Review Singkat Buku Neraka Dunia

Review Singkat Buku Neraka Dunia

 Kemarin, agaknya merupakan waktu yang paling tepat untuk memulangkan buku. Harusnya, tanggal 23 saya sudah memulangkan buku. Nyatanya buku itu hilang dan harus diganti dengan buku baru yang berjudul After The Storm, novel lokalitas yang mengangkat cerita tentang seorang anak yang ditinggal ibunya karena memilih pria lain. 

Tak lupa saya pun mengabadikan sedikit suasana ruangan di dalam kamera. Kemudian naik ke lantai fiksi, untuk membaca buku. Kata sang petugas, meskipun tak bisa meminjam buku sesuai dengan waktu keterlambatan. Saya pun masih diperkenankan membaca. Maka membaca kali ini merupakan titik balik yang menantang bagi saya. 

Pertama, saya harus menghindari pasangan yang sedang berpacaran di dalam perpustakaan. Kedua, buku pilihan kali ini bisa saja membuat saya tak tertarik untuk membacanya. Ketiga, baru kali ini saya berada di ruangan perpustakaan yang berisik. Bahkan saat membaca pun saya kehilangan fokus mendengar percakapan orang lain, hingga saya memutuskan untuk mengunduh Instrumen membaca. Supaya makin syahdu ketika saya membaca.

Maka ketika waktu sangat singkat, yaitu mulai dari setengah 4 sore dan saya pun harus bergegas pulang. Terpilihlah buku dengan lembaran tipis dengan perpaduan cover merah dan putih. Biasanya, saya akan memilih buku nonfiksi yang sesuai dengan kebutuhan diri butuhnya asupan apa. Namun karena sekarang ini saya memutuskan untuk menjadi anak fiksi. Mau tak mau pun harus membacanya juga yang ranah fiksi. 

Kenapa saya bilang review singkat? Sebab review kali ini tuh tidak kata per kata seperti biasa, bahkan mengabadikan yang terpenting sekalipun tidak kepikiran. Tujuan utama saya adalah bagaimana saya bisa mengetahui alur cerita dan tujuan apa yang disampaikan di dalam novel. 

Setelah belasan lembar saya baca. Akhirnya saya memutuskan untuk shalat ashar terlebih dahulu. Namun kali ini setelah 5 menit azan berlalu saya barulah memberanikan diri untuk ke musala dan saya pun bertemu dengan sang ibu yang merupakan pekerja di Perpustakaan Daerah Sumut itu. 

"Hei, tumben banget nggak kemari?"

Saya terkejud, ibu itu kok bisa mengetahui saya sudah lama tidak ke sana? Padahal bagi saya rasanya masih baru-baru aja ke Perpustaakan, meskipun di Perpustakaan Bank Indonesia sih sebelumnya. Tetap saja, nuansa buku-buku itu masih terasa lekat di hati. 

Momen sang ibu mengingat berapa lama saya tak datang, itu membuktikan bahwa ada sedikit kerinduan bila tak bertemu dengan saya. Saya pun menjelaskan sedikit alasan kenapa saya tak datang di hari sebelumnya. 

"Yang sabar ya Nak."

"Iya Ibu."

Begitulah saya hari ini, tak ingin mengambil pusing. Kalau nggak ada, ya bisa dibeli lagi aja yang baru. Nggak perlu membesarkan hal-hal yang kecil. Walaupun mama saya pun sudah marah tahu bila buku pinjaman itu hilang.

Identitas Buku

Judul Buku: Neraka Dunia

Penulis: Nur St. Iskandar

Jumlah Halaman: v+164 

Tahun Terbit: Maret 2020

Penerbit: KPG (Kepustakaan Propuler Gramedia) 

ISBN: 978-602-481-292-8

Sinopsis

Kisah seorang pemuda yang bernama Ahmad Salam, pergi merantau keluar kota dan terjerembab dalam dunia gelap alias ranah pelac*r. Hingga ia menderita penyakit yang disebut Raja Singa alias Sifilis. 

Ahmad punya adik, namanya Fatimah. Namun perangai keduanya berbeda. Ahmad, sangat suka nonton dan nyanyi-nyanyian. Sementara adiknya, sangat suka beribadah. 

A.Salam merupakan keluarga yang berada. Orang tuanya pengusaha meubel dan tak heran bila Ahmad bisa masuk ke dalam lingkaran gelap itu. Padahal Ahmad dulunya sangat dipuja di kampungya, ia terkenal seperti anak baik. Bahkan terlihat baik di mata masyarakat. 

Tiga tahun kemudian, meskipun telah lama kejadian ia mengalami penyakit raja singa dan lebih percaya kepada dukun dibandingkan dokter. Ia terpikat dengan kecantikan Aisha, gadis yang usianya lebih muda dibandingkan dirinya. 

Ternyata ketidakjujuran itulah yang menyebabkan ia harus kehilangan keturunan pertamanya dan Aisha pun nyaris gila karena mengetahui kebenaran akan hal itu. 

Tentang  Buku Ini

Meskipun buku ini mengungkapkan kisah gelap yang harusnya tidak menjadi contoh bagi anak muda. Setidaknya banyak sekali insight  yang saya dapatkan dari buku ini.  

  1. Secara penyampaian penulisnya menuangkan dengan gaya bahasa yang sastra. Sehingga, mau sededek atau kesel apapun isi cerita, jadi bisa diterima bagi saya selaku pembaca. 
  2. Pengetahuan tentang penyakit kelamin raja singa. Nah, ini yang unik, saya pun penasaran dan dari ciri fisik bisa dikenalin ternyata. Dulu sewaktu sekolah pernah juga belajar ini, ternyata di dunia nyata emang ada loh. Jadi, bukan hanya teori doang kan. Nah, ciri-ciri fisik ini bisa diwaspadai mana tahu ketemu buaya yang ngakunya sehat, tapi eh kok ada ciri-ciri seperti ini 
  3. Mendidik anak ternyata enggak mudah, jangan dimanja. Nah ini yang terjadi pada A.Salam. Semua keinginannya malah dituruti. Makanya ngebentuk anak yang seperti ini. Ia justru terpeda dengan wanita. 
  4. Salah pilih kawan hancurlah masa depan. Berawal dari temannya A.Salam yang di Surabaya bernama Aladdin. Aladdin pulalah yang memperkenalkan ini pada A.Salam. 

Poin yang Paling Membekas

Sejujurnya ini pun juga tentang ranahnya di dalam rumah juga. Dunia luar emang begitu pada dasarnya, liar, dan gelap. Nggak kuat dalam melihat godaan, ujung-ujungnya ya tergoda juga kan. Nggak usah jauh-jauh, di lingkungan sekitar ajalah. Hal yang paling sulit bukan menghasilkan keturunan, tapi bagaimana mendidik keturunan kita menjadi pribadi yang baik. 

Rumah yang harusnya menjadi pusat pertama kali karakter anak dibentuk. Istilahnya Home Education Centre. Apalagi sekarang ini sudah ada yang namanya Sekolah Blended Learning, di mana menggabungkan metode pembelajaraan daring dan luring. Urusan kognitif bisalah sang guru yang mengarahkan. Urusan karakter, ya orang tuanya yang mengarahkan. 


Review Buku Belok Kiri Langsing karya Achi TM


Cover Depan Belok Kiri Langsing
Gambar 1. Cover Depan Belok Kiri Langsing

Kalau dibilang tentang apa buku favorite kamu? 

Tentu bisa saya bilang banyak banget buku favorite saya dan bisa saja setiap buku yang saya temui menjadi bagian terfavorite pada waktu itu. 

Kali ini saya datang ke Perpustakaan Bank Indonesia SUMUT dengan niat mereview buku favorite. Namun saya nggak tahu buku favorite apa yang ingin dibaca. Secara banyak banget buku-buku di sana yang menarik. Kan nggak mungkin dong dibaca semua hanya untuk menemukan buku favorite doang. 

Setelah sedikit ulik-ulik saya menemukan sebuah buku berwarna ungu dengan judul tak asing yaitu Belok Kiri Langsing. Ada ilustrasi seorang perempuan bertubuh tambun banget menggunakan hijab pasmina. 

Saya pikir karena saya dulunya pernah menjadi tambun, nggak masalah kalau membaca buku ini. Meskipun secara judul saya merasa biasa aja, tapi ntah kenapa hati ini tiba-tiba ingin dan saya coba untuk membacanya keseluruhan dalam satu hari. 

Isi dan Cover Belakang Belok Kiri Langsing
Gambar 2. Isi dan Cover Belakang Belok Kiri Langsing

Identitas Buku

Judul  Buku : Belok Kiri Langsing

Penulis: Achi TM

Jumlah Halaman: 336

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit: 2020

ISBN: 978-602-06-4071-6

Sinopsis

Cerita dibuka dengan sinopsis yang sebenarnya membuat tanda tanya. Gendis Utami, ia merupakan juara Fun Run dengan tubuh cantik dan kurus, tepat di depannya ada seorang laki-laki tambun yang ikutan Fun Run. Sontak ia menyuruh lelaki itu untuk menguruskan badan, yah kalau dibilang ia meledek tubuh gempalnya. Kemudian di belakangnya ada Herman lelaki yang menyusul pemenang Fun Run, mereka akhirnya jadian tepat saat Fun Run di saat Gendis menjadi juara pertamanya. Sudah lama Gendis menyukai Herman. Jika ia berhasil memenangkan Fun Run. Maka Gendis harus diterima Herman sebagai pacarnya. 

Hari demi hari Gendis menghabiskan waktu untuk bekerja di kantor showroom sebagai pihak admin dan berpacaran bersama dengan Herman selama 5 tahun. Ia berharap akan dilamar oleh Herman, lelaki sederhana yang banyak tangungan dalam hidup. Herman menerima Gendis, dari yang tubuhnya kurus hingga tubuhnya tambun. Namun Herman merasa tidak apa-apa, bahkan biasa saja melihat perubahan fisik Gendis yang mencapai 90-an kg dengan tinggi tubuh 165 cm. 

Meskipun Gendis bertubuh gempal. Ia sangat suka dengan harga diskonan dan mereka pun berpikir untuk makan Geprek Couple. Ternyata, setelah di sana keduanya tidak dikasih diskon Geprek Couple dikarenakan sang pemilik hanya menerima pasangan yang halal doang. Herman kecewa dan Gendis juga ikutan tidak menyukai Geprek Couple. Padahal Gendis sangat menyukai ayam geprek dan rela beli jauh-jauh. Bertemulah mereka dengan sang pengantar makanan yang bernama Dimas menyampaikan hanya untuk pasangan halal doang. Sementara si Herman sengaja memanas-manasin Dimas di lift dengan cara memeluk Gendis. 

Hari berikutnya Herman mengajak makan Gendis. Gendis pun sangat ke-gr an akan dilamar oleh Herman. Nyatanya Herman mengajak Gendis untuk patungan membeli rumah. Percakapan itu seolah Gendis memang akan menjadi isteri Herman. Makanya ia setuju untuk patungan DP rumah bersama Herman. 

Gendis punya sahabat kantor, mereka sangat kocak sekali dalam percakapan grup dan kabarnya akan ada manager pemasaran baru di kantor. Betapa terkejut Gendis ketika tahu bahwa Herman yang akan menjadi Manajer Perusahaa di kantornya. Teman-teman Gendis juga tahu kalau Gendis memang pacarnya Herman. Sehingga Gendis merasa bahagia bahwa Herman memang benar-benar memberikan kejutan dan sebentar lagi akan melamarnya. 

Setelah hampir satu bulan membayar uang DP. Gendis masih berharap bahwa ia akan dilamar oleh Herman. Nyatanya Herman malah menyatakan putus pada Gendis dengan alasan hijrah dan Gendis terlalu gendut untuk finansialnya yang pas-pasan. Padahal Gendis rela hidup apa adanya bersama Herman bahkan nggak pernah menuntut Herman untuk membiayai hidupnya. DP rumah diserahkan semua pada Gendis, bila tidak dibayarkan akan hangus begitu saja.

Gendis nangis dan lari ke Geprek Couple memakan makanan kesukaannya serta mentraktir anak-anak sekolah SMA yang baru pulang sekolah. Momen itu disaksikan oleh Dimas sang pelayan yang ada di sana tanpa menghakimi dan bahkan memberikan tambahan makanan gratis untuk Gendis. Rasa sakit itu membuat tubuhnya ingin banyak makan hingga mencapai 106 kg.

Betapa terkejudnya bila si Dimas lelaki tampan itu ternyata bertubuh gempal yang pernah ia hina 5 tahun yang lalu. Dimas menjadi prihatin karena doanya di saat terzalimi membuat Gendis menjadi bernasib semenyedihkan ini dan ia pun berniat membantu Gendis untuk olahraga dan mengatur pola makan yang sehat supaya berat badan Gendis turun demi kesehatan. Dimas benar-benar membuat Gendis kembali dengan Gaya Hidup Mindful. 

Lalu bagaimana dengan nasib romansa Gendis akhirnya setelah kurus? Apakah ia akan kembali bersama Herman atau pada yang lain? Jangan lupa baca sampai akhir keseluruhan isi buku ini ya. Bisa banget dengan membacanya di Perpustakaan Bank Indonesia Sumut atau oder Belok Kiri Langsing. 

Tentang Buku Ini Bagi Diaryharumpuspita

Sejujurnya membaca buku ini tuh awal-awal berasa bosan aja sih, tapi kok makin kelamaan bisa lucu banget apalagi percakapan teman-teman kantornya si Gendis. Tokoh-tokohnya terasa hidup dan punya karakter yang unik. Rasanya tuh saya seperti ini ngasih wejangan gitu sama tokohnya. 

To Karakter

Tentang Gendis Utami
Gambar 3. Tentang Gendis Utami
Gendis : Gendis-Gendis, kamu cantik loh. Ngapain juga jagain jodohnya Herman. Kasihan dirimu loh, kamu berhak cantik apa adanya. Nggak usah mengejar orang yang enggak memperjuangkanmu. 

Herman : Kamu tuh tokoh paling redflag tahu nggak sih? Dasar penghianat! Ah, iya cowok kan gitu kalau sudah naik tingkat, naik status dan bosan. Kamu bebas meninggalkan orang yang udah mau menemanimu lama? Katanya cinta, cinta kok harus bersyarat? Nyebelin banget deh. Jauh-jauh deh dari cowok modelan seperti dirimu. 

Dimas: Overall, kamu kok bisa sabar ya setelah disakitin? Tapi kamu adalah sosok yang diidam-idamkan banyak cewek sih. Suka banget dengan caramu yang seriusan orangnya dan nggak mempemainkan hati perempuan. 

Julia: Jul, Jul. Kamu tahu Herman milik Gendis? Licik banget tau nggak, ngerebut kepunyaan orang lain dan sengaja buat Gendis gendut supaya Herman nggak suka lagi dengan Gendis. 

Oleh-Oleh dari Belok Kiri Langsing

Belok kiri langsing tuh sebenarnya istilah timbangan. Kalau jarumnya ke kiri tandanya kan penurunan berat badan. Ada banyak yang bisa dipelajari sih dari buku ini. 

1. Diet itu bukan pengen kurus doang, tapi biar tubuh sehat dengan cara menjaga pola makan dan olahraga yang teratur dan Hidup Analog. Makanannya juga yang sehat seperti buah-buahan dan sayur diperbanyak. Jadi, bukan karena obat-obatan penurun berat badan. 

2. Cowok kalau serius, kita tuh sebagai cewek nggak perlu ngemis kepastian yang ujung-ujungnya jadi debat. Lihat aja tuh Dimas dengan caranya yang benar-benar merhatiin banget si Gendis. Gendis pasti beruntung dengan Dimas, karena Dimas bukan tipe cowok yang mempermainkan hati perempuan. Cuma minusnya sih dia dulunya tambun banget. 

3. Gendis memang punya kondisi fisik yang besar banget. Bersyukurnya teman-temannya di kantor pada asyik-asyik banget, jadinya hidup itu berasa menyenangkan. 

Laptop, Gawai, dan Canva: Perjalanan Kecil untuk Kembali Berkarya

Laptop, Gawai, dan Canva: Perjalanan Kecil untuk Kembali Berkarya
Gambar 1. Ilustrasi alat berkarya

 Sat, set, set. Siapa sih jadi orang yang nggak mau sat set set. Yes, saya sekarang sedang terobsesi ingin menjadi sat set set aja gitu. Walaupun saya ini terbilang tipenya lambat dan bahkan apa-apa serba menjadi bagian yang terakhir dalam mengumpulkan tugas.

Bukan perkara lambat belajar, tapi bingung aja gitu mulai dari mana. Yah, anggaplah tulisan kali ini tuh berupa perkenalan. Setelah sekian lama nggak ngetik dan curcol tentang apa saja yang dilalui. 

Kalau boleh dibilang ya, banyak banget hal terlewat yang belum sempat diceritakan. Melalui artikel ini, saya akan memulai kembali bagian-bagian terlewatkan atau yang sedang berantakan. 

Emang Selama Ini Kenapa ya?

Kalau ditanya kenapa? Saya bisa bilang tidak sedang baik-baik saja. Guncangan diri, terlebih lagi dalam mengendalikan emosi dengan pekerjaan itu membuat saya jumpalitan. Bagi saya ujian yang datang pada diri itu sangat memilukan. Bagi orang lain pasti itu tidaklah seberapa. Namun jejak-jejak kepedihan dalam hidup sesungguhnya membuat saya begitu rapuh bahkan untuk menulis dan berkarya saja saya tak bisa. Sampai pada titik akhirnya, saya berproses dan memiliki mindset yang berbeda dari diri saya 5 atau 10 tahun yang lalu. Maka begitu saya berani menuliskan artikel ini, saya seolah nostalgia bagaimana rutinitasi 5 tahun yang lalu. 

Karya adalah Bentuk dari Baik atau Tidaknya Diri

Berbagai perhitungan mulai saya pikirkan. Dulu saya rajin sekali untuk mendesain, tapi sayang. Keyboard saya tuh belum sampai 3 bulan sudah rusak duluan. Rasanya sebal saja gitu, bolak-balik ganti keyboard internal dan saya pun memutuskan untuk beli keyboard eksternal. 

Seperti biasa, saya kira itu merupakan awal yang baik. Ternyata tidak juga, dikarenakan keyboard internalnya yang lengket. Ketika saya mengetik, jendela layar sering kali terbuka ntah apa-apa dan membuat saya begitu malas untuk melakukan rutinitas pekerjaan desain melalui canva lagi. 

Saya membuat ultimatum pada diri untuk tidak bergantung pada performa laptop yang saya pikir kalau dari gawai toh bisa juga. Akhirnya saya memberanikan diri dengan gawai, walaupun performanya lambat. Hingga pada akhirnya, tuh aplikasi di canva tidak bisa login dengan menggunakan akun belajar abang saya. 

Pada saat yang bersamaan pula LCD gawai yang bisa login akun belajar tuh rusak. Jadi, lengkap aja gitu penderitaannya. LCD dan Keyboard rusak. Auto berpikirlah pula saya ratusan kali. Enggak juga menemukan titik terangnya. Sebab, ketika melihat bajet, saya memang harus memilih untuk mana lebih didahulukan antara keyboard atau LCD. 

Bagi saya tuh keduanya amat penting sekali. Laptop amat mendukung performa saya sebagai penulis dan desainer. Gawai pun mendukung performa saya sebagai konten kreator. Hingga akhirnya kebutuhan itu sendiri yang membuat saya tiba-tiba sat set set keluar biaya tanpa berpikir panjang dan kini keduanya sudah bisa digunakan seperti semula. 

Canva, Aplikasi yang Paling Menyenangkan untuk Diulik

Sebelum tenarnya Canva saat ini. Sejak tahun 2019, saya memang sudah mencobanya kian. Hanya saja kurang kreatif saja nih. Terbilang biasa mah desainnya yang penting asal jadi dan nggak berpikir untuk eksplore lebih lanjut terkait desain mendesainnya. Jadi, kalau hanya persoalan tentang saya sudah terbiasa dengan fiturnya. Harusnya iya. 

Perkembangan Canva pun ternyata melesat dari dugaan. Hingga sekarang masih bisa tetap eksis dan bahkan ada yang namanya Canvasador. Salah satu Canvasador yang saya tahu adalah mbak Tanti Amalia. Ia sangat menyukai perihal Ilustrasi Canva. Tak perlu diragukan lagi tentang desainnya, pasti pada cakep-cakep kalau bisa ditunjuk sebagai Canvasador semenjak tahun 2024. 

Hei, sekarang ini sudah tahun 2026 loh. Termasuk lama juga ya. Beliau juga aktif membagikan tulisannya perihal kesehatan mental di Blogger Lolita.

Karya Merupakan Bentuk Terapi Jiwa

Bagi saya karya itu merupakan representatif diri. Bagaimana keadaan diri, itulah apa adanya dan tidak ada yang ditutup-tutupi. Bahkan tulisan sekalipun juga begitu, walaupun tulisan lebih kompleks dibandingkan ilustrasi kanvas. Kanvas bentuknya lebih tenang dan syahdu ke jiwa hingga memberikan rasa tenang. Sementara tulisan ya tergantung pikiran yang diutarakan. Walaupun bisa juga 'rasa' yang diungkapkan. Setidaknya ini merupakan cara yang lebih baik dibandingkan bercerita kepada orang yang salah. 

Film Sejarah Indonesia Terbaru 2026

Djamin Setia Selamanya
Gambar 1. Poster Djamin Setia Selamanya

Kali ini saya mau rekomendasi film sejarah yang enggak ngebosenin dan worth it banget kalau ditonton sama anak muda dan orang tua. Karena dari segi mindful-nya banyak banget yang bisa dibahas ya. Tema film yang mengangkat lokalitas Sumatera Utara. Kalau kalian lihat, Sumatera Utara pasti identik dengan kata Medan; yap, kebetulan saya punya kenalan Travel Blogger Medan.

Film ini tayang perdana tepat di tanggal 1 Oktober 2026 dan saya mendapatkan kesempatan nobar sekalian bertemu dengan cast utamanya secara langsung serta sang sutradara.

Tokoh utamanya sih Djamin, yang diperankan oleh Rafi Sudirman. Ini terkesan masih baru bagi saya, dan setelah ditanya, ia ternyata bermarga Damanik. Awal lihat trailernya ini kayak enggak menarik, kayaknya biasa aja. Eh, ternyata sekali lihat filmnya, saya malah mikir ini seru kalau ditonton lagi. Soalnya menceritakan sejarah hingga detail tahun dan latar tempatnya.

Sinopsis

Cerita ini dimulai dengan si Djamin yang sedang berbicara di hadapan teman-temannya tentang kemerdekaan. Ia merupakan siswa yang terpelajar, pandai berbahasa Belanda, dan nantinya ia akan menjadi seorang guru. Pada saat itu ia memiliki kekasih yang diajaknya berjalan-jalan di pasar.

Tepatnya di tahun 1942, terjadilah peralihan penjajahan Belanda kepada pihak Jepang. Pada saat itu, dibuka pula kesempatan bagi pribumi untuk menjadi tentara.

Si Djamin sangat tertarik. Ia yakin sekali kalau si Jepang ini bakalan membantu mereka lepas dari perbudakan selama ini dan ia berniat untuk ikutan menjadi tentara. Namun, niat itu malah ditentang hebat oleh ayahnya sendiri dan juga kekasihnya.

Si Djamin mengajak sang kekasih untuk kawin lari saja, setelah itu dia akan menjadi seorang tentara. Namun, kekasihnya menolak; ia tak mau kalau nanti akan menjadi janda karena risiko jadi tentara kan harus siap mati kapan saja. Si Djamin berharap kalau kekasihnya akan datang menemuinya di jembatan, namun pada saat malam pun tiba, kekasihnya tak kunjung datang pula.

Keesokan harinya, ia bertekad untuk pergi ke tempat perekrutan tentara pribumi. Sang ayah marah besar karena Jepang enggak ada bedanya dengan bangsa asing, dan si Djamin pun nekat untuk pergi. Sementara itu, ibu memberikan bekal makanan kepada Djamin untuk di perjalanan nanti. Diam-diam, sang ibu mendukung keputusan si Djamin.

Pada saat perekrutan inilah yang menjadi titik keseruan, di mana si Djamin bertemu dengan peserta lainnya yang akan menjadi sahabatnya nanti. Ia rela menukar nomor panggil hanya untuk membantu temannya yang pingsan karena tidak sarapan. Orang yang ditukar nomor panggilnya pun turut berterima kasih dikarenakan pada saat itu ia juga kebelet buang hajat.

Momen-momen inilah yang terkesan hangat dan jenaka.

Beberapa bulan kemudian dalam pelatihan, si Djamin ditunjuk sebagai komandan. Nah, di situlah ia baru mengetahui bahwa ada hal sepatutnya yang tak perlu dilakukan, yaitu bagaimana rakyat pribumi disiksa oleh tentara Jepang.

Kemudian ia kembali ke rumahnya, meminta restu pada sang ayah. Dialognya juga amat menyentuh, bilangnya seperti ini, "Apalah tinggi pangkat ini bila ayah tak merestui. Tidur pun tak tenang." Sang ayah pun akhirnya bercerita bahwa ia dulu juga melakukan hal yang sama, tapi memang tidak semudah itu untuk mengubah aturan mereka. Pokoknya scene ini amat menyentuh sekali, hingga akhirnya sang ayah pun merestui.

Kemudian Djamin datang ke tempat di mana ia ditugaskan; ia baru menyadari kalau sang perempuan tadi ternyata tinggal di sebelah rumahnya. Tak patah arang, si Djamin berusaha mendekati sang gadis pemberani yang bernama Likas, yang ternyata juga seorang guru. Namun, si Likas berusaha menghindari si Djamin dan menolak berbicara.

Momen-momen ini juga terasa kocak di mana sahabat Djamin yang bernama Kadir (diperankan oleh Chicco Kurniawan) dijadikan sebagai *cupid* (perantara) untuk menghubungkan Djamin dengan si Likas. Hingga pada akhirnya si Kadir berdoa supaya si Djamin bisa menikah dengan si Likas, supaya dia tidak melakukan pekerjaan suruhan memberikan surat dan hadiah pada si Likas melalui perantaranya lagi.

Lambat laun, Likas mau membaca dan membalas surat dari Djamin. Singkat cerita, mereka menikah. Si Djamin pun minta maaf bahwa ia akan meninggalkan si Likas karena tugasnya pada negara, sementara si Likas tampaknya menerima akan keputusan itu dan mendukung suaminya.

Nah, di sinilah baru letak keseruannya, di mana Djamin bersama dengan rekan-rekan seperjuangannya melawan para penjajah. Kita akan disuguhkan view yang menarik dari lokalitas Sumatera Utara.

Hingga akhirnya nanti mereka akan bertemu dengan si Ucok, anak kecil warga sekitar yang menjadi orang kepercayaan. Momen-momen ini cocok banget menggambarkan bagaimana karakter sang pemimpin dalam peperangan. Penasaran banget deh dengan ceritanya, tonton aja sampai habis di bioskop kesayangan kalian ya!

Hal Menarik yang Bisa Dikupas dari Film Djamin Setia Selamanya

Kalau dibilang apa saja yang perlu diulas, banyak banget pokoknya. Nah, lebih cocok kalau dibuatkan poin satu per satu:

1. Tekad Juang si Djamin Ginting

Di era masa kini, kira-kira masih ada enggak ya yang punya niat juang sepemberani dirinya? Kalau ada, pasti sudah jadi incaran banyak orang. Nyalinya besar banget, tenang, penuh perhitungan, dan meskipun berada di puncak kariernya, ia berusaha meminta restu kepada sang ayah. Begitu pula karakternya, tidak gampang goyah, dan tidak pula gampang dihasut.

2. Kadir, Sahabat yang Setia

Kadir ini digambarkan sebagai orang yang mendukung si Djamin. Ia orangnya setia membersamai, bahkan untuk urusan meng-comblang-i dengan Likas, ia siap bersedia meskipun itu sebuah perintah dari Djamin yang merupakan komandannya. Namun, di film digambarkan bahwa mereka adalah sahabat yang siap sedia berkorban meskipun nyawa taruhannya.

3. Selamat Ginting (Jourdy Pranata) Punya Karakter yang Unik

Secara fisik tidak begitu kuat, dia adalah orang yang ditolong Djamin saat pertama kali bertemu. Namun dari tokoh yang diperankan, ia merupakan ahli merakit bom. Ketika musuh datang bagai menangkap mangsa, bom diledakkan secara bersamaan.

4. Ucok, Anak Laki-laki yang Punya Jiwa Pemberani

Sangat cocok sebagai mata-mata. Selain pemberani, ia juga sangat cerdas sekali. Ingatannya amat begitu kuat, bahkan dengan menutup mata sekalipun dalam menelusuri lembah ia pun mampu.

5. Teknik Pencahayaan dan Pemandangan yang Eye-Catching

Ini yang menjadi poin utama saat film ditampilkan. Bagaimana sang sutradara mampu mengatur film ini dengan view yang cakep banget, dan tanpa disadari kita sebagai penonton jadi kepo habis.

6. Likas, Istri Djamin yang Terkesan Mahal

Bagaimana tidak, Likas digambarkan sebagai perempuan yang susah banget untuk didekati. Namun, sekalinya didapat, ia akan menjadi garda terdepan dalam mendukung suaminya, mau sebahaya apa pun situasinya. Faktanya memang perempuan zaman sekarang pun juga begitu, tak mudah didekati, tapi sekalinya didapat, amat beruntung sekali pria itu.

Djamin Ginting dan Likas
Gambar 2. Djamin Ginting dan Likas

Pesan Utama dari Film Ini

Restu adalah hal paling utama dari karier atau langkah yang sedang kita upayakan. Adanya restu itu membuat semuanya berjalan baik dan bahkan dipermudah. Kalau hari ini belum dapat restu, tunjukkan dengan keberhasilan dan buktikan bahwa kita layak untuk mendapat restu tersebut.

Momen Tak Terduga Saat Launching Pertama

Sejujurnya saya tidak tahu kalau sang pemeran utama, Marcell Darwin, dan sutradaranya datang ke Plaza Millennium. Pada saat mau nonton, saya merasa enggak semangat malahan, karena waktu itu enggak tahu sinopsisnya apa dan trailernya gimana. Kayak enggak menarik aja dari segi judul. Terus, entah kenapa saya kepikiran ibun saya yang dari Sunggal, karena letak bioskop yang dipilih itu merupakan titik kumpul yang pas. Yaudah deh, pagi-pagi itu pula saya chat Ibun dan Ibun acc mau nonton. Saya jadi ikut bersemangat ingin nonton.

Ini sebenarnya hal yang anomali bagi saya. Biasanya saya enggak pernah tuh mau nonton hanya karena kawan nonton walaupun sendirian, maunya nonton karena filmnya. Eh, tapi kali ini mau nonton karena kawan nontonnya. Jadi, kayak merasa kawan yang diajak itu menentukan semangat atau nggaknya dalam menonton film.

Rupanya di pagi itu juga, saya sempat dikabarin sama bagian dari PH (Production House) kalau artis-artisnya pada datang. Antusias saya memang enggak begitu *wah* sekali awalnya. Setelah apa yang disampaikannya itu kebenaran, barulah saya tercengang dan ngepost di semua sosmed. Otomatis pada pengen ikutan juga deh. 

Pertemuan dengan Cast Djamin Setia Selamanya
Gambar 3. Petemuan dengan Cast Djamin Setia Selamanya

Kesimpulan

Overall, cerita ini punya sisi yang ibarat makanan 4 sehat 5 sempurna. Romance-nya dapat, kekeluargaannya dapat, dan memacu adrenalinnya pun juga dapat. Rasanya seperti berkelana ke nuansa outdoor activity.

Sempat tanya juga sama sang sutradaranya, "Ini serius syutingnya di Sumatera?"

Katanya enggak, semua proses syuting di pulau Jawa. Namun kalau risetnya, mereka datang langsung ke TKP. Wih, jadi merinding, apalagi saya sebagai penulis. Ini yang memang saya dambakan: bisa keliling dunia hanya melalui tulisan, bahkan hanya riset-riset doang dan enggak perlu biaya mahal!

Identitas Film

  • Judul: Djamin Setia Selamanya
  • Genre: Biografi, Sejarah, Drama
  • Tanggal Rilis: 1 Oktober 2026
  • Durasi: 103 menit
  • Sutradara: Rako Prijanto
  • Penulis Skenario: Titien Wattimena dan Lynda Ulviana

Pemeran Utama:

  • Rafi Sudirman sebagai Djamin Ginting
  • Claresta Taufan sebagai Likas Tarigan
  • Chicco Kurniawan sebagai Kadir
  • Jourdy Pranata sebagai Selamat Ginting
  • Marcell Darwin sebagai Jacob Waas

8 Peluang Bisnis F&B di Sekitar Spot Jogging Jakarta yang Sering Terlewatkan

Peluang Bisnis F&B
Gambar 1. Peluang Bisnis F&b


Bagi pelaku UMKM dan bisnis F&B, lokasi bukan satu-satunya faktor yang menentukan peluang mendapatkan pelanggan. Kebiasaan masyarakat di sekitar lokasi juga penting diperhatikan. Salah satu kelompok yang menarik untuk disasar adalah orang yang rutin jogging.

Jakarta memiliki sejumlah ruang publik yang menjadi tempat masyarakat berolahraga. Car Free Day (CFD), misalnya, berlangsung rutin setiap Minggu di koridor Sudirman-Thamrin. Pemprov DKI juga kembali menggelar CFD di Rasuna Said dengan lintasan sekitar 4,4 kilometer pada 2026.

Aktivitas lari juga berkembang menjadi ekosistem yang lebih luas. Pada 2026, industri lari di Indonesia semakin mendapat perhatian karena banyaknya event dan komunitas yang terbentuk di berbagai kota. Pengeluaran pelari pun tidak hanya berkaitan dengan olahraga, tetapi dapat meluas ke makanan, transportasi, perjalanan, wellness, hingga kebutuhan lainnya. Sehingga aktivitas CFD selalu ramai dengan pengunjung setiap Minggunya. Apalagi disandingkan dengan beragam event secara bersamaan. 

Kondisi tersebut membuka sejumlah peluang bagi bisnis F&B dan menghasilkan omzet lebih banyak dari hari biasanya. Berikut beberapa di antaranya.

1. Menu Sarapan untuk Pelari Pagi

Pelari yang selesai beraktivitas pagi biasanya mencari makanan sebelum melanjutkan kegiatan berikutnya. Biasanya untuk mengejar momen pagi setelah melalui malam yang panjang, mereka tak sempat untuk mempersiapkan sarapan.  

UMKM dapat menyediakan menu sarapan yang praktis, seperti sandwich, oatmeal, telur, buah, atau makanan berbasis karbohidrat dengan porsi yang sesuai.

Pelaku usaha tidak harus mengubah seluruh konsep restoran. Beberapa pilihan menu khusus pada pagi hari sudah cukup untuk menguji respons pasar.

Untuk menilai apakah menu pagi ini berjalan baik, pemilik usaha juga perlu memperhatikan kebiasaan pelanggan selama berada di restoran. Pengamatan langsung sering kali terbatas, terutama saat restoran ramai. Di sinilah kamera CCTV yang dipasang dengan tepat dapat membantu. Selain menjaga keamanan dan kenyamanan pelanggan, rekamannya memberi gambaran tentang area yang paling sering digunakan dan jam-jam paling ramai. Bagi pemilik usaha yang ingin memasang perangkat tersebut, distributor CCTV Hikvision dapat menjadi pilihan untuk mendapatkan produk yang sesuai dengan ukuran dan kondisi tempat.

Data pengamatan semacam ini perlu digunakan secara bertanggung jawab dan tidak menggantikan data pelanggan yang diperoleh dengan persetujuan. Meski demikian, pengamatan terhadap pola penggunaan area dapat membantu pemilik usaha memahami apakah pelanggan lebih banyak memilih tempat duduk tertentu, datang berkelompok, atau lebih menyukai layanan takeaway.

2. Minuman Segar Setelah Jogging

Peluang lain adalah menyediakan minuman yang sesuai untuk konsumen setelah berolahraga. Air mineral, jus buah, smoothies, atau minuman rendah gula dapat menjadi alternatif bagi pelanggan yang ingin melepas dahaga.

Lokasi usaha yang berada tidak jauh dari rute jogging dapat memanfaatkan momen ketika pelari selesai beraktivitas. Penawaran paket minuman dengan makanan ringan juga dapat menjadi pilihan untuk meningkatkan nilai transaksi.

Pelaku UMKM bisa melakukan eksperimen sederhana dengan melihat produk mana yang paling banyak dipesan pada jam tertentu. Jika sebagian besar runner datang setelah sesi pagi, misalnya, bisnis dapat menyesuaikan stok dan promosi pada periode tersebut.

3. Tempat Makan untuk Komunitas Runner

Jogging tidak selalu dilakukan sendirian. Komunitas lari sering menjadikan olahraga sebagai aktivitas sosial. Karena itu, F&B dapat menyediakan meja yang cukup fleksibel untuk kelompok kecil setelah sesi lari.

Area duduk yang nyaman, akses toilet, tempat menyimpan barang, serta proses pembayaran yang cepat dapat menjadi nilai tambah. Konsep seperti ini membuat bisnis tidak hanya menjual makanan, tetapi juga menyediakan tempat berkumpul.

Pemilik bisnis juga dapat mengamati pola kunjungan untuk mengetahui kebutuhan komunitas. Misalnya, apakah pelanggan cenderung datang dalam kelompok, berapa lama mereka berada di lokasi, dan area mana yang paling sering digunakan. Informasi tersebut dapat membantu menentukan tata letak meja atau membuat penawaran yang lebih sesuai.

4. Paket Makan untuk Running Club

Bisnis F&B juga dapat membuat paket khusus untuk komunitas. Contohnya paket sarapan untuk 5–10 orang, voucher minuman setelah latihan, atau menu bundling untuk acara komunitas. Menu voucher bundling ini selalu menjadi pertimbangan bagi komunitas supaya dapat mengatur bajet yang hemat bila dibeli untuk beramai-ramai. 

Strategi tersebut menarik karena komunitas dapat menjadi sumber kunjungan berulang. Ekosistem olahraga juga memiliki karakter komunitas yang kuat. Running club dapat membuka peluang bagi bisnis makanan, wellness, apparel, perjalanan, hingga sponsorship.

Selain menawarkan paket khusus, pemilik bisnis dapat memperhatikan waktu kedatangan kelompok dan menu yang paling sering dipilih. Hasil pengamatan tersebut dapat digunakan untuk membuat paket komunitas yang lebih praktis.

5. F&B yang Buka Lebih Pagi

Jam operasional menjadi faktor yang sering terlupakan. Jika target pasar adalah pelari pagi, restoran yang baru buka menjelang siang tentu kehilangan sebagian momen potensial tersebut.

UMKM tidak harus langsung membuka restoran sepanjang hari. Pemilik bisnis dapat menguji jam operasional lebih awal pada akhir pekan, kemudian membandingkan penjualan dengan hari biasa.

Contohnya, bisnis dapat mencoba membuka lebih pagi pada Minggu ketika aktivitas jogging di sekitar lokasi meningkat. Setelah beberapa minggu, pemilik dapat melihat apakah tambahan jam operasional menghasilkan transaksi yang cukup untuk menutup biaya tenaga kerja dan operasional.

6. Konsep Grab-and-Go

Tidak semua pelari ingin duduk lama setelah jogging. Sebagian mungkin harus segera bekerja atau pulang. Karena itu, makanan dan minuman yang mudah dibawa dapat menjadi peluang tersendiri.

Produk seperti kopi, jus, sandwich, buah potong, atau makanan ringan dalam kemasan praktis dapat ditempatkan sebagai pilihan grab-and-go. Kecepatan pelayanan juga penting karena pelanggan yang selesai berolahraga biasanya tidak ingin menghabiskan terlalu banyak waktu untuk menunggu.

Bisnis dapat menggunakan pengamatan terhadap pola pembelian untuk menentukan produk mana yang paling cocok ditempatkan di area kasir atau dibuat dalam bentuk paket cepat. Jika mayoritas pelanggan hanya membeli minuman dan satu makanan ringan, misalnya, paket tersebut dapat dibuat lebih mudah terlihat.

7. Membuat Bisnis Mudah Ditemukan Secara Online

Lokasi yang dekat dengan spot jogging belum tentu langsung diketahui oleh pelari. Calon pelanggan bisa saja mencari “sarapan dekat CFD”, “tempat makan dekat jogging track”, atau “coffee shop dekat lokasi lari” sebelum menentukan tujuan.

Karena itu, bisnis perlu memperhatikan keberadaan digitalnya. Selain mengoptimalkan profil bisnis dan ulasan pelanggan, pemilik UMKM dapat mempertimbangkan jasa iklan Google untuk menjangkau orang yang sedang mencari produk atau tempat makan yang relevan dengan kebutuhannya.

Informasi seperti jam buka, alamat, menu, foto, fasilitas, dan ulasan pelanggan juga penting diperbarui secara berkala. Semakin jelas informasi yang tersedia, semakin mudah calon pelanggan menentukan apakah tempat tersebut sesuai dengan kebutuhannya setelah jogging.

Pada akhirnya, peluang F&B di sekitar spot jogging Jakarta tidak terbatas pada menjual makanan sehat. Kebiasaan runner membuka berbagai kebutuhan mulai dari sarapan, minuman, tempat berkumpul, layanan cepat, hingga fasilitas yang mendukung komunitas.

Dengan memahami rutinitas tersebut dan menggabungkan pengamatan di lokasi dengan data pemasaran digital, UMKM dapat menemukan ceruk pasar yang lebih spesifik daripada sekadar menyasar konsumen umum.

Rekomendasi Aplikasi dan Tools Wajib Punya untuk Content Creator Pemula

Rekomendasi Aplikasi dan Tools Wajib Punya untuk Content Creator Pemula
Gambar 1. Kreator Kit

Industri kreator konten di Indonesia sedang berada di puncak pertumbuhannya. Menurut laporan "State of the Creator Economy" dari GroupM-GOAT Indonesia, saat ini ada sekitar 12 juta kreator aktif di Tanah Air yang menghasilkan 500 ribu hingga 1 juta konten setiap bulannya, menjadikan Indonesia sebagai produsen konten terbesar di Asia Tenggara.  Tak hanya dari kalangan muda saja, tapi ke semua kalangan. Angka ini sekaligus jadi sinyal bahwa persaingan di dunia konten makin ketat, dan kreator pemula butuh "senjata" yang tepat agar kontennya tidak tenggelam. Sehingga diperlukan setiap kreator ciri khas untuk dapat menarik kerjasama dengan pihak-pihak lain. 

Nah, berikut beberapa aplikasi dan tools yang sebaiknya kamu punya sejak awal terjun jadi content creator.

1. Tools Riset Kata Kunci dan Ide Konten

Sebelum membuat konten, penting untuk tahu apa yang sebenarnya dicari audiens. Tools seperti Google Trends, Ubersuggest, atau AnswerThePublic bisa membantu menemukan topik yang sedang naik daun sekaligus kata kunci yang berpotensi besar mendatangkan trafik. Kalau kamu mulai serius membangun blog atau website sebagai basis konten, strategi riset kata kunci ini sebaiknya dilakukan berkelanjutan, bukan sekali jalan. Di sinilah banyak kreator pemula yang beralih menggunakan jasa SEO bulanan agar performa pencarian kontennya tetap terpantau dan dioptimasi secara rutin tanpa harus mempelajari semuanya sendirian dari nol.

Kata kunci yang efektif di dalam konten akan membuat artikel mudah ditemukan orang lain. 

2. Aplikasi Desain dan Editing Visual

Canva tetap jadi andalan untuk membuat thumbnail, feed Instagram, hingga infografis sederhana tanpa perlu skill desain tingkat lanjut. Kelebihan dari canva ini adalah bisa dibuat lewat device mana aja asal terhubung dengan internet. Mulai dari laptop, tab, hingga gawai.

Untuk video, CapCut jadi pilihan favorit karena fiturnya lengkap dan gratis, mulai dari auto-caption hingga efek transisi yang sedang tren di TikTok dan Reels. Bila tidak mahir dalam membuat video, pilihan terbaik adalah menggunakan template yang sudah disediakan oleh capcut. Sehingga memangkas waktu menjadikannya lebih cepat diselesaikan. 

3. Aplikasi Penjadwalan Konten

Konsistensi adalah kunci dalam dunia konten. Tools seperti Buffer, Later, atau fitur penjadwalan bawaan Meta Business Suite memungkinkan kreator menyiapkan konten jauh-jauh hari dan mempublikasikannya otomatis sesuai jadwal, tanpa harus standby di depan layar setiap saat.

4. Tools Analitik dan Insight

Memahami performa konten sama pentingnya dengan membuat konten itu sendiri. Google Analytics untuk website, serta fitur Insight bawaan Instagram, TikTok, dan YouTube Studio, membantu kreator melihat konten mana yang paling disukai audiens sehingga strategi berikutnya bisa lebih terarah.

5. Aplikasi Produktivitas dan Manajemen Konten

Notion atau Trello sangat membantu untuk menyusun content plan, mengatur deadline, sampai menyimpan ide-ide konten yang muncul tiba-tiba. Buat kreator yang mengerjakan konten sambil kuliah atau kerja, tools ini jadi penyelamat agar jadwal tetap rapi.

6. Tools Pemantauan Tren Topik Finansial

Khusus untuk kreator yang mengambil niche finansial atau edukasi investasi, memantau pergerakan pasar jadi bagian penting dari riset konten. Ini relevan mengingat data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor aset kripto di Indonesia sudah menembus 20,19 juta orang per Desember 2025, dengan total nilai transaksi sepanjang tahun mencapai Rp482,23 triliun. Menariknya, sekitar 60% dari investor tersebut berusia 18-30 tahun, menunjukkan betapa besarnya minat Gen Z dan milenial terhadap topik ini. Kalau kamu ingin membuat konten edukatif seputar tren pasar digital, membaca artikel kripto dari sumber yang kredibel bisa jadi bahan riset awal sebelum menyusun naskah atau script video.

7. Aplikasi Monetisasi dan Pembayaran Digital

Terakhir, kreator pemula juga perlu familiar dengan platform monetisasi seperti Google AdSense, fitur Creator Fund di berbagai platform, hingga dompet digital untuk menerima pembayaran dari brand partnership. Memahami cara kerja platform-platform ini sejak awal akan memudahkan proses pencairan pendapatan di kemudian hari.

8. Tools Kolaborasi dengan Tim atau Editor

Begitu konten yang dihasilkan makin banyak, biasanya kreator mulai membutuhkan bantuan editor video, admin media sosial, atau desainer lepas. Di titik ini, aplikasi berbagi file seperti Google Drive dan Dropbox, serta tools komunikasi seperti Slack atau grup WhatsApp khusus tim, jadi penting untuk menjaga alur kerja tetap rapi. Kreator yang sudah mulai membangun "tim kecil" biasanya juga lebih disiplin menyusun SOP sederhana, misalnya format brief konten atau checklist sebelum publish, supaya kualitas tetap konsisten meski dikerjakan lebih dari satu orang.

Hal ini sejalan dengan temuan dari laporan creator economy global, di mana lebih dari 90% kreator kini memanfaatkan tools berbasis AI untuk membantu proses brainstorming, editing, hingga optimasi konten. Artinya, kombinasi antara kreativitas manusia dan bantuan teknologi memang sudah jadi standar baru dalam industri ini, bukan lagi sekadar opsi tambahan.

Jadi content creator di era sekarang bukan cuma soal kreativitas, tapi juga soal memanfaatkan tools yang tepat agar kerja jadi lebih efisien dan hasilnya lebih maksimal. Dengan persaingan konten yang makin ketat seperti sekarang, memiliki kombinasi tools riset, desain, analitik, hingga manajemen waktu akan sangat membantu kreator pemula membangun fondasi yang kuat sejak awal perjalanan kontennya.

Solusi Logistik SERA Pangkas Risiko Kerusakan Barang

Serasi Autoraya (SERA)
Serasi Autoraya (SERA) 

(Foto: Dok. Pribadi)

Jakarta, diaryharumpuspita.com - Tingkat kompleksitas rantai pasok dan minimnya pengawasan langsung di lapangan acap kali menjadi akar masalah terhambatnya arus barang di Indonesia. Kendala seperti penumpukan stok di gudang, keterlambatan pengiriman akibat rute yang tidak efisien, hingga risiko kerusakan muatan rentan memicu pembengkakan biaya operasional. Bagi para pelaku usaha, hambatan logistik semacam ini tidak hanya merusak margin bisnis, tetapi juga menurunkan daya saing produk di pasar nasional maupun global.

Menjawab tantangan tersebut, PT Serasi Autoraya (SERA) sebagai bagian dari Grup Astra hadir membawa penyelesaian yang konkret. Sebagai perusahaan transportasi dan logistik penyedia layanan terpadu (end-to-end), SERA membantu pelaku usaha mengurai kerumitan rantai pasok melalui optimalisasi rute dan pengelolaan pengiriman barang secara menyeluruh. Berbekal jaringan operasional yang tersebar luas di seluruh penjuru negeri, SERA menghadirkan ekosistem distribusi modern yang adaptif dan terstruktur.

Layanan Terintegrasi

  • Transportasi Darat (Trucking): Menyediakan fleksibilitas moda transportasi dengan pilihan armada yang beragam, mulai dari light vehicle hingga truk tronton yang dapat disesuaikan dengan volume muatan.
  • Keamanan Kargo Khusus: Fasilitas pendingin (chiller) dan frozen cargo hadir untuk memastikan produk sensitif, seperti bahan makanan beku atau kebutuhan medis tetap terjaga kualitasnya secara konsisten selama perjalanan.
  • Visibilitas Berbasis Real-Time: Integrasi teknologi modern memungkinkan pemantauan posisi serta status muatan secara langsung, yang berguna meminimalkan waktu henti (downtime) dan meningkatkan produktivitas operasional.
  • Manajemen Pergudangan (Warehousing): Menjamin efisiensi melalui pengelolaan stok yang presisi. Dukungan Warehouse Management System (WMS) memastikan proses pelacakan persediaan (incoming, binning, hingga picking) berjalan akurat tanpa selisih (zero discrepancy).
  • Pengiriman Multi-Moda (Freight Forwarding & Shipping): Melayani kargo umum maupun alat berat dengan jaminan keselamatan (safety), ketepatan waktu (on time), dan kualitas (zero defect) untuk rute domestik maupun internasional, lengkap dengan pengawasan 24/7 (port-to-port).
  • Kargo Proyek (Project Cargo): Penanganan khusus yang dirancang secara spesifik untuk pengiriman barang berukuran besar (oversize) maupun bermuatan sangat berat (overweight).

Kendali Operasional Lewat Inovasi Teknologi

Pemanfaatan sistem informasi terintegrasi menjadi pondasi utama SERA dalam mengatasi kendala visibilitas dan efisiensi pengiriman. Sistem manajemen armada yang diterapkan terbukti mampu membantu mitra dalam mengawasi pergerakan kendaraan, mengukur performa pengemudi, serta menekan biaya operasional secara signifikan. Pendekatan berbasis digital ini memberikan kendali penuh bagi pengguna jasa, sehingga proses distribusi barang berjalan jauh lebih aman, praktis, dan hemat biaya.

Perjalanan Mendadak Bebas Panik Bersama TRACtoGo

TRAC
TRAC (Foto: Dok. Pribadi)

Jakarta, diaryharumpuspita.com - Menghadapi acara keluarga mendadak, liburan rombongan, atau agenda bisnis kelompok kerap memicu pusing, terutama ketika kapasitas kendaraan pribadi tidak mencukupi. Memaksa bepergian secara terpisah dengan beberapa mobil atau bergantung pada transportasi umum sering kali menguras energi, memicu stres akibat kemacetan, dan mengganggu kebersamaan. Ditambah lagi, mencari rental mobil berkapasitas besar secara mendadak biasanya terkendala prosedur sewa lama yang mewajibkan pemesanan berhari-hari sebelumnya.

Guna mengurai kerumitan mobilitas kelompok yang mendesak, TRAC hadir membawa jawaban praktis melalui fitur Pick Up Now di aplikasi TRACtoGo. Fitur ini dirancang khusus bagi Anda yang membutuhkan rental mobil siap pakai secara instan tanpa perlu repot melakukan reservasi 24 jam sebelumnya. Begitu rencana bepergian muncul, Anda bisa langsung memesan armada di hari yang sama dan kendaraan siap meluncur ke titik penjemputan.


Kelebihan Utama Fitur Pick Up Now untuk Aktivitas Harian


Fitur ini memberikan fleksibilitas penuh tanpa batasan prosedur sewa yang kaku. Berikut ragam kemudahannya:


  1. Pemesanan Instan Langsung Pakai di Hari H: Solusi cepat tanpa perlu persiapan rumit jauh hari. Cukup buka aplikasi saat kebutuhan muncul, dan armada TRAC siap mengantar Anda dan rombongan menuntaskan berbagai urusan.

  2. Transparansi Posisi dan Kepastian Penjemputan: Pengguna dapat memantau lokasi armada serta estimasi waktu kedatangan secara akurat via aplikasi TRACtoGo, sehingga jadwal kegiatan kelompok tetap terencana tanpa rasa cemas.

  3. Fitur Pemesanan Jarak Jauh untuk Keluarga: Memberikan kemudahan saat Anda harus mengatur transportasi bagi kerabat di lokasi terpisah. Meskipun Anda sedang sibuk di tempat lain, keluarga tetap mendapatkan jemputan yang aman dan nyaman.


Jaminan Kualitas dan Kenyamanan Ekstra dari TRAC


  1. Armada Terawat, Bersih, dan Prima: Kebersihan kabin dan performa mesin menjadi prioritas utama. Seluruh unit berusia di bawah lima tahun dengan perawatan berkala standar Astra, menjamin perjalanan bersama terasa menyenangkan.

  2. Pengemudi Andal dan Profesional: Anda dan rombongan cukup duduk santai melepas lelah di kabin tanpa perlu stres menghadapi kemacetan, karena pengemudi TRAC telah terlatih serta menguasai rute-rute paling efisien.

  3. Jaringan Operasional Luas di 24 Kota Besar: Layanan TRAC tersebar di berbagai pusat kota Indonesia, mulai dari Jawa hingga luar Jawa, dengan standar mutu layanan yang seragam.

  4. Dukungan Bantuan Siaga 24/7: Untuk mengantisipasi berbagai kondisi darurat selama perjalanan, Customer Assistance Center TRAC siap melayani Anda kapan saja melalui line 1500009.


Kemudahan Mobilitas Kelompok dalam Satu Aplikasi


Kini, urusan perjalanan mendadak bersama rombongan tak lagi menjadi beban. Lewat hadirnya fitur Pick Up Now dari TRACtoGo, seluruh rencana bepergian dapat terlaksana secara praktis, nyaman, dan tenang.


Kunjungi situs resmi www.trac.astra.co.id atau segera unduh aplikasi TRACtoGo di smartphone Anda untuk merasakan pengalaman bepergian tanpa hambatan hari ini.


TRAC Rental, Teman di Setiap Kilometer.


Momen Spesial Menjelang HUT RI 81 Bersama Durian Blogger Medan x Sadar Group Official

Nggak akan ada yang bisa menghalangi untuk orang yang diundang ke baitullah. Meskipun itu tampak mustahil. 

Minggu, 16 Agustus 2026. Blogger Medan mengadakan acara Durian, yaitu pertemuan ara blogger Medan yang tentunya membahas hal yang berkaitan tentang dunia digital. Kali ini materinya daging sekali, yaitu tentang Digital Marketing.

Saya yang tertarik akan hal itu tentu sangat senang bila seandainya mendapatkan materinya secara menyeluruh. Tak terbayang bila banyak catatan yang bisa saya bawa pulang dengan ketikan catatan di gawai. 

Hari Patah Hati Memang Enggak Ada Dalam Kalender

Selain hari apes, hari patah hati tidak ada yang namanya dalam kalender. Apes masih bisa ditalangi satu atau dua hari, tapi kalau patah hati? Itu sembuhnya kapan ya? Bahkan saya sendiri nggak tahu kapan sembuhnya. Bahkan kejadiannya sudah 8 hari sebelumnya, rasanya masih sama. Gelapnya semakin tidak dipahami, ini harus apa ya? Mau cerita nggak ada energi sama sekali. Namun yang pasti, ujian patah hati dikarenakan salah membela orang lain yang berdampak pada kekacawan tak tekira. Semoga ada hal-hal baik setelah ini. Aamiin ya rabbal alamiin. 

Momen ini yang membuat saya sambil merengek harus tetap jalan. Ingin lari dari kerjaan, tapi enggak bisa. Jalan ya tetap jalan, tapi jalannya berasa naik kura-kura.  Namanya hati, suka banget nggak singkron. Sementara otak tetap bilang, "ayo jalan. Jangan cemen. Galau nggak bikin kita kaya. Kalau mermaid enggak apa-apa, galau bagian dari kerja dengan mengeluarkan air mata yang jadi permata.  Nah, elu. Galau? Hujan di mana-mana tuh."

Satu Momen Tak Terduga

Karunia Sambas yang dikenal sebagai spesialis ceita anak dengan kiprahnya bersinar ke mana-mana. Datang dari jauh, Tanjung Balai.  

Seakan tak percaya ia hadir sebagai tamu yang datang dari daerah luar. Padahal ingin ketemuan aja rasanya susahnya minta ampun. Bolak-balik datang ke Medan, tapi vibesnya nggak ketemu. Kalau sayanya yang lupa berkabar, ya beliau juga lupa berkabar. 

Sungguh kehadirannya bak pelipur lara. Hanya dengan melihatnya saja, nggak perlu cerita apapun. Rasanya, beban sedih yang ke belakang itu lupa seketika. "Ternyata, saya masih punya teman yang frekuensi ya." Apalagi di sana kebetulan, ketemu kak Dewi. Widih, berasa tenang nih hati. 

Momen ini jadi merasa syahdu saja ketika Kak Windi langsung mengenali saya yang selama ini ia mengetahui saya lewat sosial Media. Bahkan setelah selesai acara sekalipun, ini mulut kagak ada remnya ngobrol tentang dunia marketing. Sampai saya pun nyeletuk gini. "Pas ada saya pasti bakalan nanya terus deh."

"Nah iya, kakak kan suka tanya orangnya."

Nah iya, bertanya. Walaupun sekilas nyebelin, tapi saya nanya bukan tentang ranah pribadi kok. Pasti selingkaran tentang apa yang dibahas pada acara.

Serasi Kafe, Vibes orang Have yang Cozy

Waktu pertama kali masuk nih ke dalam cafe. Kan beneran deh, sayang banget kalau datangnya lama. Pilihannya memang dua, satu peduli dengan diri sendiri supaya datang lebih awal atau menunaikan amanah terlebih dahulu. Maka saya pun memutuskan untuk menuntaskan amanah yang belum tertunai, yaitu mengantar hasil pekerjaan dan mengambil titipan kak Sambas yang kebetulan satu arah ke sana. 

Sudah lama datang ke acara tidak terlambat rasanya kok sedih ya. Dulu kayaknya sering terlambat datang ke acara, tapi nggak sedih-sedih amat. Begitulah prinsip hidup saya, lebih baik datang terlambat daripada nggak datang sama sekali. Sebab kita tidak pernah tahu di detik ke berapa hidayah itu hadir ke kita. 

Meskipun saya berpikir, wuah pasti nggak bakalan dapat nih vibesnya ngonten di sana. Eh, nggak tahunya malah ada dong lomba konten reels. Sekalian aja dong, setelah selesai acara. Pas momennya usah shalat ashar saya pun berburu footage seketika.

Serasi Cafe

Vibes di Serasi Cafe tuh ya estetik dan cakep. AC dingin, pelayanannya juga ramah. Nah yang lebih gongnya lagi adalah cafe ini bukan hanya mengusung nuansa modern, tetapi juga menyediakan menu lokal seperti cendol dan yang lainnya. 

Ngobrolin Digital Marketing Bersama Blogger Medan

Walaupun sebenarnya pembahasannya nggak jauh dari itu itu aja tentang sosial media spesialis. Perkembangannya ini yang semakin hari bisa aja semakin berbeda. Seperti di dalam pembahasan pemateri bahwa saat ini untuk sosial media lebih menjanjikan perseberannya dibandingkan blog itu sendiri. 

Berasa nostalgia deh, pas di tahun 2019. Blogger masih eksis-eksisnya, banyak lomba blog yang berdatangan dan sering juga kan dapat undangan review UMKM seperti bolu toba Medan.  

Nah, pada kali ini setiap peserta yang hadir di acara momen Durian spesial Kemerdekaan sudah dipastikan mendapatkan voucher diskon 50% dari Dimsum Juara. Khusus di outlet Medan Johor. Jadi kalau harganya 50 ribu, kita tuh cukup bayar 25 ribu doang. Wuah, diskon sehemat ini untuk pecinta Dimsum dijamin kagak nolak mah. 

Bagian yang paling membuat saya yakin adalah ketika ada kata-kata, konten itu dimulai dari apa yang kita bisa. Bukan dari editing yang ribet atau gimana ya. 

Seketika tuh, tadinya yang suka banget insecure sama konten orang lain. Eh, malah nggak jadi deh. Terutama pada views, lihat punya orang-orang kok pada ramai ya. Punya sendiri malah kagak. Sekalinya stalking ya wajar aja dong kalau pengikutnya sedikit kan mempengaruhi. 

Era Sosial Media Sedang Trending, Yakin Nggak Mau Mulai?

Kalau dulu brand banyak yang ngebidik akun besar dengan berjuta followers. Kini malah berbalik arah, brand justru sedang ngebidik akun yang mikro. Yah, yang mulai dari 1k followers seperti saya ini. 

Walaupun kecil, tapi memang yang potensial ada. Kalau boleh sekalian refleksi nih, saya punya akun khusus dengan branding buku. Nah, kalau jualan buku atau orang tanya-tanya tentang buku banyak yang percaya. Intinya sampai di level kepercayaan. Kalau rata-rata orang pada percaya ini nih yang repot. Kerjaan bisa lembur terus dong. 

Soal miroring konten juga sempat dibahas juga kan. Apalagi ada pekerjaan yang menjanjikan saat ini, yaitu Affiliator. Bang Hari D tuh sempat bilang, kalau dia tuh upload dulu id Instagram, baru setelahnya di tiktok. Biasanya viewsnya bakalan sebelas dua belas gitulah di Instagram dan Tiktok. 

Surprise yang Bikin Merinding dari SADAR Group

Soal kesuruan yang bikin ngerasa wuah ini yang sebenarnya saya enggak tahu. Katanya bakalan dapat voucher Umrah dari SADAR Grout.  Nggak menyangkan aja sih, kalau SADAR Group ternyata merupakan perusahaan penyedia layanan khusus travel umroh dan Haji. Selain menjediakan fasilitas akomodasi serta transportasi yang baik. juga memberikan pembimbingan ibadah yang sesuai dengan tuntunan syariat. 

Seiring berjalannya waktu, SADAR Group memperkuat ekosistem layanannya melalui inovasi berbasis digital setelah pengelolaan media yang modern. Melalui integrasi strategi pemasaran digital inilah dengan keterbukaan informasi dan peningkatan sumber daya manusia. SADAR Group hadir memberikan pengalaman ibadah yang semakin mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. 

Kini SADAR Group memiliki 3 Cabang

  • Kantor Pusat Medan: Jl. Panglima Denai No 80 C Amplas, Kec. Medan Amplas Kota Medan, Sumatera Utara. 
  •  Kantor Cabang Batam: Tunas 1 Industrial Estate Blok D No 4 Belian Kec. Batam Kota, Kepulauan Riau. 
  • Kantor Cabang Bogor: Ruko Taman Topi Square Jl. Kapten Muslihat No 07 Cibogor, Kota Bogor, Jawa Barat. 

Persoalan, siapa sih yang nggak ingin ke Baitullah? Rata-Rata hampir semua orang yang umat muslim pasti ingin ke Baitullah. Kadang sempat terpikir di dalam pikiran saya, ternyata in this ekonomi ternyata nggak mudah ya punya penghasilan seperti orang-orang kok mudah sekali untuk mendapatkannya. Makanya ada orang yang bolak-balik ke Baitullah.  

Namun ada juga orang yang bekerja siang malam, dari Kaki jadi kepala atau bahkan Kepala jadi Kaki. Itu pun belum tentu mencukupi kebutuhan hidup. Namun begitulah, persoalan mencari. Pasti nggak akan ada habis. Selalu ada kurangnya dan sebenarnya tanpa disadari merupakan suatu ujian pada diri juga kan. 

Pada masa itu, shalat kita semakin khusyuk nggak dalam meminta bantuan kepada yang Maha Pemberi Rezeki? Jangan-jangan pikiran entah ke mana-mana untuk kerjaan. Wallahu alam, ini tuh menjadi refleksi kepada diri aja sih sebenarnya. 

Ibarat rindu, rindu yang tak tahu ini bisa ketemu atau tidak. Ya, rindu ke Baitullah. Ingin sekali bertamu ke rumahnya Allah. Hati yang melekat dan nggak tahu kapan akan ke sana. 

Teman saya yang mengenali saya, Kak Windi mengatakan seperti ini, "Nggak akan ada yang bisa menghalangi untuk orang yang diundang ke baitullah. Meskipun itu tampak mustahil. "  

Rasanya belum ada lima menit saya mendengar ucapan itu. Eh, malah tiba-tiba dipanggil dong, jadi peserta yang beruntung mendapatkan voucher Umroh dari SADAR Group. Seketika, saya tak percaya mendengar pengumuman itu. Eh, kok bisa? Mimpi apa semalam? Kayaknya enggak ada. 

Hanya saja mendetak begini aja sih, niat yang baik Allah selalu tahu akan hal itu. Apalagi orang yang selalu menepati janji dan amanah dalam hidup. Memang nggak mudah mengalah dalam kehidupan, tap Allah selalu tahu bagaimana caranya memberi kejutan dari arah yang tak disangka-sangka.