Showing posts with label kesehatan. Show all posts
Showing posts with label kesehatan. Show all posts

Tips Produktif Freelancer Digital Anti Gejala Mata Sepele

Dry Insto

Sudah menjadi rahasia umum bahwasannya di era saat ini memperoleh penghasilan secara digital sangat menjanjikan. Selain perkembangannya begitu pesat, tidak semua orang mampu bertahan pada ranahnya digital. Selalu ada hal-hal yang baru, jika tidak diikuti akan tertinggal. 
Persoalan tentang tertinggalnya ranah digital sebenarnya tidak begitu menakutkan. Hal ini disebabkan karena pada dasarnya konsepnya serupa hanya tergantung terbiasa atau tidaknya kita berkecimpung di ranah digital tersebut. 

DELAPAN TAHUN DI RANAH DIGITAL 


Banyak orang yang terutama berusia lanjut selalu mengeluh bila berlama-lama dalam menatap layar.  Bahkan tak jarang juga yang masih kanak-kanak ketika ia menatap layar matanya sudah menyipit untuk mendapatkan fokus dalam melihat layar. 
"Masih nampak kah?" ucap Pakde yang berusia menuju setengah abad saat berkunjung ke rumah. 
"Nampak dong," jawab saya seketika sembari sesekali melihat layar yang jaraknya kurang lebih 80 cm dari mata. 
Meskipun layar jauh sekalipun tulisan kecil masih tetap kelihatan. Pakde mendekati dan melihat aktivitasku. Seketika aku menyesaikan ukuran layar dengan cara memperbesarnya melalui keyboard. 
"Kayak gitu Nak, kerjanya di rumah, perempuan nggak perlu harus ke mana-mana. Bapak pun nggak khawatir. Kerjanya selalu di rumah." Begitulah Pakde yang menyampaikannya pada putrinya masih Sekolah Menengah Pertama kelas 3. 

Momen ini sesungguhnya membuat saya terharu. Ternyata ada orang tua yang mendukung pekerjaan seperti ini. Meski dari rumah bukan berarti tidak bekerja. Kalimat pengakuan seperti itu, bila suatu hari sang anak memilih pekerjaan yang seperti ini. Insyaa Allah karirnya pasti akan lebih cepat melesat. 

Delapan tahun berkecimpung di dunia digital memang tidaklah mudah. Apalagi tidak ada dukungan orang-orang sekitar. Meskipun jalannya lama, sedikit demi sedikit orang sekitar akan paham. Hanya perlu membuktikan bahwa di jalan ini diri bisa berjalan sebagaimana layak seperti orang lain. Meskipun penghasilan tidak konsisten seperti orang lain. Suatu masa pasti akan mencapai titik puncak penghasilan dan pada saat itu semoga yang sudah terbiasa mengolah keuangan bisa mengantisipasi kemungkinan di masa depan. 

Saat Ide Berkembang Mata Menjadi Target Gejala Mata Kering


Produktivitas di dunia Freelancer memang tidak mudah untuk dilalui. Jatuh bangun pasti ada, tapi yang jelas pada di masa ide-ide berkeliaran. Pada saat itu pula kadang diri suka banget lupa bahwa ada tubuh yang harus diberikan porsi istirahat. Termasuk halnya mata, area yang paling penting dalam melakukan aktivitas pekerjaan. Seperti menulis, mendesai, ataupun mengedit. 

Saking semangatnya kadang waktu yang dibutuhkan dalam satu hari rasanya sangat kurang untuk mengerjakan proyek yang sedang dikerjakan. Tanpa sadar mata kering dan bahkan bila tidak atasi menjadi perih. 

Sebenarnya di awal-awal tuh sebelum mata perih karena kering memang sudah terasa gejalanya. Tak nyaman. Padahal ini adalah tanda #MataSePeLeJanganSepelein menjadi alarm buat diri bahwa ini harus segera diatasi. Kan sayang tuh nanti waktu ke depannya kalau dipaksa, tadinya bisa cepat kelar malah terbengkalai pekerjaan yang mengharuskan diri untuk istirahat total. 

Sebelum itu terjadi, sebenarnya kita tuh bisa mengantisipasi sejak dini. Bahwa sebenarnya enggak harus nunggu mata sepet dan kering dulu barulah kita menyadari bahwa tubuh ini butuh istirahat. 

Tips Tetap Produktif Anti Mata Sepet

1. Terapkan Aturan 20-20-20
Dulu pada saat ide bertebaran, saya pernah memaksakan diri untuk menulis tanpa jeda satu bab novel dalam waktu 1 jam. Namun setelahnya, saya menyadari otak begitu dipress sehingga setelahnya tak jarang pula saya akan terkapar dalam rentang lama. Karena pada saat menulis di keyboard kedua bola mata memang jarang menatap layar monitor, tapi ketika mengerjakan tugas dengan Hp mau nggak mau memang harus melihat layar dikarenakan belum terbiasa. 

Selain rasa lelah karena otak harus berpikir. Masalahnya tambah di bagian area mata. Rasanya sepet dan enggak nyaman. Auto pejamkan mata. Eh, malah seringnya kebablasan tidur.
Salah satu aturan populer untuk menghindari mata sepet adalah atra 20-20-20 di mana setiap 20 detik sekali kita disarankan untuk melihat pandangan sejauh 20 kaki yang setara dengan 6 meter. 
Peraturan ini diperkenalkan oleh seorang optometris yang bernama Dr. Jeff Anshell pada tahun 1990-an. Hingga kini peraturan ini banyak digunakan oleh banyak orang. 

Tanpa saya sadari sebenarnya cara ini juga pernah saya terapkan dan tingkat produktivitas lebih banyak dibandingkan bila saya memaksakan diri untuk menulis. Ibarat orang habis lari maraton, istirahat sejenak untuk mengambil tenaga. Ketika menerapkan per 20 menit sekali maka akan terasa ringan. Tidak hanya di kinerja otak, tapi juga area mata dan punggung. 

2. Pengaturan Layar Optimal 
Awal-awal sih dulunya sebelum tahu tips lainnya supaya tetap produktif adalah dengan pengaturan layar, terutama di malam hari dengan mode menonaktifkan blue ray. Meskipun layar tampak kurang menarik tapi ternyata bisa membuat mata tidak cepat lelah. 
Selain itu, pemilihan layar dengan mengaktifkan dark mode juga membuat mata ringan untuk melihat. Cocok untuk para programmer yang sedang membuat koding. Warna hitam pada dasarnya menyerap cahaya, sehingga membuat mata tidak cepat lelah. Sementara warna putih merupakan jenis warna polikromatik yang memantulkan banyak warna. 

3. Posisi Kerja Nyaman
Bagi para pekerja kreatif digital. Posisi bekerja adalah hal paling utama. Selain situasinya kondusif. Sangat penting supaya membuat tubuh tetap sehat dan tidak cepat lelah. Khususnya pada area punggung belakang. Begitupun pemilihan kursi yang empuk, menyerap keringat, dan fleksibel bisa dinaik turunkan merupakan kursi paling saya sukai. 

4. Istirahat Berkala & Peregangan
Nah, ini yang paling penting. Ketika sudah menghabiskan waktu 1-2 jam. Jangan lupa untuk mengambil jeda dengan peregangan supaya tubuh tidak kaku. Bila rasanya lelah, kita bisa memandangi tanaman hijau atau berjalan sebentar. Hijau selalu dikaitkan membuat rasa damai. 

5. Sengaja Berkedip dan Tetes Mata
Sering berkedip bisa mencegah mata kering. Selain itu, bila terasa kering tetesin #InstodryEyes bisa menjadi solusi. Sehingga bekerja pun #Bebas Mata Kering. Produk  ini bisa didapatkan di Indomaret, Alfamart, ataupun Alfamidi. 

6. Berikan Nutrisi dan Jaga Hidrasi
Meskipun bekerjanya hanya duduk saja. Jangan salah, malahan bisa sakit ginjal karena kebanyakan duduk dan lupa minum air putih. Duduk saja, kok malah sakit pinggang ya? Begitulah yang saya rasakan sehingga mau tak mau harus selalu dekat dengan air putih. Supaya tidak lupa minum. 
Mata Anti Sepet

Itulah tips produktif yang saya jalani selama 8 tahun ini. Awal-awal hanya berani bekerja di layar laptop doang, tapi lama kelamaan muncullah masalah-masalah yang harus dihadapi. 



Gejala Batu Empedu yang Sering Dianggap Gangguan Pencernaan Biasa

gangguang pencernaan

 Banyak orang menganggap nyeri perut, mual, atau perut terasa penuh setelah makan hanyalah masalah pencernaan ringan. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi bagian dari gejala batu empedu yang sering tidak disadari sejak awal. Karena keluhannya mirip gangguan lambung biasa, tidak sedikit penderita yang terlambat memeriksakan diri hingga rasa sakit menjadi lebih parah.

Keluhan yang Muncul Setelah Makan

Salah satu tanda yang sering dialami penderita batu empedu adalah rasa tidak nyaman setelah makan, terutama setelah mengonsumsi makanan berlemak. Kantung empedu bekerja membantu proses pencernaan lemak sehingga gangguan pada organ ini dapat memicu berbagai keluhan.

Beberapa keluhan yang sering muncul antara lain:

  • Perut terasa penuh meskipun makan sedikit.
  • Mual setelah mengonsumsi makanan tertentu.
  • Nyeri pada bagian kanan atas perut.
  • Perut terasa kembung berkepanjangan.
  • Tubuh mudah merasa lelah setelah makan.

Karena gejalanya menyerupai masalah lambung biasa, banyak orang memilih mengabaikannya. Padahal, jika kondisi berlangsung terus-menerus, pemeriksaan kesehatan sebaiknya segera dilakukan.

Selain itu, rasa nyeri akibat batu empedu juga dapat menjalar ke bagian punggung atau bahu kanan. Keluhan ini biasanya muncul tiba-tiba dan terasa lebih berat dibandingkan gangguan pencernaan biasa.

Faktor yang Meningkatkan Risiko Terjadinya Batu Empedu

Batu empedu dapat dialami oleh siapa saja, tetapi ada beberapa faktor yang membuat risiko kemunculannya menjadi lebih tinggi. Gaya hidup dan pola makan menjadi salah satu penyebab yang paling sering memengaruhi kondisi ini.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko batu empedu meliputi:

  • Konsumsi makanan berlemak secara berlebihan.
  • Kurang bergerak atau jarang berolahraga.
  • Berat badan berlebih.
  • Penurunan berat badan terlalu cepat.
  • Kebiasaan makan tidak teratur.

Pola hidup yang kurang sehat membuat proses pencernaan bekerja lebih berat. Akibatnya, cairan empedu dapat mengalami perubahan dan membentuk endapan yang lama-kelamaan menjadi batu empedu.

Di tengah aktivitas sehari-hari yang padat, gejala batu empedu  sering kali dianggap hanya akibat pola makan tidak teratur atau kelelahan biasa. Padahal, pemeriksaan sejak dini dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius pada sistem pencernaan.

Menjaga pola makan seimbang menjadi langkah penting untuk membantu kesehatan kantung empedu tetap terjaga. Mengurangi makanan tinggi lemak dan memperbanyak konsumsi sayur serta buah dapat membantu tubuh bekerja lebih optimal.

Kondisi yang Tidak Boleh Diabaikan

Meskipun beberapa keluhan terasa ringan, ada kondisi tertentu yang perlu mendapatkan perhatian lebih serius. Rasa nyeri yang semakin berat dapat menandakan adanya penyumbatan atau peradangan pada kantung empedu.

  • Beberapa tanda yang perlu diwaspadai yaitu:
  • Nyeri perut muncul secara tiba-tiba dan hebat.
  • Tubuh mengalami demam disertai menggigil.
  • Kulit atau mata terlihat kekuningan.
  • Mual dan muntah terus-menerus.
  • Sulit makan karena rasa tidak nyaman pada perut.

Jika mengalami kondisi tersebut, pemeriksaan medis sebaiknya tidak ditunda. Penanganan lebih cepat membantu mengurangi risiko komplikasi yang dapat mengganggu kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui kondisi kantung empedu dan menentukan langkah penanganan yang sesuai. Dengan begitu, keluhan dapat ditangani lebih tepat sesuai kebutuhan pasien.

Cara Menjaga Kesehatan Sistem Pencernaan

Menjaga kesehatan pencernaan tidak hanya dilakukan ketika tubuh sedang sakit. Kebiasaan sehari-hari memiliki peran besar dalam membantu organ pencernaan bekerja dengan baik.

Beberapa langkah sederhana yang dapat diterapkan meliputi:

  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang setiap hari.
  • Mengurangi makanan berminyak dan tinggi lemak.
  • Minum air putih dalam jumlah cukup.
  • Berolahraga secara rutin agar tubuh tetap aktif.
  • Mengatur waktu makan dengan lebih teratur.

Kebiasaan tersebut membantu tubuh menjaga proses pencernaan tetap lancar dan mengurangi risiko munculnya gangguan pada kantung empedu. Selain itu, tubuh juga akan terasa lebih segar dan bertenaga saat menjalani aktivitas harian.

Pola hidup sehat yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan jangka panjang. Karena itu, penting untuk mulai memperhatikan kondisi tubuh sejak dini sebelum muncul gangguan yang lebih serius.

Perlindungan Kesehatan untuk Menghadapi Risiko Penyakit

Gangguan kesehatan pada sistem pencernaan terkadang membutuhkan pemeriksaan dan perawatan medis yang tidak sedikit biayanya. Oleh sebab itu, memiliki perlindungan kesehatan menjadi langkah penting untuk membantu menjaga kestabilan kondisi finansial keluarga.

Beberapa manfaat perlindungan kesehatan yang dapat dirasakan antara lain:

  • Membantu meringankan biaya pemeriksaan medis.
  • Mendukung kebutuhan perawatan kesehatan sesuai kondisi.
  • Membantu menjaga perencanaan keuangan keluarga.
  • Memberikan kemudahan dalam mendapatkan layanan kesehatan.
  • Membantu menghadapi risiko kesehatan secara lebih siap.

Jika gejala batu empedu mulai muncul dan mengganggu aktivitas sehari-hari, menjaga pola hidup sehat serta melakukan pemeriksaan sejak dini menjadi langkah yang penting. Selain itu, Kamu juga dapat mempertimbangkan perlindungan kesehatan dari Allianz yang menyediakan berbagai pilihan perlindungan sesuai kebutuhan masyarakat modern agar aktivitas dan rencana hidup tetap berjalan dengan lebih nyaman di masa depan.



Hidup Sehat Bersama Madu Hutan Asli dari Al-Hafizh

Hidup Sehat Bersama Madu Hutan Asli dari Al-Hafizh

Apa itu Madu?

Madu merupakan cairan kental yang rasanya manis dan memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Madu diproduksi oleh lebah madu melalui serangkaian mengumpulkan makanan dari sari bunga dan diolahnya kembali di dalam pencernaan si lebah kemudian dikeluarkannya ke dalam sarang lebah.

Begitupula proses pembuatan madu ini dijelaskan dalam Al-Quran di Surah An-Nahl ayat 68 dan 69. {Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah, “Buatlah sarang di gunung-gunung, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang di bikin manusia. (68) kemudian makanlah dari segala (macam) buah-buahan lalu tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).” Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir. (69)}

Masyaa Allah, begitu pula Allah swt begitu baiknya memerintahkan kepada si lebah supaya bisa diambil manfaatnya oleh manusia. Bahkan sekecil apapun di dunia ini pasti ada manfaat dan alasannya. Maka fabiayyi alaa irabbikuma tukadzibaan. Bertambahlah rasa syukur saya dalam membawakan artikel tentang madu kali ini.

Madu Sebagai Penambah Nafsu Makan

Waktu itu, suasana tidak begitu cerah. Lebih ke nuansa santai di sore hari. Saya pikir saya telah kehilangan nafsu makan setelah penyembuhan demam tinggi lima hari yang lalu. Lidah terasa pahit dan makan apa-apa menjadi tidak berselera. Saya pikir bobot berat badan telah menyusut dan saya lihat jari kelingking telah kurus. Tinggal tulang dengan kulit. Namun anehnya, saya malah melirik ke arah kiri dalam perjalanan pulang seusai mengaji di hari Minggu itu.

Ada kebab turki, bakso, batagor, masakan minang. Ops, kenapa saya malah melirik makanan di sepanjang jalan dan mulai mendetak ingin makan? Ternyata, setelah diingat sekali lagi. Saya lupa telah mengikuti kegiatan rutin Blogsum di Gerakan Pungut Sampah pagi tadi. Setelah itu, menikmati bersama minuman air madu lemon dari madunya refill Al-Hafizh.

Kolaborasi madu hutan Al-Hafiz pada kegiatan GPS (Gerakan Pungut Sampah) dengan Blogsum.

“Ini lebih banyak ke madunya. Jadi manisnya murni madu. Lemonnya ada juga. Namanya air madu lemon,” ucap kak Vie menjelaskan di balik cahaya yang sedikit menyapa wajahnya di pagi itu.

Mungkin kalau lebih banyak lemonnya, jadinya berubah nama air lemon madu barangkali. “Hm, sehat dan menyegarkan,” ucapku setelah meneguknya hingga tandas. Eh, enggak terasa sudah habis aja. Oke fix, besok-besok kalau habis aktivitas begini. Sediain air madu juga ah kalau gitu. Biar mengembalikan ion tubuh yang hilang.

Oke fix, besok-besok kalau habis aktivitas begini. Sediain air madu juga ah kalau gitu. Biar mengembalikan ion tubuh yang hilang.

Teringatnya tentang madu ini. Saya pernah merasakan madunya dari bunga cicak rowo. Dulu punya banyak bunga cicak rowo di rumah. Makanya sering juga berburu madu kalau sudah masanya berbunga. Nah, itu saja sudah manis. Apalagi madu asli Medan ini. Benar-benar perjuangan banget pastinya untuk mendapatkan madu murni dari sang lebah. Sedangkan para lebah sendiri membuatnya dengan rasa sarangheo.

Oh, iya. Madu ini bisa didapatkan dari Bang Bag Kinantan. Sang penulis buku Sadar Finansial dan juga merupakan distributor madu medan loh. Langsung saja nih cek di Instagramnya dan kita akan menemukan informasi seputar manfaat hingga tips sehat dengan madu al-hafizh.

Madu Cocok Dikolaborasikan Bahan Makanan Lain

Enggak hanya enak dinikmati madunya saja. Madu sering dijadikan sebagai bahan makanan tambahan, penambah citra rasa yang kaya akan manfaat. Madu dengan air hangat saja pun juga bisa dinikmati di pagi hari. Nah, ada lagi nih madu yang dipadukan dengan serai dan bunga telang. Rasanya mantap. Saya pernah mencobanya waktu di Tarigan Brastagi. Hm, nikmat sekali.