 |
| Gambar 1. Travelling bersama |
Jujurly, semenjak ada tren AI ini saya jadi nggak semangat untuk nulis di blog. Apalagi orang-orang kebanyakan bertanya lewat AI daripada bertanya di mesin pencarian dan menemukan blog yang ditulis dengan sepenuh hati. Rasanya untuk menggantungkan pundi-pundi finansial dari blog itu jadi nggak semangat. Namun ini semua bukan tentang persoalan apa yang didapat, melainkan lebih kepada manfaat itu sendiri.
Ketika Harumpuspita Mau Nggak Mau Putar Otak Tahun 2026
Sebenarnya kehidupan yang zonk mulu, itu bukanlah dilakukan sehari dua hari. Melainkan sudah berulang kali dan bahkan saya enggak mengitungnya lagi saking lelahnya membuat pasive income, tapi kok enggak dapat-dapat ya. Namun itu semua berubah ketika masa itu datang, sebuah awal tahun yang bahkan tidak saya sadari melamun ketika dalam perjalanan, yaitu permintaan ibunda saya dalam mengadakan pesta pernikahan.
Seketika lutut saya bergetar mendengar akan hal itu. Sementara kondisi keuangan saya sedang dalam minusnya dan calon suami saya juga pas-pasan penghasilannya. Mau tak mau, pekerjaan yang tadinya hanya dipikirkan untuk diri sendiri harus ditargetkan menghasilkan pundi-pundi keuangan. Alih-alih hanya sebagai sarana menyalurkan hobi belaka.
Putar otak, begitulah yang sedang saya alami kali ini dengan mengambil peluang yang ada sesuai dengan kemampuan diri dalam mencapai akan hal itu. Hingga suatu ketika saya terhubung ke Tiktok Go, tempat di mana saya harus mereview outlet di media sosial.
Influencer Jalur Cepat
Zaman sekarang ini, informasi lebih cepat sampai melalui influencer. Kalau awal-awal kemunculannya itu hanya berdasarkan siapa paling banyak pengikutnya, maka tren saat ini yang bisa mengikutinya adalah yang memiliki minimal jumlah pengikut sekian. Apalagi di Instagram, biasanya untuk kalangan jumlah pengikut sepuluh ribu ke atas selalu mendapatkan kesempatan kerjasama dengan brand yang lebih banyak. Sedangkan saat ini, di Tiktok cukup punya seribu pengikut saja, kita sudah bisa mengulas tempat ini dan itu.
Beberapa hari ke belakang ini pun saya mencoba untuk menseriuskannya. Walaupun masih belum mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan. Ada sebuah hati yang berbicara, "apa saya berhenti saja ya? Capek aja gitu rasanya kok sia-sia?" Namun di sisi lain ada pula ucapan dari diri saya yang menyampaikan, "kalau nggak berhasil ya coba lagi dong. Sampai menemukan formula yang tepat untuk mencapainya?"
Sungguh, berjuang sendirian itu selalu saja punya sisi jenuh tersendiri. Apa saya berhenti saja untuk menekuni akan hal ini. Sampai suatu ketika, kami memutuskan untuk berjuang bersama.
Travelling Outlet Terdekat
Kalau dibilang amat nekat, saya termasuk ke dalam jajarannya. Saking inginnya mengulas outlet tapi enggak punya duit, saya sering sekali nebeng ke orang yang mampir di sana. Semisal teman saya yang beli, saya ikut memvideokan bagian yang menarik. Bahkan kalau dibilang kemampuan saya dalam mengambil video itu pun juga serba modal nekat. Alih-alih ingin bagus, ya hasilnya goyang semua dan banyak pula footage yang kebuang sia-sia.
Sampai suatu ketika ketemu pula partner ngonten yang bisa membantu saya mewujudkan akan hal itu. Sehingga saya bisa memfokuskan di bidang editing dan skript, sementara beliau di bagian footage.
Waktunya Riset Traveller Sejenis
Perjalanan ini adalah hal yang paling menyenangkan sebenarnya,
Perjalanan ini kiranya amat panjang sekali. Kira-kira destinasi manakah di masa depan nanti yang akan didatangi? Bagaimana kalau
Travel Blogger Balikpapan? Bukan yang balik papan di bawah tanah itu ya, tetapi sebuah dari yang masih merupakan wilayah Indonesia.