Showing posts with label kuliner. Show all posts
Showing posts with label kuliner. Show all posts

Ide Bisnis Kuliner yang Menjanjikan untuk Pemula

bisnis kuliner
Gambar 1. Bisnis Kuliner

Bisnis kuliner merupakan salah satu sektor usaha yang tidak pernah kehilangan peminat. Makanan dan minuman adalah kebutuhan dasar manusia sehingga permintaannya akan selalu ada. Seiring berkembangnya tren gaya hidup dan teknologi digital, peluang dalam industri kuliner juga semakin beragam. Tidak heran jika banyak orang tertarik untuk memulai usaha di bidang ini, baik sebagai pekerjaan utama maupun sumber penghasilan tambahan.

Bagi calon pengusaha, memilih konsep usaha yang tepat menjadi langkah awal yang sangat penting. Saat ini tersedia banyak Ide Bisnis yang dapat dijalankan sesuai modal, keterampilan, dan target pasar yang ingin dijangkau. Salah satu sektor yang paling fleksibel dan memiliki potensi keuntungan besar adalah bisnis makanan dan minuman.

Dengan strategi yang tepat, usaha kuliner dapat berkembang dari skala rumahan menjadi bisnis yang memiliki banyak pelanggan setia. Oleh karena itu, memahami peluang yang tersedia menjadi hal penting sebelum memulai usaha.

Mengapa Bisnis Kuliner Selalu Menarik?

Ada beberapa alasan mengapa bisnis kuliner terus diminati oleh banyak orang. Pertama, pasar yang luas. Semua orang membutuhkan makanan sehingga target konsumen tidak terbatas pada kelompok tertentu saja.

Kedua, tren kuliner selalu berkembang. Munculnya berbagai inovasi makanan dan minuman membuka peluang baru bagi pelaku usaha untuk menghadirkan produk yang unik dan menarik perhatian konsumen.

Ketiga, perkembangan media sosial mempermudah promosi. Saat ini sebuah produk makanan dapat menjadi viral hanya melalui unggahan foto atau video yang menarik. Hal ini memberikan kesempatan besar bagi pelaku usaha untuk memperluas jangkauan pasar tanpa harus mengeluarkan biaya promosi yang terlalu besar.

Bisnis Makanan Rumahan

Salah satu ide usaha yang cocok untuk pemula adalah bisnis makanan rumahan. Modal yang dibutuhkan relatif terjangkau dan proses produksinya dapat dilakukan dari rumah.

Contohnya adalah usaha lauk siap saji, katering harian, aneka sambal, frozen food, hingga kue tradisional. Produk-produk tersebut memiliki pasar yang cukup luas karena banyak masyarakat yang membutuhkan makanan praktis untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Keunggulan bisnis rumahan adalah fleksibilitas operasional. Pemilik usaha dapat menyesuaikan kapasitas produksi sesuai kemampuan dan permintaan pasar.

Usaha Minuman Kekinian

Minuman kekinian masih menjadi salah satu segmen yang menarik dalam dunia kuliner. Berbagai jenis minuman seperti kopi susu, teh premium, cokelat, minuman buah, hingga minuman berbasis yogurt terus memiliki penggemar.

Kunci keberhasilan dalam usaha ini terletak pada inovasi rasa, kualitas bahan baku, dan tampilan produk yang menarik. Konsumen saat ini tidak hanya mencari rasa yang enak, tetapi juga pengalaman visual yang menarik untuk dibagikan di media sosial.

Dengan konsep yang kreatif dan strategi pemasaran yang tepat, usaha minuman dapat berkembang dengan cepat meskipun dimulai dari skala kecil.

Bisnis Jajanan Tradisional Modern

Jajanan tradisional memiliki daya tarik tersendiri karena menghadirkan cita rasa nostalgia. Namun agar lebih relevan dengan pasar masa kini, produk tradisional dapat dikemas dengan tampilan yang lebih modern.

Misalnya klepon, serabi, lemper, atau kue lapis yang disajikan dengan kemasan premium. Pendekatan ini mampu menarik perhatian konsumen muda yang ingin mencoba makanan tradisional dalam format yang lebih praktis dan menarik.

Selain memiliki nilai budaya, usaha ini juga berpotensi menciptakan diferensiasi dibandingkan produk yang sudah banyak beredar di pasaran.

Bisnis Makanan Sehat

Kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat semakin meningkat. Hal ini menciptakan peluang besar bagi pelaku usaha yang ingin menawarkan makanan sehat sebagai produk utama.

Menu seperti salad, rice bowl sehat, makanan rendah gula, makanan tinggi protein, dan camilan sehat mulai banyak diminati oleh berbagai kalangan.

Target pasar bisnis ini cukup luas, mulai dari pekerja kantoran, mahasiswa, hingga individu yang sedang menjalani program diet atau menjaga kesehatan.

Dengan edukasi yang tepat mengenai manfaat produk yang ditawarkan, bisnis makanan sehat memiliki prospek yang cukup menjanjikan dalam jangka panjang.

Usaha Kuliner Berbasis Online

Perkembangan platform digital membuat bisnis kuliner semakin mudah dijalankan. Saat ini pelaku usaha tidak selalu membutuhkan restoran atau toko fisik untuk menjual produk mereka.

Melalui layanan pesan antar dan aplikasi makanan online, produk dapat langsung dipasarkan kepada konsumen tanpa memerlukan biaya operasional yang besar.

Model bisnis ini sangat cocok bagi pemula yang ingin menguji pasar sebelum melakukan ekspansi usaha yang lebih besar.

Selain itu, penggunaan media sosial juga membantu meningkatkan kesadaran merek dan memperluas jangkauan pelanggan secara lebih efektif.

Memahami Tren Bisnis Kuliner

Salah satu faktor penting dalam menjalankan usaha makanan adalah memahami tren pasar. Selera konsumen dapat berubah seiring waktu sehingga pelaku usaha perlu terus melakukan inovasi.

Berbagai informasi mengenai bisnis kuliner dapat menjadi referensi untuk melihat perkembangan industri, peluang pasar, serta strategi yang diterapkan oleh pelaku usaha lainnya.

Dengan mengikuti tren yang relevan, pelaku usaha dapat lebih mudah menciptakan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi konsumen saat ini.

Pentingnya Branding dalam Bisnis Kuliner

Produk yang enak saja tidak selalu cukup untuk memenangkan persaingan pasar. Branding menjadi faktor penting yang membantu usaha dikenal dan diingat oleh pelanggan.

Nama usaha yang menarik, logo yang profesional, kemasan yang unik, serta komunikasi yang konsisten dapat meningkatkan nilai produk di mata konsumen.

Brand yang kuat juga membantu membangun loyalitas pelanggan sehingga mereka lebih mungkin melakukan pembelian ulang dan merekomendasikan produk kepada orang lain.

Strategi Promosi yang Efektif

Promosi menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari bisnis kuliner. Saat ini media sosial menjadi salah satu alat pemasaran yang paling efektif dan terjangkau.

Pelaku usaha dapat memanfaatkan foto produk yang menarik, video proses pembuatan makanan, testimoni pelanggan, hingga promosi khusus untuk meningkatkan minat konsumen.

Kolaborasi dengan kreator konten lokal juga dapat membantu memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan kepercayaan calon pelanggan terhadap produk yang ditawarkan.

Tantangan dalam Bisnis Kuliner

Meskipun memiliki peluang yang besar, bisnis kuliner juga menghadapi berbagai tantangan. Persaingan yang ketat, perubahan tren, serta pengelolaan kualitas produk menjadi beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Pelaku usaha harus mampu menjaga konsistensi rasa, kualitas pelayanan, serta kebersihan produk agar pelanggan tetap merasa puas.

Selain itu, kemampuan mengelola keuangan dan stok bahan baku juga menjadi faktor penting yang menentukan keberlangsungan usaha dalam jangka panjang.

Penutup

Bisnis kuliner merupakan salah satu peluang usaha yang memiliki prospek cerah karena selalu dibutuhkan oleh masyarakat. Mulai dari makanan rumahan, minuman kekinian, makanan sehat, hingga usaha berbasis online, semuanya menawarkan potensi keuntungan yang menarik jika dijalankan dengan strategi yang tepat.

Kunci keberhasilan dalam bisnis ini terletak pada kemampuan memahami kebutuhan pasar, menjaga kualitas produk, serta melakukan inovasi secara berkelanjutan. Dengan perencanaan yang matang dan semangat untuk terus belajar, siapa pun memiliki kesempatan untuk membangun usaha kuliner yang sukses dan berkembang.

Bagi Anda yang sedang mencari peluang usaha, bisnis kuliner dapat menjadi pilihan yang layak dipertimbangkan. Selain memiliki pasar yang luas, sektor ini juga memberikan ruang yang besar untuk berkreasi dan menciptakan produk yang memiliki nilai tambah bagi konsumen.

Suka Duka Menjadi Food Reviewer di Tengah Ramainya Dunia Kuliner

Suka Duka Food Review
Gambar 1. Food Review

Dunia digital telah membuka banyak peluang baru bagi siapa saja yang memiliki kreativitas dan konsistensi dalam membuat konten. Salah satu profesi yang semakin populer dalam beberapa tahun terakhir adalah menjadi Food Blogger. Aktivitas yang awalnya hanya berupa hobi berbagi pengalaman makan kini berkembang menjadi sebuah profesi yang mampu memberikan berbagai kesempatan menarik.

Di balik foto makanan yang menggugah selera dan video yang terlihat sempurna di media sosial, terdapat berbagai cerita yang jarang diketahui oleh banyak orang. Menjadi seorang food reviewer ternyata tidak hanya tentang menikmati makanan gratis atau berkunjung ke restoran terkenal. Ada banyak suka dan duka yang menyertai perjalanan tersebut.

Awal Mula Menjadi Food Reviewer

Banyak food reviewer memulai perjalanan mereka dari kecintaan terhadap makanan. Ketertarikan untuk mencoba menu baru dan membagikan pengalaman kepada orang lain menjadi alasan utama mengapa mereka mulai membuat konten.

Pada awalnya, sebagian besar konten dibuat secara sederhana. Menggunakan kamera ponsel, menulis ulasan di blog pribadi, lalu membagikannya melalui media sosial. Seiring waktu, kualitas konten meningkat sejalan dengan bertambahnya pengalaman dan pengetahuan mengenai dunia kuliner.

Perjalanan tersebut tentu tidak selalu mudah. Banyak kreator yang harus belajar secara mandiri mengenai fotografi makanan, teknik penulisan ulasan, pengeditan video, hingga strategi pemasaran digital.

Sisi Menyenangkan Menjadi Food Reviewer

Salah satu hal yang paling menyenangkan dari profesi ini adalah kesempatan untuk mencoba berbagai jenis makanan. Mulai dari makanan tradisional hingga menu modern yang sedang populer, semuanya dapat menjadi pengalaman baru yang menarik.

Setiap restoran memiliki karakteristik dan keunikan tersendiri. Ada yang mengandalkan resep turun-temurun, ada pula yang menawarkan inovasi baru dalam penyajian makanan. Kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai cita rasa menjadi pengalaman yang sulit digantikan oleh profesi lain.

Selain itu, food reviewer juga memiliki kesempatan bertemu banyak orang. Pemilik usaha, koki, pelaku UMKM, hingga sesama kreator konten sering kali menjadi bagian dari perjalanan tersebut. Interaksi ini tidak hanya memperluas jaringan pertemanan, tetapi juga menambah wawasan mengenai industri makanan dan minuman.

Undangan menghadiri acara peluncuran menu baru juga menjadi salah satu pengalaman yang menyenangkan. Banyak restoran dan kafe mengadakan gathering khusus untuk media dan kreator agar mereka dapat mencoba produk terbaru sebelum diperkenalkan kepada publik.

Belajar Menghargai Setiap Proses

Menjadi food reviewer juga mengajarkan pentingnya menghargai proses di balik setiap hidangan. Sebuah makanan yang tersaji di meja pelanggan sering kali melalui perjalanan panjang sebelum akhirnya siap disantap.

Mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, hingga penyajian memerlukan perhatian dan kerja keras yang tidak sedikit. Dengan memahami hal tersebut, seorang reviewer biasanya akan lebih bijak dalam memberikan penilaian.

Ulasan yang baik bukan hanya sekadar mengatakan makanan itu enak atau tidak enak. Ulasan yang berkualitas mampu menjelaskan pengalaman secara objektif sehingga dapat membantu pembaca memperoleh gambaran yang lebih jelas.

Tantangan Menjaga Objektivitas

Salah satu tantangan terbesar dalam dunia food review adalah menjaga objektivitas. Ketika mendapatkan undangan dari restoran atau menerima fasilitas tertentu, seorang reviewer tetap harus mampu memberikan penilaian yang jujur.

Kepercayaan audiens merupakan aset paling berharga. Sekali kehilangan kepercayaan tersebut, akan sangat sulit untuk membangunnya kembali. Oleh karena itu, banyak reviewer berusaha menjaga integritas dengan menyampaikan pengalaman sesuai kenyataan yang mereka rasakan.

Menulis ulasan positif memang lebih mudah, tetapi terkadang ada situasi ketika makanan atau pelayanan tidak sesuai harapan. Dalam kondisi seperti ini, reviewer harus mampu menyampaikan kritik secara santun dan konstruktif tanpa merugikan pihak lain.

Tekanan dari Publik dan Pelaku Usaha

Tidak semua orang menerima kritik dengan baik. Ada kalanya ulasan yang dianggap jujur justru memunculkan reaksi negatif dari pihak tertentu. Beberapa pelaku usaha mungkin merasa keberatan ketika mendapatkan masukan yang kurang menyenangkan.

Di sisi lain, audiens juga memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap reviewer. Mereka menginginkan rekomendasi yang benar-benar sesuai dengan pengalaman nyata. Ketika terdapat perbedaan selera antara reviewer dan pembaca, tidak jarang muncul berbagai komentar yang beragam.

Situasi seperti ini menjadi bagian dari dinamika yang harus dihadapi oleh setiap food reviewer. Kemampuan berkomunikasi dengan baik menjadi faktor penting untuk menjaga hubungan yang sehat dengan semua pihak.

Biaya yang Sering Tidak Terlihat

Banyak orang mengira menjadi food reviewer selalu identik dengan makanan gratis. Kenyataannya, tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan untuk menghasilkan konten berkualitas.

Transportasi, peralatan fotografi, paket internet, hingga perangkat pendukung lainnya merupakan investasi yang perlu dipersiapkan. Bahkan dalam banyak kesempatan, reviewer harus membeli makanan sendiri untuk membuat konten yang diinginkan.

Selain biaya finansial, ada juga investasi waktu yang cukup besar. Proses pembuatan satu konten dapat memerlukan waktu berjam-jam mulai dari pengambilan gambar, penyuntingan, penulisan naskah, hingga publikasi.

Menemukan Cerita di Balik Makanan

Hal yang membuat dunia food review semakin menarik adalah adanya cerita di balik setiap hidangan. Banyak usaha kuliner lahir dari perjuangan panjang pemiliknya. Ada yang memulai dari gerobak kecil, ada pula yang berawal dari resep keluarga yang diwariskan secara turun-temurun.

Ketika seorang reviewer mampu mengangkat cerita tersebut, konten yang dihasilkan menjadi lebih bermakna. Pembaca tidak hanya mendapatkan informasi mengenai rasa makanan, tetapi juga memahami nilai dan perjuangan yang ada di baliknya.

Inilah yang membuat profesi food reviewer lebih dari sekadar mencicipi makanan. Mereka juga berperan sebagai penghubung antara pelaku usaha dan masyarakat luas.

Pelajaran Berharga dari Dunia Food Review

Menjadi food reviewer mengajarkan banyak hal, mulai dari kemampuan komunikasi, manajemen waktu, hingga pentingnya menjaga konsistensi. Dunia digital bergerak sangat cepat sehingga kreator dituntut untuk terus belajar dan beradaptasi.

Selain itu, profesi ini juga mengajarkan rasa syukur. Setiap kesempatan untuk mencoba makanan baru, bertemu orang-orang inspiratif, dan membagikan pengalaman kepada audiens merupakan pengalaman yang sangat berharga.

Meskipun terdapat berbagai tantangan, banyak food reviewer tetap menikmati perjalanan mereka. Setiap pengalaman, baik yang menyenangkan maupun yang menantang, menjadi bagian dari proses yang membentuk kemampuan dan karakter mereka.

Penutup

Suka duka menjadi food reviewer adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari profesi ini. Di satu sisi terdapat kesempatan untuk menikmati berbagai makanan, memperluas jaringan, dan berbagi pengalaman kepada banyak orang. Di sisi lain terdapat tantangan berupa menjaga objektivitas, menghadapi kritik, serta mengelola berbagai biaya yang tidak sedikit.

Namun justru karena adanya berbagai pengalaman tersebut, dunia food review menjadi semakin menarik untuk dijalani. Bagi mereka yang memiliki kecintaan terhadap makanan dan senang berbagi cerita, profesi ini dapat menjadi perjalanan yang penuh pembelajaran sekaligus memberikan kepuasan tersendiri.

Resep Sambal Teri Kecombrang

Hallo semuanya, sudah lama nggak mampir ke blog tiba-tiba mau berbagi resep. Palingan cerita-cerita tentang ke mana hilang dan arah perginya saya jawab di artikel yang berbeda. 

Kali ini saya ingin berbagi resep sambal teri kecombrang. Siapa yang pernah tahu kecombrang? Yap, ia adalah sebuah rempah berbentuk bunga berwarna merah yang memiliki aroma sangat khas dan harum bagi yang suka. Meskipun harum, aroma yang nyengat mau juga membuat saya ingin mual. 

Apalagi dipadukan dengan serai. Beh, sesama wangi berkolaborasi. Serasa yang makan menjadi wangi seketika tubuhnya. Sehingga kecombrang ini dipercaya untuk membantu menghilangkan bau badan.

Sambal Teri Kecombrang

Gambar 1. Sambal Teri Kecombrang, sumber: dokpri

Bahan

  •  Teri satu genggam sedikit 
  •  1 buah bunga kecombrang
  •  8 cabai merah
  • 4 cabai kecil 
  •  5 bawang merah
  •  3 bawang putih
  • 1 batang serai
  • 4 lembar daun jeruk
  • 1/2 jeruk nipis
Cara Membuat
  1. Iris semua bahan kecuali teri, kalau adanya teri yang besar dibelah menjadi dua. Biar kelihatan cakep dibuat jadi kurus-kurus. 
  2. Goreng teri sampai garing dengan minyak sedikit.
  3. Minyak bekas goreng teri tadi jadikan sebagai tumis bahan yang lain. Kemudian masukkan bawang merah terlebih dulu.
  4. Setelah itu bawang putih, percabean, dan perbungaan (kocombrang, serai, daun jeruk)
  5. Tambahkan gula, koreksi rasa sesuai selera (bisa tambahkan kaldu ayam atau garam lagi)
  6. Terakhir tambahkan air perasan jeruk nipis

Teaser

Resep ini merupakan resep dengan kualitas rasa pedas yang sedang, tapi nagih. Sebenarnya ini merupakan resep yang kedua kalinya saya buat dengan versi ala ada di rumah. Resep awalnya itu ya pedas banget. Jadi, sekali makan saja ya sudah. 
Namun resep kali ini malahan membuat saya ingin makan lagi. Sedikit-dikit makan. Kalau yang dipakai cabai rawit pasti nendang sekali pedasnya. Namun di rumah adanya cabai putih depan rumah. Yah, enggak masalah deh. 

Tips

Berani di minyak, tetapi jika khawatir akan kolestrol nggak usah banyak. Palingan teksturnya sedikit kering. Kemudian yang ditumis itu pertama kali bawang merah, karena bawang putih dan bawang merah yang lebih cepat matang si bawang putih. Makanya bawang merah lebih dulu ditumis. 
Terinya saya aliri air terlebih dahulu untuk mengurangi garam. Eh, pas koreksi rasa ternyata kurang asin, jadi ditambahkan sedikit garam lagi. 
Kuncinya kalau masak yang seperti ini adalah koreksi rasa sesuai dengan lidah kita. Maka pastikanlah lidahnya sehat ya. 
Oh, iya satu lagi. Daun jeruknya kalau bisa buang tulang daunnya, jadi yang digunakan daunnya saja. Sementara si serai, pastikan diiris setipis mungkin. 


Selamat Mencoba 

Review Cafe di Medan : Melacca Kopitiam

 

Review Cafe di Medan : Melacca Kopitiam
Gambar 1. Bagian depan Cafe Melacca Kopitiam, Lupa motret eksterior depan

Habis Musyawarah Cabang di kolam Alifa Medan yang sebelahnya dijadikan sebagai Rumah Cahaya. Kami makan siang di Melacca Kopitiam. Perjalanan ditempuh hanya sekitaran enam menit dari sana. Tidak terlalu jauh dan pemandangan depannya nuansa putih. 

Sementara masuk ke dalamnya. Lumayan keren. Kami duduk di dekat pembuatan minuman. Tempat ini juga memiliki beberapa colokan yang tersedia di setiap meja. Lumayan, memang cocok sekali dijadikan sebagai tempat untuk mengerjakan tugas. 

Cafe kini bukan hanya sekadar untuk makan belaka. Namun sebuah ruang di mana kita bisa bekerja mencari inspirasi yang lebih segar. Sebab tempat sangat menentukan nyaman atau tidaknya seseorang dalam mengerjakan tugasnya. 

Emang seyakin itu, tempat menjadi produktivitas

Buat saya yang pernah mengalami fase kehilangan semangat dalam menjalani passion. Tempat bukanlah menjadi masalah sebenarnya. Namun bisa dijadikan sebagai pemantik terkini bahwa ada waktu yang bisa digunakan untuk melakukan hal-hal produktif. 

Ruang Produktivitas-Melacca Kopitiam

Buktinya, setelah dari sana saya berhasil menulis beberapa bagian artikel yang nantinya akan saya update di blog. Mulai dari hal-hal yang kecil terlebih dahulu. Walaupun dulu sering juga mengambil tema yang berat dan kalau nulis itu kudu wajib di laptop. Sekarang laptop enggak harus menjadi patokan yang kaku saat mengerjakan tugas. Saya akui memang kalau mengerjakan tugas lewat laptop itu cepatnya bukan main. Paling cepat satu artikel atau satu bab bagian membutuhkan satu jam lamanya dalam menyelesaikan. 

Kakak saya (Senior Penulis) juga sering menjadikan tempat makan sebagai tempat produktif untuk menyelesaikan segala tugasnya. 

Meskipun kadang suka mikir gini. Berapa yang dihabiskan dalam sekali bekerja? Jangan sampai lebih besar pengeluaran daripada pemasukan. Soalnya sama aja dong. Enggak ada simpanan jadinya. Kita mah kalau kerja itu maunya dapat untung, bukan sistem gali lobang tutup lobang. 

Bagaimana harga di Kopitiam?

Minuman paling murah itu harganya sekitaran 14 ribuan. Itu pun kami beli teh hijau yang ternyata rasanya sedikit pahit. 

Nyobain Ayam Penyet plus Lemon Honey
Gambar 3. Nyobain Ayam Penyet plus Lemon Honey

Minuman sehatnya ada lemon honey yang ternyata rasanya enak juga. Makan siang bersama dengan teman-teman yang lainnya. 

Kita bisa mengetahui menunya dengan scan barcode yang ada di atas meja. Bagi saya sih cafe ini termasuk mahal juga. Namun ada juga beberapa pengunjung datang membawa laptop dan buku-bukunya. Sungguh pemandangan ini membuat saya tersentuh. 

Yah, walaupun saya sendiri mengerjakannya dengan HP,  enggak kelihatan mengerjakannya. Enggak apalah. Alon-alon, tapi kelakon. Bergerak kayak siput. Walaupun di era saat ini tuh kalau lambat enggak bisa mengikuti perkembangan zaman. 

Oh, iya. Harga belum termasuk PPN ya. Jadi bakalan kena 10% PPNnya. 

Interior VS Eksterior

Buat saya yang menyukai kenyamanan. Mau itu di luar ataupun di dalam tergantung dengan kebutuhan masing-masing. Kalau di dalam memang cocok untuk orang-orang yang menyelesaikan tugasnya. Mode tempat duduk yang disediakan pun bervariasi. Ada yang di khususkan untuk makan, ngerjain tugas, hingga nuansa kekeluargaan. Kita tinggal milih mau yang bagaimana. 

Interior VS Eksterior
Gambar 4. Interior VS Eksterior

Desain eksterior cocok sekali buat kita mengadakan pertemuan yang melibatkan perbincangan hangat. Bagi saya, suasanya lumayan eye cathing dan menenangkan dengan nuansa putih dan hijau asli dari tanaman serut maupun tanaman lain. 

Pelayanan yang ramah 

Pelayanan yang ramah itu memang menjadi kesan tersendiri. Setiap kali melewati pintu tengah. Jika ada pelayan yang ada di sana. Maka mereka pun yang akan membukakannya seraya mengatakan, "silakan  Kak." Benar-benar ramah deh pelayanannya di sana. Bahkan piring kotor saja, walaupun kami berlama-lama di sana. Sudah diangkutnya duluan. Maksudnya ya biar nyaman dilihat di pandangan mata. 

Musala dan Kamar Mandi
Gambar 5. Musala dan Kamar Mandi

Bagaimana dengan musala?

Salah satu tempat yang paling dituju di cafe adalah musala. Pengalaman salat di sini tuh sangat memuaskan. Tempatnya bersih dan mukenanya juga tersedia. Walaupun dekat dengan dapur utama dalam menyiapkan makanan. Suasana tampak nyaman karena juga ada kipas anginnya. Ibadah jadi khusyuk dan berdoa pun bisa berlama-lama. 

WC-nya unik dan bersih

Lihat WC bersih itu menyenangkan sekali. Uniknya air di dalam WC itu berwarna biru. Sementara air kerannya ya bening seperti biasa. Tisu pun juga disediakan di sana. Jadi, paket lengkap gitu. Bagi saya ini termasuk nilai plus cafe ini menjadi tempat yang asyik untuk disinggahi. 

Gimana menurut kalian? Tertarik datang? Datang aja dengan setumpuk kerjaan. Bakalan dikerjain tuh di sana. Hehe, semangat produktif. Btw, katanya sih Caffe Melacca Kopitiam ini termasuk cafe yang baru buka juga. 


Jelajah Makanan Nusantara dengan Makan Bareng Id

 

Jeajah Makanan Nusantara
Gambar 1. Jelajah Makanan Nusantara

Semua orang banyak yang setuju bahwasannya masakan Indonesia adalah masakan terenak di dunia. Begitupula dengan https://makanbareng.id/ menyajikannya dengan sentuhan ketajaman dalam mengulas makanan nusantara. Meskipun terkenal dengan gaya tradisional, tetapi citra rasa tidak ada bandingannya.

Bagi saya makanan itu sangat nikmat untuk dinikmati. Baik itu dinikmati sendirian, maupun dinikmati oleh orang-orang terdekat. Makan bukan hanya tentang makan bersama dengan siapa, tetapi menunya apa ya. Bahkan tak jarang bagi saya, aktivitas memakan ini menjadi sebuah aktivitas yang paling menyenangkan dan tentunya yang paling ditunggu-tunggu.

Roti Bakar Bandung, Makanan Khas untuk Agenda Berkunjung

Pergi ke rumah teman atau pergi ke rumah keluarganya ayang. Roti bakar bandung bisa dijadikan sebuah pilihan buat kita untuk berkunjung. Rasanya unik dengan berbagai macam varian yang bisa kita pilih. Roti bakar bandung bisa dipilih dan disajiikan dengan cara dipotong-potong beberapa bagian. Sehingga kita bisa menikmatinya bersama dengan keluarga.

Roti bakar bandung
Gambar 2. Roti bakar bandung

Roti bakar bandung ini biasanya tersedia di malam hari, bahkan hingga waktu dini hari. Kalau di tempat saya, khususnya di Marelan. Roti bakar bandung ini dijual oleh pedagang kaki lima. Dulu, pertama kali merasakannya ketika ada acara remaja masjid. Abang-abang senior seringkali membawakan roti bakar bandung ini dan di situlah saya menyukai roti bakar bandung dengan berbagai macam varian isinya.

Soto Betawi, Bukan Hanya Sekedar Soto

Makanan yang dimakan kala lambung sedang dalam kondisi baik-baik saja bagi saya adalah soto. Pasalnya soto ini menjadi makanan yang ramah di perut dan minim sekali mengalami dampak yang serius berkelanjutan. Lagi demam, soto menjadi makanan yang paling dicari. Bahkan tak jarang dulu ketika di kampus, menu yang paling sering saya cari adalah soto.

Mungkin teman-teman sudah tak asing lagi dengan yang namanya Soto Betawi. Setelah saya telusuri lagi ternyata soto betawi ini mememiliki perbedaan di antara soto yang lainnya, yaitu bahan yang digunakan. Soto betawi menggunakan perpaduan santan dan susu sehingga membuat citra rasanya creamy di lidah. Yah, apapun itu bagi saya kalau sudah menyangkut susu maknanya ada rasa yang ringan di lidah. Namun ternyata percampuran antara santan dan susu ternyata sebuah kreasi loh yang tidak meninggalkan esensi si soto itu sendiri.

Bagi saya soto yang nikmat itu adalah mode soto yang enggak terlalu lemak, alias yang ringan di lidah. Saya paling suka sekali jika soto ditambahkan dengan perasan jeruk nipis yang membuat sensasinya sedikit asam gurih. Yah, selain daging yang disajikan, citra rasa khas yang paling ditunggu-tunggu itu adalah kuahnya. Walaupun saat ini saya belum pernah mencoba masakan soto betawi asli ini, semoga di kemudian hari saya emang benar bisa menikmatinya secara langsung.

Sate Madura yang Menggugah Selera

Suatu ketika saya pernah bertanya dengan teman saya. Sate, sate apa yang paling enak? Jawabannya adalah sate Madura. Walaupun nama sate Madura ini menjadi pengalihan mata saya saat melewatinya. Bagi saya harga sate Madura ini lebih mahal dibandingkan sate padang. Makanya belum pernah memakannya hingga saat ini. Namun sate ini ternyata dikenal dengan citra rasa yang manis dan gurih loh sobi. Wuah, cocok sekali dengan lidah saya yang orientasinya suka sekali dengan manis. Meskipun enggak terlalu manis sih. Jangan-jangan bumbu kacangnya selama ini adalah bumbu kacang yang sering saya buat ketika lebaran tiba. Jadi penasaran dengan sate Madura ini, pasti rasanya nikmat sekali ya.

Mie Aceh Peredam Lapar di Malam Hari

Selain roti bakar bandung, mie aceh selalu menjadi makanan favorite di lain hari. Bagi saya, mie aceh ini memiliki perpaduan yang khas dengan bumbunya dan kelembutan mienya juga berbeda dari yang lain. Ya, seperti kesan tersendiri ketika di malam hari saat sedang kelaparan. Mie ini sering tersedia di pinggir jalan di tempat saya. Rasanya jelas nikmat dan kadang dipadukan dengan daging da nada acarnya juga. Makanan ini paling enak kalau dijadikan sebagai pengganjal perut dalam waktu yang lama.

Masakan Nusantara
Gambar 3. Masakan Nusantara

Masakan Nusantara Persoalan Citra Rasa yang Tidak Ada Habisnya

Saya percaya bahwa setiap orang itu memiki citra rasa lidahnya masing-masing. Seperti khasnya eropa dengan citra rasa yang ringan di lidah. Melayu yang pedas dan gurih, padang yang sedikit manis dan gurih, Jawa yang emang manis kian, aceh yang gurih dan khas, dan masakan lainnya. Sementara masakan nusantara ini sungguh ragamnya sangat beragam. Sehingga kalau dibahas itu seakan tiada habis-habisnya dan menyesuaiakan dengan lidahnya masing-masing. Nah, pada artikel yang disediakan oleh makanbareng.id itu membahas seputaran makanan yang seperti itu. Namun tidak pula menutup kemungkinan untuk masakan nikmat lainnya. Apalagi makanan tradisional, sebenarnya banyak dan kita belum tahu. Penasaran dengan masakan nusantara lainnya kita bisa sering-sering menjelajah websitenya sobi.

 

 

Telusur Jajan Seru, Bikin Sendiri Hingga Makanan Favorite Diary Harumpuspita

Telusur Jajan Seru, Bikin Sendiri Hingga Makanan Favorite Diary Harumpuspita
Gambar 1. Telusur Jajan Seru

Sebagai penyuka segala makanan yang halal. Entah kenapa hobi makan menjadi yang paling dinanti bagi saya. Apalagi setelah ulik-ulik  https://jajanseru.id/  semakin membuat saya tertarik menjadikan momen makan ini sebagai self reward bagi saya dalam menyelesaikan sesuatu. Sehingga mengerjakan tugas menjadi lebih bergairah sebelum benar-benar menikmati jajanan yang paling saya sukai.

Apalagi jajanan ini banyak ragamnya yang memberikan kesan tersendiri di setiap gigitannya. Rasanya nikmat dan emang yang paling nikmat ketika lagi masa laper-lapernya. Apa aja rasanya terasa nikmat. Kali ini saya ingin berbagi jajanan apa saja yang pernah dibuat selama ini. Kali aja bisa memantik semangat untuk membuat berbagai jenis masakan lagi. Yah, walaupun butuh usaha yang lebih padahal tinggal beli mah gampang. Dulu saya memiliki prinsip yang berbeda. Kalau ingin sesuatu tuh ya harus belajar dulu.

Kali ini saya ingin berbagi tentang jajanan apa saja yang pernah coba buat di rumah selama ini dari hasil ulik-ulik Jajan Seru.

Jajanan Bikin Sendiri
Gambar 2. Jajanan Bikin Sendiri

Jajanan yang Pernah dibuat Diary Harumpuspita

1.       Churos

Resep ini saya dapatkan ketika belajar bersama dengan Memo Catering di tahun 2019. Saat ujian memasak, resep Churos juga kerap saya buatkan. Cara buatnya sih dimasak dulu dengan air seperti direbus hingga membuat adonan mengental. Setelah itu baru deh dimasukkan ke dalam paping bag dan digoreng. Enak dinikmati dengan saus cokelat ataupun gula halus tabur. Makanan ini pasalnya biasa disajikan sebagai cemilan setelah makanan berat. Ala menu dessert gitu.

2.       Pop Corn

Dulu masa kecil saya sering banget buat Pop Corn bareng abang di rumah, tapi belum yang bisa berasa ala Cinema XXI. Kayaknya mode Pop Corn yang seperti itu bisa juga kali ya dicoba di lain waktu. Biasanya selama ini hanya jagung doang dengan taburan garam. Kadang suka mikir gini, kok bisa ya jagung ngembang gitu menjadi warna putih? Beda banget dengan jajanan Jasuke. Hangat-hangat disantap dengan baluran susu kental manis dan rasa paling disukai, yaitu seres cokelat.  

3.       Es Cendol

Es cendol ini baru-baru ini aja sih dibuat. Saking penasarannya kenapa bentukan cendol setiap orang berbeda ya? Ternyata setelah saya buat bentukannya jadi acakadul gitu. Enggak semudah yang dibayangkan. Sehingga persepsi saya berbeda sekarang nih. Apalagi yang warnanya enggak menarik lagi kalau dilihat. Yasudahlah, paling penting itu kan rasanya serupa cendol ataupun es dawet ayu.

4.       Klepon

Jajanan ini paling sering dibuat oleh Mama saya. Sudah bisa saya katakan sebagai suhunya klepon. Yah, walaupun percobannya kadang berhasil kadang gagal. Lebih sering gagal. Kalau gagal teksturnya terlalu lembek atau malah paling zonknya ketika isiannya enggak ada sama sekali.

5.       Cireng

Entah kenapa saya penasaran dengan Cireng waktu lebaran kemarin. Walaupun terkesan berhasil, tapi saya malah merasakan semakin lama Cireng buatan saya semakin alot.

6.       Pisang Goreng

Makanan yang paling favorite itu bagi saya adalah pisang goreng. Apalagi pas lagi manis-manisnya. Itu rasanya nikmat sekali saat disantap lagi hangat-hangatnya. Sempat punya moto kehidupan tuh begini, “kayaknya aku lebih suka lagi makan pisang goreng bareng Mama di tempat sederhana.” Momen syahdunya itu terasa nikmat sekali. Kebetulan kami juga punya pohon pisang di ladang. Makanya pisang ini termasuk sering juga dinikmati.

Selain jajanan yang pernah dibuat, ada juga nih jajanan yang favorite juga, tapi belum pernah dibuat. Barangkali suatu hari nanti bisa juga membuatnya. Yah, namanya juga eksperimen. Suatu kepuasan tersendiri ketika berhasil membuatnya.

Jajanan Favorite, tapi belum pernah dibuat

Jajanan Favorite
Gambar 3. Jajanan Favorite

1.       Pisang Sale

Selain memang saya suka dengan pisang. Pisang saleh yang saya sukai adalah modelan tipis-tipis. Semakin tipis dan renyah dirasa. Ya semakin enak. Walaupun begitu, saya jarang banget mendapatkan makanan kesukaan ini.

2.       Molen

Nah, ini paling sering dibeli. Ada rasa kriyuknya ketika dirasa. Kriyuk dan manis menjadi perpaduan yang paling sempurna. 

3.       Pempek Palembang

Walaupun jajanan ini terkesan jarang saya beli. Saya termasuk orang yang menyukai jajanan khas Palembang ini. Rasanya gurihnya menjadi nikmat ketika disajikan dengan kuah khasnya.

Nah, terkait dengan jajanan ini. Ternyata di website jajanan seru itu telah mengulas berbagai jenis jajanan nih. Mulai yang tradisional hingga modern. Kita bisa melihat ulasan lengkapnya di sana. Apalagi jajanan yang menyehatkan juga ada.