Mie Ayam Jamur Haji Mahmud, Kulineran Halal Melegenda di Kota Medan dan Banjarbaru

Mie Ayam Jamur Haji Mahmud, Kulineran Halal Melegenda di Kota Medan dan Banjarbaru. Tempat makan sekaligus tempat nongkrong bersama keluarga dan teman-teman. 
Kamu memang enggak bisa beli kebahagiaan, tetapi kamu bisa beli mie ayam yang bisa menghadirkan kebersamaan bersama orang tersayang. 

Maka kebahagiaan itulah yang berhardir bagi pecinta mie ayam bagi saya. Dulu, sekitar dua tahun yang lalu, saya selalu makan mie ayam bersama abang saya setiap minggunya. Entah ia habis gajian atau sedang mengapresiasikan sesuatu. Ujung-ujungnya hunting mie ayam hingga meler. Semenjak abang kedua menikah, jarang makan mie ayam deh. Makan mie ayam lagi kalau diajakin teman, terlebih lagi tim kreator Akukali yang sering menjadi teman makan ngebakso atau mie ayam. Jadi, makan mie ayam ini selalu asyik kalau ngajakin makan bersama bareng keluarga atau teman.

Ketemu Mie Ayam Haji Mahmud pun juga dua tahun yang lalu. Yap sebelum pandemi dan wownya, rasanya buat rindu dan terkagum-kagum saking enaknya. Bagi saya, rasa mie ayam mahmud ini belum ada tandingannya. Enaknya bikin nagih dan dibuat dengan bahan berkualitas. Serasa menyehatkan mood gimana gitu. Kalau kadang ketemu kuah mie ayam yang lemaknya menggenang dan ehem, "gimana entar ya bikin gendut." Nah, yang ini mah beda, bukan lemak yang menggenang. Melainkan kaldu ayam yang enak banget. Mienya apalagi, berasa makan di luar negeri. Hahah ... Eh, ini di Indonesia loh, dan di kota Medan.

Okay, mari saya ceritakan sebuah cerita terbaru tentang mie ayam mahmud kali ini. 

Singkat cerita, saya punya teman sesama pengajar dan berniat makan bersama di hari jumat yang penuh dengan keberkahan pada waktu itu. Saya pun menanyakan terlebih dahulu dianya mau makan apa. Soalnya saya kalau milih makanan radar lama sebenarnya. Haha ... Hanya saja, lagi inginnya mie ayam. Sikat mie ayam Jamur spesial dan mie ayam pangsit deh. Dianya juga setuju dan dalam perjalanan menuju ke sana saya langsung memesannya melalui aplikasi Mie Ayam Haji Mahmud. 

Enaknya di Mie Ayam Haji Mahmud ini adalah ketersediaannya reservasi melalui aplikasi yang jelas Go Digital dong ya. Terus-terus, pemesanannya juga auto gampang toh ya. Mau makan di mana? Makan di rumah, makan di tempat, atau makan di jalanan (eh). Hal yang terpenting makan mie ayam, sebab menu yang tersedia di restoran mie ayam mahmud ini bervariasi loh. Tinggal disesuaikan dengan mood-nya hati juga bisa. Ragam menu yang lain juga ada. 

Saya panggil ia dengan panggilan kak Dwi. Walaupun umur kami sebaya, kebiasaan kami sih manggilnya Kakak. Hahah, berasa gimana-gimana gitu. Ini kali pertama baginya makan Mie Ayam Haji Mahmud yang merupakan Kuliner Halal Melegenda. Jadi, jelas dong banyak pertanyaan yang mengudara di atas kepalanya.

    Nah, yang perlu dipersiapkan itu adalah ruang kosong yang ada di gawai supaya muat aplikasinya dijalankan. Jangan lupa, download-nya melalui playstore. Kemudian instal. Setelah itu, dibuka dan dikotak-katik deh. Eh ... enggak deng, daripada bingung sini saya jelasin lagi. 


Setelah memastikan aplikasinya sudah diinstal, aplikasinya dibuka ya. Kemudian daftarkan diri terlebih dahulu melalui Sign Up. Lalu isi nama lengkap, alamat e-mail, nomor yang bisa dihubungi, buat password, konfirmasi password, dan kode referal (opsional). Nah, untuk kode referalnya kan merupakan pilihan. Jadi karena saya yang ngajakin saya kasih dah kode nih, jangan lupa diisi ya dengan menuliskan kode : 2ki0Hor mana tau kan saya juga bisa kebagian dapat potongan harga juga. Hehe …

Nah, setelah daftar kamu bisa lihat pada  bagian voucher nih, karena biasanya ada diskon buat pengguna baru. Wis, mantap kan. Segera cuz dong digunakan sebelum batas waktunya berakhir. Jangan seperti saya di waktu dulu, nggak ngerti pakainya. Eh, pas ketemu momen bisa makan di sana rupa-rupanya voucher-nya sudah tidak bisa. Hahah ….

Reservasi Melalui Aplikasi Mie Ayam Haji Mahmud 


Lanjut, jadi cara reservasi-nya/booking tempat adalah dengan menekan tombol plus kemudian pilih ikon yang bentuknya seperti catatan. Ingat, jangan kebalik. Apalagi yang ada gambar orangnya, itu merupakan pesan antar yang nantinya akan dikirimkan ke alamat rumah kamu. Sedangkan ikon kamera yang berada di tengah gunanya untuk rendem struck setelah pembayaran dengan cara difoto dan dikirim di menu itu. Ingat ya, itu bukan untuk foto selfie. Hahah ....
    Pada saat reservasi, pastikan terlebih dahulu tempatnya sesuai karena outlet Mie Ayam Haji Mahmud ini ada di beberapa tempat. Bahkan di Kalimantan juga ada loh. Kemudian pilih jenis ruangan, kita dekat berada di pintu masuk maka jenis ruangan bawah. Isi tanggal kedatangan dan nanti ada detail jamnya juga. Kemudian tulis jumlah orang yang akan mengisi tempat dan kini waktunya kita memilih menu. Menu yang tersedia sangat bervariasi. Bukan hanya Mie Ayam saja, tetapi juga makanan lainnya seperti nasi goreng, ayam penyet, dan lain-lain. Termasuk minumannya juga bervariasi nih. Okay, karena kita inginnya Mie Ayam, yaudah itu saja. Mie Ayam Jamur Spesial dan Mie Ayam Pangsit dengan minumnya air hangat saja dan kak Dwi teh manis dingin.   
                   
    Nah, setelah semuanya terisi. Kini kita tinggal pesan saja dan nantinya akan diarahkan ke pesan WhatsApp sebaga konfirmasi kedatangan kita ke sana. Menariknya, kita boleh request nih untuk duduk di meja nomor berapa. Okelah kalau begitu, kita pilih meja yang dekat dengan sumber listrik karena kebetulan daya gawai saya sudah sekarat. Setelah sampai, waktunya berfoto. Hahah … momen langka loh bisa jalan bersama.                                                  
   
 Nah, setelah beberapa menit menunggu. Kini waktunya kami menyantap apa yang ada di depan mata. Alih-alih saya yang teringin berat maka mie ayam. Eh, Kak Dwi sudah lebih dulu habis. Wow ....
 
   
 Nah, ini nih yang menarik untuk diceritakan dan saya benar-benar memahami makna dari melegenda itu. Iyups, Mie Ayam Haji Mahmud terkenal dengan istilah dengan Melegenda di mana berdirinya sudah sejak lama sekali dan pastinya, kita juga belom lahir.


    Tepatnya pada tahun 1988 pertama kali Mie Ayam Haji Mahmud hadir di kota Medan. Ya, ibaratnya masih kecil-kecilan seperti pedagang mie ayam lainnya. Jadi, teringat deh kalau malam-malam manggilin mie ayam lewat. Barulah dua tahun kemudian di tahun 1990 Mie Ayam Haji Mahmud ini memiliki oulet pertama di kota Medan. Jadi, tempatnya sudah tetap dan enggak nomaden lagi.
    Pada tahun 2000, Mie Ayam Haji Mahmud ini sudah memiliki outlet tetap sebagai outlet pusat. Tepatnya yang sedang kita datangi pada hari ini. Nah, di tahun 2011 Mie Ayam Haji Mahmud meluncur menu varian yang bervariasi. Jadi Mie Ayam Haji Mahmud ini kalau dibilang merupakan restoran halal yang masih terjangkau harganya. Kakak maunya apa, bakalan disediain selagi ada.
    Kemudian di tahun 2018, Mie Ayam Haji Mahmud sudah go nasional di mana tidak hanya di kota Medan, tetapi juga ada di kota lainnya seperti Bekasi pada waktu itu. Hingga sekarang Mie Ayam Haji Mahmud ini masih terus melegenda dan berkembang. Kerennya sih, tidak hanya melegenda saja karena usianya yang semakin bertambah, tetapi juga gaul disesuaikan dengan perkembangan zaman. 

   
 Enggak terasa ya, sudah menuju 33 tahun saja dan di bulan Desember itu merupakan hari Anniversary-nya loh. Yeay, Happy Anniversary buat Mie Ayam Haji Mahmud. Usia boleh saja semakin menua, tetapi berkembang harus bisa lebih pesat disesuaikan dengan zaman. Harapannya, Mie Ayam Haji Mahmud ini bisa terus konsisten memberikan pelayanan terbaiknya dan suatu hari nanti bisa go Internasional. Jadi, enggak hanya bisa ditemui di dalam negeri saja, tetapi juga di luar negeri. Sehingga, kalau nanti ada teman-teman lainnya yang di luar negeri juga bisa merasakan gimana kuliner halal melegendanya Mie Ayam Haji Mahmud ini. 


Outlet Pusat : Jl. Abdullah Lubis No. 57/71 Medan
Outlet Cabang Medan :
Transmart Care 4 
D’loft Thamrin
J Walk-J City
Outlet Cabang Banjarbaru:
Jl P Batur BanjarBaru

    Yah, mana saya tau. Saya kan tukang makan. Hahah … oke-oke, jadi beginilah, mie ayam ini dibuat sepenuh hati dengan resep yang rahasia menggugah selera. Bukan hanya mengenyangkan perut, tetapi juga menerbitkan senyuman ketika merasakannya bagi saya. Mulai dari pemilihan bahan yang berkualitas hingga dimasak dengan cinta dan disajikan secara terbaik. Kuahnya bikin rindu, mienya lembut, dan ayamnya sangat terasa. Sungguh kenikmatan dunia seraya mengucapkan fabiayyi alaa irabbikuma tukadzibaan


Diary Harumpuspita

Gadis penyuka biru laut yang sedang mencari jati diri. Berbagi pengalaman dan hal lainnya merupakan suatu kebahagian tersendiri. Sedangkan menjelajah adalah cara yang paling asyik dalam memperbaruhi dari. Baik itu dalam segi pengetahuan maupun pengalaman. Harumpuspita sekadar nama pena.

29 Comments

  1. Masyaallah, mantap banget nih. Jadi ngiler.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mana tau kalau kakak ke Medan bisalah saya guide kan ke mari. Heheh ..

      Delete
  2. Sayang tempatnya jauh, luar pulau. Coba kalo dekat, langsung cuss nyoba. Paling suka kuliner mie dan sebangsanya. Kalo jalan-jalan ke Medan, wajib nih mampir sini...
    Makasih ya infonya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama. Iya nih, semoga suatu hari nanti bisa mampir ke Medan. Aamiin.

      Delete
  3. Semoga ada waktu bisa jalan jalan ke sana. Saya suka sekali kuliner Mienya. Sepertinya sangat lezat. Salam dari sulawesi Selatan mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin ya rabbal alamiin. Salam dari Medan mbak.

      Delete
  4. Waaah, aku belum pernah sama sekali ke Medan maupun Banjarbaru nih, Kak. Asyik dan lezat sekali kelihatannyaa, Kak. Jadi pengen ah. Salam dari kota Malang, Jawa Timur ya, Kak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dulu pernah juga buka di Jawa Tepatnya di Jababeka. Cuma sekarang ini udah nggak buka lagi sih. Mudah-mudah suatu hari nanti mie ayam mahmud bisa semakin melebarkan sayapnya.

      Delete
  5. Bentar lagi tahun baru. Tahun kemarin kami merayakan tahun baru dengan makan besar take away di Mie Ayam Jamur Haji Mahmud Cikarang. Suka banget sama mie ayam jamur jumbonya. Suka juga sama ayam gorengnya. Sambalnya maknyusss.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes, apalagi kuahnya. Kalau sama saya habis tuh.

      Delete
  6. Wah kak, awak Dennise nih wong Medan, paling suka menikmati mie. Apalagi pas lagi lapar 2 mangkok bolehlah. Lihat review kakak Mie Ayam Jamur Haji Mahmud, maulah awak mencobanya. Nanti pas berkesempatan ke Bekasi aku akan mencobanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lapar dua mangkok ya. Heheh ... Menu yang spesial semangkok udah nendang banget.

      Delete
  7. duh auto krucuk krucuk lihat mie ayam

    sayang mie ayam jamur Haji Mahmud gak ada cabangnya di Bandung ya?

    kalo ada saya pasti pesan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mudah-mudahan suatu hari nanti bisa buka cabang di sana. Aamiin.

      Delete
  8. Usaha mie ayam nya menginspirasi perpaduan usaha dan marketing digital berupa layanan aplikasi penunjang usaha. Belum lengkap ke Medan jika belum kesini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes, diinget dulu kalau di Medan ada Mie Ayam Mahmud yang melenda. Ntar kalau ada lain kesempatan teringat mampir deh. Heheh

      Delete
  9. Enak kali memang penampakannya. Bisa tambah banyak-banyak hehe. Apalagi ini mudah ya buat reservasinya, bisa pesan untuk dibawa makan ke rumah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, iya nih. Memang enak kalau dibawa ke rumah makan bareng bersama keluarga.

      Delete
  10. Hujan-hujan, dingin, jadi pengen mkan soto kan bawaannya. kayaknya boleh juga soto jadi pilihan makan siang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, iya-iya. Apalagi disantap saat hangat-hangatnya.

      Delete
  11. Tahun 1988-1990 itu aku tinggal di Medan, cuma belum tau mi ayam Haji Mahmud ini. Sepertinya karena berada di bagian kota yang berbeda ya. Dulu bapak sukanya ngajak makan di kawasan Medan Plaza, Petisah, dan sekitarnya. Sekarang baca ulasan tentang mie ayam ini, rasanya langsung ngiler. Kapan yaaaa buka cabang di Bandung.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga saja Mie Ayam Jamur Haji Mahmud bisa buka cabang di sana. Aamiin ya rabbal alamiin.

      Delete
  12. Di Lampung kayaknya belum ada ya mie ayam Hj mahmud ini. Kalo udah ada cabang di Lampung pengen coba ah...makasih infonya kak.

    ReplyDelete
  13. kayaknya kalau ke medan wajib mampir deh. kita yg jauh jadi kepengen banget.
    jakarta perlu juga nih bikinin cabangnya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di Jakarta dulu ada tepatnya di Cikarang. Apa ya Jababeka.

      Delete
  14. Asyik banget sih, Mie Ayam Haji Mahmud punya layanan reservasi melalui aplikasi , dengan Go Digital .begini pemesanannya jadi auto gampang ya...duh aku ngiler bayanginnya, karena dulu saat di Medan sering makan di tempat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih, pemesanan go digitalnya hanya sampai sore saja kalau di sana.

      Delete
  15. Duh, musim hujan makan yg anget-anget. Cocok banget ini menu-menu Mie Ayam Hj Mahmud ini ya, mb. Ah, jadi pengeeeen..

    ReplyDelete
  16. Wah, musim hujan yah enaknya makan yang hangat-hangat dong. https://bit.ly/3sNwD96

    ReplyDelete
Previous Post Next Post