Kalau dibilang tentang apa buku favorite kamu?
Tentu bisa saya bilang banyak banget buku favorite saya dan bisa saja setiap buku yang saya temui menjadi bagian terfavorite pada waktu itu.
Kali ini saya datang ke Perpustakaan Bank Indonesia SUMUT dengan niat mereview buku favorite. Namun saya nggak tahu buku favorite apa yang ingin dibaca. Secara banyak banget buku-buku di sana yang menarik. Kan nggak mungkin dong dibaca semua hanya untuk menemukan buku favorite doang.
Setelah sedikit ulik-ulik saya menemukan sebuah buku berwarna ungu dengan judul tak asing yaitu Belok Kiri Langsing. Ada ilustrasi seorang perempuan bertubuh tambun banget menggunakan hijab pasmina.
Saya pikir karena saya dulunya pernah menjadi tambun, nggak masalah kalau membaca buku ini. Meskipun secara judul saya merasa biasa aja, tapi ntah kenapa hati ini tiba-tiba ingin dan saya coba untuk membacanya keseluruhan dalam satu hari.
Identitas Buku
Judul Buku : Belok Kiri Langsing
Penulis: Achi TM
Jumlah Halaman: 336
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2020
ISBN: 978-602-06-4071-6
Sinopsis
Cerita dibuka dengan sinopsis yang sebenarnya membuat tanda tanya. Gendis Utami, ia merupakan juara Fun Run dengan tubuh cantik dan kurus, tepat di depannya ada seorang laki-laki tambun yang ikutan Fun Run. Sontak ia menyuruh lelaki itu untuk menguruskan badan, yah kalau dibilang ia meledek tubuh gempalnya. Kemudian di belakangnya ada Herman lelaki yang menyusul pemenang Fun Run, mereka akhirnya jadian tepat saat Fun Run di saat Gendis menjadi juara pertamanya. Sudah lama Gendis menyukai Herman. Jika ia berhasil memenangkan Fun Run. Maka Gendis harus diterima Herman sebagai pacarnya.
Hari demi hari Gendis menghabiskan waktu untuk bekerja di kantor showroom sebagai pihak admin dan berpacaran bersama dengan Herman selama 6 tahun lebih. Ia berharap akan dilamar oleh Herman, lelaki sederhana yang banyak tangungan dalam hidup. Herman menerima Gendis, dari yang tubuhnya kurus hingga tubuhnya tambun. Namun Herman merasa tidak apa-apa, bahkan biasa saja melihat perubahan fisik Gendis yang mencapai 90-an kg dengan tinggi tubuh 165 cm.
Meskipun Gendis bertubuh gempal. Ia sangat suka dengan harga diskonan dan mereka pun berpikir untuk makan Geprek Couple. Ternyata, setelah di sana keduanya tidak dikasih diskon Geprek Couple dikarenakan sang pemilik hanya menerima pasangan yang halal doang. Herman kecewa dan Gendis juga ikutan tidak menyukai Geprek Couple. Padahal Gendis sangat menyukai ayam geprek dan rela beli jauh-jauh. Bertemulah mereka dengan sang pengantar makanan yang bernama Dimas menyampaikan hanya untuk pasangan halal doang. Sementara si Herman sengaja memanas-manasin Dimas di lift dengan cara memeluk Gendis.
Hari berikutnya Herman mengajak makan Gendis. Gendis pun sangat ke-gr an akan dilamar oleh Herman. Nyatanya Herman mengajak Gendis untuk patungan membeli rumah. Percakapan itu seolah Gendis memang akan menjadi isteri Herman. Makanya ia setuju untuk patungan DP rumah bersama Herman.
Gendis punya sahabat kantor, mereka sangat kocak sekali dalam percakapan grup dan kabarnya akan ada manager pemasaran baru di kantor. Betapa terkejut Gendis ketika tahu bahwa Herman yang akan menjadi Manajer Perusahaa di kantornya. Teman-teman Gendis juga tahu kalau Gendis memang pacarnya Herman. Sehingga Gendis merasa bahagia bahwa Herman memang benar-benar memberikan kejutan dan sebentar lagi akan melamarnya.
Setelah hampir satu bulan membayar uang DP. Gendis masih berharap bahwa ia akan dilamar oleh Herman. Nyatanya Herman malah menyatakan putus pada Gendis dengan alasan hijrah dan Gendis terlalu gendut untuk finansialnya yang pas-pasan. Padahal Gendis rela hidup apa adanya bersama Herman bahkan nggak pernah menuntut Herman untuk membiayai hidupnya.
Gendis nangis dan lari ke Geprek Couple memakan makanan kesukaannya serta mentraktir anak-anak sekolah SMA yang baru pulang sekolah. Momen itu disaksikan oleh Dimas sang pelayan yang ada di sana tanpa menghakimi dan bahkan memberikan tambahan makanan gratis untuk Gendis. Rasa sakit itu membuat tubuhnya ingin banyak makan hingga mencapai 106 kg.
Betapa terkejudnya bila si Dimas lelaki tampan itu ternyata bertubuh gempal yang pernah ia hina 5 tahun yang lalu. Dimas menjadi prihatin karena doanya di saat terzalimi membuat Gendis menjadi bernasib semenyedihkan ini dan ia pun berniat membantu Gendis untuk olahraga dan mengatur pola makan yang sehat supaya berat badan Gendis turun demi kesehatan. Herman benar-benar membuat Gendis kembali dengan Gaya Hidup Mindful.
Lalu bagaimana dengan nasib romansa Gendis akhirnya setelah kurus? Apakah ia akan kembali bersama Herman atau pada yang lain? Jangan lupa baca sampai akhir keseluruhan isi buku ini ya. Bisa banget dengan membacanya di Perpustakaan Bank Indonesia Sumut atau oder Belok Kiri Langsing.
Tentang Buku Ini Bagi Diaryharumpuspita
Sejujurnya membaca buku ini tuh awal-awal berasa bosan aja sih, tapi kok makin kelamaan bisa lucu banget apalagi percakapan teman-teman kantornya si Gendis. Tokoh-tokohnya terasa hidup dan punya karakter yang unik. Rasanya tuh saya seperti ini ngasih wejangan gitu sama tokohnya.
To Karakter
Gendis : Gendis-Gendis, kamu cantik loh. Ngapain juga jagain jodohnya Herman. Kasihan dirimu loh, kamu berhak cantik apa adanya. Nggak usah mengejar orang yang enggak memperjuangkanmu.
Herman : Kamu tuh tokoh paling redflag tahu nggak sih? Dasar penghianat! Ah, iya cowok kan gitu kalau sudah naik tingkat, naik status dan bosan. Kamu bebas meninggalkan orang yang udah mau menemanimu lama? Katanya cinta, cinta kok harus bersyarat? Nyebelin banget deh. Jauh-jauh deh dari cowok modelan seperti dirimu.
Dimas: Overall, kamu kok bisa sabar ya setelah disakitin? Tapi kamu adalah sosok yang diidam-idamkan banyak cewek sih. Suka banget dengan caramu yang seriusan orangnya dan nggak mempemainkan hati perempuan.
Julia: Jul, Jul. Kamu tahu Herman milik Gendis? Licik banget tau nggak, ngerebut kepunyaan orang lain dan sengaja buat Gendis gendut supaya Herman nggak suka lagi dengan Gendis.
Oleh-Oleh dari Belok Kiri Langsing
Belok kiri langsing tuh sebenarnya istilah timbangan. Kalau jarumnya ke kiri tandanya kan penurunan berat badan. Ada banyak yang bisa dipelajari sih dari buku ini.
1. Diet itu bukan pengen kurus doang, tapi biar tubuh sehat dengan cara menjaga pola makan dan olahraga yang teratur dan Hidup Analog. Makanannya juga yang sehat seperti buah-buahan dan sayur diperbanyak. Jadi, bukan karena obat-obatan penurun berat badan.
2. Cowok kalau serius, kita tuh sebagai cewek nggak perlu ngemis kepastian yang ujung-ujungnya jadi debat. Lihat aja tuh Dimas dengan caranya yang benar-benar merhatiin banget si Gendis. Gendis pasti beruntung dengan Dimas, karena Dimas bukan tipe cowok yang mempermainkan hati perempuan. Cuma minusnya sih dia dulunya tambun banget.
3. Gendis memang punya kondisi fisik yang besar banget. Bersyukurnya teman-temannya di kantor pada asyik-asyik banget, jadinya hidup itu berasa menyenangkan.