Skip to main content

Program Pengolahan Sampah Kawasan Menghidupkan Siklus Material (Alami)

Perkembangan zaman semakin meningkat dari waktu ke waktu. Jumlah penduduk juga semakin banyak dan hal yang sering kita temui adalah permasalahan sampah. Kehadiran sampah ini sebenarnya membuat dampak negatif apabila tidak diolah dengan benar dan dibiarkan begitu saja.

Sampah? Rasanya ingin dimusnakan begitu saja. Hingga ada sebagian orang yang memilih membuang sampah entah di mana-mana. Pokoknya tidak terlihatlah dari pandangan mata. Sehingga terjadilah kerumunan sampah di suatu tempat.

Sebagian orang ada juga yang memilih untuk memusnakan sendiri dengan cara membakarnya. Sayangnya, kemudahan memusnakan sampah menjadi serpihan abu ini memberikan dampak negatif bagi lingkungan. Hingga dampaknya seperti sekarang ini, bumi semakin panas saja kala musim kemarau.

Ada lagi yang lebih miris. Orang-orang yang tidak bertanggung jawab membuang sampah ke sungai. Waduh, saya yang menyaksikannya sungguh tidak enak hati. Pantas saja banjir di mana-mana. Sayangnya, dampak negatif itu mencakup orang-orang yang tidak bersalah lainnya.

Lantas, mungkinkah ini dibiarkan begini saja?

Bumi ini sedang menangis, melihat banyak manusia yang egois demi kepentingan pribadi. Jika terjadi bencana, barangkali Bumi telah bosan bagaimana seharusnya bersabar. Lebih tepatnya Sang Pencipta, memberikan teguran itu sendiri dengan cara yang tidak disangka-sangka. Naudzubillah, semoga kita terhindar dari itu semua.

Ada sebagian orang yang tergerak hatinya dari lubuk terdalam. Berusaha ingin mempertahankan keasrian bumi dan mengatasi permasalahan sampah. Sayangnya, orang-orang yang memiliki jiwa ini masih sedikit.

Saya semasa kecil juga sering berpikir tentang sampah yang tiada habisnya sehubungan dengan kebutuhan sehari-hari dan bertambahnya waktu. Namun yang namanya anak kecil tahunya hanya berpikir saja. Tanpa tahu untuk memperjuangkan kebersihan lingkungan. Setelah beranjak dewasa dan terbuka lagi hati perihal ini. Barulah menyadari bahwa saya tidaklah sendirian.

Ada sedikit cerita tentang saya yang berusaha mengolah sampah di waktu lalu. Ketika itu ingin mengolah sampah plastik menjadi sesuatu yang berguna. Kebetulan saya juga orang yang sibuk waktu itu. Jadi ya dikumpulkan saja. Semakin lama semakin banyak dan masih ada niatan untuk mengolahnya. Eh, ketika saya berniat mengolahnya malah ngilang begitu saja.

Lantas, ke manakah perginya?

Malang sekali, sampah plastik yang saya kumpulkan dengan susah payah. Eh, malah sudah dibakar begitu saja oleh orang rumah. Jawaban mereka sungguh sederhana. Menyemak saja, ya dibakarlah.

Berusaha ikhlas, walaupun tidak mudah. Saya berusaha sadar diri untuk tidak menyalahkan siapa-siapa. Sebab mereka tidak tahu apa-apa dan belum tergerak hatinya dalam menjaga lingkungan dan memanfaatkan sesuatu yang terbuang. Sedangkan saya sendiri juga masih belum siap untuk mengolahnya di waktu yang lebih awal.

Begitulah kira-kira kenangan saya bersama pengolahan sampah.

Sekali lagi, saya tidak sendirian. Masih ada orang yang memiliki jiwa kepedulian tinggi terhadap lingkungan. Contohnya adalah YPBB (Yaksa Pelestari Bumi Berkelanjutan).

YPBB merupakan organisasi non-profit dan non-pemerintah yang dirintis sejak tahun 1993. Wuah, sudah lama sekali nih. Saya saja bahkan belum lahir. Selama lebih dari 20 tahun YPBB mendedikasin diri untuk membantu masyarakat dalam mencapai kualitas hidup yang tinggi dan berkelanjutan. Baik itu di masa kini maupun yang akan datang melalui gaya hidup selaras dengan alam.

YPBB saat ini sedang berusaha menmperkenalkan dan mengedukasikan kepada masyarakat tentang zero waste city.

Zero Waste City, merupakan sebuah kawasan yang terbebas dari sampah. Untuk mencapai kondisi ini, tentulah dibutuhkan sebuah usaha dengan mengedukasikannya kepada masyarakat. Nah, dengan begitu kita tidak sendirian lagi. Memang benar, harus ada orang-orang yang berjuang dalam mengedukasikannya kepada masyarakat. Semakin banyak yang sadar dan mau menerapkannya. Maka bukanlah hal yang mustahil bahwa akan terbentuk kawasan Zero Waste City.

Saat ini, program zero waste city sudah diberlakukan di daerah kota Bandung. Tepatnya di Cimahi. Sudah ada 2 RW, yaitu RW 10 dan RW 11, yang menerapkan program tersebut. Sebanyak 1.255 jiwa dari 346 rumah sudah diedukasi dari rumah ke rumah. Program zero waste city ini dengan menerapkan pemilahan sampah dari rumah masing-masing.

Nah, dengan begitu. Petugas pengolahan sampah akan lebih mudah mengolahnya ketika di TKP. Sehingga menciptakan lingkungan yang bersih. Semoga saja program ini tidak hanya diterapkan di kota ini saja melainkan di seluruh kota Indonesia. Sehingga terbentuklah sebuah kawasan yang alami, indah, dan berseri. 

Sumber : 

ypbb.blogspot.com

Comments

  1. Jadi sedih kalau cerita pengolahan sampah ini soalnya aku masih belum maksimal huhuhu

    ReplyDelete
  2. Duh, saya jadi merasa bersalah karena masih punya sampah pospak yang sulit untuk diolah.
    Kalo sampah plastik sering dipisah biar sekalian punya nilai ekonomis ya..

    ReplyDelete
  3. Permasalahan sampah ini memang pelik sekali. Banyak persoalan didalamnya yang harus diselesaikan untuk menjadikan suatu kawasan bebas dari sampah. Terutama soal mengedukasi masyarakat untuk memilah sampah.

    ReplyDelete
  4. Mulia sekali program Zero waste City kak, berandai-andai bumi yang bersih tanpa sampah itu mungkinkah? Semoga semangat dari 2 RW ini menular ke berbagai kota di Indonesia ya

    ReplyDelete
  5. wah kak harum tinggal dimana? kalau dimedan skrg sudah ada beberapa bank sampah, ada roda hijau, kepul juga, jadi sampah kita bisa tersalur dgn baik. bahkan yg lebih mantep tuh waste4change kak, kerjasama buat pengolahan sampah hehe emang semuanya dimulai dr diri sendiri dulu ya...

    ReplyDelete
  6. Masalah sampah ini emang masalah urgent yang harus segera diatasi. Dengan gerakan zero waste adalah salah satu solusi jitunya. apalagi jika pemerintah ikut berpartisipasi kayak jepang dan korea.

    ReplyDelete
  7. Dukung banget program Zero waste ini, kalau bisa di semua daerah ada bahkan di tingkat kelurahan, kalau di medan sudah enak nih ada Kepul yang sudah bisa menampung sampah warga, dan sampahnya dibayar lagi

    ReplyDelete
  8. Saya termasuk yang belum baik dalam mengelola sampah ini. Semua masih dicampur jadi satu. Padahal saya tau yang benar adalah memilah sampah terlebih dahulu sebelum dibuang ke tong sampah. Semoga saya pribadi bisa lebih bijak lagi dalam mengelola sampah ini.

    ReplyDelete
  9. Paling benci sm orang yg sukanya buang sampah ke sungai ya Hen.. seolah-olah itu sungai tong sampah raksasanya. Nah bagus nih program Zero Waste City di Bandung ya, semoga menular sampai ke Medan juga, aamiin

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Wattpad : Dunia Jingga

Sumber gambar : business.wattpad.com Assalamulaikum waramatullahi wabarakatuh ... Apa kabar sahabat blogger ? Semoga pada dalam keadaan sehat wal-afiat ya. Karena hal itu adalah suatu bentuk kenikmatan yang tak ada tandingannya di dunia ini. Hari ini kita akan membahas khusus tentang Wattpad, yaitu aplikasi yang tidak asing lagi bagi penulis. Kalau dahulu bentuknya berwarna jingga. Sekarang ini warnanya sangat jingga. Gambar di bawah ini adalah bentuk penampakan Wattpad dulu. Eng, ing, eng... tara Sumber gambar : Amazon.com Aplikasi ini adalah aplikasi yang membuat saya jatuh cinta hingga sekarang. Walaupun di dalamnya tidak menjanjikan royalti berupa uang. Tapi, mampu memberikan kenyamanan dan kemudahan akses bagi penggunanya. Dari beberapa aplikasi yang ada hanya Wattpad saat ini masih tetap bertahan di hati. Kali ini saya akan menjelaskan apa saja filtur yang disediakan di Wattpad. Keuntungan lainnya adalah bahasa yang digunakan bukan hanya Indonesia saja. Hal ini

Pengalaman Membuat Aplikasi Android Pemula (Part 1)

diaryharumpuspita.com Kalau kemarin saya masih mengatakan seru-serunya ngoding bersama dicoding. Kali ini saya ingin mengulas sedikit tentang apa yang saya rasakan ketika belajar pada kelas Menengahnya. Ternyata kejayaan senangnya berupa langkah awal dalam memahami bahasa Java itu hanya sebentar saja. Selebihnya, ya saya harus merasakan apa yang mereka katakan. Susah tidur karena dibayang-bayangi kode yang membuat saya penasaran. Bahkan kadang sampai lupa tidur dan mandi. #plak. Alhasil, mata panda dan menjadi sipit saking serunya. Hal yang lebih parahnya jika sudah demam datang namun saya tak ingin melewatkan waktu untuk tidak berpikir. Yah, jadi enggak sembuh-sembuh deh. Hoho... untungnya saya masih memiliki kesibukan lain yang membuat saya harus menjedanya dan menyegarkan otak kembali. Mungkin inilah makna sebenarnya dari ilmu. Mahal dan tidak mudah orang dapat menguasainya. Hanya orang-orang yang tekun dan berada pada garis pertahanan yang mampu melewatinya. Begitupun deng

Serunya Belajar Ngoding Bersama Dicoding

Assalamualaikum ... Hai semuanya … Apa kabar? Semoga baik-baik saja dan dalam keadaan sehat wal afiat ya. Saya kembali lagi nih. Hehe, akhir-akhir ini malah semakin rajin menulis beriringan dengan rajin belajar. Alhamdulillah ya kan, daripada rajin bermain. Semoga bisa memanfaatkan waktu dengan baik. Ya, walaupun sebentar lagi akan liburan akhir tahun. Bagi saya, liburan itu tetap belajar. Belajar bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan.  Kali ini saya mencoba belajar pemrograman kembali bersama dicoding. Jika memulai pemrograman saat itu membuat saya frustasi bersebab semesta tak mendukung. Kali ini saya mencoba lagi dengan syarat semesta juga mendukung. Ternyata belajar pemrograman itu enggak mudah untuk orang-orang yang mudah menyerah. Apalagi saya yang merupakan orang awam yang enggak tahu apa-apa. Oke, saya akan menguraikan apa sih yang membuat saya betah selama belajar di dicoding. By the way, saya menulis ini di sela-sela lagi belajar. Hehe…. Kebetulan lapto