Nggak akan ada yang bisa menghalangi untuk orang yang diundang ke baitullah. Meskipun itu tampak mustahil.
Minggu, 16 Agustus 2026. Blogger Medan mengadakan acara Durian, yaitu pertemuan ara blogger Medan yang tentunya membahas hal yang berkaitan tentang dunia digital. Kali ini materinya daging sekali, yaitu tentang Digital Marketing.
Saya yang tertarik akan hal itu tentu sangat senang bila seandainya mendapatkan materinya secara menyeluruh. Tak terbayang bila banyak catatan yang bisa saya bawa pulang dengan ketikan catatan di gawai.
Hari Patah Hati Memang Enggak Ada Dalam Kalender
Selain hari apes, hari patah hati tidak ada yang namanya dalam kalender. Apes masih bisa ditalangi satu atau dua hari, tapi kalau patah hati? Itu sembuhnya kapan ya? Bahkan saya sendiri nggak tahu kapan sembuhnya. Bahkan kejadiannya sudah 8 hari sebelumnya, rasanya masih sama. Gelapnya semakin tidak dipahami, ini harus apa ya? Mau cerita nggak ada energi sama sekali. Namun yang pasti, ujian patah hati dikarenakan salah membela orang lain yang berdampak pada kekacawan tak tekira. Semoga ada hal-hal baik setelah ini. Aamiin ya rabbal alamiin.
Momen ini yang membuat saya sambil merengek harus tetap jalan. Ingin lari dari kerjaan, tapi enggak bisa. Jalan ya tetap jalan, tapi jalannya berasa naik kura-kura. Namanya hati, suka banget nggak singkron. Sementara otak tetap bilang, "ayo jalan. Jangan cemen. Galau nggak bikin kita kaya. Kalau mermaid enggak apa-apa, galau bagian dari kerja dengan mengeluarkan air mata yang jadi permata. Nah, elu. Galau? Hujan di mana-mana tuh."
Satu Momen Tak Terduga
Karunia Sambas yang dikenal sebagai spesialis ceita anak dengan kiprahnya bersinar ke mana-mana. Datang dari jauh, Tanjung Balai.
Seakan tak percaya ia hadir sebagai tamu yang datang dari daerah luar. Padahal ingin ketemuan aja rasanya susahnya minta ampun. Bolak-balik datang ke Medan, tapi vibesnya nggak ketemu. Kalau sayanya yang lupa berkabar, ya beliau juga lupa berkabar.
Sungguh kehadirannya bak pelipur lara. Hanya dengan melihatnya saja, nggak perlu cerita apapun. Rasanya, beban sedih yang ke belakang itu lupa seketika. "Ternyata, saya masih punya teman yang frekuensi ya." Apalagi di sana kebetulan, ketemu kak Dewi. Widih, berasa tenang nih hati.
Momen ini jadi merasa syahdu saja ketika Kak Windi langsung mengenali saya yang selama ini ia mengetahui saya lewat sosial Media. Bahkan setelah selesai acara sekalipun, ini mulut kagak ada remnya ngobrol tentang dunia marketing. Sampai saya pun nyeletuk gini. "Pas ada saya pasti bakalan nanya terus deh."
"Nah iya, kakak kan suka tanya orangnya."
Nah iya, bertanya. Walaupun sekilas nyebelin, tapi saya nanya bukan tentang ranah pribadi kok. Pasti selingkaran tentang apa yang dibahas pada acara.
Serasi Kafe, Vibes orang Have yang Cozy
Waktu pertama kali masuk nih ke dalam cafe. Kan beneran deh, sayang banget kalau datangnya lama. Pilihannya memang dua, satu peduli dengan diri sendiri supaya datang lebih awal atau menunaikan amanah terlebih dahulu. Maka saya pun memutuskan untuk menuntaskan amanah yang belum tertunai, yaitu mengantar hasil pekerjaan dan mengambil titipan kak Sambas yang kebetulan satu arah ke sana.
Sudah lama datang ke acara tidak terlambat rasanya kok sedih ya. Dulu kayaknya sering terlambat datang ke acara, tapi nggak sedih-sedih amat. Begitulah prinsip hidup saya, lebih baik datang terlambat daripada nggak datang sama sekali. Sebab kita tidak pernah tahu di detik ke berapa hidayah itu hadir ke kita.
Meskipun saya berpikir, wuah pasti nggak bakalan dapat nih vibesnya ngonten di sana. Eh, nggak tahunya malah ada dong lomba konten reels. Sekalian aja dong, setelah selesai acara. Pas momennya usah shalat ashar saya pun berburu footage seketika.
Vibes di Serasi Cafe tuh ya estetik dan cakep. AC dingin, pelayanannya juga ramah. Nah yang lebih gongnya lagi adalah cafe ini bukan hanya mengusung nuansa modern, tetapi juga menyediakan menu lokal seperti cendol dan yang lainnya.
Ngobrolin Digital Marketing Bersama Blogger Medan
Walaupun sebenarnya pembahasannya nggak jauh dari itu itu aja tentang sosial media spesialis. Perkembangannya ini yang semakin hari bisa aja semakin berbeda. Seperti di dalam pembahasan pemateri bahwa saat ini untuk sosial media lebih menjanjikan perseberannya dibandingkan blog itu sendiri.
Berasa nostalgia deh, pas di tahun 2019. Blogger masih eksis-eksisnya, banyak lomba blog yang berdatangan dan sering juga kan dapat undangan review UMKM seperti bolu toba Medan.
Nah, pada kali ini setiap peserta yang hadir di acara momen Durian spesial Kemerdekaan sudah dipastikan mendapatkan voucher diskon 50% dari Dimsum Juara. Khusus di outlet Medan Johor. Jadi kalau harganya 50 ribu, kita tuh cukup bayar 25 ribu doang. Wuah, diskon sehemat ini untuk pecinta Dimsum dijamin kagak nolak mah.
Bagian yang paling membuat saya yakin adalah ketika ada kata-kata, konten itu dimulai dari apa yang kita bisa. Bukan dari editing yang ribet atau gimana ya.
Seketika tuh, tadinya yang suka banget insecure sama konten orang lain. Eh, malah nggak jadi deh. Terutama pada views, lihat punya orang-orang kok pada ramai ya. Punya sendiri malah kagak. Sekalinya stalking ya wajar aja dong kalau pengikutnya sedikit kan mempengaruhi.
Era Sosial Media Sedang Trending, Yakin Nggak Mau Mulai?
Kalau dulu brand banyak yang ngebidik akun besar dengan berjuta followers. Kini malah berbalik arah, brand justru sedang ngebidik akun yang mikro. Yah, yang mulai dari 1k followers seperti saya ini.
Walaupun kecil, tapi memang yang potensial ada. Kalau boleh sekalian refleksi nih, saya punya akun khusus dengan branding buku. Nah, kalau jualan buku atau orang tanya-tanya tentang buku banyak yang percaya. Intinya sampai di level kepercayaan. Kalau rata-rata orang pada percaya ini nih yang repot. Kerjaan bisa lembur terus dong.
Soal miroring konten juga sempat dibahas juga kan. Apalagi ada pekerjaan yang menjanjikan saat ini, yaitu Affiliator. Bang Hari D tuh sempat bilang, kalau dia tuh upload dulu id Instagram, baru setelahnya di tiktok. Biasanya viewsnya bakalan sebelas dua belas gitulah di Instagram dan Tiktok.
Surprise yang Bikin Merinding dari SADAR Group
Soal kesuruan yang bikin ngerasa wuah ini yang sebenarnya saya enggak tahu. Katanya bakalan dapat voucher Umrah dari SADAR Grout. Nggak menyangkan aja sih, kalau SADAR Group ternyata merupakan perusahaan penyedia layanan khusus travel umroh dan Haji. Selain menjediakan fasilitas akomodasi serta transportasi yang baik. juga memberikan pembimbingan ibadah yang sesuai dengan tuntunan syariat.
Seiring berjalannya waktu, SADAR Group memperkuat ekosistem layanannya melalui inovasi berbasis digital setelah pengelolaan media yang modern. Melalui integrasi strategi pemasaran digital inilah dengan keterbukaan informasi dan peningkatan sumber daya manusia. SADAR Group hadir memberikan pengalaman ibadah yang semakin mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.
Kini SADAR Group memiliki 3 Cabang
- Kantor Pusat Medan: Jl. Panglima Denai No 80 C Amplas, Kec. Medan Amplas Kota Medan, Sumatera Utara.
- Kantor Cabang Batam: Tunas 1 Industrial Estate Blok D No 4 Belian Kec. Batam Kota, Kepulauan Riau.
- Kantor Cabang Bogor: Ruko Taman Topi Square Jl. Kapten Muslihat No 07 Cibogor, Kota Bogor, Jawa Barat.
Persoalan, siapa sih yang nggak ingin ke Baitullah? Rata-Rata hampir semua orang yang umat muslim pasti ingin ke Baitullah. Kadang sempat terpikir di dalam pikiran saya, ternyata in this ekonomi ternyata nggak mudah ya punya penghasilan seperti orang-orang kok mudah sekali untuk mendapatkannya. Makanya ada orang yang bolak-balik ke Baitullah.
Namun ada juga orang yang bekerja siang malam, dari Kaki jadi kepala atau bahkan Kepala jadi Kaki. Itu pun belum tentu mencukupi kebutuhan hidup. Namun begitulah, persoalan mencari. Pasti nggak akan ada habis. Selalu ada kurangnya dan sebenarnya tanpa disadari merupakan suatu ujian pada diri juga kan.
Pada masa itu, shalat kita semakin khusyuk nggak dalam meminta bantuan kepada yang Maha Pemberi Rezeki? Jangan-jangan pikiran entah ke mana-mana untuk kerjaan. Wallahu alam, ini tuh menjadi refleksi kepada diri aja sih sebenarnya.
Ibarat rindu, rindu yang tak tahu ini bisa ketemu atau tidak. Ya, rindu ke Baitullah. Ingin sekali bertamu ke rumahnya Allah. Hati yang melekat dan nggak tahu kapan akan ke sana.
Teman saya yang mengenali saya, Kak Windi mengatakan seperti ini, "Nggak akan ada yang bisa menghalangi untuk orang yang diundang ke baitullah. Meskipun itu tampak mustahil. "
Rasanya belum ada lima menit saya mendengar ucapan itu. Eh, malah tiba-tiba dipanggil dong, jadi peserta yang beruntung mendapatkan voucher Umroh dari SADAR Group. Seketika, saya tak percaya mendengar pengumuman itu. Eh, kok bisa? Mimpi apa semalam? Kayaknya enggak ada.
Hanya saja mendetak begini aja sih, niat yang baik Allah selalu tahu akan hal itu. Apalagi orang yang selalu menepati janji dan amanah dalam hidup. Memang nggak mudah mengalah dalam kehidupan, tap Allah selalu tahu bagaimana caranya memberi kejutan dari arah yang tak disangka-sangka.

