Showing posts with label SEO. Show all posts
Showing posts with label SEO. Show all posts

Momen Spesial Menjelang HUT RI 81 Bersama Durian Blogger Medan x Sadar Group Official

Nggak akan ada yang bisa menghalangi untuk orang yang diundang ke baitullah. Meskipun itu tampak mustahil. 

Minggu, 16 Agustus 2026. Blogger Medan mengadakan acara Durian, yaitu pertemuan ara blogger Medan yang tentunya membahas hal yang berkaitan tentang dunia digital. Kali ini materinya daging sekali, yaitu tentang Digital Marketing.

Saya yang tertarik akan hal itu tentu sangat senang bila seandainya mendapatkan materinya secara menyeluruh. Tak terbayang bila banyak catatan yang bisa saya bawa pulang dengan ketikan catatan di gawai. 

Hari Patah Hati Memang Enggak Ada Dalam Kalender

Selain hari apes, hari patah hati tidak ada yang namanya dalam kalender. Apes masih bisa ditalangi satu atau dua hari, tapi kalau patah hati? Itu sembuhnya kapan ya? Bahkan saya sendiri nggak tahu kapan sembuhnya. Bahkan kejadiannya sudah 8 hari sebelumnya, rasanya masih sama. Gelapnya semakin tidak dipahami, ini harus apa ya? Mau cerita nggak ada energi sama sekali. Namun yang pasti, ujian patah hati dikarenakan salah membela orang lain yang berdampak pada kekacawan tak tekira. Semoga ada hal-hal baik setelah ini. Aamiin ya rabbal alamiin. 

Momen ini yang membuat saya sambil merengek harus tetap jalan. Ingin lari dari kerjaan, tapi enggak bisa. Jalan ya tetap jalan, tapi jalannya berasa naik kura-kura.  Namanya hati, suka banget nggak singkron. Sementara otak tetap bilang, "ayo jalan. Jangan cemen. Galau nggak bikin kita kaya. Kalau mermaid enggak apa-apa, galau bagian dari kerja dengan mengeluarkan air mata yang jadi permata.  Nah, elu. Galau? Hujan di mana-mana tuh."

Satu Momen Tak Terduga

Karunia Sambas yang dikenal sebagai spesialis ceita anak dengan kiprahnya bersinar ke mana-mana. Datang dari jauh, Tanjung Balai.  

Seakan tak percaya ia hadir sebagai tamu yang datang dari daerah luar. Padahal ingin ketemuan aja rasanya susahnya minta ampun. Bolak-balik datang ke Medan, tapi vibesnya nggak ketemu. Kalau sayanya yang lupa berkabar, ya beliau juga lupa berkabar. 

Sungguh kehadirannya bak pelipur lara. Hanya dengan melihatnya saja, nggak perlu cerita apapun. Rasanya, beban sedih yang ke belakang itu lupa seketika. "Ternyata, saya masih punya teman yang frekuensi ya." Apalagi di sana kebetulan, ketemu kak Dewi. Widih, berasa tenang nih hati. 

Momen ini jadi merasa syahdu saja ketika Kak Windi langsung mengenali saya yang selama ini ia mengetahui saya lewat sosial Media. Bahkan setelah selesai acara sekalipun, ini mulut kagak ada remnya ngobrol tentang dunia marketing. Sampai saya pun nyeletuk gini. "Pas ada saya pasti bakalan nanya terus deh."

"Nah iya, kakak kan suka tanya orangnya."

Nah iya, bertanya. Walaupun sekilas nyebelin, tapi saya nanya bukan tentang ranah pribadi kok. Pasti selingkaran tentang apa yang dibahas pada acara.

Serasi Kafe, Vibes orang Have yang Cozy

Waktu pertama kali masuk nih ke dalam cafe. Kan beneran deh, sayang banget kalau datangnya lama. Pilihannya memang dua, satu peduli dengan diri sendiri supaya datang lebih awal atau menunaikan amanah terlebih dahulu. Maka saya pun memutuskan untuk menuntaskan amanah yang belum tertunai, yaitu mengantar hasil pekerjaan dan mengambil titipan kak Sambas yang kebetulan satu arah ke sana. 

Sudah lama datang ke acara tidak terlambat rasanya kok sedih ya. Dulu kayaknya sering terlambat datang ke acara, tapi nggak sedih-sedih amat. Begitulah prinsip hidup saya, lebih baik datang terlambat daripada nggak datang sama sekali. Sebab kita tidak pernah tahu di detik ke berapa hidayah itu hadir ke kita. 

Meskipun saya berpikir, wuah pasti nggak bakalan dapat nih vibesnya ngonten di sana. Eh, nggak tahunya malah ada dong lomba konten reels. Sekalian aja dong, setelah selesai acara. Pas momennya usah shalat ashar saya pun berburu footage seketika.

Serasi Cafe

Vibes di Serasi Cafe tuh ya estetik dan cakep. AC dingin, pelayanannya juga ramah. Nah yang lebih gongnya lagi adalah cafe ini bukan hanya mengusung nuansa modern, tetapi juga menyediakan menu lokal seperti cendol dan yang lainnya. 

Ngobrolin Digital Marketing Bersama Blogger Medan

Walaupun sebenarnya pembahasannya nggak jauh dari itu itu aja tentang sosial media spesialis. Perkembangannya ini yang semakin hari bisa aja semakin berbeda. Seperti di dalam pembahasan pemateri bahwa saat ini untuk sosial media lebih menjanjikan perseberannya dibandingkan blog itu sendiri. 

Berasa nostalgia deh, pas di tahun 2019. Blogger masih eksis-eksisnya, banyak lomba blog yang berdatangan dan sering juga kan dapat undangan review UMKM seperti bolu toba Medan.  

Nah, pada kali ini setiap peserta yang hadir di acara momen Durian spesial Kemerdekaan sudah dipastikan mendapatkan voucher diskon 50% dari Dimsum Juara. Khusus di outlet Medan Johor. Jadi kalau harganya 50 ribu, kita tuh cukup bayar 25 ribu doang. Wuah, diskon sehemat ini untuk pecinta Dimsum dijamin kagak nolak mah. 

Bagian yang paling membuat saya yakin adalah ketika ada kata-kata, konten itu dimulai dari apa yang kita bisa. Bukan dari editing yang ribet atau gimana ya. 

Seketika tuh, tadinya yang suka banget insecure sama konten orang lain. Eh, malah nggak jadi deh. Terutama pada views, lihat punya orang-orang kok pada ramai ya. Punya sendiri malah kagak. Sekalinya stalking ya wajar aja dong kalau pengikutnya sedikit kan mempengaruhi. 

Era Sosial Media Sedang Trending, Yakin Nggak Mau Mulai?

Kalau dulu brand banyak yang ngebidik akun besar dengan berjuta followers. Kini malah berbalik arah, brand justru sedang ngebidik akun yang mikro. Yah, yang mulai dari 1k followers seperti saya ini. 

Walaupun kecil, tapi memang yang potensial ada. Kalau boleh sekalian refleksi nih, saya punya akun khusus dengan branding buku. Nah, kalau jualan buku atau orang tanya-tanya tentang buku banyak yang percaya. Intinya sampai di level kepercayaan. Kalau rata-rata orang pada percaya ini nih yang repot. Kerjaan bisa lembur terus dong. 

Soal miroring konten juga sempat dibahas juga kan. Apalagi ada pekerjaan yang menjanjikan saat ini, yaitu Affiliator. Bang Hari D tuh sempat bilang, kalau dia tuh upload dulu id Instagram, baru setelahnya di tiktok. Biasanya viewsnya bakalan sebelas dua belas gitulah di Instagram dan Tiktok. 

Surprise yang Bikin Merinding dari SADAR Group

Soal kesuruan yang bikin ngerasa wuah ini yang sebenarnya saya enggak tahu. Katanya bakalan dapat voucher Umrah dari SADAR Grout.  Nggak menyangkan aja sih, kalau SADAR Group ternyata merupakan perusahaan penyedia layanan khusus travel umroh dan Haji. Selain menjediakan fasilitas akomodasi serta transportasi yang baik. juga memberikan pembimbingan ibadah yang sesuai dengan tuntunan syariat. 

Seiring berjalannya waktu, SADAR Group memperkuat ekosistem layanannya melalui inovasi berbasis digital setelah pengelolaan media yang modern. Melalui integrasi strategi pemasaran digital inilah dengan keterbukaan informasi dan peningkatan sumber daya manusia. SADAR Group hadir memberikan pengalaman ibadah yang semakin mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. 

Kini SADAR Group memiliki 3 Cabang

  • Kantor Pusat Medan: Jl. Panglima Denai No 80 C Amplas, Kec. Medan Amplas Kota Medan, Sumatera Utara. 
  •  Kantor Cabang Batam: Tunas 1 Industrial Estate Blok D No 4 Belian Kec. Batam Kota, Kepulauan Riau. 
  • Kantor Cabang Bogor: Ruko Taman Topi Square Jl. Kapten Muslihat No 07 Cibogor, Kota Bogor, Jawa Barat. 

Persoalan, siapa sih yang nggak ingin ke Baitullah? Rata-Rata hampir semua orang yang umat muslim pasti ingin ke Baitullah. Kadang sempat terpikir di dalam pikiran saya, ternyata in this ekonomi ternyata nggak mudah ya punya penghasilan seperti orang-orang kok mudah sekali untuk mendapatkannya. Makanya ada orang yang bolak-balik ke Baitullah.  

Namun ada juga orang yang bekerja siang malam, dari Kaki jadi kepala atau bahkan Kepala jadi Kaki. Itu pun belum tentu mencukupi kebutuhan hidup. Namun begitulah, persoalan mencari. Pasti nggak akan ada habis. Selalu ada kurangnya dan sebenarnya tanpa disadari merupakan suatu ujian pada diri juga kan. 

Pada masa itu, shalat kita semakin khusyuk nggak dalam meminta bantuan kepada yang Maha Pemberi Rezeki? Jangan-jangan pikiran entah ke mana-mana untuk kerjaan. Wallahu alam, ini tuh menjadi refleksi kepada diri aja sih sebenarnya. 

Ibarat rindu, rindu yang tak tahu ini bisa ketemu atau tidak. Ya, rindu ke Baitullah. Ingin sekali bertamu ke rumahnya Allah. Hati yang melekat dan nggak tahu kapan akan ke sana. 

Teman saya yang mengenali saya, Kak Windi mengatakan seperti ini, "Nggak akan ada yang bisa menghalangi untuk orang yang diundang ke baitullah. Meskipun itu tampak mustahil. "  

Rasanya belum ada lima menit saya mendengar ucapan itu. Eh, malah tiba-tiba dipanggil dong, jadi peserta yang beruntung mendapatkan voucher Umroh dari SADAR Group. Seketika, saya tak percaya mendengar pengumuman itu. Eh, kok bisa? Mimpi apa semalam? Kayaknya enggak ada. 

Hanya saja mendetak begini aja sih, niat yang baik Allah selalu tahu akan hal itu. Apalagi orang yang selalu menepati janji dan amanah dalam hidup. Memang nggak mudah mengalah dalam kehidupan, tap Allah selalu tahu bagaimana caranya memberi kejutan dari arah yang tak disangka-sangka. 

Mengasah Keahlian Jadi Content Writer: Panduan untuk Bookstagramer Kreatif

Mengasah Keahlian Jadi Content Writer
Gambar 1. Ilustrasi proses kreatif content writer

Perkembangan dunia digital membuat profesi content writer semakin dibutuhkan, termasuk di ranah literasi dan media sosial seperti bookstagram. Menulis tidak lagi sekadar menuangkan ide, tetapi juga menyampaikan pesan yang relevan, terstruktur, dan mudah ditemukan oleh pembaca.

Bagi seorang bookstagramer, kemampuan mengulas buku, merangkai narasi, dan membangun emosi pembaca merupakan modal utama. Potensi ini dapat dikembangkan lebih jauh dengan memahami peran content writer dan meningkatkannya menjadi SEO Content Writer yang profesional.

Apa Itu Content Writer?

Content writer adalah penulis yang bertugas membuat konten tertulis untuk kebutuhan digital seperti artikel blog, website, media sosial, hingga newsletter. Konten yang dihasilkan tidak hanya informatif, tetapi juga disesuaikan dengan target audiens dan tujuan komunikasi.

Seorang content writer dituntut untuk memahami topik yang dibahas, menyusun struktur tulisan yang rapi, serta menggunakan gaya bahasa yang sesuai dengan karakter pembaca. Oleh karena itu, profesi ini membutuhkan kombinasi antara kemampuan menulis, riset, dan strategi.

Peran Content Writer dalam Dunia Digital

Dalam praktiknya, content writer memiliki peran penting dalam membangun citra sebuah brand atau personal branding. Tulisan yang konsisten, relevan, dan berkualitas akan meningkatkan kepercayaan pembaca serta memperluas jangkauan konten.

Bagi bookstagramer, content writer bukan hanya profesi tambahan, tetapi juga sarana untuk memperluas ruang berekspresi. Ulasan buku yang sebelumnya terbatas di caption Instagram dapat dikembangkan menjadi artikel panjang yang lebih mendalam dan bernilai.

Mengenal SEO Content Writer

SEO Content Writer adalah content writer yang memahami teknik optimasi mesin pencari agar artikel mudah ditemukan di Google. SEO tidak hanya berfokus pada kata kunci, tetapi juga pada kualitas konten dan kenyamanan pembaca.

Pemahaman menyeluruh mengenai SEO Content Writer dapat dipelajari melalui artikel Panduan Lengkap Menjadi SEO Content Writer dari Nol, yang membahas langkah-langkah praktis dan terstruktur.

Riset Kata Kunci sebagai Fondasi SEO

Langkah awal dalam menulis konten SEO adalah riset kata kunci. Kata kunci membantu penulis memahami topik apa yang sedang dicari oleh pembaca. Dengan memilih kata kunci yang tepat, konten akan lebih relevan dan berpeluang muncul di halaman pertama mesin pencari.

Memahami Search Intent Pembaca

Search intent atau tujuan pencarian adalah alasan di balik seseorang mengetikkan kata tertentu di mesin pencari. SEO Content Writer harus mampu menyesuaikan isi konten dengan kebutuhan pembaca, baik untuk mencari informasi, rekomendasi, maupun solusi.

Struktur Artikel yang SEO Friendly

Artikel yang baik memiliki struktur jelas dengan penggunaan heading, paragraf singkat, dan alur pembahasan yang runtut. Struktur ini membantu pembaca memahami isi tulisan sekaligus memudahkan mesin pencari dalam mengindeks konten.

Bookstagramer dan Peluang Menjadi SEO Content Writer

Bookstagramer memiliki keunggulan dalam membangun narasi dan emosi melalui tulisan. Kemampuan ini sangat relevan dengan kebutuhan SEO Content Writer yang tidak hanya mengutamakan optimasi, tetapi juga pengalaman membaca.

Dengan memiliki blog atau website pribadi, bookstagramer dapat mengembangkan konten seperti ulasan buku mendalam, rekomendasi bacaan, hingga artikel literasi yang memiliki nilai SEO tinggi.

Strategi Konten SEO untuk Bookstagram

Beberapa strategi yang dapat diterapkan antara lain membuat konten evergreen, menggunakan internal link antarartikel, serta mempromosikan tulisan melalui media sosial. Kombinasi ini membantu meningkatkan visibilitas dan kredibilitas konten.

Konten yang konsisten dan berkualitas akan membangun otoritas penulis di mata pembaca maupun mesin pencari. Hal ini menjadi langkah penting dalam perjalanan sebagai content writer profesional.

Kesimpulan

Menjadi content writer dan SEO Content Writer merupakan peluang besar bagi bookstagramer untuk berkembang di dunia digital. Dengan memadukan kemampuan menulis, kecintaan pada buku, dan strategi SEO, konten yang dihasilkan tidak hanya estetis tetapi juga berdampak.

Pada akhirnya, menulis adalah tentang menyampaikan makna. SEO hanyalah alat agar makna tersebut dapat menjangkau lebih banyak pembaca dan memberi nilai yang berkelanjutan.

Pahami Teknik SEO Bersama Diary Harumpuspita

Pahami Teknik SEO Bersama Diary Harumpuspita
Gambar 1. Pahami Teknik SEO Bersama Diary Harumpuspita

Setelah ngeblog bertahun-tahun. Saya baru bisa bicara tentang teknik SEO yang saya pahami baru-baru ini untuk menyasar pembaca di seluruh dunia pastinya. Loh kenapa gitu? Yah, namanya juga tulisan kan. Harus menemui pembacanya. Kalau kalian tipe pemalu yang enggak ingin dibaca banyak orang. Nggak usah belajar SEO juga nggak kenapa-kenapa sih, tapi buat yang ingin sekali hobi ini dibayar alias menghasilkan. Yah, wajib belajar sih. 

Sebenarnya bukan itu sih yang menjadi poin utamanya. SEO itu sendiri singkatan dari Search Engine Optimation, di mana pada saat si mesin pencarian mengetikkan kata kunci. Ketemunya blog kita yang relevan dears. Begitulah kira-kira. Namun jangan khawatir. Saya akan berbagi tips atau hal apa saja yang perlu diketahui oleh SEO ini. FYI artikel ini saya buat setelah setahun menjadi Publisher Seedbacklink. Cara kerja di sana membuat saya memahami teknik SEO itu sendiri dibandingkan belajar workshop yang enggak kunjung paham. Bagi saya, pengalaman itu adalah pembelajaran yang paling mahal. 

Performa Blog

Salah satu yang menjadi bahan pertimbangan mesin pencarian merekomendasikan website tertentu adalah kualitas blog itu sendiri. Lantas blog yang bagaimana sih lebih disukai sih mesin pencarian itu? 

1. Pahami Bounce Rate

Bounce Rate itu adalah istilah pantulan. Biasanya hal ini disebabkan jika artikel kita itu nggak berkualitas. Jadinya orang mah bolak-balik ngeklik artikelnya kita, tapi enggak baca. Entah itu karena membosankan atau karena kontennya dikit banget. Itulah mengapa para blogger biasanya sering memperbaruhi artikelnya secara berkala. Apalagi ketika artikel tersebut menjadi paling terpopuler di analisis datanya. Nah, kalau bisa bounce rate ini skornya rendah dong ya. Kita bisa menganalisisnya dengan menggunakan google Analytic. Bakalan ketahuan tuh di sana, rata-rata orang lihat artikel kita tuh berapa lama ya. Cepat atau enggak ya. Itulah mengapa ada juga komunitas blog khusus untuk melihat tayangan dibandingkan kunjungan menjejaki komentar. 

2. Tingkat Loading Website

Pernah ketemu situs yang nggak kunjung terbuka setelah diklik. Lama banget kebukanya, itu udah bikin orang pada kabur buat berkunjung ke-blog. Sebenarnya ada beberapa alasan yang membuat website itu loadingnya lama banget. Bisa jadi karena trafick alias banyaknya orang yang berkunjung. Bisa jadi karena website itu sendiri berat karena konten yang dibuat. Sehingga kalau bisa nih, setiap gambar ukurannya kurang lebih sekitaran 100 kilobyte supaya mau sebanyak apapun gambar yang diunggah. Masih ringan-ringan aja tuh untuk dibuka. Teman-teman bisa ngecek performa blog/website di Page Speed. Data yang diberikan cukup lengkap di sana. Kita bahkan dikasih arahan ini harus apa ya. 

Page Speed Mobile
Gambar 2. Page Speed Mobile


Diagnosa Page Speed Desktop
Gambar 3. Diagnosa Page Speed Desktop
Kalau dulu saya harus menggunakan website lain untuk kompres ukuran gambar. Kini nggak lagi sih, saya cukup pakai canva pro saja untuk menyulapnya menjadi ukuran yang cocok untuk blog. Yah, kalau dibilang sih lebih hemat waktu sajanya. Nggak ribet-ribet amat. 
Setelah mengikuti arahannya dalam mengurangi Javascript yang enggak dibutuhkan. Saya segera perhatiin performa blog yang ternyata ketika ngebuka blog malah yang keluar menu Pop Up. Ternyata itu bawaan dari templatenya. Tengah malam itu juga saya nyariin kode mana yang merupakan menu pop up. Setelah ketemu, saya langsung tidur dan paginya segera mengeksekusi. Hasilnya, tara ... Not badlah. Lebih baik dari sebelumnya.

Artikel di Blog

Blog udah punya nih. Sekarang tinggal gantian kita ngebahas artikel yang SEO. Apakah artikel yang asal tulis atau punya struktur tertentu? Jawabannya adalah iya. Ada rumusnya, gimana bisa terindeks di mesin pencarian. Yah, walaupun di masa sekarang ini kita kejar-kejaran dengan cara kerja AI dibandingkan berkunjung ke blog itu sendiri. Oh, iya. Saya kasih resepnya cara penulisan artikel di Blogspot ya. 

1. Pahami Kata Kunci

Ketika seorang blogger mendapatkan kata kunci. Dia bakalan mikir nih penempatannya di mana dan bagaimana membuatnya menjadi nyambung ke tulisan. Biasanya kata kunci ini disebar di dalam artikel itu sendiri. Baik dalam Judul, Subjudul, gambar, maupun isi artikelnya. Kalau di Seedbacklink, klien lebih suka penempatannya di paragraf pertama. Jadi kata kuncinya nanti akan merujuk ke dalam website yang lain ketika diklik. Sementara untuk pejuang lomba nulis blog. Kata kuncinya bisa diletakkan di tengah atau di akhir paragraf. 
Terkait dengan kata kunci yang populer untuk menyasar pembaca lebih luas. Misalnya bingung nih mau nulis apa, topik apa, ini sebenarnya menjadi sasaran website berita gitu. Yah, memang akun-akun berita itu selalu berpotensial mendapatkan jumlah tayangan lebih tinggi dalam waktu singkat, tapi enggak bertahan lama. Makanya istilahnya kalau tulisannya lama ditulis, beritanya menjadi basi gitu. Kita bisa menggunakan tools lain, yaitu Google Trends. Sebenarnya di website lain juga ada sih, karena saya dulu belajarnya sama Google yah rekomen itu saja. 
Google Trends
Gambar 4. Google Trends

Tapi kalau memang kalian itu tipenya enggak mau repot. Nulisnya santai. Kita bisa bebas ngambil kata kunci yang relevan dengan blognya kita. Bisa itu Tips dan Trik yang biasanya bisa bertahan lama sih. Yah, intinya memang di judul juga. Biasanya orang kan mau baca itu karena judulnya. Hindari judul yang membingungkan ala buku. Nulis artikel ya to the point aja. Judul menggambarkan isi artikel membahas apa. Walaupun begitu, kita mah kudu mesti bersabar dengan trafik yang datang ke blog kita. 

2. Indeks Gambar

Indeks Gambar di Blogspot
Gambar 5. Indeks Gambar di Blogspot

Sebelum tahu SEO, saya dulunya sering banget melewatkan bagian ini. Kadang tuh suka bingung aja, gimana ngisinya. Alhasil saya samakan saja caption dengan Teks Judul dan Teks Alternatif. Maklukmlah malas mikir gitu, usahakan jangan kosong aja. Buatnya tentu yang sesuai dengan gambaran gambar yang kita unggah. Saya dulu mikirnya gini malahan, kalau distel dengan ukuran gambar kecil maka ukuran filenya bakalan kecil juga. Persepsi itu sebenarnya salah ya dears. Enggak ngaruh sama sekali. Daripada entah gimana-gimana, mending auto buat ukuran asli sekalian. Alhasil beberapa artikel saya ke belakang ini kelihatan lebih seragam berkat mode ukuran banner blog di Canva.

3. Struktur Artikel 

Pahami Heading
Gambar 6. Pahami Heading
Bagi dunia perkodingan jelas sudah tidak asing dengan istilah H1, H2, dan H3. H1 itu singkatan dari Heading yang berarti kepala, H2 berarti Sub Heading, H3 berarti Minor Heading. Kalau di tempat saya yang modelannya bahasa Indonesia sih tinggal gambang memahaminya H1 berarti Judul, H2 berar Sub Judul, H3 berarti Judul Kecil. Kalau dari pengaturan di blognya sendiri sih yang H1 sudah pasti ukurannya lebih besar dibandingkan H2. Begitupula H2 lebih besar dari H3. 
Berapa sih jumlah kata dalam satu artikel?
Biasanya untuk SEO sendiri ada yang namanya artikel utama. Kemudian ada artikel yang bakalan merujuk ke artikel utama. Jumlah kata di kalangan artikel untuk terindeks di mesin pencarian minimal 600 kata. Ada juga yang menyarankan kalau dalam satu artikel itu enggak usah banyak-banyak sih pembahasannya. Namun seringnya artikel yang dilombakan justru pemenangnya banyak jumlah katanya. Ini bukan kontes SEO ya. Justru yang artikel lebih dulu ditulis bisa menjadi penentu pemenangnya. 

4. Permalink

Pahami Penulisan Permalink
Gambar 7. Pahami Penulisan Permalink
Sebenarnya sewaktu dipublikasikan, otomatis blog kita akan memiliki alamatnya secara otomotis berdasarkan judul yang dibuat. Hanya saja, ketika kepanjangan membuat alamat linknya menjadi kepotong. Ketika kita igin merujuk kepada hasil pencarian yang tepat. Permalink menjadi solusi yang tepat untuk membuat alamat blog menjadi lebih bagus. Hal yang perlu diperhatikan adalah setiap kata diberikan tanda penghubung sebagai pengganti spasi. Kalau tidak, hasil pencariannya akan berubah menjadi %. Hasilnya kelihatan malah enggak bagus. 

5. Deskripsi Penelusuran 

Penulisan Deskripsi Penelusuran
Gambar 8. Penulisan Deskripsi Penelusuran


Pada deskripsi penelusuran. Sebaiknya gunakan kalimat yang di dalamnya terdapat kata kunci. Maksimal jumlah karakter dalam deskripsi penelusuran adalah 150. Kalau saya memang nggak ingin repot. Ya tinggal copy paste saja kalimat yang mengandung unsur kata kuncinya. Istilah dari Deskripsi Penelusuran adalah Meta Deskripsi. 

6. Internal dan Ekternal Link

Pernah mendapat requesat backlink? Idealnya setiap artikel itu memberikan sebuah rujukan ke situs lainnya. Itulah yang disebut sebagai eksternal link. Kondisi di mana ketika mereka mengklik kata kunci yang ada di blog kita akan mengarahkan ke website orang lain. Entah itu call to action, langsung ke kontak WhatsApp kita maupun ke marketplace. Nah, ternyata ada juga nih internal link, di mana linknya akan mengarah tetap ke blog kita, tapi artikel yang lain. Sehingga, membuat mereka betah berlama-lama berada di blog kita. Alih-alih langsung keluar nyari blog lain. Sehingga peluangnya lebih besar membuat durasi orang singgah ke dalam blog kita.

Hal Teknis Pada Blog

Bagian yang paling sering menjadi buah bibir di kalangan praktisi SEO adalah sistem tanam backlink. Blog sudah ada, artikelnya sudah oke. Tinggal kita nih yang mempromosikannya. Eh, tapi yang enggak pakai iklan itu. Melainkan kita terhubung ke website tertentu. Kemudian bergabung dan jangan lupa menyertakan alamat website kita sendiri. Pada umumnya untuk menghindari spam yang berdatangan. Sebaiknya menggunakan e-mail cadangan. 
Misalnya ada media sosial yang kita punya baik itu facebook, tiktok atau yang lain. Jangan lupa letakkan pada bionya alamat website kita. Situs-situs luar negeri pun juga bisa. Kita buat akun dan menyertakan alamat website kita pada bionya. 

Kesimpulan

Ada banyak teknik SEO sebenarnya dan semuanya butuh proses. Semakin lama zaman terus berkembang dan sebagai praktisi SEO tentunya selalu mengikuti perbaruan tersebut. Semangat menulis. Cmiwww ... 

Lima Cara Untuk Meningkatkan Kualitas Literasi Baca di Kalangan Umum

Cara meningkatkan kualitas literasi baca

Sebagai orang yang sudah tidak lagi menjadi seorang siswa ataupun mahasiswa. Buku tidak lagi ada dalam genggaman.

Saat masa sekolah pun juga begitu. Jangankan membacanya secara keseluruhan. Keseringan malam hanya membawanya doang ke mana-mana, tapi enggak dibaca atau malah dijadikan bantal untuk tidur.

Emang ada yang salah dengan baca ya?

Anehnya ada juga yang mengaku seorang guru malahan enggak suka baca dan enggak hobi. Begitulah hal yang saya tangkap beberapa kali bertemu dengan para guru yang mengajar di sekolah. Kebetulan teman saya sendiri.

Rumit ya. Kita para guru menyuruh anak-anak membaca, tapi kitanya yang enggak baca. Jlep.

Persoalan membaca atau tidak bukan perkara hobi. Walaupun ada juga sih, hobi seseorang adalah membaca. Tak heran bila julukannya adalah si kutu buku.

Sayang banget ya, orang berbuat baik membaca buku malah dapat label yang begituan. Padahal itu hanya karena memang belum bertemu saja para pecinta buku.

Bagi saya, membaca ini adalah sebuah kebutuhan. Saya ingin maju dan melakukan perubahan yang baik dalam hidup, ya maka harus baca. Enggak ada alasan untuk tidak membaca perkara hobi atau enggaknya.

Proses membaca pun tidak pula dilakukan secara instan. Berapa banyak waktu saya ketiduran ketika membaca buku menuju dua halaman atau malah pening sendiri karena bahan bacaannya terlalu berat.

Hingga pada sebuah fase saya tidak lagi ketiduran ketika membaca dan bahwa tanpa sadar telah menghabiskan buku dalam waktu satu harian.

Saya pernah mengikuti pembelajaran membaca bersama kak Evyta. Belum lagi membaca, saya malah ketiduran saat ia menyampaikan materi. Siapa sangka dulunya yang terlihat mageran, kini malah menjadi orang yang suka mengkampanyekan buku bacaan.

Enggak mudah untuk bisa berada di titik seperti ini. Saya yang dulu hanyalah balita yang belajar merangkak untuk bisa menyatukan hati dalam membaca. Pada akhirnya bisa berjalan untuk membiasakan rutinitas membaca dalam kehidupan.

Ragam membaca pun macam-macam. Ada pula saya memahami apa yang sedang dibaca, tapi ada pula ketika membaca pikiran melayang entah ke mana-mana. Waduh, enggak bahaya ta?

Sebagai masyarakat umum, saya perlu membuat diri semangat membaca. Walaupun dalam lingkungan terdekat, pada tidak suka membaca. Awalnya saya sangat suka menulis dalam rangka menguraikan isi hati dan juga menantang diri untuk berpengetahuan dengan tema-tema yang ditentukan. Hingga pada suatu ketika, saya mengenal sesuatu yang bisa meningkatkan derajat literasi Indonesia.

Lima Cara Untuk Meningkatkan Kualitas Literasi Baca di Kalangan Umum

1. Mengikuti Challenge Baca

Orang-orang yang mengikutinya merupakan orang-orang berkomitmen untuk melakukan tantang membaca dalam waktu yang ditentukan secara rutin. Salah satu komunitas yang mengadakan Challenge Baca ini adalah Beranibaca.id.

Pengalaman yang menarik selama mengikuti tantangan adalah admin yang akan selalu mengingatkan ketika di malam hari pada saat belum laporan. Yah, mau enggak mau harus baca buku dong beberapa halaman. Soalnya ada yang reminderin, terkadang merasa risih. Bahkan saking seringnya, saya harus laporan sendiri sebelum dijapriin. Apa enggak mandiri nggak tuh?

Bagi peserta yang berhasil mengikutinya akan mendapatkan sertifikat. Bagi yang sudah menyelesaikan buku bacaan wajib menyetorkan reviewnya di grup besar.

Ternyata dampak mengikuti kegiatan ini bisa dapat bonus ketemu jodohnya loh. Terbukti, pengurus yang ada di sana kini telah menikah dan memiliki seorang anak.

2. Mengikuti Tantangan Review Buku

Setelah mengetahui ada sebuah banner yang mengadakan tantangan review buku. Otomatis menantang diri untuk menyelesaikan bacaan dan diberikan penilaian. Formatnya pun beragam ada  yang feed ada pula yang video. Tidak hanya dibutuhkan keahlian dalam membaca saja, tetapi juga menyajikan informasi supaya menarik orang lain untuk membacanya. Ada yang menggunakan keahlian fotografi dan editing.

Rasanya iseng-iseng berhadiah. Bagi peserta yang terbaik akan mendapatkan hadiah dari mereka. Entah itu e-wallet ataupun checkout buku seusai dengan Whislist pemenenang. Padahal, sebenarnya memotivasi diri untuk rajin buat mengulas buku. Gimana ta, tertarik nggak?

Bahkan saya salah satu pemburu tantangan ini. Walaupun keseringan enggak berhasil mengikutinya, setidaknya pernah mencoba dan terus mencobanya di kesempatan dan bulan-bulan berikutnya.

3. Tergabung di Komunitas Bookstagram

Saat jaman kuliah, sempat terdengar sebuah pertanyaan, "Eh, sebulan bisa berapa baca buku? Kalau setahun berapa buku yang sudah dibaca?"

Pada waktu itu memang belum pernah terpikir sama sekali bagaimana rutenya bisa membaca buku sebanyak yang ditargetkan dan hanya bermodal buku pinjaman lewat perpustakaan. Kini, baca buku nggak hanya terpatok pada buku fisik saja. Melainkan bisa membacanya secara digital.

Banyak sekali pengalaman yang bisa saya dapatkan selama tergabung komunitas Bookstagram. Bahkan ada yang lebih rajin membaca buku dalam sebulan. Saya saja bisa menamatkan 3 buku dalam sebulan merupakan sebuah pencapaian yang sangat membahagian. Lagi pula, ada lagi yang ingin digencarkan berupa membaca satu buku dalam waktu satu minggu.

Pernah mengalami membaca buku nggak selesai-selesai? Fix, kamu enggak sendirian kok. Saya pernah mengalaminya sampai geram sendiri. Ini kenapa bukunya enggak kunjung selesai dibaca ya?

4. Membaca Secara Digital

Mau membaca buku, nggak punya uang buat belinya. Enggak sempat pula pergi ke perpustakaan karena waktunya enggak ada yang cocok.

Sekarang sudah enggak ada alasan nih Sobat. Sebab sudah ada aplikasi yang namanya Ipusnas yang sudah menyediakan buku-buku terbitan berbagai genre. Aksesnya gratis dan hanya perlu tergabung dengan akun doang. Palingan kalau buku tersebut banyak peminatnya, seringkali kedapatan tinggal antrian. Yah, namanya juga seluruh Indonesia ya Sobi. Harap dimaklumi saja. Jadi, kitanya yang memang kudu bersabar dan pasang alarm kapan ya buku itu tersedia untuk dipinjam.

Nah, kalau ingin membaca buku terbitan terbaru dan enggak pakai ngantri bisa pakai aplikasi Gamedia Digital. Namun ya begitu, harus berlangganan dulu. Itu artinya ada uang yang harus dikeluarkan secara terjangkau.

5. Membuat Artikel Ramah SEO

Bagi para blogger, pastinya sudah enggak asing lagi nih Sobi terkait dengan SEO untuk menampilkan artikel pada pencarian teratas. 

Para blogger dituntut untuk menyajikan artikel terbaiknya. Mulai dari penentuan judul yang menarik minat pembaca hingga referensi apa yang dibutuhkan untuk keperlukan menyajikan artikel.

Mau enggak mau, para blogger memang harus melek literasi baca dengan membaca artikel lain untuk menambah kualitas tulisannya.

Percayalah, semakin banyak bahan bacaan yang dibaca. Semakin luas pula pengetahuan yang didapat. Awalnya enggak paham, jadi auto paham. Bacaan yang pertama memang sulit dimengerti. Lama kelamaan kan paham dengan sendirinya seiring berjalannya waktu dan pengalaman.

Namun tenang, kali ini ada sebuah aplikasi website yang bisa membantu kita para Blogger untuk mendapatkan tujuan artikelnya bisa nangkring di pencarian teratas loh, yaitu dengan bantuan tools yang terdapat di cmlabs.com sebuah aplikasi yang membantu untuk membuat artikel ramah SEO

Saya yakin sekali derajat literasi di Indonesia bisa meningkat seiring berjalannya waktu. Tugas kitalah pejuang literasi untuk gemar mengkampanyekan membaca buku.