak semua orang mampu bertahan pada ranahnya digital. Selalu ada hal-hal yang baru, jika tidak diikuti akan tertinggal. 
Persoalan tentang tertinggalnya ranah digital sebenarnya tidak begitu menakutkan. Hal ini disebabkan karena pada dasarnya konsepnya serupa hanya tergantung terbiasa atau tidaknya kita berkecimpung di ranah digital tersebut. 

DELAPAN TAHUN DI RANAH DIGITAL 


Banyak orang yang terutama berusia lanjut selalu mengeluh bila berlama-lama dalam menatap layar.  Bahkan tak jarang juga yang masih kanak-kanak ketika ia menatap layar matanya sudah menyipit untuk mendapatkan fokus dalam melihat layar. 
"Masih nampak kah?" ucap Pakde yang berusia menuju setengah abad saat berkunjung ke rumah. 
"Nampak dong," jawab saya seketika sembari sesekali melihat layar yang jaraknya kurang lebih 80 cm dari mata. 
Meskipun layar jauh sekalipun tulisan kecil masih tetap kelihatan. Pakde mendekati dan melihat aktivitasku. Seketika aku menyesaikan ukuran layar dengan cara memperbesarnya melalui keyboard. 
"Kayak gitu Nak, kerjanya di rumah, perempuan nggak perlu harus ke mana-mana. Bapak pun nggak khawatir. Kerjanya selalu di rumah." Begitulah Pakde yang menyampaikannya pada putrinya masih Sekolah Menengah Pertama kelas 3. 

Momen ini sesungguhnya membuat saya terharu. Ternyata ada orang tua yang mendukung pekerjaan seperti ini. Meski dari rumah bukan berarti tidak bekerja. Kalimat pengakuan seperti itu, bila suatu hari sang anak memilih pekerjaan yang seperti ini. Insyaa Allah karirnya pasti akan lebih cepat melesat. 

Delapan tahun berkecimpung di dunia digital memang tidaklah mudah. Apalagi tidak ada dukungan orang-orang sekitar. Meskipun jalannya lama, sedikit demi sedikit orang sekitar akan paham. Hanya perlu membuktikan bahwa di jalan ini diri bisa berjalan sebagaimana layak seperti orang lain. Meskipun penghasilan tidak konsisten seperti orang lain. Suatu masa pasti akan mencapai titik puncak penghasilan dan pada saat itu semoga yang sudah terbiasa mengolah keuangan bisa mengantisipasi kemungkinan di masa depan. 

Saat Ide Berkembang Mata Menjadi Target Gejala Mata Kering


Produktivitas di dunia Freelancer memang tidak mudah untuk dilalui. Jatuh bangun pasti ada, tapi yang jelas pada di masa ide-ide berkeliaran. Pada saat itu pula kadang diri suka banget lupa bahwa ada tubuh yang harus diberikan porsi istirahat. Termasuk halnya mata, area yang paling penting dalam melakukan aktivitas pekerjaan. Seperti menulis, mendesai, ataupun mengedit. 

Saking semangatnya kadang waktu yang dibutuhkan dalam satu hari rasanya sangat kurang untuk mengerjakan proyek yang sedang dikerjakan. Tanpa sadar mata kering dan bahkan bila tidak atasi menjadi perih. 

Sebenarnya di awal-awal tuh sebelum mata perih karena kering memang sudah terasa gejalanya. Tak nyaman. Padahal ini adalah tanda #MataSePeLeJanganSepelein menjadi alarm buat diri bahwa ini harus segera diatasi. Kan sayang tuh nanti waktu ke depannya kalau dipaksa, tadinya bisa cepat kelar malah terbengkalai pekerjaan yang mengharuskan diri untuk istirahat total. 

Sebelum itu terjadi, sebenarnya kita tuh bisa mengantisipasi sejak dini. Bahwa sebenarnya enggak harus nunggu mata sepet dan kering dulu barulah kita menyadari bahwa tubuh ini butuh istirahat. 

Tips Tetap Produktif Anti Mata Sepet

1. Terapkan Aturan 20-20-20
Dulu pada saat ide bertebaran, saya pernah memaksakan diri untuk menulis tanpa jeda satu bab novel dalam waktu 1 jam. Namun setelahnya, saya menyadari otak begitu dipress sehingga setelahnya tak jarang pula saya akan terkapar dalam rentang lama. Karena pada saat menulis di keyboard kedua bola mata memang jarang menatap layar monitor, tapi ketika mengerjakan tugas dengan Hp mau nggak mau memang harus melihat layar dikarenakan belum terbiasa. 

Selain rasa lelah karena otak harus berpikir. Masalahnya tambah di bagian area mata. Rasanya sepet dan enggak nyaman. Auto pejamkan mata. Eh, malah seringnya kebablasan tidur.
Salah satu aturan populer untuk menghindari mata sepet adalah atra 20-20-20 di mana setiap 20 detik sekali kita disarankan untuk melihat pandangan sejauh 20 kaki yang setara dengan 6 meter. 
Peraturan ini diperkenalkan oleh seorang optometris yang bernama Dr. Jeff Anshell pada tahun 1990-an. Hingga kini peraturan ini banyak digunakan oleh banyak orang. 

Tanpa saya sadari sebenarnya cara ini juga pernah saya terapkan dan tingkat produktivitas lebih banyak dibandingkan bila saya memaksakan diri untuk menulis. Ibarat orang habis lari maraton, istirahat sejenak untuk mengambil tenaga. Ketika menerapkan per 20 menit sekali maka akan terasa ringan. Tidak hanya di kinerja otak, tapi juga area mata dan punggung. 

2. Pengaturan Layar Optimal 
Awal-awal sih dulunya sebelum tahu tips lainnya supaya tetap produktif adalah dengan pengaturan layar, terutama di malam hari dengan mode menonaktifkan blue ray. Meskipun layar tampak kurang menarik tapi ternyata bisa membuat mata tidak cepat lelah. 
Selain itu, pemilihan layar dengan mengaktifkan dark mode juga membuat mata ringan untuk melihat. Cocok untuk para programmer yang sedang membuat koding. Warna hitam pada dasarnya menyerap cahaya, sehingga membuat mata tidak cepat lelah. Sementara warna putih merupakan jenis warna polikromatik yang memantulkan banyak warna. 

3. Posisi Kerja Nyaman
Bagi para pekerja kreatif digital. Posisi bekerja adalah hal paling utama. Selain situasinya kondusif. Sangat penting supaya membuat tubuh tetap sehat dan tidak cepat lelah. Khususnya pada area punggung belakang. Begitupun pemilihan kursi yang empuk, menyerap keringat, dan fleksibel bisa dinaik turunkan merupakan kursi paling saya sukai. 

4. Istirahat Berkala & Peregangan
Nah, ini yang paling penting. Ketika sudah menghabiskan waktu 1-2 jam. Jangan lupa untuk mengambil jeda dengan peregangan supaya tubuh tidak kaku. Bila rasanya lelah, kita bisa memandangi tanaman hijau atau berjalan sebentar. Hijau selalu dikaitkan membuat rasa damai. 

5. Sengaja Berkedip dan Tetes Mata
Sering berkedip bisa mencegah mata kering. Selain itu, bila terasa kering tetesin #InstodryEyes bisa menjadi solusi. Sehingga bekerja pun #Bebas Mata Kering. Produk  ini bisa didapatkan di Indomaret, Alfamart, ataupun Alfamidi. 

6. Berikan Nutrisi dan Jaga Hidrasi
Meskipun bekerjanya hanya duduk saja. Jangan salah, malahan bisa sakit ginjal karena kebanyakan duduk dan lupa minum air putih. Duduk saja, kok malah sakit pinggang ya? Begitulah yang saya rasakan sehingga mau tak mau harus selalu dekat dengan air putih. Supaya tidak lupa minum. 
Mata Anti Sepet

Itulah tips produktif yang saya jalani selama 8 tahun ini. Awal-awal hanya berani bekerja di layar laptop doang, tapi lama kelamaan muncullah masalah-masalah yang harus dihadapi. 



Review Film Sihir Tanah Kubur

Review Film Sihir Tanah Kubur

Siapa di sini yang sudah nonton Sihir Tanah Kubur?

Cerita horor ini tuh ya dari traillernya bisa dia buat orang tertarik pada nonton. Apalagi pas ada narasi kenapa harus di pasar? Beginilah jadinya kalau lama-lama di pasar. 

Kalau orang yang nggak tahu. Mereka pasti bakalan enggeh, enggeh saja dan ujung-ujungnya malah tersesat. Namun memang bukan saya bermaksud untuk menyudutkan film ini. Cuma kok kesel aja, siapa sih penulis skenarionya?

Sinopsis Sihir Tanah Kubur

Kisah ini dimulai dari adegan sebuah pertunjukkan yang tiba-tiba saja terjadi pembunuhan. Seseorang dirasuki dan membunuh yang lain. 

Ternyata di desa itu memang terjadi pembunuhan ketika satu orang dirasuki dan membunuh yang lain. Singkat cerita scene misteri saat kematian sang Nenek dan sempat disaksikan oleh cucu terdengarlah pula sebuah mantra. Scene itu sejujurnya memang membuat petunjuk untuk membuka rahasia apa sih yang terjadi?

Pada desa itu ada seorang kiayi bernama Yusuf, beliau sendirian memasrahkan diri pada Ilahi. Nyatanya ia punya saudara yang memfitnah dirinya sehingga dibuat narasi bahwa ia merupakan pelakunya. Hingga ia pun terbunuh pada sebuah ritual Kebo Ireng. Seolah sang Kebo Ireng memang menginginkan tumbal.

Usut punya usut, ternyata kejadian ini tuh ada hubungannya dengan makam sang nenek yang dikosongkan. Itulah yang disebut sebagai makam wurung. 

Pada akhirnya sang cucu yang akan mengakhiri kejahatan yang dilakukan oleh pamannya dengan cara mengikuti pamannya. 

Kesan  Setelah Menonton di Hari Petama di Bioskop Cinepolis

Saya cuma ingin bilang, film apa-apaan ini. Kok kesannya nggak mengena selain euforia psikopat dalam membunuh. Kesal aja gitu, ntah kenapa ini berasa dipaksakan endingnya atau memang skenarionya yang gimana. Nah, yang bikin sebalnya tuh toko utama (ustadz Yusuf) bisa-bisanya meninggoy dan yang lebih nggak ngeh lagi kalau akidah dari cucunya wajah bak malaikat nyatanya nggak kuat. 

Ibaratnya nih film ngajarin kalau kejahatan ya balas dengan kejahatan serupa. Pamannya sudah tersesat. Eh, malah mengakhiri pada jalan yang sesat juga. Seolah-olah kekuatan yang Maha Kuasa itu nggak ada gunanya.  Yo wes dah suka-suka sutradaranya aja. Meskipun cerita ini berdasarkan tema lokalitas di mana warga Banyuwangi melakukan ritual Kebo Ireng untuk menolak bala, tapi memang ada beberapa hal yang membuat saya sepertinya familiar. 

Termasuk pada saat proses santet itu tadi. Mulai dari foto wajah yang terlihat berwarna merah bagi siapa dikenakan target hingga sosok iblis yang diutus untuk mendatangi target. 

Hanya saja, hal yang tidak saya setujui adalah ketika di trailer atau promosi mengatakan bahwa di pasar tuh penampakan mereka yang menjual daging begitu. 

Pengalaman Supranatural yang Pernah Dialami

Memang baginda nabi Muhammad Saw pernah mengatakan bahwasannya tempat yang dihindari adalah pasar. Kalau bisa di pasar itu jangan berlama-lamalah pokoknya. 

Ini pun sebenarnya merupakan pesan dari para sahabat dari baginda, namanya Salman A-Farisi mengatakan “Jika mampu, janganlah jadi orang pertama yang masuk ke pasar dan yang terakhir keluar darinya. Sesungguhnya pasar adalah medan pertempuran setan dan di sanalah ia menancapkan benderanya.” (HR. Muslim)

Saya pun pernah memang menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana pertempuran setan itu benar adanya. Waktu itu pernah di pasar malam ditunjukkan bahwa di suatu tempat jualan dikerubungi lalat banyak dan di mata saya malahan terlihat kotor banget. Ada pula di sebuah tenda jualan itu dinampakkan ada asap yang membumbung sementara di sana tidak ada proses masak di sana. 

Pernah juga di suatu pagi saya lihat sebuah tempat jualan sayur nih. Sayurannya malahan sepertinya enggak segar seperti udah dua harian gitu dipetik. Eh, malah yang beli ramai berdatangan.

Saya pun enggak tahu juga bisa ramai, positifnya mana tahu di situ lebih murah dibandingkan tempat lain. Walaupun ndak sempat tanya, tapi ya berprasangka baik aja. Hanya Allah Swt yang tahu. 

Pesan Buat Penulis Naskah Horor

Sehoror apapun kisah, bukankah selalu ada makna dan pelajaran yang bisa kita ambil? Meskipun penulis horor sering mendapatkan kritik mudarat, setidaknya ada hal kebaikan yang bisa kita ambil darinya. Apalagi film bioskop. Orang mah sudah bayar mahal akan itu, masa iya cuma visualisasi tanpa makna yang membekas. 

Semangat penulis horor Indonesia. 

Identitas Film

Judul : Sihir Tanah Kubur
Sutradara : JeroPoint
Penulis : JeroPoint
Produser : Raam Punjabi
Production : MVP Pictures
Durasi : 1 Jam 26 Menit
Tanggal Rilis : 23 Juli 2026 

Pemeran : 
1. Ariyo Wahab sebagai Ustadz Yusuf
2. Revaldo sebagai Ustadz Ashar
3. Kiesha Alvaro sebagai Gema
4. Shareefa Daanish sebagai Rengganis