Skip to main content

Curhatan di Hari Sabtu




Assasalamulaikum warahmatullahi wabarakatuh ... 
Kali ini saya mau curhat kalau hati saya sakit banget. Entah kenapa enggak tahu, seperti nyeri gitu. Terasa ada yang menikam atau menusuk-nusuk. Parah banget deh. Saya mengira bahwa intensitasnya hanya malam saja. Eh, ternyata pagi juga begitu. Kalau dipikir-pikir lagi sih, mungkin sejalan kali ya sama iman yang sedang turun dan permasalahan yang dihadapi. Hanya saja saya belajar tidak  memusingkan itu dan mengalokasikan pada ambisi dan logika. Ya, mau bagaimana lagi, ulu hati yang sakit ini sudah membuat saya muak asyik membujuknya untuk tidak sakit. Sedangkan kemungkinan yang lainnya adalah rencana yang lain terancam gagal. Kan jadi sebal sendiri.

Kembali ke blog setelah bertarung di naskah novel. Hm, sepertinya enggak ada hubungannya sama sekali. Tapi bisalah disinggung sedikit. Sebenarnya menulis novel itu merupakan cara saya untuk curhat menjadi orang lain. Yap begitulah, ketika luapan hati ingin dikeluarkan namun tokoh yang bertindak bukan saya. Kalau konten ini sih sudah pasti saya.

Sederhana sih sebenarnya kenapa saya bisa menulis maraton mati-matian kejar tayang. Motivasi yang utama di tengah deadline skripsi adalah keuangan. Siapa sih yang enggak galau dan pusing jika tidak punya uang. Memang sih uang bukan segalanya. Tetapi kebutuhan. Jalan ke kampus butuh uang, beli paket butuh uang, makan pun juga butuh uang. Meskipun saya diberikan jatah oleh orang tua setiap bulan untuk ongkos. Tetap saja tidak bisa menutupi kejadian tidak terencana dan kebutuhan lainnya.

Mulailah saya mencari cara yang insyaa Allah halal dengan kemampuan saya. Namun pada akhirnya saya gagal selalu. Gagal maning deh. Punya duit hasil kerja keras atau nabung. Eh sepeda motor rusak. Terus berhutang dan enggak punya uang lagi. Sudah senang jingkrak-jingkrak karena keterima google Adsense setelah itu ganti domain. Eh iklan enggak bisa muncul lagi karena tidak ada konten. Astaghfirullah, ngeluh aja deh.

Ehem, tak terasa nyeri di dada saya berangsur reda. Mungkin ini perkara waktu aja kali ya kan. Terkadang segala sesuatu yang terjadi itu terlihat tidak masuk akal.

Tapi kali ini saya tidak ingin membahas perihal curhatan yang berujung keluhan. Melainkan sebuah kebaruan dari curhatan. Semoga saja bisa begitu. Sebab ada banyak yang terjadi dalam setiap harinya. Begitu pula dengan prinsip dan perasaan  bisa berubah dalam sekejab.

Kalau mungkin saya yang dulunya selalu suka menulis tanpa membaca. Kini akan lebih saya usahakan untuk banyak membaca sebelum menulis. Sebab membaca dan mendengarkan adalah cara saya membuka ruang kreativitas di masa depan. Kita tidak tahu inspirasi mana yang akan tetap melekat dalam ingatan.

Untung saja saya memilih membaca buku tentang The Miracle of Sabar. Jadi perkara memusingkan enggak punya duit dan takut kehidupan terancam enggak lagi bersemayam dalam hati ini deh. Intinya berusaha dan berdoa. Berikut ini saya sertakan kata mutiara yang kebetulan kepikiran sendiri setelah membaca.


Div Element
Ketika doamu tidak dikabulkan. Ia akan menjelma menjadi ladang pahala bersebab kesabaranmu dalam berdoa.

Comments

Popular posts from this blog

Wattpad : Dunia Jingga

Sumber gambar : business.wattpad.com Assalamulaikum waramatullahi wabarakatuh ... Apa kabar sahabat blogger ? Semoga pada dalam keadaan sehat wal-afiat ya. Karena hal itu adalah suatu bentuk kenikmatan yang tak ada tandingannya di dunia ini. Hari ini kita akan membahas khusus tentang Wattpad, yaitu aplikasi yang tidak asing lagi bagi penulis. Kalau dahulu bentuknya berwarna jingga. Sekarang ini warnanya sangat jingga. Gambar di bawah ini adalah bentuk penampakan Wattpad dulu. Eng, ing, eng... tara Sumber gambar : Amazon.com Aplikasi ini adalah aplikasi yang membuat saya jatuh cinta hingga sekarang. Walaupun di dalamnya tidak menjanjikan royalti berupa uang. Tapi, mampu memberikan kenyamanan dan kemudahan akses bagi penggunanya. Dari beberapa aplikasi yang ada hanya Wattpad saat ini masih tetap bertahan di hati. Kali ini saya akan menjelaskan apa saja filtur yang disediakan di Wattpad. Keuntungan lainnya adalah bahasa yang digunakan bukan hanya Indonesia saja. Hal ini

Pengalaman Membuat Aplikasi Android Pemula (Part 1)

diaryharumpuspita.com Kalau kemarin saya masih mengatakan seru-serunya ngoding bersama dicoding. Kali ini saya ingin mengulas sedikit tentang apa yang saya rasakan ketika belajar pada kelas Menengahnya. Ternyata kejayaan senangnya berupa langkah awal dalam memahami bahasa Java itu hanya sebentar saja. Selebihnya, ya saya harus merasakan apa yang mereka katakan. Susah tidur karena dibayang-bayangi kode yang membuat saya penasaran. Bahkan kadang sampai lupa tidur dan mandi. #plak. Alhasil, mata panda dan menjadi sipit saking serunya. Hal yang lebih parahnya jika sudah demam datang namun saya tak ingin melewatkan waktu untuk tidak berpikir. Yah, jadi enggak sembuh-sembuh deh. Hoho... untungnya saya masih memiliki kesibukan lain yang membuat saya harus menjedanya dan menyegarkan otak kembali. Mungkin inilah makna sebenarnya dari ilmu. Mahal dan tidak mudah orang dapat menguasainya. Hanya orang-orang yang tekun dan berada pada garis pertahanan yang mampu melewatinya. Begitupun deng

Menulis Menjelang Deadline

  diaryharumpuspita.com Berbincang masalah deadline seolah tidak ada habisnya. Hal yang lebih membuat kesal adalah menuruti deadline- nya orang lain. Mau enggak mau harus siap dan dikumpul. Kita sudah dibiasakan sejak masa sekolah sebenarnya. Mulai dari SD, SMP, SMA, bahkan kuliah. Setiap mata pelajaran pun sudah ada timeline nya sendiri. Jika tidak mengumpul pasti akan dikenakan sanksi berupa tidak ada penilaian dan hukuman lainnya. Maka sudah seharusnya deadline ini memang harus diimbangi di setiap tatanan kehidupan. Mulai dari makan, tidur, dan bahkan beribadah tepat waktu. Menyelesaikan tugas sesuai dengan deadline ini merupakan sebuah cara seseorang untuk menempati janjinya dan membangun kualitas diri seseorang. Kepercayaan juga dibangun dengan deadline. Jika orang yang diberikan amanah mampu menyelesaikannya. Otomatis mereka akan berpikir kinerja kita itu baik dan bisa dipercaya. Terlebih lagi, tidak ada beban jika semua sudah diselesaikan. Ujung-ujungnya juga akan membawa