FLP : Halal Bialal


Sumber gambar : Pinterest

Ya pada hari yang tak disangka akan datang. Pertemuan sudah merupakan bagian dari takdir bukan? Maka mensyukurinya adalah hal yang terindah. Tentang segala perbedaan yang menjadi warna. 

Oke baiklah, hari ini saya hanya sekadar berbagi sebuah kata-kata yang tak ingin dilewatkan begitu saja. Walaupun sudah mengantuk dan rasanya ingin tidur. Saya percaya bahwa besok tidak akan berada pada kesempatan yang sama. Tentang kata-kata cemerlang yang dilewatkan begitu saja. 

Sederhananya saja gadis itu adalah saya yang menulis diary ini. Sebelum bertemu dengan orang lain. Ia adalah seseorang yang paling hebat bagi dirinya. Tanpa sadar ada sikap takabur yang melekat dalam dada. 

Sudah dari tiga hari yang lalu undangan itu sudah terbaca. Hatinya mengatakan untuk mengazamkan kehadiran di waktu yang telah ditetapkan. Namun, keegoannya tetap mengatakan untuk menulisnya nanti. Hingga akhirnya pada waktu yang sudah ditentukan. Ia mengabsenkan diri akan datang.

Ada rasa tak peduli yang mengendap tentang kinerja yang gadis itu lakukan. Perasaannya masih lebih dominan dari logika. Ia sudah tahu benar bahwa persiapan yang ia lakukan tidak tetap waktu. Walaupun begitu kesalahan tetap pada dirinya yang tidak menargetkan dengan benar. Jika disuruh datang pukul tiga tepat. Maka ia akan pergi dari rumah pukul tiga juga. 

Perjalanannya seperti biasa kali ini. Pergi bertemankan sepeda motor yang selalu menemani ia pergi. Pada suatu pekerjaan tertentu ia dapat menangguhkan. Tetapi jika dikaitkan dengan perut yang keroncongan ia pasti tidak akan tega. Hal ini yang selalu didahulukan olehnya agar stamina tetap stabil. Walaupun hanya sekadar cemilan berupa gorengan yang dibeli di pinggir jalan. 

Sebuah Ilustrasi


Pada suatu jalan yang masih asing baginya. Ia melihat seseorang yang membawa botol minuman. Tubuhnya mungil dan berada di depan Alfamidi. Awalnya gadis ini menyangka ia adalah seorang pengemis. Namun, tak beberapa keluar seseorang yang lebih mungil darinya. Ya, seseorang itu adalah wanita yang tidak lain adalah istri dari pria mungil tersebut.

Ia masih mendengar ucapan pria itu yang sedang membahas tentang malam minggu. Ah, romantisnya. Saat ini kedua orang tersebut sudah menjadi perhatian. Kemudian gadis ini melanjutkan perjalanan dan masih terlihat sang pria yang mengendarai sepeda listrik.

Gadis ini sungguh tersentuh melihat pemandangan ini. Tampak biasa. Namun menjadi hal yang luar biasa. Tentang perbandingan dengan dirinya yang tampak lebih baik dan tidak kesusahan dari mereka. Namun, kebahagian itu tidaklah diukur seberapa banyak apa yang telah kita miliki. Namun, apa yang telah kita syukuri. Tentang segala keberadaan yang diakui dan terlebih lagi keikhlasan dalam menjalani kehidupan. 

Ya, semua orang sudah memiliki takaran masing-masing dalam merasakan bahagia. Tak perlu menyiksa diri dengan rasa iri dengan orang lain. Tetaplah berusaha untuk menanamkan hati yang bersih. 

Setelah dua jam lamanya ia berada dalam perjalanan. Akhirnya ia sampai tujuan. Tempat yang berbeda lagi dari alamat yang dituju. Sungguh ada ketakjuban dalam dirinya. Saat seperti mengenali situasi seperti ini. Ah, ia baru sadar tengah merasakan de ja vu lagi. 

Ada rak buku yang tersusun rapi layaknya perpustakaan di rumah itu. Sebelumnya gadis ini juga pernah menginginkan ruangan khusus buku-buku suatu hari nanti. Tapi itu masih terlintas dalam benaknya. Belum pula terpikirkan bagaimana menggapainya. 

Pertemuan adalah sebuah keberkahan menurutnya. Cara yang paling ampuh untuk me-refreshkan apa yang ada di dalam hati dan pikiran. Terlebih lagi jika bertemu dengan orang-orang yang luar biasa.

Kali ini ia banyak mendengar pengalaman dari salah seorang penulis blogger. Jika pada penasaran apa yang ia dengar. Cukup membaca http://kapal-layar.blogspot.com/ pasti akan mengetahui banyak hal tentang sebuah pengalaman. 

Ya, gadis ini seperti sudah berada di luar negeri saat diceritakan pengalaman tersebut. Terlebih lagi masih daerah Turkey. Bukankah ada banyak orang yang memimpikan untuk sampai ke sana? Tetapi gadis ini akhirnya sadar bahwa itu adalah suatu bonus dalam perjalanan. 

Dia masih memiliki rasa tekad untuk mengesplorasi ke berbagai hal. Terlebih lagi sudah memiliki kemampuan untuk menulis dan mengeluarkan ide. Tak perlu jauh untuk membuat sebuah pengalaman. Cukup banyak membaca, melihat, dan menganalisis. Maka ia pasti akan merasakan bahwa warna-warna kehidupan dekat di sekeliling. 

Kali ini ia baru menyadari bahwa sebenarnya sudah dikelilingi orang-orang yang baik. Tutur kata yang santun serta rendah hati. Terlebih lagi orang yang dekat dengan Allah. 

Alhamdulillah, sebagai rasa syukur yang tak henti atas kenikmatan yang tak terhingga. Seperti halnya kandungan surah Ar-Rahman. Tentang nikmat manakah yang engkau dustakan?

Berproseslah dalam memerangi hawa nafsu dan temukan kebahagian tersendiri dalam meraih kesuksesan. 

Akhir kata, Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

No comments:

Post a Comment