Kemarin, agaknya merupakan waktu yang paling tepat untuk memulangkan buku. Harusnya, tanggal 23 saya sudah memulangkan buku. Nyatanya buku itu hilang dan harus diganti dengan buku baru yang berjudul After The Storm, novel lokalitas yang mengangkat cerita tentang seorang anak yang ditinggal ibunya karena memilih pria lain.
Tak lupa saya pun mengabadikan sedikit suasana ruangan di dalam kamera. Kemudian naik ke lantai fiksi, untuk membaca buku. Kata sang petugas, meskipun tak bisa meminjam buku sesuai dengan waktu keterlambatan. Saya pun masih diperkenankan membaca. Maka membaca kali ini merupakan titik balik yang menantang bagi saya.
Pertama, saya harus menghindari pasangan yang sedang berpacaran di dalam perpustakaan. Kedua, buku pilihan kali ini bisa saja membuat saya tak tertarik untuk membacanya. Ketiga, baru kali ini saya berada di ruangan perpustakaan yang berisik. Bahkan saat membaca pun saya kehilangan fokus mendengar percakapan orang lain, hingga saya memutuskan untuk mengunduh Instrumen membaca. Supaya makin syahdu ketika saya membaca.
Maka ketika waktu sangat singkat, yaitu mulai dari setengah 4 sore dan saya pun harus bergegas pulang. Terpilihlah buku dengan lembaran tipis dengan perpaduan cover merah dan putih. Biasanya, saya akan memilih buku nonfiksi yang sesuai dengan kebutuhan diri butuhnya asupan apa. Namun karena sekarang ini saya memutuskan untuk menjadi anak fiksi. Mau tak mau pun harus membacanya juga yang ranah fiksi.
Kenapa saya bilang review singkat? Sebab review kali ini tuh tidak kata per kata seperti biasa, bahkan mengabadikan yang terpenting sekalipun tidak kepikiran. Tujuan utama saya adalah bagaimana saya bisa mengetahui alur cerita dan tujuan apa yang disampaikan di dalam novel.
Setelah belasan lembar saya baca. Akhirnya saya memutuskan untuk shalat ashar terlebih dahulu. Namun kali ini setelah 5 menit azan berlalu saya barulah memberanikan diri untuk ke musala dan saya pun bertemu dengan sang ibu yang merupakan pekerja di Perpustakaan Daerah Sumut itu.
"Hei, tumben banget nggak kemari?"
Saya terkejud, ibu itu kok bisa mengetahui saya sudah lama tidak ke sana? Padahal bagi saya rasanya masih baru-baru aja ke Perpustaakan, meskipun di Perpustakaan Bank Indonesia sih sebelumnya. Tetap saja, nuansa buku-buku itu masih terasa lekat di hati.
Momen sang ibu mengingat berapa lama saya tak datang, itu membuktikan bahwa ada sedikit kerinduan bila tak bertemu dengan saya. Saya pun menjelaskan sedikit alasan kenapa saya tak datang di hari sebelumnya.
"Yang sabar ya Nak."
"Iya Ibu."
Begitulah saya hari ini, tak ingin mengambil pusing. Kalau nggak ada, ya bisa dibeli lagi aja yang baru. Nggak perlu membesarkan hal-hal yang kecil. Walaupun mama saya pun sudah marah tahu bila buku pinjaman itu hilang.
Identitas Buku
Judul Buku: Neraka Dunia
Penulis: Nur St. Iskandar
Jumlah Halaman: v+164
Tahun Terbit: Maret 2020
Penerbit: KPG (Kepustakaan Propuler Gramedia)
ISBN: 978-602-481-292-8
Sinopsis
Kisah seorang pemuda yang bernama Ahmad Salam, pergi merantau keluar kota dan terjerembab dalam dunia gelap alias ranah pelac*r. Hingga ia menderita penyakit yang disebut Raja Singa alias Sifilis.
Ahmad punya adik, namanya Fatimah. Namun perangai keduanya berbeda. Ahmad, sangat suka nonton dan nyanyi-nyanyian. Sementara adiknya, sangat suka beribadah.
A.Salam merupakan keluarga yang berada. Orang tuanya pengusaha meubel dan tak heran bila Ahmad bisa masuk ke dalam lingkaran gelap itu. Padahal Ahmad dulunya sangat dipuja di kampungya, ia terkenal seperti anak baik. Bahkan terlihat baik di mata masyarakat.
Tiga tahun kemudian, meskipun telah lama kejadian ia mengalami penyakit raja singa dan lebih percaya kepada dukun dibandingkan dokter. Ia terpikat dengan kecantikan Aisha, gadis yang usianya lebih muda dibandingkan dirinya.
Ternyata ketidakjujuran itulah yang menyebabkan ia harus kehilangan keturunan pertamanya dan Aisha pun nyaris gila karena mengetahui kebenaran akan hal itu.
Tentang Buku Ini
Meskipun buku ini mengungkapkan kisah gelap yang harusnya tidak menjadi contoh bagi anak muda. Setidaknya banyak sekali insight yang saya dapatkan dari buku ini.
- Secara penyampaian penulisnya menuangkan dengan gaya bahasa yang sastra. Sehingga, mau sededek atau kesel apapun isi cerita, jadi bisa diterima bagi saya selaku pembaca.
- Pengetahuan tentang penyakit kelamin raja singa. Nah, ini yang unik, saya pun penasaran dan dari ciri fisik bisa dikenalin ternyata. Dulu sewaktu sekolah pernah juga belajar ini, ternyata di dunia nyata emang ada loh. Jadi, bukan hanya teori doang kan. Nah, ciri-ciri fisik ini bisa diwaspadai mana tahu ketemu buaya yang ngakunya sehat, tapi eh kok ada ciri-ciri seperti ini
- Mendidik anak ternyata enggak mudah, jangan dimanja. Nah ini yang terjadi pada A.Salam. Semua keinginannya malah dituruti. Makanya ngebentuk anak yang seperti ini. Ia justru terpeda dengan wanita.
- Salah pilih kawan hancurlah masa depan. Berawal dari temannya A.Salam yang di Surabaya bernama Aladdin. Aladdin pulalah yang memperkenalkan ini pada A.Salam.











