Review Cerita Lila: Film Horor Indonesia yang Mengangkat Isu Kesehatan Mental

Review Cerita Horor
Gambar 1. Cerita Lila

Dulu saya sempat berpikir begini. Ngapain nonton cerita horor, wong hidup saya aja jauh lebih horor. Sampai-sampai nih, di adab penulisan cerita pernah belajar waktu itu di tahun 2018. Katanya kita tuh nggak boleh membuat kisah horor dengan tujuan untuk menakut-nakutin orang lain. Apalagi sampai membuat keyakinan orang lain menjadi beda, yang tadinya percaya sama Tuhan, malah menjadi percaya pada hantu. 
Namun ternyata nggak semua kisah horor itu bertujuan untuk menakuti-nakutin orang lain, tapi bagaimana kita bisa mengambil ibrah atau hikmahnya dan bagaimana ke depannya kita mengambil keputusan. Supaya tidak terulang ke lingkaran gelap yang serupa.

Desclimer: mengandung spoiler

Sinopsis Cerita Lila

Frame dimulai sebuah rumah yang ternyata ada seseorang di dalamnya. Rumah itu dijual dan efek jumpscare yang membuat jantung berdegup kencang. Seorang sepasang Youtuber ingin membeli rumah itu, belum apa-apa, saat mereview tempat. Eh, malah diteror dan buru-buru pergi. Rumah itu pun tak jadi laku dan akhirnya berpindah agency. 

Kemudian ada seorang wanita yang sedang berjuang untuk mempertahankan hak asuhnya dengan cara bekerja sebagai agen penjual rumah. Ia pun menitipkan anaknya yang berusia 7 tahun kepada tetangganya yang kebetulan masih di daerah rumah susun. 

Scene berganti ke sebuah tempat perkumpulan. Sarah melihat seorang perempuan yang membungkuk dan ternyata ada seorang nenek di pundaknya. Sarah pun mendekati dan bertanya padanya, hingga terbongkar bahwa selama ini perempuan itu belum bisa mengikhlaskan ibundanya. Sehingga arwah ibunya nggak bisa pergi. 

Kembali ke scene awal. Wanita yang berusaha mempertahankan hak asuh ini, saking seringnya ditolak penjualannya. Ia mendapatkan kesempatan terakhir untuk menjual rumah kosong yang sudah lama tak berpenghuni selama 1 Minggu. Itu karena ia sendiri pun tidak fokus. Pikirannya jelas bercabang ke mana-mana. Hingga membuatnya demam. Sesampai di rumah, ia tidur di sofa dan anaknya berinisiatif untuk membuatkan teh untuk ibunya. 

Air habis dan ia pun menghidupkan kompor yang membuat rumah itu kebakaran. Para tetangga berdatangan dan mengusir wanita itu, meskipun ia sudah membayar uang sewa selama 3 bulan ke depan. "Anggap aja uang sewa itu sebagai ganti dari kerusakan yang kamu buat," ucap salah satu warga. 

Sang anak pun mengaku, kalau yang menjadi dalang di balik ke balik kebakaran itu adalah dirinya. Hingga akhirnya sang ibu pun mengiyakan untuk pergi dari rumah. Ia dan anaknya di siang hari datang ke rumah kosong itu untuk menempatinya sementara. Nah, di situlah peranan hantu datang dan alur maju mundur tentang asal-usul rumah berhantu itu dikupas. 

Hantu Paling Sebel dengan Manusia Seperti ini 


Ada hal yang paling anomali dibandingkan dengan film lainnya, tapi fakta di lapangan memang begitu adanya. Jadi, kalau kalian pikir ini adegan yang membuat orang lain lari ketakutan, tentu tidak ya kecuali untuk beberapa orang. Seperti orang-orang yang ingin membeli rumah. Hingga sang pemilik rumah, seorang lelaki berusia enam puluhan. 

Sewaktu Wanita itu bersih-bersih, sang pemilik rumah pun melihat dari kejauhan rumah tersebut. Tiba-tiba spanduk jatuh dan ia berniat untuk memperbaiki. Ada yang menyapa dan betapa terkejutnya sang hantu yang berwajah jelek itu menujunya. Ia pun lari terbirit-birit seketika. 

Nah, ini letak fakta di lapangan. Seperti yang dikatakan oleh Mbak Ria Puspita mantan dukun dalam podcast ia pernah bercerita, "hantu tuh sebel banget sama orang-orang yang nggak percaya sama hantu. Jadi, susah banget untuk mempengaruhinya." Begitupula wanita itu, banyak pikiran ntah apa-apa tentang masalah perceraian dia dan dianya yang tetap kekeuh untuk tidak meminta uang sepeserpun kepada sang matan untuk dirinya berputar-putar. Sehingga hantu di belakang pun nggak berhasil untuk mempengaruhinya. 

Pada puncak kesedihannya barulah ia gampang sekali dirasuki oleh sang hantu. Namun setelah sadar ia bahkan tidak bisa mengingat apapun. Sejujurnya adegan ini pernah saya saksikan bahkan ortu saya sendiri berubah seolah-olah menjadi orang lain, tapi setelah ditanya mereka nggak merasa ada hantu yang mengganggu sedikit pun. 

Cerita Cerdas Nia, sang anak dengan sang Hantu

Semenjak dititipkan sama orang lain. Nia tumbuh menjadi orang pemberani. Kakak yang mengasuh, mengajarinya ada film hantu nan serem. Itulah mengapa ketika diberikan Hp ia langsung tahu bagaimana caranya bersikap, termasuk anomali yang ia rasakan. 

"Kata Mbak Sarah, di dunia ini ada hantu baik dan jahat? Kamu termasuk yang mana ya?" ucapnya saat dinampakan hantu remaja di dekat sumur. Setelah selesai ia membersihkan kursi roda dan roda itu didorong oleh sang hantu. 
"Masak, aku nyelakaian teman aku sendiri," ucap sang hantu dan sejak saat itu mereka berteman. Pada adegan berikutnya, ia pula yang membantu Nia lari dari kejaran ibu yang sedang kerasukan. 

Awalnya Nia sebelum tahu apa yang terjadi ingin tidur dengan ibunya, tapi setelah tahu ia ingin tidur sendirian. Karena Nia sudah diberi tahu kalau ibunya sedang dipengaruhi oleh hantu jahat. 

Nah, ini yang sebenarnya kenapa orang yang berada di puncak kesedihan dan kelelahan sering kali bunuh diri? Karena setan sering datang di posisi ini. Makanya kesedihan itu bisa dekat dengan yang namanya kejahatan. Bukannya nggak boleh sedih, tapi ini sedih yang bagaimana hingga rasanya frustasi?

Adegan Berulang, Kebanjiran Informasi yang Tak Perlu

Bila biasanya cerita horor membuat kesimpulan sendiri ini alurnya gimana, maka di film ini seorang diberitahukan berulang dari reka kerasukan. Habis membunuh, hantu itu pun bunuh diri. 

Nia yang tahu apa yang sedang dilakukan ibunya segera mengambil Hp untuk merekam bagaimana ibunya mencoba gantung diri dan ia berusaha keras untuk menyadarkan sambil berteriak "Mama! Mama jangan!" 
Hingga akhirnya sang ibu pun sadar, sambil bilang. "Ini aku di mana ya?" Barulah keesokan harinya ia mencari tahu tentang sejarah rumah itu yang ternyata memang pernah terjadi pembunuhan lalu dibiarkan lama kosong. Sudah jelas dong, rumah itu pasti berhantu banget. Bahkan barang-barang vintage masih ada termasuk peralatan jahit di rumah itu, karena yang menempati dulu tukang jahit. 

Mencari Seseorang yang Tak ada

Sang hantu si Lila itu mengajak Nia untuk mencari saudari kembarnya Lili. Ia tak tahu di mana Lili. INi menjadi sebuah top cerita manis sih sebenarnya. Bagaimana Lili dan Lila itu bersaudara. Lili itu semenjak kecil sakit karena nggak ada obat, hingga membuat Lili menjadi lumpuh dan selalu di kursi roda. Nah, pada saat mencari Lili itulah tak sengaja Nia menjatuhkan barang yang membuat ibunya marah karena bakalan ada yang datang untuk beli rumah. 

Saat orangnya datang, itu rumah berantakan banget. Padahal Nia cuma menyenggol sedikit, bukan berserak banget. Itu tandanya rumah itu sengaja dibuat hantu rumah supaya nggak ada yang beli. 

Ending yang Manis 


Siangnya di Nia sudah kasih tahu Sarah melalui Hp tentang Ibunya. Nah, di malam itu ibunya mengamuk dan dirasuki sang hantulah. Kebetulan malam itu sang pemilik rumah melihat dari kejauhan dan menyaksikan langsung si anak sedang diburu oleh si Ibu. Ia pun datang ke rumah itu dan sang ibu langsung mencekik sang pemilik rumah, sambil membilangkan "pengecut!" dari arwah yang merasukinya. Yap, dia adalah kekasihnya dulu yang ditinggal sendirian mengurusi anak kembar dengan profesi sebagai tukang jahit. 

Sarah dan temannya pun datang, Sarah dari depan dan temannya dari belakang untuk mengambil benda tajam berupa gunting benang yang di belakang wanita itu. Nia yang bersembunyi di belakang akhirnya merasa aman ketika lelaki itu datang menolong. 

Nah, di sinilah. Sarah berhasil menaklukan sang hantu dengan cara diikat. Hingga akhirnya, ini yang paling gongnya adalah. Apa yang membuat arwah jahat itu hilang? Maaf. Ketika sang hantunya memafkan, maka arwah jahat itu hilang. 

Ibunya Nia pun juga bisa bekerja seperti biasa kembali. Kayaknya daripada diceritain begini, lebih seru filmnya yang di pertengahan hingga akhir.

Adegan Familiar Tentang Mesin Jahit

Kisah ini sebenarnya menyoroti tentang bagaimana sang ibunya kesal dengan Lila karena Lila memotong baju yang akan diantarkan besok. Mana si Lili sakit butuh obat dan obatnya sakit. Semua masalah numpuk dan dalam kesendirian itu pula ia menjahit tangannya sendiri. FYI, adengan jahit tangan udah pernah saya rasakan. Gimana rasanya jarum jahit masuk ke dalam tangan kanan dan berdarah di tahun 2015 waktu itu. 

Nah, bedanya di cerita ini habis ia jahit tangannya sendiri. Sang ibu pun menggeret Lila ke sumur, menyiraminya pakai air sumur. Lalu membunuhnya dengan bantal. Setelah itu. ia juga membunuh Lili. "Tidur ya Nak, Lila sudah tidur." Kemudian ia pun juga membunuh pakai bantal hingga sang anak kehilangan napas. 

Jadi, pantas saja Lili nggak ada di dunia kan? Kan arwahnya sudah pergi dengan tenang. Tinggallah si Lila dengan Ibunya. Saat Lila sudah memaafkan, Lila bisa pergi dengan tenang. Tinggal sang ibu, yang tetap berada di dunia. Ia tidak bisa pergi ke mana-mana karena meninggalnya dengan cara bunuh diri. jadi, nih ya kalau kita mau bunuh diri coba mikir -mikir sekali lagi deh. Arwahnya bakalan tetap gentanyangan di bumi. Niat ingin mengakhiri rasa sakit, eh berakhir jadi penunggu selamanya sampai kiamat. 

Kisah Sang Hantu Menarik untuk Disoroti

Semua berawal. Saat sang wanita yang menempati rumah itu dihadiahi rumah oleh kekasihnya sang pemiilik rumah. Ia cuma ingin menikah, bukannya rumah karena anak dalam kandungannya sudah 2 bulan. Setelah pemberian rumah itu, sang lelaki nggak datang lagi. 
Pada hamil besar, ia pun mendatangi rumah sang kekasih yang ternyata sudah punya anak dan isteri. 
Ia pun memutuskan untuk membesarkan anak kembarnya sendirian dengan profesinya sebagai penjahit. Namun ini letaknya, sendirian dan tiada tempat bersandar. Pada saat itulah, puncak kesedihan itu datang. 

Kisah Horor yang Menyoalkan Tentang Kesehatan Mental, Awareness Pada diri, dan Posisikan Diri Sebagai Ortu yang Sabar

Kisah ini tuh kayak ngajari. Hei, perempuan cantik jelita. Jangan tergoda sama musang tak bertanggung jawab, walau secinta apapun.  Tetap jaga kehormatan. Tiada unboxing sebelum akad. 

Kalau kamu sedih dan tertekan, jangan sendirian ya. Cari teman yang bisa dipercaya untuk mendengarkan keluh kesah dalam hidupmu. Soalnya di titik terendah kesedihan, setan suka ngajakin bunuh diri. Jadi, mau sebengap apapun habis nangis. Datang aja ke temanmu dan ceritain kesedihan. Walaupun masalahnya nggak hilang, setidaknya hatimu yang tadinya negatif bisa terarah menjadi lebih netral. 

Sama di posisi sebagai orang tua. Cara menyikapi anak-anak itu ya memang harus sabar. Namanya juga anak-anak belum tahu mana yang baik dan benar. Itulah mengapa kita pun harus antisipasi lebih dulu supaya pekerjaan tidak diganggu oleh anak-anak. 
dokumentasi nobar cerita Lila



Informasi Film 

Judul Film: Cerita Lila
Tanggal Rilis: 18 Juni 202
Sutradara: Bobby Prasetyo
Genre: Horor
Produser: Raam Punjabi
Durasi: 1 jam 46 menit
Pemeran: 
1. Sarah Wijayanto sebagai Sarah yang mampu melihat hantu
2. Shareefa Daannish sebagai hantu wanita
3. Wafda Saifan sebagai pemilik rumah
4. Lutesha sebagai ibunya Nia 
5. Aci Resti sebagai kakak asuh Nia
6. Myesha Lin sebagai Nia
7. Firzanah Alyah sebagai Lila





Latest
Previous
Next Post »