![]() |
| Gambar 1. Poster Djamin Setia Selamanya |
Kali ini saya mau rekomendasi film sejarah yang enggak ngebosenin dan worth it banget kalau ditonton sama anak muda dan orang tua. Karena dari segi mindful-nya banyak banget yang bisa dibahas ya. Tema film yang mengangkat lokalitas Sumatera Utara. Kalau kalian lihat, Sumatera Utara pasti identik dengan kata Medan; yap, kebetulan saya punya kenalan Travel Blogger Medan.
Film ini tayang perdana tepat di tanggal 1 Oktober 2026 dan saya mendapatkan kesempatan nobar sekalian bertemu dengan cast utamanya secara langsung serta sang sutradara.
Tokoh utamanya sih Djamin, yang diperankan oleh Rafi Sudirman. Ini terkesan masih baru bagi saya, dan setelah ditanya, ia ternyata bermarga Damanik. Awal lihat trailernya ini kayak enggak menarik, kayaknya biasa aja. Eh, ternyata sekali lihat filmnya, saya malah mikir ini seru kalau ditonton lagi. Soalnya menceritakan sejarah hingga detail tahun dan latar tempatnya.
Sinopsis
Cerita ini dimulai dengan si Djamin yang sedang berbicara di hadapan teman-temannya tentang kemerdekaan. Ia merupakan siswa yang terpelajar, pandai berbahasa Belanda, dan nantinya ia akan menjadi seorang guru. Pada saat itu ia memiliki kekasih yang diajaknya berjalan-jalan di pasar.
Tepatnya di tahun 1942, terjadilah peralihan penjajahan Belanda kepada pihak Jepang. Pada saat itu, dibuka pula kesempatan bagi pribumi untuk menjadi tentara.
Si Djamin sangat tertarik. Ia yakin sekali kalau si Jepang ini bakalan membantu mereka lepas dari perbudakan selama ini dan ia berniat untuk ikutan menjadi tentara. Namun, niat itu malah ditentang hebat oleh ayahnya sendiri dan juga kekasihnya.
Si Djamin mengajak sang kekasih untuk kawin lari saja, setelah itu dia akan menjadi seorang tentara. Namun, kekasihnya menolak; ia tak mau kalau nanti akan menjadi janda karena risiko jadi tentara kan harus siap mati kapan saja. Si Djamin berharap kalau kekasihnya akan datang menemuinya di jembatan, namun pada saat malam pun tiba, kekasihnya tak kunjung datang pula.
Keesokan harinya, ia bertekad untuk pergi ke tempat perekrutan tentara pribumi. Sang ayah marah besar karena Jepang enggak ada bedanya dengan bangsa asing, dan si Djamin pun nekat untuk pergi. Sementara itu, ibu memberikan bekal makanan kepada Djamin untuk di perjalanan nanti. Diam-diam, sang ibu mendukung keputusan si Djamin.
Pada saat perekrutan inilah yang menjadi titik keseruan, di mana si Djamin bertemu dengan peserta lainnya yang akan menjadi sahabatnya nanti. Ia rela menukar nomor panggil hanya untuk membantu temannya yang pingsan karena tidak sarapan. Orang yang ditukar nomor panggilnya pun turut berterima kasih dikarenakan pada saat itu ia juga kebelet buang hajat.
Momen-momen inilah yang terkesan hangat dan jenaka.
Beberapa bulan kemudian dalam pelatihan, si Djamin ditunjuk sebagai komandan. Nah, di situlah ia baru mengetahui bahwa ada hal sepatutnya yang tak perlu dilakukan, yaitu bagaimana rakyat pribumi disiksa oleh tentara Jepang.
Kemudian ia kembali ke rumahnya, meminta restu pada sang ayah. Dialognya juga amat menyentuh, bilangnya seperti ini, "Apalah tinggi pangkat ini bila ayah tak merestui. Tidur pun tak tenang." Sang ayah pun akhirnya bercerita bahwa ia dulu juga melakukan hal yang sama, tapi memang tidak semudah itu untuk mengubah aturan mereka. Pokoknya scene ini amat menyentuh sekali, hingga akhirnya sang ayah pun merestui.
Kemudian Djamin datang ke tempat di mana ia ditugaskan; ia baru menyadari kalau sang perempuan tadi ternyata tinggal di sebelah rumahnya. Tak patah arang, si Djamin berusaha mendekati sang gadis pemberani yang bernama Likas, yang ternyata juga seorang guru. Namun, si Likas berusaha menghindari si Djamin dan menolak berbicara.
Momen-momen ini juga terasa kocak di mana sahabat Djamin yang bernama Kadir (diperankan oleh Chicco Kurniawan) dijadikan sebagai *cupid* (perantara) untuk menghubungkan Djamin dengan si Likas. Hingga pada akhirnya si Kadir berdoa supaya si Djamin bisa menikah dengan si Likas, supaya dia tidak melakukan pekerjaan suruhan memberikan surat dan hadiah pada si Likas melalui perantaranya lagi.
Lambat laun, Likas mau membaca dan membalas surat dari Djamin. Singkat cerita, mereka menikah. Si Djamin pun minta maaf bahwa ia akan meninggalkan si Likas karena tugasnya pada negara, sementara si Likas tampaknya menerima akan keputusan itu dan mendukung suaminya.
Nah, di sinilah baru letak keseruannya, di mana Djamin bersama dengan rekan-rekan seperjuangannya melawan para penjajah. Kita akan disuguhkan view yang menarik dari lokalitas Sumatera Utara.
Hingga akhirnya nanti mereka akan bertemu dengan si Ucok, anak kecil warga sekitar yang menjadi orang kepercayaan. Momen-momen ini cocok banget menggambarkan bagaimana karakter sang pemimpin dalam peperangan. Penasaran banget deh dengan ceritanya, tonton aja sampai habis di bioskop kesayangan kalian ya!
Hal Menarik yang Bisa Dikupas dari Film Djamin Setia Selamanya
Kalau dibilang apa saja yang perlu diulas, banyak banget pokoknya. Nah, lebih cocok kalau dibuatkan poin satu per satu:
1. Tekad Juang si Djamin Ginting
Di era masa kini, kira-kira masih ada enggak ya yang punya niat juang sepemberani dirinya? Kalau ada, pasti sudah jadi incaran banyak orang. Nyalinya besar banget, tenang, penuh perhitungan, dan meskipun berada di puncak kariernya, ia berusaha meminta restu kepada sang ayah. Begitu pula karakternya, tidak gampang goyah, dan tidak pula gampang dihasut.
2. Kadir, Sahabat yang Setia
Kadir ini digambarkan sebagai orang yang mendukung si Djamin. Ia orangnya setia membersamai, bahkan untuk urusan meng-comblang-i dengan Likas, ia siap bersedia meskipun itu sebuah perintah dari Djamin yang merupakan komandannya. Namun, di film digambarkan bahwa mereka adalah sahabat yang siap sedia berkorban meskipun nyawa taruhannya.
3. Selamat Ginting (Jourdy Pranata) Punya Karakter yang Unik
Secara fisik tidak begitu kuat, dia adalah orang yang ditolong Djamin saat pertama kali bertemu. Namun dari tokoh yang diperankan, ia merupakan ahli merakit bom. Ketika musuh datang bagai menangkap mangsa, bom diledakkan secara bersamaan.
4. Ucok, Anak Laki-laki yang Punya Jiwa Pemberani
Sangat cocok sebagai mata-mata. Selain pemberani, ia juga sangat cerdas sekali. Ingatannya amat begitu kuat, bahkan dengan menutup mata sekalipun dalam menelusuri lembah ia pun mampu.
5. Teknik Pencahayaan dan Pemandangan yang Eye-Catching
Ini yang menjadi poin utama saat film ditampilkan. Bagaimana sang sutradara mampu mengatur film ini dengan view yang cakep banget, dan tanpa disadari kita sebagai penonton jadi kepo habis.
6. Likas, Istri Djamin yang Terkesan Mahal
Bagaimana tidak, Likas digambarkan sebagai perempuan yang susah banget untuk didekati. Namun, sekalinya didapat, ia akan menjadi garda terdepan dalam mendukung suaminya, mau sebahaya apa pun situasinya. Faktanya memang perempuan zaman sekarang pun juga begitu, tak mudah didekati, tapi sekalinya didapat, amat beruntung sekali pria itu.
![]() |
| Gambar 2. Djamin Ginting dan Likas |
Pesan Utama dari Film Ini
Restu adalah hal paling utama dari karier atau langkah yang sedang kita upayakan. Adanya restu itu membuat semuanya berjalan baik dan bahkan dipermudah. Kalau hari ini belum dapat restu, tunjukkan dengan keberhasilan dan buktikan bahwa kita layak untuk mendapat restu tersebut.
Momen Tak Terduga Saat Launching Pertama
Sejujurnya saya tidak tahu kalau sang pemeran utama, Marcell Darwin, dan sutradaranya datang ke Plaza Millennium. Pada saat mau nonton, saya merasa enggak semangat malahan, karena waktu itu enggak tahu sinopsisnya apa dan trailernya gimana. Kayak enggak menarik aja dari segi judul. Terus, entah kenapa saya kepikiran ibun saya yang dari Sunggal, karena letak bioskop yang dipilih itu merupakan titik kumpul yang pas. Yaudah deh, pagi-pagi itu pula saya chat Ibun dan Ibun acc mau nonton. Saya jadi ikut bersemangat ingin nonton.
Ini sebenarnya hal yang anomali bagi saya. Biasanya saya enggak pernah tuh mau nonton hanya karena kawan nonton walaupun sendirian, maunya nonton karena filmnya. Eh, tapi kali ini mau nonton karena kawan nontonnya. Jadi, kayak merasa kawan yang diajak itu menentukan semangat atau nggaknya dalam menonton film.
Rupanya di pagi itu juga, saya sempat dikabarin sama bagian dari PH (Production House) kalau artis-artisnya pada datang. Antusias saya memang enggak begitu *wah* sekali awalnya. Setelah apa yang disampaikannya itu kebenaran, barulah saya tercengang dan ngepost di semua sosmed. Otomatis pada pengen ikutan juga deh.
![]() |
| Gambar 3. Petemuan dengan Cast Djamin Setia Selamanya |
Kesimpulan
Overall, cerita ini punya sisi yang ibarat makanan 4 sehat 5 sempurna. Romance-nya dapat, kekeluargaannya dapat, dan memacu adrenalinnya pun juga dapat. Rasanya seperti berkelana ke nuansa outdoor activity.
Sempat tanya juga sama sang sutradaranya, "Ini serius syutingnya di Sumatera?"
Katanya enggak, semua proses syuting di pulau Jawa. Namun kalau risetnya, mereka datang langsung ke TKP. Wih, jadi merinding, apalagi saya sebagai penulis. Ini yang memang saya dambakan: bisa keliling dunia hanya melalui tulisan, bahkan hanya riset-riset doang dan enggak perlu biaya mahal!
Identitas Film
- Judul: Djamin Setia Selamanya
- Genre: Biografi, Sejarah, Drama
- Tanggal Rilis: 1 Oktober 2026
- Durasi: 103 menit
- Sutradara: Rako Prijanto
- Penulis Skenario: Titien Wattimena dan Lynda Ulviana
Pemeran Utama:
- Rafi Sudirman sebagai Djamin Ginting
- Claresta Taufan sebagai Likas Tarigan
- Chicco Kurniawan sebagai Kadir
- Jourdy Pranata sebagai Selamat Ginting
- Marcell Darwin sebagai Jacob Waas












