Impian Wisata Bawah Laut Bersama Teman Hidup Traveloka

wisata bawah laut bersama teman hidup traveloka

Libur telah tiba. Eh, belum ya. Lagi-lagi liburan menjadi impian yang paling didambakan setelah melewati banyaknya rutinitas. Apalagi liburannya ditemani #temanhidup auto kegirangan bukan kepayang. Mudah-mudahan, suatu hari nanti akan terwujud.

Berbicara tentang #temanhidup. Diary Harumpuspita belum punya nih. Yah barangkali kalau ada yang mau daftar kriterianya juga enggak sulit kok, pokoknya yang paling utama adalah ia yang mau sama-sama belajar menjadi lebih baik lagi. Terus, bertanggung jawab dong pastinya. Biar bisa nabung bareng, setelah itu travelling deh. Oh, iya. Satu lagi kriterianya, domisili tidak jauh dari kota Medan. Supaya mudah dapat restu dari pemilik Diary Harumpuspita alias orang tua sendiri. Heheh … lanjut.

Pasalnya wisata bawah laut ini merupakan impian saya yang sudah lama sekali. Jadi, inilah yang dinamakan bagian dari perencanaan hidup ke depannya. Kepikiran untuk wisata bawah laut itu pertama kali saat masih sekolah dasar. Saya melihat sebuah buku yang bercerita tentang kepulauan seribu. Walaupun waktu itu saya tidak mengerti dengan jalan ceritanya. Tetap dibaca saja hingga akhir. Makanya kalau sekarang ditanya tentang apa. Pokoknya ya pengalaman mereka ketika menjelajah kepulauan seribu. Terus saya melihat televisi, biasanya si Bolang. Melihat pemandangan laut akan keindahan terumbu karang. Kok kayaknya keren ya. Jadi, begitulah asal muasalnya.

Tiga poin penting alasan saya ingin ke sana ada tiga nih.

1.      Salah satu impian yang paling ingin diwujudkan

Impian ini masuk ke dalam daftar impian yang ingin saya wujudkan. Meskipun posisinya saat ini kalau dibilang karena masih solo itu enggak mungkin. Namun berkeyakinan kalau suatu hari nanti bisa ke sana. Paling tidak bersama dengan #temanhidup alias suami sendiri. Heheh …

2.      Bentuk rasa syukur terhadap keindahan atas ciptaan Allah swt

Menjelajahi Bumi Pertiwi seakan-akan memberikan sebuah pesan bahwa seharusnya kita bersyukur atas ciptaan-Nya dan mengagumi keindahan yang telah dibuat-Nya. Saya sering terkagum-kagum saat membaca artikel para blogger traveller dan menyajikan pesona keindahan alam dalam tulisannya. Wuah, bukan hanya manusia aja ya yang kelihatan cakep, tetapi banyak tempat khususnya di Indonesia memiliki keindahan alam yang begitu indah. Bagaimana tidak, Indonesia seakan surga dunia yang tersembunyi dan merupakan negara kepulauan terbesar di dunia.

3.      Memunculkan beragam inspirasi

Lain tempat, lain pula budayanya. Banyak hal yang bisa ditelusuri. Saya yang merupakan seorang penulis blog sekaligus novelis ini terkadang butuh banyak ide yang datang. Seringkali perjalanan memberikan sebuah inspirasi baru. Itu selalu terjadi, bahkan pertemuan pun juga menjadi ide cerita sendiri. Sebab seorang penulis biasanya ialah yang paling peka dengan lingkungan sekitar. Sehingga hasil tulisannya pun menjadi lebih bermakna.

Waktunya Itinerary

Hanya sekadar berhenti ke sebuah keinginan itu biasa. Namun bagaimana bila berlanjut hingga ke perencanaan? Nah, itu. Keinginan tak akan lengkap dengan yang namanya perencanaan. Itinerary inilah yang disebut sebagai rencana perjalanan. Semakin detail semakin bagus, paling tidak sudah berjalan setengah perjalanan. Apalagi biasanya kalau perjalanan itu akan banyak yang dilalui. Mulai dari akomodasi hingga apa saja yang harus dipersiapkan sebelum berangkat.

A.      Menentukan tempat wisata

Ada beberapa wisata bawah laut yang saya ketahui setelah searching di internet. Kalau dipikir-pikir sih, enggak semua tempat ya. Apalagi berbeda pulau. Jadi, perencanaan saya kalau nanti pergi travelling, jatuhnya kepada Pulau Putri. Nah ini berdekatan dengan pulau-pulau lainnya dan masih bagian dari kepulauan seribu. Tempat yang paling ingin saya datangi adalah akuariumnya dengan pesona keindahan bawah laut. Sehingga saya bisa melihat dunia jauh lebih dekat.

Sekilas tentang Pulau Puteri

pulau puteri

Pulau Puteri berada di wilayah utara Kepulauan Seribu. Walaupun tidak berpenduduk, semua sarana dan prasarana dipelihara dengan baik. Sehingga pengunjung nyaman menggunakannya. Undersea Tunnel Aquarium adalah satu satunya terowongan bawah laut yang ada di Kepulauan Seribu.

B.      Mempersiapkan Anggaran Dana

Nah, sekarang mah enggak usah bingung. Apalagi ada aplikasi traveloka yang bisa membantu saat di perjalanan. Jadi, mulai sekarang bisa diperhitungkan berapa yang akan dihabiskan selama di perjalanan. Terlebih lagi kalau kita sendiri juga memiliki bajet yang akan dikeluarkan nantinya.

Pengalaman dulu sih, waktu pertama kali jalan-jalan ke luar pulau itu enggak ngerti sama sekali. Hanya bermodal nekat pergi doang. Ponsel yang digunakan juga enggak secanggih ini. Walaupun sudah ada internet dan sudah tau yang namanya traveloka. Jadi saya hanya taunya tiket pesawat doang. Sedangkan teman-teman yang lain tuh baru menggunakannya untuk booking hotel.

Nah, ini poin utamanya kalau jalan-jalan. Menentukan tempat mana yang akan disinggahi sebagai tempat penginapan. Sudah tertera fasilitas apa yang akan didapatkan dan juga berapa uang yang akan dikeluarkan. Biasanya kalau menginap di hotel ini per kamar. Jadi, waktu itu saya dan teman-teman patungan buat booking hotel.

tour-traveloka

Oke, jadi karena kebetulan Pulau Putri tidak berpenghuni. Maka di sana adanya paket tour, sehingga perjalanan pun juga akan dipandu oleh mereka.

Jadi begitulah sekilas tentang perjalanan impian Diary Harumpuspita.



Kaya Pun Tidak

kaya dengan menulis

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh …

Hari telah berganti, waktu telah berlalu. Sementara aku masih di sini, diam, dan termenung pekara waktu. Lantas, akankah aku begini terus? Membisikkan beragam impian yang terpendam dalam sebuah cerita 1000 negeri dongeng.

Hei, Negeri dongeng itu menarik bukan? Seumpama seribu impian kala mata terpejam ataupun penghantar tidur sebelum tidur sesungguhnya.

Aku kembali dari impian yang terdahulu.  Sejauh episode sebelumnya yang belum bertemu dengan kisah akhir. Sejauh itu pula, mari melanjutkan sejarah dengan mengulas beragam hal yang belum terselesaikan.

1.      Kisah Akhir Bulan

Makan dengan menu sajian lauk yang enak adalah impian semua orang. Malam itu, aku terkenang. Saat masa sulit ditinggal Bapak kawin lagi. Sajian nasi goreng dengan khas cabai rawit ditemani kerupuk terasa nikmat.

“Ingin makan enaklah,” rengekku merindukan lauk yang lain.

“Sok punya duit betingkah.” Adikku yang lelaki turut mengomel dan kali ini ia lebih mengomeliku dengan ada benarnya. Kisah akhir bulan, istilah tanggal tua.

Bukan bersebab karena menghabiskan lauk yang enak di tanggal muda, tapi memang situasinya yang hidup serba pas-pasan. Gajiku tak cukup mendongkrak kehidupan finansial keluarga kami.

“Iyalah.” Aku berpasrah, menimbang ulang dengan nafsu makanku saat ini. Sungguh berbeda dari dulu ke dulu yang diselingi rasa syukur karena masih kecil masih bisa bersekolah dan makan seadanya. Namun setelah dewasa ini, cara pandangku mulai berbeda. Tidak ingin kembali ke masa lalu dengan keluh kesah serba kekurangan.

2.      Kalau Nanti Punya Uang

Kalau nanti punya uang mau diapain?

Dialokasikan kepada orang yang tepat sembari mendambakan bisa makan direstoran tanpa melihat daftar harga.

Tidak, bukan begitu caranya. Kalau punya uang, bukan taraf hidupnya yang perlu ditingkatkan, tetapi sedekahnya diperbanyak. Bukankah berbagi jauh lebih menyenangkan dibandingkan dengan makan sendiri?

“Benar juga ya,” pikirku seketika.  Percuma banyak duit, tapi hati enggak tentram karena tidak berbagi. Sebab, nikmatnya hanya sampai ke perut sendirian. Sementara banyak orang yang juga berselera ingin makanan enak juga. Selain itu, kalau nanti punya uang. Niatnya ingin nabung, siapa tahu bisa digunakan untuk keperluan lainnya yang lebih penting di kemudian hari.

3.      Solusinya apa dong?

Banyak cara yang bisa dilakukan supaya menghasilkan uang. Misalnya berdagang atau bekerja sampingan yang lain. Namun juga diperlukan perjuangan supaya mendapatkan hal yang diinginkan. Termasuk keputusan dan waktu.

“Ma, aku mau jadi penulis ajalah. Supaya enggak ke mana-mana, di rumah saja aman,” curhatku pada Mama malam itu. Sembari berbicara santai tentang hal yang tidak penting lainnya. Keputusan ini sudah lama sekali aku rencanakan. Bagaimana membuat diri tidak dikhawatirkan oleh pihak lain. Apalagi bisa menyeimbangkan waktu antara pekerjaan rumah.

   Mamaku hanya terdiam, baginya aku hanyalah pembual yang suka menyia-nyiakan waktu.

“Aku tuh maunya, nulis ini sebagai pekerjaan yang menyenangkan. Mama enggak ada teman penulis gitu?”

Mama menggeleng. “Ah, kayak gitu capeklah.”

Begitulah perbedaan pendapat di antara kami. Mungkin sekarang ini Mama masih belum percaya bahwa menulis adalah pekerjaan yang menjajikan, tapi suatu hari nanti aku yakin Mama akan percaya bahwa profesi apa pun itu selagi menyenangkan dijalani. Pasti ujung-ujungnya menjanjikan. Bahkan Tere Liye saja yang terkenal saat ini sudah berkarir selama dua puluh lima tahun. Aku pun baru tahu saat acara jumpa pengarang tanggal 2 Oktober 2022 yang lalu tepatnya di Manhattan.

4.      Sadar diri aja, Kaya pun Tidak

Aku menyadari bahwa segala hayalan apa pun yang terlintas dalam benakku. Bahkan sekaya JK Rowling sekalipun, aku hanyalah seorang penulis pemula. Meski enam tahun lamanya aku berkecimpung di sana dan masih dianggap tidak menghasilkan apa-apa oleh orang lain. Setidaknya, aku masih punya jalan untuk memetakan jalan karya.

Tidak masalah jika tidak menghasilkan bagiku, setidaknya aku masih bisa mengeksplor banyak hal dari menulis. Tentang membagikan beragam hal dengan gaya tulisanku sendiri. Tentang hayalan yang terpendam dalam cerita fiksiku.

Aku memang bukan seorang pengarang sepenuhnya, adakalanya menjadi seorang penulis blog yang mengandalkan konsep berpikir lebih tepatnya. Jadi, berkarya lagi dengan tulisan siapa takut?

Kaya pun tidak, tidak masalah jika tidak kaya akan materi. Masih ada rasa syukur yang membuat kita merasa cukup dengan apa yang ada. Itu jauh lebih berharga dibandingakan dengan kekayaan yang berlimpah ruah, tetapi tidak merasa cukup sama sekali.

Sampai jumpa di lain segmen, dengan konsep kisah yang berbeda. Semoga umur kita diberkahi oleh Allah swt.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.