Asyiknya Menjadi Kreator Tiktok Bersama Social Bread

Tak pernah sebelumnya saya berpikir bahwa akan mengadakan catatan perjalanan dengan agency Social Bread. Bermula ketika saya melihat postingan di media sosial tentang penerimaan kreator di akhir tahun 2025 yang akan mereview mendapatkan fasilitas gratis. Akhirnya saya diterima juga. 

Dulu Hanya Mengagumi Ujamega

Sekitaran tahun 2019, blog masih sangat gacor-gacornya. Bahkan di permulaan tahun 2020, blog masih menjadi peminat paling top cer untuk para pekerja kreatif. Sebab blog mengkombinasikan semua elemen kemampuan dalam mengemas isi berita dan mempengaruhi para audiense. Nah, di situlah letak saya mengagumi pertama kali tentang apa itu perjalanan dan kok bisa menjadi seasyik itu?

Ujamega adalah sebuah kombinasi dari dua orang yang memiliki 2 kemampuan berbeda. Satu kak Putri yang lihai dalam mengemas kata dalam cerita. Satunya lagi bestienya yang sangat lihai dengan persoalan desain grafis hingga videografi. Sebuah kombinasi yang sempurna di kala keduanya berkecimpung di dunia blogger. Maka tak heran keduanya sering menang dalam ajang perlombaan blog hingga konten kreator. 

Setiap kali melihat postingan mereka di Instagram rasanya masyaa Allah sekali. Namun sejak kak Putri menikah lebih dulu. Sejak itulah aktivitas mereka sudah tidak kelihatan lagi. 

Dulu Hanya Mimpi Sekarang Menjadi Kenyataan

Entah berapa kali saya harus dimarahi habis-habisan pekara saya memiliki impian bisa jalan-jalan dan berkeliling dunia. Bahkan ketika saya mengungkapkan ingin mengelilingi dunia dengan tulisan. Jutsru semangat itu semakin menjadi-jadi ditertawakan oleh orang terdekat sendiri. Padam, tentulah pernah saya rasakan. Saat semangat nan diri tak mampu lagi menghidupkan asa yang dulu penah tertulis di buku harian. 

Kini saya bisa jalan-jalan dengan mengikuti tour Hotel dan mereview makanan yang bekerja sama dengan Merchant Tiktok Go. Konten Kreator Tiktok Go, begitulah sebutannya saat ini dan inilah saatnya saya menuangkannya di dalam sebuah artikel tulisan catatan perjalanan. Begitupun salah satu artikel perjalanan yang sejenisnya oleh kak Asri Lestari. Cara berceritanya juga seru dalam membuat rekomendasi wisata melalui pengalaman yang dilaluinya.

Maka kali ini pun saya juga ingin membagikan pengalaman saya dan bagaimana bisa sejauh ini bersemangat mengikuti tour Hotel dan merchant. Bukan karena pecah telur, tapi karena sesuatu yang lain. 

Hanya Kreator Kecil yang Bahagia di Setiap Peluangnya

Bisa menikmati makanan gratis dan datang langsung ke outletnya apalagi yang baru pertama kali. Rasanya sungguh menyenangkan sekali. Walaupun enggak banyak, hanya sekedar mengicip saja. 

Para kreator Tiktok Go di agency Social Bread akan ada syuting tour bareng setiap hari Sabtunya. Yap, seminggu sekali kalau dibilang. Para teman-teman mungkin sudah menyicilnya jauh hari-hari. Namun pada saat itu, saya yang belum tahu peluangnya. Malahan masih berkejar-kejaran dengan peluang affiliate juga. Sehingga produksi banyak video dalam sehari-hari, memang sudah menjadi rutinitas sehari-hari. Kalau orang bilang namanya rapel. Walaupun terkesan terlambat, tapi saya usahakan untuk mengerjakannya. Sehingga dipercaya oleh sang Kakak agency untuk selalu mengikuti tour hotel berikutnya dikarenakan setiap pendaftaraannya harus rebut-rebutan. Setelah mengingat mereka hanya menerima 6 kreator saja untuk syuting tour gratis. 

Ketika Para Guncangan Kreator Lainnya Mulai Datang 

Ada seorang kreator yang lumayan terlihat besar dengan brandnya di media sosial. Ia merasa dirugikan saat videonya di tiktok Go tidak ada bayaran sama sekali dari Social Bread. Sehingga ia pun memutuskan untuk tidak mengerjakan tugas, sehingga mengakibatkan berimbas pada kreator lainnya. Kami tidak boleh menginap hotel kembali. Bahkan mereview Hotel sekalipun untuk yang bintang 5 tidak mendapatkan kesempatan mengambil footage yang sebenarnya menjadi sebuah nilai penting saat mempromosikan. Kecewa, tentu ada. Namun ya mau bagaimana lagi. 

Para kreator lainnya pun juga mulai mundur. Satu per satu, sementara saya tidak pernah bosan mengikuti kelas per kelas. Hingga pada suatu ketika, saya sempat terlupa ada suatu pertemuan dengan CEO dari Social Bread yaitu ko Edho Zell. Beliau memiliki perawakan lihai dalam komunikasi, sejuk dalam pengucapannya. Ibaratnya kita nih ya dibuat nyaman gitu. Kapan lagi coba kreator kecil bisa berbicara dengan sang CEOnya langsung. Bukan lagi dengan stafnya yang lain.

Ketika Kesempatan Itu Datang

Setelah melalui fase drama di mana kreator baru yang belum tahu apa-apa, lantas berbicara apa yang ia tahu saja. Akhirnya saya bisa berbicara mewakili kreator Medan TTGO di Social Bread.
"Ko bagaimana ya nasib kami. Kemarin itu katanya yang dari RNB sudah berakhir ya. Berarti kami sudah enggak lanjut lagi ya?" tanyaku penasaran. 

Saat itulah ko Edho baru tahu tentang apa yang disampaikan oleh timnya. "Oh, iya. Maaf ya. Kami baru sadar kalau sudah putus kontrak dengan RBN harusnya sebelum itu ada penggantinya ya jadi biar yang lainnya juga enggak kebingungan kan. Gimana kalau kamu yang menjadi PICnya? Kan ini bisa menjadi kesempatan kamu juga, nanti dari kami ada nilai lebihnyalah ya."

Betapa terkejudnya saya ketika ditawarkan menjadi PIC yang ternyata ada duitnya. Sekali lagi dijanjikan ada duitnya. Sementara selama ini saya ngonten penjualan satu pun nggak ada kecuali emang dibeli oleh tim tour creator sendiri. Sampai pada akhirnya saat sampai di final saya pun sebagai leader tour untuk Kreator Medan Social Bread. 



Previous
Next Post »