![]() |
| Gambar 1. Cerita Lila |
Perbedaan Review Film dan Drama Series yang Perlu Diketahui
![]() |
| Gambar 1. Review Film |
Meskipun sama-sama membahas karya audiovisual, review film dan review drama series sebenarnya memiliki pendekatan yang berbeda. Perbedaan tersebut muncul karena karakteristik kedua jenis tayangan ini tidak sama. Film biasanya memiliki durasi yang lebih singkat dan cerita yang lebih padat, sedangkan drama series menawarkan alur yang berkembang dalam beberapa episode bahkan beberapa musim.
Memahami perbedaan ini penting, terutama bagi penulis konten, blogger, maupun penikmat hiburan yang ingin menyampaikan opini secara lebih mendalam dan terstruktur.
Apa Itu Review Film?
Review film adalah ulasan yang membahas berbagai aspek sebuah film setelah ditonton. Tujuannya bukan hanya memberikan penilaian, tetapi juga membantu pembaca memahami kualitas cerita, akting, sinematografi, penyutradaraan, hingga pesan yang ingin disampaikan oleh pembuat film.
Karena durasi film biasanya berkisar antara satu hingga tiga jam, reviewer dapat menilai keseluruhan cerita dalam satu kali pengalaman menonton. Hal ini membuat proses analisis menjadi lebih ringkas dan terfokus.
Dalam review film, aspek seperti alur cerita, perkembangan karakter, konflik utama, visual, musik, dan ending sering menjadi fokus utama pembahasan.
Apa Itu Review Drama Series?
Berbeda dengan film, drama series terdiri dari banyak episode yang membentuk satu kesatuan cerita. Karena memiliki durasi yang jauh lebih panjang, proses review drama series biasanya membutuhkan waktu lebih lama.
Seorang reviewer perlu mengikuti perkembangan karakter dari episode ke episode, memahami perubahan konflik, serta menilai konsistensi kualitas cerita sepanjang serial berlangsung.
Drama series juga memungkinkan munculnya banyak karakter pendukung dan subplot yang memperkaya cerita. Oleh karena itu, ulasan terhadap drama series umumnya lebih kompleks dibandingkan review film.
Perbedaan dari Segi Struktur Cerita
Salah satu perbedaan paling mendasar antara film dan drama series terletak pada struktur cerita. Film biasanya memiliki struktur yang lebih padat karena seluruh konflik harus diselesaikan dalam waktu yang terbatas.
Reviewer film cenderung fokus pada efektivitas alur, kekuatan konflik, dan bagaimana cerita mencapai klimaks serta penyelesaiannya.
Sementara itu, drama series memiliki ruang yang lebih luas untuk mengembangkan cerita. Konflik dapat dibangun secara perlahan dan karakter memiliki kesempatan untuk berkembang lebih mendalam.
Dalam review drama series, pembahasan sering kali mencakup perkembangan cerita dari awal hingga akhir, kualitas setiap episode, serta kemampuan penulis menjaga ketertarikan penonton dalam jangka panjang.
Perbedaan dalam Analisis Karakter
Film umumnya memiliki waktu yang terbatas untuk memperkenalkan dan mengembangkan karakter. Oleh karena itu, reviewer biasanya menilai apakah karakter berhasil dibangun secara efektif dalam durasi yang tersedia.
Sebaliknya, drama series memiliki keuntungan berupa durasi yang panjang. Penonton dapat melihat perjalanan karakter secara lebih detail, termasuk perubahan kepribadian, konflik internal, dan hubungan dengan karakter lainnya.
Karena alasan tersebut, review drama series sering memberikan perhatian lebih besar pada perkembangan karakter dibandingkan review film.
Peran Episode dalam Drama Series
Dalam film, penilaian dilakukan terhadap satu karya yang utuh. Sedangkan dalam drama series, setiap episode memiliki kontribusi terhadap keseluruhan cerita.
Seorang reviewer drama series sering kali membahas episode tertentu yang dianggap paling kuat atau justru paling lemah. Mereka juga menilai apakah ritme cerita tetap konsisten dari awal hingga akhir.
Aspek ini tidak ditemukan dalam review film karena film tidak dibagi ke dalam beberapa episode yang berdiri sendiri.
Pendekatan Penulisan Review
Review film biasanya lebih singkat dan langsung pada inti pembahasan. Penulis dapat memberikan gambaran umum mengenai cerita tanpa harus menjelaskan terlalu banyak detail.
Sementara itu, review drama series cenderung lebih panjang karena banyak aspek yang perlu dibahas. Penulis sering membagi ulasan berdasarkan episode, musim, atau perkembangan karakter tertentu.
Karena panjangnya durasi serial, reviewer juga harus berhati-hati agar tidak memberikan terlalu banyak spoiler yang dapat mengurangi pengalaman menonton pembaca.
Belajar dari Blogger Review Film
Bagi yang ingin belajar menulis ulasan hiburan, membaca karya para blogger berpengalaman dapat menjadi langkah yang tepat. Salah satu contoh yang menarik adalah blogger rafahlevi, yang aktif membagikan berbagai pengalaman review film serta pandangan mengenai dunia hiburan.
Melalui tulisan-tulisannya, pembaca dapat melihat bagaimana sebuah film dianalisis dari berbagai sudut pandang, mulai dari cerita, karakter, hingga aspek teknis produksi. Pendekatan seperti ini membantu pembaca memahami bahwa review yang baik bukan sekadar menyatakan suka atau tidak suka, tetapi juga memberikan alasan yang jelas dan terstruktur.
Pengalaman yang dibagikan oleh para reviewer berpengalaman sering kali menjadi inspirasi bagi penulis pemula yang ingin mengembangkan kemampuan menulis ulasan secara lebih profesional.
Perbedaan dari Sisi Emosi Penonton
Film biasanya dirancang untuk memberikan pengalaman emosional yang intens dalam waktu singkat. Oleh karena itu, reviewer sering menilai apakah film mampu menyampaikan emosi yang kuat kepada penonton.
Drama series memiliki pendekatan yang berbeda. Karena berlangsung dalam banyak episode, keterikatan emosional dengan karakter cenderung lebih dalam. Penonton memiliki waktu lebih lama untuk mengenal dan memahami perjalanan tokoh-tokohnya.
Akibatnya, review drama series sering kali membahas dampak emosional jangka panjang yang dirasakan selama mengikuti keseluruhan cerita.
Aspek Teknis yang Dinilai
Baik film maupun drama series sama-sama dinilai berdasarkan aspek teknis seperti sinematografi, tata suara, musik, editing, dan akting.
Namun, dalam drama series terdapat tambahan aspek berupa konsistensi kualitas produksi antar episode. Sebuah serial dapat memiliki awal yang kuat tetapi mengalami penurunan kualitas di pertengahan cerita.
Hal inilah yang membuat analisis drama series sering kali membutuhkan pengamatan yang lebih panjang dibandingkan film.
Perkembangan Konten Review di Era Digital
Saat ini review hiburan tidak hanya hadir dalam bentuk artikel blog. Banyak kreator konten yang membagikan ulasan melalui video, podcast, hingga media sosial.
Meskipun format penyampaiannya berubah, prinsip dasar review tetap sama, yaitu memberikan informasi, analisis, dan opini yang membantu audiens memahami kualitas sebuah karya.
Bagi penggemar film dan serial, membaca ulasan dari blogger film bandung dan reviewer lainnya dapat menjadi referensi sebelum memutuskan tayangan mana yang layak untuk ditonton.
Penutup
Meskipun sama-sama bertujuan memberikan penilaian terhadap sebuah tayangan, review film dan drama series memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Film lebih menekankan analisis terhadap cerita yang padat dalam durasi singkat, sedangkan drama series membutuhkan pembahasan yang lebih luas karena perkembangan cerita berlangsung dalam banyak episode.
Perbedaan tersebut memengaruhi cara reviewer menyusun ulasan, memilih fokus pembahasan, serta menyampaikan opini kepada pembaca. Dengan memahami karakteristik masing-masing format, penulis dapat menghasilkan review yang lebih informatif, mendalam, dan bermanfaat bagi audiens.
Pada akhirnya, baik film maupun drama series memiliki keunikan tersendiri. Keduanya menawarkan pengalaman menonton yang berbeda dan sama-sama menarik untuk dianalisis melalui ulasan yang berkualitas.
Review Film Yakin Nikah : Tutorial Pusing Memilih Pasangan Hidup
![]() |
| Gambar 1. Poster Yakin Nikah |
Mari kita bedah perjalanan menonton film kali ini di XXI.
Cast of Film Yakin Nikah
- Enzy Storia sebagai Niken.
- Maxime Bouttier sebagai Arya.
- Jourdy Pranata sebagai Gerry.
- Tora Sudiro sebagai Ayah Hendar.
- Ersa Mayori sebagai Ibu Ratna.
- Amanda Rigby sebagai Anggi.
- Agnes Naomi sebagai Pritta.
- Lukman Sardi sebagai Bembi.
Sinopsis Lengkap
Hal yang Menarik di Film Yakin Nikah
1. Karakter Ayahnya Niken
Berbeda dengan kisah yang lainnya di mana karakter ibu selalu memberikan makna dominan. Kisah ini jutsru menyoroti karakter sang ayah yang tampaknya sempurna di mata Niken. Sampai-sampai nih, si Niken bilang sama sahabatnya dia itu mau memilih yang terbaik untuk masa depannya dan kalau bisa yang modenya seperti ayahnya gitu. Bisa diajak bertukar pikiran, dermawan, penyabar, dan paling penting dia itu sebagai tour guidenya kehidupan si Niken. Jadi, enggak ngejudge gitu loh seperti ayah pada umumnya. Kamu harus ini dan itu. Nah, ujung-ujungnya segala keputusan itu diserahkan kepada Nikennya sendiri. Kata-kata mutiaranya begini.Nggak ada yang sempurna di dunia ini. Sate aja ada yang mateng dan gosong, toh masih bisa dinikmati dengan nikmat. Begitupula menyatukan dua kepala itu memang enggak muda, apalagi menyatukan keluarga.
Persiapan pernikahan itu memang nggak sebentar, makanya itu kudu sabar.
2. Keterlibatan Kedua Orang Tua Niken dalam Menyeleksi Calon Mantu
Nah, yang lucunya itu di bagian ini sih. Lucunya natural banget, enggak yang dibuat-buat gitu. Apalagi ketika ayahnya Niken ketemu si Arya dan pura-pura keram sewaktu jogging. Itu lucunya enggak kepalang tanggung. Si Arya justru memperlakukan ayahnya Niken dengan bar-bar saking paniknya. Ini mau di kemanain ya. Sementara kalau si Gerry sih menghadapinya dengan sabar gitu loh ke ayahnya Niken. Nah, gara-gara ini membuat saya dan adik jadi semakin pusing mikirnya? Nonton bertujuan buat happy dan rileks. Auto pusing, pilih siapa ya. Soalnya keduanya punya plus dan minusnya.
3. Plot Twist yang Membagongkan
Salah satu film yang banyak plot Twistnya itu ya film ini. Walaupun masih masuk akal juga. Saking banyaknya Plot Twist jadi ngebuat saya kesal banget ngelihatnya. Kayak contohnya gini, udah dibuat nyaman sama kubunya si Gerry. Eh, tiba-tiba si Arya juga dibuat nyaman. Kemudian dibuat kesal dengan karakternya Gerry. Eh, gitu juga ke Arya. Asli roller coasternya soalnya bikin kesel film ini jago banget deh. Cuma yang nggak dapat feel sedih dan kesalnya dari sudut pandang karakter utama aja. Sayang banget kan.
4. Akhir Kisah yang Sweet Ending
Kalau soal penutupan kisah secara bijaksana. Saya baru setuju nih sama film ini. Sekali lagi, dalam hidup ini memang enggak ada kepastian. Orang yang sudah dilamar saja, bisa saja nggak jadi. Begitulah yang sebenarnya dirasakan oleh Niken. Dia itu bolak-balik dilamar loh. Awalnya si Gerry yang mau ngelamar. Eh, enggak jadi karena Gerry ada masalah. Terus gitu lagi dilamar Arya, dilamar Gerry lagi. Gitu aja seterusnya. Jujur salah, enggak jujur juga salah. Serba salah tah.![]() |
| Gambar 2. Berfoto dengan poster Yakin Nikah |
Bedah Karakter Dua Pilihan (Choose The One, Kalau Saya Jadi Niken)
Arya, si Kulkas Dua Pintu
Gerry, Sehangat Mentari
Kesimpulan
HYB
Kali ini kita mau ngobrolin yang masih relevan dengan pemerannya, yaitu ayahnya Niken. Kan dia itu hobinya ngelawak. Kalau di film Kang Solah itu feelnya dapat banget. Nah, di film ini malahan kayaknya jangkrik. Terkesan dipaksakan ngelawak jadinya. Soalnya teman mainnya pada serius semua.Informasi Film
Rating Usia : 13+
Durasi : 108 menit
Review Film Kang Solah x Nenek Gayung (Kisah Horor Komedi Penuh Makna)
![]() |
| Gambar 1. Poster Kang Solah X Nenek Gayung |
Malam sabtu, adik saya asyik ngerecokin. "Kak, nonton yuk!" Begitulah ungkapannya saking ngebetnya ingin nonton di bioskop. Demi pengalaman nonton yang premium. Setelah sekian lama enggak nonton, akhirnya saya mengiyakan dan dia justru nggak sabaran segera booking tempat nonton yang akan kami datangi malam itu. Sebal, dia menelpon ketika saya hendak mengirimkan sebuah momen foto paling langka sedunia. Alhasil saya kehilangan momen foto yang enggak bisa diulang kembali. Yah, sudahlah ....
Sinopsis Kocak Kang Solah
Siapa yang tak jantungan coba ketika ada mode jump scare diperlihatkan dalam sebuah opening? Belum juga apa-apa. Eh, malahan sudah dikagetkan saja dengan kisah mistis di mana seorang perempuan di tepi sungai bertapa seperti praktik dukun menemukan mayat. Ia membawanya ke rumah untuk memandikannya. Tak lama kemudian warga datang dan memergokinya kemudian membunuhnya di tempat itu juga beramai-ramai. Hingga arwahnya menjadi nenek gayung.
Cerita lainnya pun dimulai ketika Kang Solah diantar teman-temannya balik ke kampung malam-malam. Eh, si Kang Solah sedang bermimpi indah ketika warga kampung pada mengantar kepergiannya dalam melaksanakan tugas sebagai tentara. Dalam mimpinya ia bertemu dengan gadis-gadis cantik hingga akhirnya bertemu dengan pujaan hatinya si Dara. Ketika bangun. Eh, si teman-temannya malah mengerjai dirinya.
Tentunya ada si Indro sebagai Supra yang menjadi prajurit paling tua dan kelucuan Tora Sudiro sebagai Jaka. Sementara si paling kecil Indra Jegel sebagai Fajrul membuat cerita ini semakin terlihat kocak. Sebuah kombinasi yang benar-benar cakep. Yah total ada 4 orang di dalam perahu termasuk sang pengemudi perahu ketika Kang Solah sudah masuk ke dalam perkampungannya. Padahal di kisah sebelumnya Kang Mak (Vino Bastian) kisah horor yang terinspirasi dari kisah Pee Mak (Film Thailand) telah lebih dulu pulang perkampungan. Setidaknya gara-gara film ini jadi penasaran ingin menonton film Kang Mak.
Yah, namanya juga film komedi. Percakapan demi percakapan pun terlihat kocak. Tiba-tiba saja sang pengemudi perahu malah berada di daratan dan kebetulan tahu kalau ada teror nenek gayung di daerahnya. Ia pun mempraktikkan bahwa ada hantu di dekat perahu. Sayangnya mereka tidak tahu menahu hingga akhirnya perahu yang lain dibawa oleh sang nenek gayung.
Supra dan teman-temannya pun memutuskan untuk mendatangi rumah Kang Solah pada malam itu juga.
Cerita ini memiliki alur maju mundur yang membuat kita tidak bisa melewatkan detik per detiknya. Yah, lengah sikit auto gagal paham bagian ceritanya. Sebab sudut pandangnya tidak konsisten ketika di awal untuk menghubungan antara POV Kang solah dan teman-temannya Kang Solah.
Kang Solah yang tidak tahu menahu di kampungnya pertama kali bertemu dengan nenek yang ia sebut sebagai nenek Ayu. Tidak ada rasa takut padahal sak nenek sudah meninggal dan menjadi nenek gayung.
Ketika ia sampai di perkampungan ternyata warga malah mengiranya sebagai hantu dan disambut dengan tarian pengusir setan. Hingga untuk membuktikan apakah Kang Solah benaran. Kang Solah pun disuruh kayang hingga membuat tulangnya nyaris patah.
Sang Kepala Desa pun percaya kemudian mengajaknya makan di warung seraya bercerita tentang nenek Ayu yang telah menjadi nenek gayung. Termasuk menunjukkan gadis-gadis yang hilang dengan asumsi ulahnya nenek ayu. Saat diingat-ingat. Wajah yang ditunjukkan adalah gadis-gadis dalam mimpinya tadi.
Scene berpindah ke POV teman-temannya Kang Solah. Mereka tersesat dan bolak-balik kembali ke arah yang sama. Pada suatu ketika Fajri kebelet buat air besar dan kemudian mereka menemukan sebuah rumah kecil bertepas. Itulah rumah nenek ayu dulunya. Fajri tidak berani buang air sembarangan dikarenakan pada pengalamannya yang silam malah buang air dekat tengkorak. Akhirnya mereka sepakat untuk mendatangi rumah tersebut.
Pintu terbuka dengan sendirinya dan si Jaka mengatakan bahwasannya kalau terbuka sendiri biasanya ada hantunya. Yah, walaupun begitu. Akhirnya mereka menemukan sang nenek di dalam rumah menyambutnya dengan kaku ala-ala hantu. Hanya saja mereka tidak menyadari hal itu. Si Fajri ingin buang air besar, si Jaka ingin mandi, dan si Supra kelaparan. Awalnya si Jaka ingin mandi. Sang nenek menawarkan untuk memandikannya. Namun si Jaka menolak hingga akhirnya ia pingsan duluan saat berada di dalam kamar mandi.
Fajri yang telah siap buang air besar tadi setelah melalui kisah horor, di mana gayung muncul sendiri saat menggunakan air pun telah selesai. Ia mendatangi Supra untuk ikutan makan bersama. Ketika ia ingin makan, malahan centong nasinya jatuh. Saat hendak mengambilnya ia melihat sesuatu di balik kedua kakinya. Betapa terkejut bukan main saat ia melihat kenyataan yang sebenarnya dan segera menyadarkan Supra. Kemudian mereka mencari keberadaan si Jaka yang tidak bisa bergerak sama sekali di tempat pemandian nenek gayung. Hingga Fajri dan Supra terpaksa menggunakan jurus terakhir. Katanya orang-orang yang seperti itu bakalan sadar jika diberikan aroma sangat tidak enak. Sontak satu studio tertawa dengan tingkah mereka.
Begitu pula si Kang Solah akhirnya sampai di rumah megahnya. Ia terkejut bahwa ada sebuah pemotretan yang ternyata ada rencana pernikahan di dalam rumahnya. Mereka semua juga pada ketakutan dan menyangka bahwa Kang Solah telah tiada. Lagi-lagi untuk membuktikan ia adalah manusia. Terpaksa ia kayang kembali. Ia ingin tahu siapa yang menjadi mempelai adiknya si Iqbal, ternyata Dara. Perempuan yang sangat Kang Solah cintai.
Ibu Kang Solah mengatakan bahwa Kang Solah selama ini tidak pernah mengirim mereka surat. Hingga disangka sudah tewas di Medan Perang. Begitu pula Kang Solah tidak pernah menerima surat-surat dari Dara selama ini. Ternyata mereka saling mengirim surat satu sama lain, tapi tidak pernah menerimanya.
Tiba-tiba saja sang nenek gayung datang ke rumah Kang Solah meneror mereka. Semuanya berusaha pergi dan Kangmas Pusi (Andre Taulani) datang mengusir nenek gayung. Hanya Kang Solah yang tidak mencoba kabur, karena baginya sang nenek gayung adalah nenek ayu. Kangmas Pusi tidak berhasil mengusir nenek gayung. Justru ia berada di hutan hingga akhirnya bertemu dengan Supra CS. Kangmas Pusi tidak dapat bergerak sama sekali. Lagi-lagi adegan lucu dilayangkan dengan jurus andalan mereka untuk menyelamatkan Kangmas Pusi.
Nah, ini yang menjadi membuat penasaran. Ternyata Kangmas Pusi di episode sebelumnya Kang Mak juga turut hadir dalam ritual pengusiran hantu. Gimana ya, cerita horor menjadi komedi? Fajrul kadung mabuk dikarenakan memakan tumbuhan kecubung akibat kelaparan. Kangmas Pusi pun akhirnya menunjukkan di mana arah rumah Kang Solah.
Setelah di rumah Kang Solah. Mereka diajak makan bersama. Jaka bercerita kalau Kang Solah selama ini selalu mengingat Dara ketika di Medan Perang. Namun dengan baiknya, Kang Solah mengatakan tidak jadi menikah dengan Dara. Ia tak marah, ia berusaha memahami. Fajrul justru memarahi Iqbal karena Ipar adalah maut. Jaka mengatakan bahwa Fajrul mabuk karena kecubung, sehingga mereka memahami sikap Fajrul.
Setelah makan, hendak bermalam. Supra CS didatangi nenek gayung lagi. Sang nenek menyuruh mereka untuk menyatukan Dara dan Kang Solah. Akankah mereka berhasil menyatukan Kang Solah dengan Dara? Bagaimana dengan teror nenek gayung yang menghatui warga?
Ending yang Sangat Memuaskan
Pesan yang Amat Mendalam
Ilmu Pengetahuan Baru Tentang Tumbuhan Kecubung
![]() |
| Gambar 2. Tanaman Kecubung |
![]() |
| Gambar 3. Foto Bareng Poster Kang Solah x Nenek Gayung |
Hal yang paling disukai dari film Kang Solah
Kesimpulan
Review Film Sukma : Penukar Jiwa Saat Gerhana Tiba
![]() |
| Gambar 1. Review Film Sukma |
Cerita Sukma ini dikemas sebagai kisah misteri. Alih-alih mengarah kepada film horor. Kisah dibuka oleh seorang laki-laki yang sedang ketakutan dengan Arini (Luna Maya). Apakah ia merupakan suaminya?
Scene menuju ke latar waktu 2
tahun sebelumnya.
Sinopsis
Arini (Luna Maya) dan keluarganya
baru saja pindah ke sebuah rumah tua yang tidak berpenghuni.
Saat pertama kali pindah justru
anaknya Iyan bermain petak umpet bersama temannya yang lain. Iyan masuk ke sebuah
ruangan yang ada cerminnya dan di situlah efek jump scare diperlihatkan. Ia
menyebutkan nama, “Mas Pram” dalam memanggil anaknya Iyan. Malahan saya pikir
anaknya beliau itu dua orang, ternyata hanya Iyan.
Pram yang merupakan ayah
sambungnya Iyan berhasil menemukan Iyan yang sudah pingsan di dalam ruangan
bawah tanah. Arini mengamati sekitar dan melihat ada sebuah cermin besar yang memiliki
motif di pinggirannya.
Pram segera menaikkan cermin ke
atas. Pada saat pemindahannya, seorang Ibu yang merupakan penjaga rumah itu
lantas mengatakan, "ini masih bagus." Seakan memberikan nuansa tanda
tanya tentang kenapa Ibu Sri justru menyukai keberadaan sang cermin. Auranya
mistis, seperti ada yang disembunyikan
Arini merasakan ada hal yang
janggal dengan cermin. Suatu ketika mantan suami datang untuk menemui Iyan dan
mengajaknya untuk jalan-jalan. Arini masih menyayangi Hendra. Sehingga anaknya
masih diperbolehkan untuk pergi bersama. Namun yang terjadi Hendra tidak
mengabari Arini dan pulang malam dalam keadaan hujan.
Suaminya Arini (Pram) pun menolong Arini supaya tidak diganggu oleh Hendra. Tak hanya itu saja, pada kesempatan lain Hendra datang ke rumah Arini lagi untuk meminta Iyan bermain lagi dengannya. Ia memaksa masuk dan melihat cermin. Pada saat itu Iyan memang ingin bermain dengan Papa kandungnya. Kemudian Pram datang dan Hendra akhirnya pergi dari rumah Arini kemudian mendengar sesuatu yang janggal pula. Iyan kecewa dengan ibunya dan marah.
Arini bercerita bahwa alasannya
bercerai dengan Hendra karena Hendra memiliki penyakit Schizoprenia dan ia
teramat takut kalau Iyan kenapa-kenapa. Setiap kali bertemu dengan Hendra ia
selalu bertanya, apakah ia membawa obat?
Pada film ini karakter Pram tidak
kelihatan seperti apa. Hanya sebagai sebuah perlindungan di kala Arini diganggu
oleh Hendra.
Suatu ketika, Arini datang ke
sebuah tempat yang menjual barang-barang antik dan ia melihat sebuah simbol
yang serupa di pinggiran cermin dan melihat sebuah buku yang memiliki sampul simbol
serupa. Ia pun mengikuti wanita yang membeli buku itu. Hingga akhirnya mereka
saling berbincang dan menemukan sebuah misteri yang belum terpecahkan. Ternyata
sebelum Arini tinggal di sana. Keluarga sang wanita itu tinggal di sana dan
berakhir meninggal dunia. Setelah mendengar suara dari telepon ada teror di rumahnya. Sang wanita pun menunjukkan
bukti-bukti foto yang ia miliki. Hingga akhirnya ia menyadari bahwa ada keberadaan
Ibu Sri di dalam foto.
Begitu pula dengan Hendra yang
masih belum jera menemui anaknya. Ia menjemputnya di sekolah dan bertemu pula
dengan Arini yang baru saja diteror lewat cermin. Kemudian ia bercerita bahwa
ada sebuah tulisan yang akhirnya Hendra tulis di dinding. Ia menemukan sebuah
nama Sukma.
Diam-diam Arini mendatangi
rumanhnya Ibu Sri lewat jendela dan menggeledah barang-barang di sana. Ia
menemukan sesuatu, yaitu sebuah potongan kertas yang ada di dalam buku itu.
Konflik berikutnya semakin seru,
kita akan mendapatkan jawaban tentang penampakan yang ada di dalam cermin.
Apakah cermin itu berbohong kepada Arini?
Akankah Arini selamat dari kisah teror di rumahnya? Kisah lengkapnya saksikan di bioskop kesayangan anda ya. Oh, iya. Sebagai informasi. Cerita ini disutradarai oleh Baim Wong.
Hal yang menarik dari kisah ini:
1. Gerhana dijadikan sebagai tempat pertukaran jiwa
Kisah ini seakan memiliki tema
serupa pada drama Korea Moonlovers ataupun Boon Apetit Your Majesti. Ada gerhana yang menjadi sebagai tempat
pertukaran sesuatu. Bedanya kalau drama itu pindah raga ke zaman sebelumnya
sementara di kisah ini pertukaran jiwa yang menginginkan keabadian. Cerita ini
justru membuat saya penasaran terkait dengan gerhana. Kenapa pula dengan
gerhana.
2. Aksara Jawa yang dijadikan
sebagai mantra keabadian. Uniknya dalam kisah ini buku yang memiliki simbol
serupa dengan cermin memiliki tulisan jawan dan juga ilustrasi cermin.
3. Schizoprenia yang dialami oleh
Hendri. Schzoprenia merupakan sebuah penyakit yang orang sebuat sebagai
kemampuan seseorang dalam berhalusinasi. Sebenarnya kalau kisah ini diulik
lebih lagi, pasti asyik. Hanya saja, diending justru membuat ending yang
menggantung seakan bukan Hendra lagi. Kalau ini mah, bisa jadi beda cerita.
OOT
Kisah ini justru membuat saya
penasaran akan sesuatu. Selain gerhana yang menurut mitos merupakan momen amat
ditakuti. Hingga cermin itu sendiri. Kenapa dengan cermin? Seingat saya kalau
di film Kuntilanak juga melibatkan cermin.
Konon katanya cermin itu
sebenarnya bisa mengundang keberadaan kunti, tapi justru ditakuti oleh kunti
itu sendiri. Karena kunti akan memantulkan bayangan yang sebenarnya. Sehingga
cermin adalah benda yang paling tidak disukai kunti.
Duh, justru saya dulu malah takut
sama cermin. Hingga seringnya tuh cermin ditutupi pakai kain. Atau
jangan-jangan? Heheh …
Pengalaman Sebelum Nonton
Sebenarnya saya bukan tipe orang
yang suka nonton horor. Karena khawatirnya hidup jadi serba was was gitu kan.
Alih-alih harusnya menjadi lebih berani lagi. Seringnya sih di film Indonesia,
efek Jump Scarenya lebih banyak dibandingkan dengan kisah horor itu sendiri.
Yah, dibandingkan sayanya yang jantungan.
Nah, kebetulan nobarnya malahan
di Hermes. Yah, kalian tahulah, Hermes di Medan sekarang ini hanya ada
bioskopnya doang yang beroperasi. Hal yang ada di pikiran saya tuh gimana nanti
ya kalau seram gitu tuh. Eh, sampai sana ternyata ramai sekali orang-orang yang
datang. Sayangnya tiket belum ada nih. Segera saya menghubungi nomor yang
mengajak nobar. Nggak dikasih kontaknya, justru disuruh menemui orang dalam
foto. Bayanging, enggak tahu namanya. Eh, disuruh nyari muka orang yang belum pernah ditemui. Yah, walaupun akhirnya saya menemukannya juga, untungnya mudah ditandai dengan adanya tahi lalat di dagu. Kalau enggak ya bakalan bingung banget.
Itulah momen terlucu yang saya alami. Bahkan sampai di sana, malah dapat
kursi paling depan. Kan auto dengak. Semakin was was nontonnya. Film horor
sist.
Review Film War 2
![]() |
| Gambar 1. Review Film War 2 |
Cerita War 2 ini cocok sekali dalam menyemarakkan hari kemerdekaan, tapi bukan kemerdekaan di Indonesia. Melainkan perjuangan demi Negara India. Tagline dari filmnya seperti ini, "India First." Yah, momen-momennya masih relevanlah di era perjuangan. Bagi penyuka film dalam durasi lama, cerita ini termasuk cerita yang wuaw mantap puas sekali. Nggak sayang mah sama harga tiketnya.
Sinopsis
Kisahnya dimulai dari memanjakan mata sang penonton sebuah
peperangan. Dengan teknik CGI pastinya membuat pesona visual semakin menakjubkan.
Hingga pada akhirnya si Kabir diperankan oleh Hitrik Rossan disuruh pemimpinnya
untuk membunuhnya di perlintasan rel kereta. Ia berpesan pada Kabhir untuk
menjadi bagian dari musuh untuk membunuh sang pemimpinnya. Hanya dengan cara
itu mereka bisa mempertahankan negaranya. Sebagaimana seorang prajurit yang
melaksanakan pimpinannya. Nama baik? Tidak peduli dengan apa yang dipikirkan
orang. Termasuk ia harus melawan putrinya sang kapten sendiri yang bernama
Kavya.
![]() |
| Gambar 2. Pemain Utama War 2 |
Kabir di sini merupakan tentara yang sangat disukai oleh banyak orang. Yah, selain tampan dan pemberani. Keahliannya jelas sangat disegani oleh berbagai pihak. Tak terkalahkan, begitulah si Kabir yang digambarkan saat itu. Setelah kejadian penembakkan pada pemimpinnya. Ia memang benar-benar bergabung dengan pihak musuh.
Musuhnya yang disebut sebagai organisasi Kaali malah
digambarkan sebagai hologram pemimpin dari berbagai Negara seperti Sri Lanka,
Cina, dan lain-lain. Lupa mah saya detailnya siapa saja, tapi yang pasti
berjumlah sekitar lima atau enam. Nah, si Kabir ini posisinya menjadi penjahat
bagi Negaranya sendiri.
Nah di sini baru dah letak serunya, di mana mereka
merencanakan sesuatu untuk memburu si Kabir. Hingga melacak keberadaan anak
angkatnya si Kabir yang di Italia. Seseorang yang menjadi lawannya si Kabir
adalah Vikram di kemiliteran. Keduanya memiliki kekuatan yang setara dan yap,
yang paling seru itu menyaksikannya secara langsung alih-alih dituliskan seperti
ini.
Aksi kejar-kejaran dengan
mobil sangat memicu adrenalin. Anaknya ternyata juga sudah terbiasa
dengan cara hidup si Kabir. Sehingga ia bisa diajak kerjasama dalam mencuri
mobil untuk menyelamatkan diri dari mata-mata si Vikram.
![]() |
| Gambar 3. Pemain Utama Wanita di War 2 |
Pertemuan si Kabir dengan pemeran wanita berada di puncak menara. Pada scene ini belum ada sesi romantiknya, ya seperti biasa aksi pertarungan yang membuat Kabir jatuh tepat di atas mobil dikendarai sang anak.
Hal yang Menarik dari War 2
1. Bukan
kisah perang yang membosankan
Alih-alih hanya kisah perang belaka. Justru
di film war ini disuguhkan sebuah kesan yang komplit. Bagaimana bisa perang
disandingkan dengan masalah percintaaan menjelang pertengahan cerita. Meskipun
keduanya enggak menikah, tapi ada kisah cinta yang sepintas lumayanlah bagi
penyuka genre romance.
2. Latar Tempat Italy
Latar tempat di India mah sudah biasa, tapi
kali ini mereka menggunakan Italy sebagai tempat syuting. Sebuah suasana yang
berbeda dalam sajian film India. Yah, harap maklumlah bagaimana dengan
3. Kisah Persahabatan yang Amat Kental
Duh, kalau dibilang musuh adalah sahabatnya
sendiri. Bisa jadi. Ini adalah sebuah pilihan yang berat dalam hidup. Cuma kok
enggak sangka saja kenapa sosok sahabat punya dendam mendalam terhadap
sahabatnya. Bukannya sahabat itu selalu bahagia kalau sahabatnya maju ya? Nah,
yang menjadi uniknya adalah latar belakang si Kabir ini dulunya tidak memiliki
keahlian bela diri dan bertemu seorang teman membantunya bertahan hidup di
jalanan. Kisah Kabir yang ternyata memiliki panggilan Kaboo sangat menarik
sekali untuk diulik.
4.
Akhir Kisah yang Memuaskan
Untuk penutupan kisah War 2 ini. Saya
sangat puas sekali dah pokoknya. Tidak menggiring opini yang menyisakan tanda
tanya di hati. Mantap dah pokoknya. Baik sisi Kabir maupun Vikram sendiri.
5.
Soundtrack
yang Menarik
Secara visual sebenarnya saya lebih suka
dengan soundtrack yang berjudul Janab-e-Aali di mana. Soundtrack ini pertama
kali muncul ketika Vikram dan Kabir menjadi damai saat di Italy. Namun secara
populernya soundtrack yang berjudul Aavan Jaavan memiliki ritme lagu yang
menarik. Terdengar santai-santai asyik. Yah, namanya juga dipadukan dengan
romance.
Kekurangan Film War 2
Nonton berjam-jam hingga menuju tiga jam ternyata bukan
membuat saya terasa puas. Total 2 jam 50 menit. Termasuk durasi film yang
sangat lama bagi saya. Menjelang akhir baru terasa, kok kayaknya radar jenuh.
Mungkin kalau durasi 2 jam 30 menitan sudah pas mantap tuh.
Alur yang sejujurnya bingung letak kekonsistenannya di mana.
Secara awalnya ini udah seru-seru di Italy tentang momen emosional dengan si
anak angkat. Eh, malah menjadi kisah persahabatan antara protagonis dan
antagonisnya. Meskipun awalnya bingung, tapi tertutupi dengan bagaimana akhir
cerita ditutup.
Cast of Film War 2
Genre : Laga
Durasi : 1 jam 50 menit (170 menit)
Hrithrik Roshan sebagai Mayor Kabir
Kiara Advani sebagai Kavya Luthra
N.T.Rama Rao Jr sebagai Mayor Vikram Chandra
Arista Mehta sebagai Ruhi Sahni
Anil Kapoor sebagai Coloner Vikrant





.jpg)





