Showing posts with label menulis. Show all posts
Showing posts with label menulis. Show all posts

Muhasabah Pertama 2024

 

Cara Cepat Untuk Bertumbuh

 Cara Cepat Untuk Bertumbuh

Sejatinya kita tidak ada yang benar-benar siap.

Aku termangu dan tergugu tanpa merasa bersalah tentang kewajibanku sebagai penulis yang seharusnya memang menulis. Nyatanya­­ dalam beberapa bulan belakangan ini toh aku vakum dari dunia blog. Padahal untuk mendongkrak keuangan blog ini sungguh sangat signifikan. Minimal dua ratus ribu per bulan untuk ongkos minyak juga enggak ke mana kan.

Yang Terjadi di Bulan Januari

Bulan pertama aku mendedikasikan diri sebagai novelist. Novelku yang pertama di tahun 2024 ini selesai kutulis dan itu merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa. Pada masa itu, waktuku nyaris tersita untuk yang lain, bahkan kalau di bilang sungguh tidak memungkinkan. Hanya karena satu perkataan dari ayahku yang mendukungku, “Kamu mau menjadi penulis kan? Satu buku satu bulan.” Begitu jawaban itu keluar dari bibir ayah. Rasa hatiku girangnya bukan main dan Alhamdulillah selesai pada waktunya. Sungguh, karya itu adalah karya terbaik yang pernah kutulis. Sebab cara penulisannya pun penuh dengan penjagaan.

Milad Februari Kebahagiaan Berujung Kehanyutan

Sungguh, aku tidak tahu bagaimana caranya mengekspresikan rasa bahagia. Hal yang kutahu bagaimana mengekspresikan semua rasa sedih itu menjadi sebuah karya. Namun kebahagiaan sungguh membuatku bingung. Aku mulai mangkir dalam menulis. Jejak tulisan itu tak ada lagi. Aku sungguh sibuk menghadiahi diriku sendiri dengan kebahagiaan yang bersamaan. Satu karena karyaku selesai dan yang kedua karena Diary Harumpuspita sedang MILAD yang ke-4 tahun. Seharusnya ada sebuah tulisan yang kusajikan. Karya dibalas oleh karya. Lalu kenapa tidak ada?

Sayangnya pertanyaan itu tidaklah kulontarkan di bulan Februari yang penuh dengan musim semi. Kebahagiaan itu sungguh membutakan jalan untukku bertumbuh. Apakah kebahagiaan merupakan sebuah kesalahan? Seringkali ia melalaikan, seringkali ia begitu menipu mengajakku untuk melupakan tanggung jawab mana yang harus dipenuhi.

Terlebih lagi ada kehadiran yang tidak kusangka-sangka, yaitu Wifi di rumah. Seharusnya pertumbuhanku sungguh sangat pesat. Tidak perlu mengkhawatirkan lagi kenapa aku harus pulang lama di sekolah demi mengerjakan tugas. Bahkan ketika tiada satu pun yang tersisa di sana.

Dulu, ketika aku membayangkan memiliki banyak kuota. Hal yang kulakukan adalah bagaimana bisa menjadi seorang blogger professional dan juga konten kreator. Namun ketika saat ini fasilitas serba ada, lantas kenapa masih belum bertumbuh juga? Apa yang salah sebenarnya? Justru dalam kesempitan aku memiliki beragam cara untuk keluar dari lingkarannya, tapi kenapa dalam kelapangan justru malah melalaikan?

Bahkan target bacaan saja aku mulai mengalami kemunduran secara drastis. Tidak seperti dulu yang penuh dengan komitmen dan perjuangan. Apa yang salah? Kupandangi emosional diriku yang ternyata aku masih sungguh sangat terlarut yang namanya kebahagiaan semu. Kebahagiaan yang justru membuatku bingung, bukan kebahagiaan sesungguhnya.

Bingungnya Maret, Tercerahkan di akhir

Aku sudah menemui sebuah akhir dari segala permasalah yang ada. Kemarin, sungguh itu adalah momen paling berharga. Ketika itu bertemu dengan coach Manu yang merupakan Sutradara di kota Medan. Ia menyadarkanku seketika tentang apa yang kualami sebagai penulis. Mandeknya yang membuatku jungkir balik tidak bisa menulis juga. Ternyata jawabannya hanya satu, “jangan-jangan selama ini sedang bingung.”

Aku termangu mendengarkan coach di ruangan yang syahdu itu. Pada pemandangan paling tenang, ada nuansa tumbuhan dan suhu ruangan yang cenderung sejuk membuat kesadaranku kembali. Kata-kata bingung itu bukanlah yang pertama kali kujumpai dalam hidupku di bulan ini.

Sebelumnya sudah kudengar kalimat itu dari orang yang memiliki nama juga. Bedanya yang kemarin-kemarin itu disampaikan dengan nuansa berasa tegang urat sajanya. Bukannya membuatku tersadar akan ucapannya, malahan emosionalnya membuatku sakit tak ketulungan. Mengajakku untuk pergi bersisihan atas luka yang selama ini tidak kuobati. Jadi, wajar saja sensitifnya luar biasa. Ibarat luka yang belum kering, tersiram jeruk nipis hingga membuatku meringis.

Harapanku saat ini dan di bulan yang akan datang

Gimana, sudah baikan?

Aku berusaha bertanya pada diriku sendiri. Ada rasa ketidakyakinan yang melingkupi diri. Namun tak tahu itu apa, tapi itu lebih mendingan dibandingkan aku merasakan baik-baik saja nyatanya tidak. Sebab dewasa ini kita seringkali dihadapkan dengan sebuah kondisi berpura-pura baik saja, sampai kita lupa sedang tidak dalam baik-baik saja. Sehingga ketika terkena angin kencang justru malah ambruk seketika.

Menulis itu Self Healing

Coach Manu mengatakan bahwa ketika kita sudah menuliskan masalah kita, tandanya sudah menyelesaikan masalah sebanyak 70%. Coba perhatikan, kenapa aku enggak menulis? Apa mungkin hanya faktor Bahagia saja? Bukannya kalau orang bahagia ia justru lebih banyak bercerita dan menghasilkan karya? Jangan-jangan selama ini sedang bingung, sedang bingung tentang perasaan diri sendiri.


Obat yang paling mujarab di saat sudah jungkir balik tidak juga menemukan ide. Ya, kita memang harus keluar hidup-hidup dari lingkaran itu. Bertemu dengan orang baru dan menemukan inspirasi baru. Sebab ranah penulis itu bukanlah antara aku dan layar persegi di sebuah ruangan belaka. Namun bagaimana aku bisa merasakan rasa yang sesungguhnya dan menuliskannya di dalam tulisan itu supaya ada nuansa hidup yang sesungguhnya. Writing by experience adalah sebuah tulisan yang mampu dipertanggung jawabkan kebenarannya dibandingkan hanya menuliskan kisah Fantasi belaka. Kalau memang genrenya merupakan kisah Fantasi ya sah-sah saja dong berimajinasi sebebas mungkin. Namun tetap ada logika yang harus bisa diterima juga kan. 

Kututup dengan Lafazh Basmallah dan Doa

Bismillahirrahmanirrahiim…

Ya Rabb, mungkin selama ini aku mengandalkan diriku. Padahal di balik beratnya yang kulalui ada Engkau yang selalu bersedia mendengarkan segala keluh kesah. Ya Rabb, jangan tinggalkan hamba walau hanya sekejab. Jangan biarkan hamba merasa tinggi hati atas semua ilmu yang kau titipkan pada hamba. Iringilah langkah kaki hamba selalu menuju kebaikan dan selalu mengingat-Mu. Ya Rabb, lembutkanlah hati hamba agar hamba bisa mendeteksi kepekaan lebih dini terhadap lingkungan sekitar hamba. Ya Rabb, hamba kembalikan segala debaran, bahagia, sedih, dan luka ini pada-Mu.

Menjadi Writerpreneur Bersama KBM APP (Part 1)

Menjadi Writerpreneur Bersama KBM APP (Part 1)

Ada yang tahu nggak KBM App itu apa? Tahu nggak bentuknya seperti apa?

Salah satu start up teknologi di bidang kepenulisan ini justru saat ini mengalami Fase Masyaa Allah, Tabarakallah, alhamdulillahirrabbil alamiin. Istilah bekennya adalah naik daun.

Begitulah rasa yang terhinggap dalam diri saya menyaksikan kisah sukses banyak orang sebagai penulis KBM App. Meskipun pagi ini sebelum saya menulis ini, Ibu saya masih terus berkata kepada saya.

“Ngapain sih Ni kamu nulis?” Bahkan setelah tadi malam ia memberikan sebuah informasi dalam diri saya kalau orang yang selalu duduk saja akan mendapatkan batu ginjal. Lantas secara tak menyadari bahwa saya sedang membela diri, saya justru memberi tahu kalau obatnya adalah banyakin air putih, setelah itu sering membersihkan rumah. Kan jalan-jalan juga.

Saya mengikuti KBM App jauh sebelum namanya melintang di dunia kepenulisan. Waktu itu masih ada nama Al-Fatihnya (kalau tidak salah) di mana mereka memberikan koin emas gratis untuk akun pengguna baru. Kalau sekarang sudah tidak lagi. Walaupun sudah mengganti nama sebagai KBM App, alhamdulillahnya saya masih bisa menggunakan koin emas tersebut untuk membuka kunci bab berbayar. Kalau tidak salah jumlah koin emas gratis yang saya miliki waktu itu berkisar 100.

Kejab, maksudnya gimana nih. Saya masih belum paham apa itu KBM App. Kenapa namanya enggak seperti yang lainnya?

KBM App sendiri adalah singkatan dari KBM (Komunitas Bisa Menulis) yang berlogo pena dengan perpaduan warna hijau putih. Saat ini saya menyadari kalau KBM App sangat sensitif dengan konten pornoliterasi dan sangat memegang teguh kalau menulis itu memberikan pencerahan. Sama seperti dengan motonya FLP.

Walaupun judul novel yang sangat laris di sana bertema Drama Rumah Tangga. Saya mencoba menahan diri untuk tetap stay bersama KBM App sampai sekarang ini. Meskipun tidak memberikan janji manis seperti platform lainnya.

Loh kenapa?

Karena sampai sejauh ini reputasi KBM App dalam finansial itu sangat transparan dan amanah. Tidak ada yang ditutup-tutupi. Kalau tulisannya laku ya laku, kalau enggak ya enggak. Itu datanya selalu saya terima setiap kapan mereka sempat mengirimkannya. Biasanya Pak Isa pagi dini hari menjapri saya dengan pesan broadcasting lengkap dengan data finansial bagi hasil para penulis hingga hari ini.

Maka begitu saya melihat angka yang tertulis pada peringkat teratas penulis yang bernama Bunga BTP mencapai kurang lebih sekitar dua ratus juta pada tanggal 1 Desember 2023. Masyaa Allah, tabarakallahu Fiik. Saya merasa sangat bahagia. Padahal saya tidak kecipratan apa-apa loh. Namun saya merasa sangat bahagia seolah-olah seperti apa yang dirasakan Mbak Bunga saat ini. Mungkin begitu kali ya, perasaan seorang mukmin selalu seperti mukmin lainnya. Apabila yang lainnya bahagia, kita juga turut merasakan kebahagiaan serupa. Begitu pula sebaliknya.

Perjalanan Penghasilan Para Penulis KBM App

Tepat tanggal 16 Januari 2021. Waktu masih jamannya Covid 19 pertama kali membludak di Indonesia. Saya sudah memiliki nomor pribadinya Pak Isa Alamsyah, yang merupakan CEO KBM App saat ini. Sebelumnya tidak metode japri, tapi secara via grup WhatsApp saja. Bahkan mereka waktu itu concern di Facebook. Sementara saya sudah tidak suka main di Facebook lagi. Jadi, kalau ada pun jarang sekali saya buka.

Meskipun begitu, saya sangat bersyukur kalau Pak Isa selalu mengirimkan pesan broadcasting kepada saya dengan tujuan memotivasi para penulis. Masyaa Allah, saya begitu tersentuh ketika pesan pertamanya berjudul Konsisten Membawa Momentum. Alhamdulillahnya, pesan pertama itu tidak saya hapus. Jadi, bisa saya baca ulang. Jadi saya bisa membangkitkan semangat saya untuk tetap menjadi novelis.

Barulah di tanggal 17 Juli 2021 saya mendapatkan Update rangking top 500 para penulis yang ada di KBM App. Waktu itu Mbak Majarani mendapatkan penghasilan berkisar Rp32 juta lebih. Saya spill angkanya ya. (Rp32.752.593) dan disusul pula kak Dwiindra0330 di nominal yang tidak jauh beda.

Begitulah angka-angka yang saya baca dari pesan Pak Isa secara rutin dipadukan dengan motivasi berkarya dan informasi lainnya terkait lomba menulis hingga Belajar dari Bintang secara gratis. Saya ingat sekali perjalanan kisaran angka para penulis dari mulai 30+, 50+, 80+, dan yang lebih wah hingga 200+ juta dalam sebulan. Padahal kemarin rasanya masih ngobrolin akumulasi penghasilan 200+ juta loh dalam beberapa tahun. Eh, ini sudah sebulan saja.

Kalau saya yang mendapatkannya auto ikutan naik Haji Furoda bersama Ayah saya tahun ini juga. Masyaa Allah, tabarakallah. Semoga Allah meridhoi.

Kenapa konsepnya Writerpreneur kok enggak sistem royalty saja?

Nah, inilah yang membedakan KBM App dibandingkan dengan platform lainnya. Penjualan bab berbayar di sana diibaratkan kami sedang menjual buku juga loh. Makanya sistemnya bagi hasil. Berarti angka yang tertulis itu adalah bagi hasil penjualan para penulis. Sehingga kami disuruh untuk melaporkannya ke ditjenpajak ketika sudah mendapatkan penghasilan yang dikenakan pajak. Istilahnya pajak penghasilan untuk para UMKM. Ingat, produknya adalah karya digital.

Wih, mantap dong ya. Emang kamu sudah dapat berapa dari sana?

Dulu, awal-awal saya mempromosikan KBM App kepada teman saya. Mereka mengira kalau saya sudah menghasilkan banyak digit dari sana ketika melihat karya saya yang mejeng ada beberapa. Bahkan sampai jumlah buku 17 sekalipun. Saya hanya menghasilkan pendapatan Rp0 yang artinya tidak menghasilkan apa-apa.

Lantas kenapa masih bertahan?

Nah, itu nanti saya bahas di part selanjutnya. Namun satu hal yang pasti adalah saya merasa nyaman di sana bukan lagi karena banyak pertimbangan, tapi ya memang mengikrarkan. Justru penghasilan menulis saya saat ini masih didominasi oleh blog dan pernah juga di platform lainnya. Walaupun sifatnya recehan.

Bagi saya, bayaran menulis itu enggak ada yang bisa menandingi dengan rasa kebahagiaan. Sehingga kalau ada yang menanyakan saya menulis dibayar berapa? Saya dengan semangat menjawabnya dengan kebahagiaan. Bagi saya naskah selesai, artikel selesai, apalagi berhasil diunggah itu adalah kebahagiaan dari seorang penulis.

Pengalaman Berpartner dengan Seedbacklink

Pengalaman berpartner dengan Seedbacklink

Pengalaman Berpartner dengan Seedbacklink

Menulis adalah nafas yang panjang. Begitulah yang saya tangkap dari ucapan Kak Luluk HF selaku penulis dari Mariposa. 

Kesuksesan seorang penulis yang sekarang ini bukanlah dibentuk sehari dua hari, tenar, dan mendapatkan uang. Big No. Justru harus dilalui dengan serangkaian perjalanan yang panjang dan tentunya mengasah diri untuk menulis.

Jadi, kalau ada orang yang bisa menjadi penulis sukses dalam waktu satu malam saja. Rasanya tidak mungkin. Emang dongeng cerita Roro Jongrang. Semua butuh proses. Bahkan mie instan sekalipun butuh disedu beberapa menit supaya bisa dinikmati.

Perencanaan Konten

Tepat di awal September 2023 saya sedang merencanakan sesuatu. Bagaimana ya saya bisa menghasilkan uang UMR dalam sebulan hanya dengan menulis? Kalau seandainya saya menghargai karya dengan harag Rp30.000 untuk setiap artikel atau bab novel yang saya buat. Maka setidaknya harus menulis satu hari 3 atau empat artikel dalam setiap harinya. Sehingga kalau ditotalitaskan dalam sebulan, saya harusnya sudah menulis sebanyai 100 post.  

perencanaan konten menulis

Sungguh itu adalah angka yang sangat fantastis ketika saya tidak mengukur kapasitas diri bahwasannya saya sedang menjalani peran apa saat ini. Yah, namanya juga keinginan. Pastilah punya perencanaan untuk mewujudkannya. Walaupun ekstrim sekalipun sebelum dijalankan.

Jujur, saya ingin sekali menjalani hari-hari sebagai penulis yang bahagia dan kalau seandainya saya mengaplikasikan bidang ilmu yang dulu saya ambil di perkuliahan pun setidaknya saya hanya ingin mengajar 2 kali saja dalam seminggu.

Bagi saya, mengadakan perencanaan itu butuh waktu, energi, dan usaha. Tidak bisa direncanakan hanya sekali, tapi memang harus berkali-kali supaya lebih detail dan terencana. Jadi kalau ada tim perencana di sebuah bisnis, itu merupakan ide bagus juga. Sebab, sebuah pepatah mengatakan bahwa, “Pengaturan (manajemen) pekerjaan itu memperbanyak separuhnya waktu.”

Proses

Saya punya komitmen dalam diri pada waktu itu adalah dengan menggaji diri sendiri. Walaupun sebenarnya seorang penulis itu harus rela bahwa tulisannya itu memang tidak dibayar sama sekali karena hasil jerih payahnya menulis.

Maka di awal perencanaan saya sangat antusias dan bisa menjalankannya paling tidak satu artikel pun satu dalam sehari. Sehingga nanti dibuatkan saja per tanggal kapan saya menyelesaikannya dan kalau pun enggak terselesaikan terhitung hutang saja. Berharap suatu hari nanti saya memiliki waktu sehari atau dua hari untuk membayarnya.

Setelah menjalaninya, malahan gagal. Jangankan membuat satu artikel satu hari. Mengevaluasi diri saja saya tidak punya waktu. Menangis di pojokan setiap minggunya setelah melihat catatan agenda saya kosong, tak bernoda dengan eksekusi perencanaan. Nyesak sih, tapi enggak berdarah. Meskipun sempat bangga bahwa ada yang dikerjakan di awal-awal perencanaan. Namun tidak apa, bahkan saya menyimpulkan bahwa semangat yang saya miliki termasuk dalam ketegori buntut tikus. Awalnya saja yang besar, sampai menjelang ujung habis.

Eksekusi

Bagi saya, bulan November  2023 ini adalah bulan perencanaan ulang. Setelah di Oktobernya terasa amblas seperti orang yang kehabisan bensin. Rutinitas terlihat kacau. Saya pun mencoba mengkaji ulang rekam jejak yang ada di buku agenda beberapa tahun yang silam. Nah, di situlah saya baru merasakan manfaat dari jurnaling selama ini yang kata orang nyinyir enggak berguna sama sekali. Fix, ini sangat membantu sekali. Kapan-kapan saya ulas prosesing perjalanan saya bersama RA Planner.

Hingga akhirnya, saya memutuskan bahwa setiap hari menuliskan 1 karya saja. Baik terlepas bagus atau tidaknya. Tidak perlu banyak ekspektasi dulu, sebab saya merasakan seperti seorang balita yang baru belajar berjalan dengan merangkak. Jadi memang nggak bisa lari marathon.

Dapat Orderan di Seedbacklink

Bergabung di seedbacklink udah lama sebenarnya sekitar beberapa bulan yang lalu, tapi memang masih di tahun yang pertama. Namanya sudah memiliki perencanaan konten sendiri terlepas dibayar atau tidaknya. Eh, ada orderan yang masuk tuh. Terakumulasi 3 artikel dalam sebulan. Itu merupakan sebuah pencapain yang sangat wuah bagi saya karena memang belum pernah serutin itu mendapatkan orderan bisa berturut-turut. Meskipun pada akhirnya rencana tidak sesuai dengan perkiraan karena memprioritas orderan dari Seedbacklink. Setidaknya ada peningkatan finansial secara nyata.

dapat orderan di Seedbacklink

Walaupun nominalnya enggak sebanyak para member Seedbacklink lainnya yang memiliki penghasilan untuk menghidupi diri atau berjuta-juta. Setidaknya, itu menjadi penyelamat saya ketika berada di situasi yang genting. Enaknya di sana, berapapun nominalnya bisa dicairkan. Bagi saya, ini adalah sebuah pencapaian yang sangat membanggakan di kehidupan sekarang.  

Kemudahan dalam berpartner dengan Seedbacklink

Apa perbedaan yang paling signifikan dari Seedbacklink ini dengan para penyedia backlink lainnya?

1.       Artikel disediakan klien. Jadi, klien itu sudah menyediakan artikel yang bakalan kita post idi blog. Palingan tinggal edit sedikit sesuai dengan gaya penyampaian kita saja. Kalau saya sih, sekalian belajar juga kan dengan cara menulis ulang dan menyampaikannya dengan bahasa sendiri. Meskipun sebenarnya kebanyakan juga kalimat yang digunakan dari artikel klien.

2.       Adminnya fast respon. Memang ya, nggak ada yang menandingi kualitas dari fast respon ini. Rasanya klepek-klepek orang dibuatnya. Bercanda. Nggak sampai sejauh itu juga kan, karena saya kan berinteraksi sama adminnya, bukan si doi. Hal yang pasti nyaman saja.

3.       Terhubung dengan para member lainnya di grub WA. Fix, ini merupakan hal yang menyenangkan karena di sana tuh saya enggak merasa sendiri. Enggak hanya saya saja loh yang merasakannya.

Harapan untuk Seedbacklink

Bagi saya, penyedia backlink ini masih menjadi tempat teristimewah hingga saat ini. Harapannya paling di sayanya saja. Semoga bisa melalui hari-hari dengan semaksimal mungkin sebagai seorang penulis. Walaupun jalannya merangkak sekalipun.

Semoga Seedbacklink semakin sukses ke depannya, semakin banyak orang yang tahu dan bermanfaat bagi orang banyak.

 

 

Sistem Pembinaan Anggota Madya #1

Menjadi Pribadi yang Islami Resume Materi : Menjadi Pribadi Islami

Selamat anda telah naik ke jenjang Madya. Itu berarti akan ada serangkaian pembelajaran yang lebih intens untuk naik ke jenjang Andal. Apakah ini merupakan sesuatu yang benar-benar layak?

Tepat 21 November 2023, FLP SUMUT melaksanakan pembelajaran pertama di jenjang Madya. Pesertanya ada yang dari Binjai, Langkat, Medan, dan Padang Lawas. Sebuah permulaan sebagai garis start waktunya untuk berubah. Walaupun hidup ini terus mengalami kedinamisan dalam hidup. Boleh jadi selama ini kita telah futur. Iman merosot dan harus dicharger ulang.

Pemateri : Abdi Siregar (Anggota Andal FLP)

Moderator : Dewi Chairani

Slide pertama dimulai dengan mengenali empat kepribadian manusia pada umumnya, yaitu Sanguin, Koleris, Melankolis, dan Plegmatis. Apabila kita memahami kepribadian ini, tentulah kita mudah untuk menganalisis kepribadian diri. Enggak memikirkan kepribadian orang lain, minimal kepribadian diri sendirilah.

Sanguin

Pada tipe kepribadian pertama, orang ini pada umumnya memiliki banyak kekuatan, bersemangat, mempunyai gairah dalam hidupnya yang tinggi, bisa membuat lingkungan gembira, dan senang.

Tipe kelemahannya adalah ia cenderung bertindak sesuai dengan emosi dan keinginannya, mudah sekali dipengaruhi lingkungan, dan kurang bisa menguasai diri sendiri.

Koleris

Tipe kepribadian ini berorientasi pada pekerjaan dan tugas. Mereka memiliki disiplikan kerja yang sangat tinggi. Dia bisa melaksanakan tugas dengan setia dan bertanggung jawab. Kelemahannya adalah kurang merasakan perasaan orang lain, belas kasihnya terhadap penderitaan orang lain agak kurang karena perasaannya kurang bermain. Wow, ini merupakan tipe yang mengenyampingkan perasaannya sendiri demi tanggung jawab. Sepertinya cocok juga untuk tipe orang yang ditempatkan sebagai abdi negara.

Melankolis

Tipe orang yang terobsesi pada karya yang paling bagus, paling sempurna, mengerti estetika keindahan hidup ini dan perasannya sangat kuat, sangat sensitif. Kelemahannya mudah sekali dikuasai perasaan murung. Tidak mudah baginya untuk senang atau terawa terbahak-bahak. Sering merasa kecewa dan depresi jika apa yang diharapkanya tidak sempurna.

Apakah saya termasuk memiliki kepribadian ini, setelah melihat ke belakang tugas banyak yang tak selesai? Walaupun cenderung memiliki kepribadian ini bukan berarti sepenuhnya saya plek ketiplek tipe ini juga.

Plegmatis

Tipe kepribadian ini adalah kepribadian yang berbahaya walaupun sebenarnya ia punya kencederungan, santui, kalem, cuek, dan cinta damai. Kelemahannya adalah mudah ditipu karena terlalu percaya pada orang orang lain, tidak memiliki impian atau semangat dalam mengejar impian, sulit menentukan pilihan, terlalu tidak enakan, dan sering menunda-nunda.

 

Unsur-Unsur Kepribadian Muslim

Menurut Matta, manusia adalah zat yang terdiri dari unsur segenggam tanah dan setiap ruh. Berdasarkan dua kecenderungan unsur inilah Allah Swt menciptakan kecenderungan dan dorongan tertentu yang kemudian menjadi dasar-dasar dalam membentuk kepribadian manusia. Unsur ruh lebih cenderung kepada fitrah untuk beribadah kepada Allah, sedang unsur tanah (fisik) cenderung untuk bertindak dan bersikap.

 

Saya jadi teringat dengan jokes anak muda tentang sikap seseorang yang katanya manusia diciptakan dari tanah. Kalau kerjaannya asyik mengambil hak orang lain, barangkali dibentuk oleh tanah sengketa.

 

Al Banna meletakkan pembentukan kepribadian muslim di urutan pertama dalam urutan amal dalam berdakwah. Pribadi dimaksud adalah pribadi yang memiliki akidah (keyakinan) yang lurus, ibadah yang benar, akhlak mulia, wawasan yang luas, fisik yang kuat, bersungguh-sungguh melawan hawa nafsunya, menjaga waktunya, mengatur urusannya, punya kemampuan usaha, dan bermanfaat bagi orang lain.

 Internalisasi Nilai dalam Pembentukan Kepribadian Muslim

Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk menginternalisasikan nilai-nilai Islam ke dalam kepribadian seseorang :

1.       Dilakukan oleh dirinya sendiri (Self education). Pada dasarnya manusia memiliki kapasitas natural untuk belajar sendiri.

2.       Melalui orang lain (education by another). Hal ini berproses melalui kerjasama dengan orang lain.

Dua cara ini dalam dunia pendidikan Islam disebutkan sebagai tarbiyah dzatiyah (pembentuikan diri sendiri) dan tarbiyah jama’iyah (pembentukan kolektif).

 

Konsep Tarbiyah Islamiyah memiliki sasaran dan tujuan :

1.      Setiap individu dituntut untuk memiliki kelurusan akidah yang hanya dapat mereka peroleh melalui pemahaman terhadap Al-Quran dan sunnah.

2.      Setiap individu dituntut untuk beribadah sesuai dengan petunjuk yang disyariatkan kepada Rasulullah Saw.

3.      Setiap individu dituntut untuk memiliki kesanggupan akhlak sehingga mampu mengendalikan hawa nafsu dan syahwat

4.      Setiap individu dituntut untuk mampu menunjukkan potensi dan kreativitasnya dalam dunia kerja

5.      Setiap individu dituntut untuk memiliki keluasan, wawasan.

6.      Setiap individu dituntut untuk memiliki kekuatan fisik melalui sarana-sarana yang dipersiapkan Islam.

7.      Setiap individu dituntut untuk memerangi hawa nafsunya dan senantiasa mengokohkan diri di atas hukum-hukum Allah.

8.      Setiap individu diminta untuk mampu mengatur segala urusannya sesuai dengan keteraturan Islam.

9.      Setiap individu dituntut untuk mampu memelihara waktunya sehingga dia akan terhindar dari kelalaian dan perbuatan manusia.

10. Setiap individu harus menjadikan dirinya bermanfaat bagi orang lain.

 

Kesimpulan di akhir :

Kalau memperbaiki diri sendiri secara sendirian akan rapuh, makanya sebaiknya berjamaah. Kita enggak bisa hanya mengandalkan membaca buku sendiri, itulah mengapa perlu tarbiyah atau bimbingan dari yang lebih paham atau ahlinya.

 

Sesi Tanya Jawab :

Hal yang paling menarik adalah sesi tanya jawab dong, karena dengan sebuah pertanyaan akan mengarah pada pendekatan intens dan lebih paham.

1.       Bagaimana hubungan menulis dengan konsep kepribadian islamiyah?

Ketika kita masuk di FLP, itu berarti secara tak langsung kita itu berdakwah dengan tulisan. Bahkan kita bisa mendapatkan hidayah dari membaca cerpen/novel mereka. Makanya coba dulu perhatikan karya-karya terdahulu seperti punya Mbak Asma, Mbak Helvie Tiana Rossa dan yang lainnya.

Bahkan para ulama terdahulu seperti imam syafii, ia selalu berwudhu dan shalat dua rakaat terlebih dahulu sebelum menulis. Supaya niatnya terjaga dan benar-benar karena Allah.

2.       Bagaimana dengan orang yang semangat mengajak berbuat kebaikan, keesokan harinya malahan tida khusyuk dalam ibadah? Apakah ini termasuk riya karena riya kadang tidak disadari.

Jawab :

Terkait dengan rasa riya, kalau kita punya pemikiran takut mengajak berbuat kebaikan karena dibilang riya. Justru itu merupakan riya. Jangan takut kalau kita mau mengajak kebaikan, kalau mereka melaksanakannya justru kita mendapatkan kebaikan juga. Makanya harus ditepis dengan istighfar. Ketika kita melihat ada yang berbeda dengan hati kita, segeralah beristighfar. Antara Ikhlas dan Riya ini setipis bawang merah.

3.       Apakah benar kalau orang yang diuji kesedihan itu banyak yang lulus, sementara diuji kelapangan dan keluasan justru tidak banyak yang lulus?

Jawab : Kalau yang ini memang belum ada pengujian, tapi dari cerita terdahulu banyak yang mengatakan kalau ketika diuji dengan kepalangan justru banyak yang tak lulus karena kelapangan sifatnya melalaikan. Walaupun begitu, mudah-mudahan ketika kita diuji dengan kesedihan dan kelapangan bisa lulus. Apabila diuji dengan kesedihan kita bersabar, apabila diuji dengan kelapangan kita bersyukur.

4.       Bagaimana dengan orang yang punya pemikiran bahwa melakukan ibadah sesuai dengan kesanggupan kita. Makanya ketika diberi tahu ia mengelak bahwa saya hanya sanggupnya ini saja kok?

Jawab : ada seorang ulama mengajarkan kepada muridnya. Ia justru membawa mereka ke lapangan dan menyuruh mereka untuk mengelilingi lapangan sesuai dengan kesanggupan mereka. Sementara ia melihatnya. Ada yang dua putaran telah menyerah, tiga, empat, dan di putaran yang kelima sudah banyak yang gugur.

Apa yang dilakukan ulama itu?

Ia tidak memberikan air minum. Justru ia malah gantian mengelilingi lapangan sampai pada akhirnya putaran ke-10 barulah ia berhenti. Ia melakukannya sampai titik penghabisan tenaga. Begitulah gambarannya kira-kira dalam melakukan ibadah, bahkan ketika sampai ketidaksanggupan lagi dan bahkan gugur sekalipun itu sudah termasuk jihad.

dokumentasi menjadi Pribadi yang Islami

Itulah yang bisa saya sampaikan pada sesi berbagi kali ini, semoga menjadi berkah dan Allah Swt merahmati kita semua.

Hal yang Terlintas Diary Harumpuspita di Hari Pers Nasional


Hari Pers Nasional jatuh pada tanggal 9 Februari, bertepatan dengan hari Ulang Tahun Persatuan Wartawan Indonesia yang ditandatangani oleh Keputusan Presiden Soeharto No 5 tahun 1985 di masa Orde Baru.
Para jurnalis itu emang anti baper. Menulis dengan data, menganalisis dengan rasional, dan tidak memberikan pendapat pribadinya sendiri secara sekehendak hati.
Berbicara dengan kata jurnalis, ialah mereka yang menghabiskan waktu mencari informasi aktual dan terpercaya. Bahkan tak kenal waktu sekalipun. Bisa pagi, siang, atau malam sekalipun demi sebuah kebenaran berita. Jam terbang bisa dibilang sama seperti para penulis lainnya. Tidak menentu.
Meskipun saya bukanlah seorang jurnalis. Setidaknya saya pernah merasakan bagaimana berasapnya isi kepala para jurnalis atau wartawan pemula dalam mencari berita. Mereka harus benar-benar memastikan bahwa tulisan yang diterbitkan tidak mengandung SARA dan kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan.
Berikut ini ada beberapa hal yang terlintas di benak saya di hari Pers Nasional tahun 2022.

Pernah Menjadi Kontributor UC Media

Dulu, saya pernah menjadi kontributor dari UC Media. Ketika itu harus rajin sekali riset dengan membaca ragam artikel yang tersedia di mesin pencarian. Meskipun masuk ke dalam ranah lifestyle atau yang biasa disebut sebagai gaya hidup. Sesekali di dasbord saya terpampang sebuah misi yang harus diselesaikan tentang sebuah berita tertentu. Tujuannya ya satu, ada bonus dalam menulis topik tersebut. Tema yang pernah saya ambil di antaranya tentang berita longsor dan juga politik. Mau tidak mau, saya menghabiskan banyak data untuk menggali kebenaran dari data yang tersedia. Sehingga, saya sendiri pun kalang kabut ketika menghabiskan kuota yang bisa menguras kantong. Padahal waktu itu posisi saya masih merupakan mahasiswa. Lumayan bisa menghabiskan puluhan Gigabyte. Waw, sungguh perjuangan yang sangat membuat saya tersenyum saat ini. Padahal dulunya tema yang bernuansa politik adalah hal paling dihindari. :D

Walaupun begitu, saya hanya berhasil mendapatkan satu dolar saja dengan hasil pekerjaan saya dan sekitaran dua puluhan artikel sudah saya tulis. Namun tidaklah mengapa, sebab hal itu sebagai pembelajaran bagi saya dalam menulis sebuah artikel yang bisa diacc oleh editor UC Media. Kini, saya tidak lagi menjadi kontributor di sana disebabkan sudah tidak beroperasi lagi websitenya. Meskipun tidak sempat menarik penghasilan saya yang satu dolar itu. Entahlah, saya pun tidak tau itu disebabkan apa.

Pinocchio, Reporter yang Dekat dengan Jurnalis

Suka banget dengan drama yang satu ini. Ada seorang lelaki yang cerdas, tetapi tidak menunjukkan dirinya cerdas di hadapan banyak orang dan seorang cewek yang tidak bisa berbohong. Jika berbohong ia akan cegukkan dan ketahuan oleh orang lain. Mereka berdua berprofesi sebagai reporter. Drama ini merupakan drama rekomendasi banget di hari Pers ini. Seru dan menarik, apalagi keseruan mereka dalam mencari berita. Duh, jadi nostalgia deh ingin nonton lagi sayanya.

Pernah Review Novel The Jurnalist Karya Kak Mita

Saya baca karya ini pertama kali melalui aplikasi Storial. Sebuah kisah yang pastinya penuh dengan teka-teki di mana ada Nadine sendiri merupakan orang yang berbeda dari kebanyakan anak calon Gubernur. Tidak menggunakan kekuasaan. Ia memilih sebagai jurnalis yang mana keselamatannya sendiri dipertaruhkan. Jadi, emang para jurnalis itu menjadi perhatian orang-orang tertentu ya walaupun ia juga memperhatikan objek pekerjaannya.

Setelah membaca karya beliau. Alhamdulillah saya mendapatkan hadiah berupa koin emas yang bisa digunakan untuk membaca bab premium karya lainnya. Jadi, lumayanlah ya. Semakin semangat membaca karya lainnya.

Kebebasan Pers Pada Masa BJ Habibie

Walaupun hari Pers ini disahkan oleh Presiden Soeharto. Saya juga baru tahu setelah resensi buku Habibie menerangkan bahwa pada masa beliau, wartawan itu dilindungi dan bebas dalam mengungkapkan berita. Bahkan beliau ramah dalam menyambut para wartawan.

Mbak Nana, The Host Mata Najwa

Siapa yang tidak kenal dengan Najwa Sihab. Seorang jurnalis sekaligus pembawa acara di Mata Najwa. Cara penyampaiannya yang sampai ke hati, buat merinding. Itulah pandangan saya tentang Mbak Nana. Ia tidak takut dan apa yang disampaikannya sudah dipikirkan terlebih dahulu. Saya paling suka dengan beliau yang netral dalam mengulik kebenaran. Mbak Nana bisa memposisikannya menjadi orang yang profesional dalam menyampaikan kebenaran. Apalagi seorang wanita yang saya tau perasaannya jauh lebih peka. Namun Mbak Nana mampu memposisikan dirinya sebagai jurnalis yang profesional.

Inilah yang saya ingat di hari Pers kali ini. Sebuah momen yang sepertinya ada untuk disampaikan. Sebab kehadiran kalian sungguh bermanfaat bagi banyak orang dan orang-orang pun menjadi tau akan kebenaran yang terjadi.

Hei para Jurnalis, kalian sungguh hebat sudah sejauh ini. Bisa mengungkapkan kebenaran dengan membawa berita yang teraktual dan terpercaya.

 

Empat Top Quotes yang Mengawali Awal Tahun 2022

Tak perlu terburu yang penting sampai tujuan. Tiap orang punya kecepatannya masing-masing. Enggak bisa disamain. Pelan-pelan yang penting jalan. Kamu keren sudah sejauh ini. @salsabiladhitys

Hatiku tenang menatap rembulan sembari ada harapan kebahagiaan di kemudian hari. Semuanya telah berlalu dan pastinya telah menjadi sebuah takdir dan kenangan. Termasuk pertemuan, interaksi, dan beragam hal yang tak terprediksi. Kadangkala, hati ini seperti musim. Bisa tiba-tiba bahagia, bisa pula sedih, dan resah tak karuan.

Hanya saja, tepatnya di tahun 2022 ini. Aku hanya bisa membatin, berusaha mengikhlaskan pekara apa yang terjadi, kemudian berusaha lagi memperbaikinya sebisa mungkin. Tak terlepas bagaimana maunya hati atau pikiran yang sedang berperang. Hatiku mantap untuk berjalan bahkan kalau bisa pun berlari.

Selain daripada berusaha ikhlas. Meskipun aku sudah menemukan diriku sendiri. Nyatanya, aku masih belum memahami diriku sendiri. Butuh waktu bagiku untuk mencari tau tentang kelemahan dan kelebihan yang ada pada diri sendiri. Terlebih lagi tentang emosinya hati. Sebab kecerdasan yang ada pada diri seseorang itu terdiri dari tiga bagian. Kognitif (pengetahuan), emosi, dan sosial.

Selama ini, aku hanya fokus dengan pengetahuan yang ada pada diri, tapi lupa kalau ada hal yang tidak terlepas sosial. Tak selamanya aku sendirian, belajar sendiri, atau berjalan sendirian. Maka ketika diri ini berpikir sekali lagi. Ketika berpikir bagaimana nantinya mampu menguasai tiga elemen kecerdasan yang ada pada diri sendiri. Sepertinya aku bisa merealisasikan mimpi-mimpiku yang belum terwujud segera.

Bagiku, memiliki impian itu seru. Aku bisa berpetualang ke beragam banyak hal dan tidak ada lagi ada istilah kebanyakan rebahan, robot tanpa emosi, malas-malasan, atau hanya sekadar termenung menunggu jodoh datang.

1.       Habbits itu diingatkan setiap hari. Supaya teringat dan disegerakan. ~Anggara

Urutan pertama kata penguatan ini benar-benar membuat saya sering sadar tentang mimpi-mimpi yang belum terwujud. Bukan hanya stagnan di situ-situ saja dan progressnya tidak ada peningkatan. Namun memang memiliki arti kalau itu bisa saja  menjadi amunisi, jika sewaktu-waktu saya sadar.

“Jadi, selama ini tidak sadar dong? Maka buat apa diingatkan setiap hari?”

Sebenarnya perumpamaannya sama seperti hidayah tentang azan yang selalu dikumandangan lima kali dalam sehari. Jadi, pas sadar saja bisa salat tepat waktu. Selebihnya ya dilama-lamain. Jadi, semakin saya dekat ke Allah. Maka semuanya insyaa Allah akan disegerakan.

2.       Kamu harus yakin dengan tulisanmu sendiri. ~Alfie

Minder. Ini jelas merupakan tipe saya dulunya. Berusaha untuk menyajikan hasil terbaik, tapi malah takut salah, takut nggak bermakna, takut hanya berasa sampah. Adudu, mindset inilah yang membuat saya dulunya enggak berani membrandingkan novel saya dulunya. Jadinya, banyak naskah dan enggak memiliki pembaca setia. Ini menurut saya pada waktu itu.

Nyatanya, ada orang yang mengagumi saya (Eits, naik kuping langsung). Mengagumi tulisan saya maksudnya. Semoga saja memang benar apa adanya.

Minder itu enggak enak. Rasanya seperti makan hati, ciut engggak karuan, dan dunia berasa gelap. Maka dengan adanya kepercayaan dengan apa yang saya tulis. Maka tulisan ini pun saya terbitkan.

3.       Kamu yakin kan dengan diri sendiri? Maka orang lain pasti yakin bahwa kamu bisa~Pelatih Miranda

Miranda ini gadis cantik, menarik, dan ternyata bisa melakukan banyak hal. Meski terlihat anggun dan mempesona. Hati-hati, jika macam-macam akan berakhir ke rumah sakit. Keahliannya adalah bela diri dan kini sedang mendalami olahraga tinju. Impiannya adalah bisa mengikuti ajak PON (Pekan Olahraga Nasional) suatu hari nanti. “Kak, Mir. Aku mendukungmu dan berada pada barisan paling depan.”

Ketiga kalimat penguatan itu benar-benar membuat saya sering bahagia, meskipun sedihnya juga enggak bisa dipungkiri setiap harinya. Perjuangan itu memang sakit, tapi kalau sakitnya dinikmati akan menadi kenikmatan tersendiri. Nah, untuk itulah kalimat pelengkap selanjutnya muncul. Rasanya seperti pengobat dari kalimat penguat mereka.

4.       Hal yang paling menarik di dalam kehidupan ini adalah ketika kamu bertarung dengan waktu dan dirimu sendiri-Diary Harumpuspita

Bertarung dengan diri sendiri itu memang sudah biasa. Namun bertarung dengan waktu dan diri sendiri, itu jauh lebih menantang. Itulah sebabnya, buku planner yang sering saya bawa ke mana-mana ini jelas sangat membantu. Terlebih lagi tentang adanya kesempatan yang datang sewaktu-waktu. Kadangkala kalau cocok dan diingat bisa langsung tancap gas. Hanya saja, lagi-lagi istilah penyakit hati emang enggak bisa dipungkiri. Itu yang membuat saya tertantang. Ketika hati saya sakit secara mendadak, otak saya mengingatkan kalau ada waktu atau pekerjaan lain yang harus cepat disegarakan. Jadi, jangan lama-lama galaunya ya cantik.

Empat quotes atau kata-kata mutiara ini menjadi sebuah rambu saya dalam penyemangat diri. Layaknya rute yang menuntun saya ke arah tujuan segera. Terima kasih kepada Anggara Prasetya dan Muhammad Alfie Syahri Al Rasyid yang merupakan para pendiri Blogsum. Miranda yang telah menyampaikan pesan pelatihnya dan juga kalian yang sudah bersedia membaca artikel kali ini.

Terima kasih juga kepada teman-teman yang sudah bersedia mengikuti periode giveway dari saya. Sebuah periode giveway flash dalam waktu sesingkat-singkatnya menurut saya. Antara maju atau mundur. Bolak-balik diingatkan untuk maju dan enggak boleh nyerah. Apalagi hanya karena sebuah perasaan. Sampai jumpa di cerita Diary Harumpuspita selanjutnya.