Menulis Ala Sinetron Bersama dengan Novelme


Pernah nggak terpikirkan untuk menulis skenario yang episodenya sampai ratusan? Persamaan yang sering dilihat dalam bentuk nyatanya adalah sinetron. Kalau saya menyebutnya dengan istilah dengan kejar tayang. Tapi tenang, kali ini saya enggak akan membahas bagaimana membuat sinetron yang membutuhkan banyak waktu dan biaya dalam pembuatannya. Hanya penulisnya saja.

Sebenarnya penulis ini banyak istilahnya. Ada yang lagi mood kalau lagi nulis. Ada pula yang setiap kondisi bisa menulis. Pokoknya macam-macam deh. Tergantung versi masing-masing. Kalau sudah masuk dalam posisi bisa menulis dalam setiap kondisi, itu berarti penulis tersebut merupakan kategori penulis profesional. Tapi begitulah kalau yang sudah namanya pekerjaan. Siap atau tidaknya masalah hati sewaktu menulis. Tulisan wajib selesai. Ini pun juga berlaku untuk segala pekerjaan dan kewajiban.

Sebelum rajin menulis blog saat ini. Dulunya saya rajin menulis yang bernuansa puisi, cerpen, dan novel. Tapi enggak terkenal. Hehe …. Jadi kalau melewatkan kesempatan yang berhubungan dengan perihal itu. Rasanya rugi sekali. Apalagi novel yang membuat saya tertantang untuk menjadi apa saja. Ya, kalau hanya asal menulis saja mah gampang. Tapi untuk membuat sebuah novel yang bagus sesuai dengan versi saya malah enggak mudah. Sama seperti dengan karya tulis ilmiah. Perlu riset mendalam. Terutama psikologi.

Novel adalah karya sastra berbentuk prosa yang menceritakan sebuah kisah seseorang. Jumlah kata yang dituliskan lebih dari 35.000 kata. Jadi kalau misalnya buku diary yang ditulis sudah mencapai segitu bisalah dijadikan novel.

Sebenarnya saya sudah mengetahui informasi menulis novel di novelme dari menjelang bulan-bulan akhir tahun lalu. Hanya saja baru bisa menyempatkan menulisnya sekarang. Oke, kembali ke laptop.

Waktu itu saya sedang asyik stalking ke beberapa akun penulis lainnya di Instagram. Hingga akhirnya saya menemukan akun resminya Novelme. Saya juga turut likes di beberapa postingan. Beberapa hari kemudian admin novelme japri melalui DM di Instagram dan menawarkan saya untuk menulis di sana. Sebuah kebahagiaan tersendiri bagi saya hingga rasanya ingin jingkrak-jingkrak setelah mengetahui menulis bisa menghasilkan duit. Tapi itu masih hayalan sepertinya. Kalau ada kabar baiknya segera kabari deh. Mana tahu kan bisa diundang sebagai pengisi materi kisah sukses. #masihmenghayal.

Novelme adalah sebuah platform aplikasi karya anak bangsa yang menyediakan tempat untuk menulis maupun membaca. Novelme ini bisa didownload  di playstore. Genre tulisan bermacam-macam. Ada Fantasi, Roman, Fiksi Ilmiah, Action, Petualangan, Horor, Non Fiksi, Fanfiction, Fiksi Remaja, Fiksi Pria, hingga Ekslusif. Pembaca bisa menikmati novel tersebut dengan membacanya di aplikasi. Sedangkan penulisnya bisa mengirimkan karyanya lewat websitenya.

Platform ini meyakinkan para penulisnya untuk menghasilkan monesti sesuai dengan syarat dan ketentuan berlaku yang bisa dilihat pada website resminya. Selain itu juga bisa diikutkan kompetisi Next Top Writer. Saat ini sudah masuk ke dalam masa Next Top Writer Season 4. Jika dibandingkan dengan peraturan kompetisi season sebelumnya. Saya lebih suka yang sekarang. Sehingga membuat tulisan jauh lebih berkualitas meskipun target akhirnya adalah 300.000 kata. Wuah, jumlah kata yang fenomenal menurut saya. 

Sebelum mendaftar sebagai penulis, saya diarahkan untuk melengkapi kelengkapan data diri. Mulai dari e-mail hingga swa foto. Novelme menjamin keamanan data para penulisnya. Pengalaman berharga saya adalah ketika menandatangi sebuah kontrak sebagai penulis di sana setelah mengirimkan beberapa bab. Hal ini membuat saya yakin bahwa menulis novel dengan karya yang saya daftarkan merupakan sebuah pekerjaan. Ada banyak hal-hal seru lainnya yang saya dapatkan selama menjadi penulis di sana.

1. Pengakuan
Menjadi seorang novelis dan diakui beberapa orang merupakan suatu kebanggan dalam diri. Kalau saya bilang sih harganya tidak terhingga. Itu merupakan suatu dukungan untuk menyemangati saya menjadi seorang penulis yang berkualitas. Ya, akhirnya setelah sekian lama saya didukung oleh orang-orang terdekat saya. Novelme berbaik hati mengundang saya menjadi seorang penulis di platformnya. 

2. Disiplin
Tulisan kejar tayang yang sempat saya targetkan nyaris berhasil dengan menuliskan minimal 1000 kata perhari selama tiga puluh hari. Itu berarti saya wajib menyisihkan waktu sekurang-kurangnya satu jam untuk menulis. Itu pada saat saya kebanyakan ide dan jari tidak sempat berhenti untuk mengetik. Yah, namanya semakin lama terbiasa. Tapi kalau yang tidak terbiasa ini malah membutuhkan waktu 3-5 jam lamanya. Jika memang sangat diniatkan. Kalau enggak niat ini malah berhari-hari enggak kelar. Pada saat Next Top Writer saya nyaris menuliskan 25.000 kata selama sebulan.

3. Teman Baru
Nah, ini nih serunya. Saya bisa mengenal para penulis lainnya dari berbagai kalangan dengan masuk ke dalam grupWhatsApp Novelme setelah mengonfirmasi pada adminnya. Banyak di antara mereka yang mendapatkan kisah suksesnya selama di novelme dan membagikan pula pengalaman tersebut. Keuntungan dari adanya teman sesama penulis ini adalah saling memotivasi dan menguatkan. Jika ada kedapatan tulisan kita diambil orang lain. Mereka yang akan duluan membela dan bahu membahu memperjuangkan hak kepemilikan atas karya kita dengan cara bantu report

4. Kiat Menulis
Setiap pekan Novelme selalu memberikan kiat menulis ke penulis lainnya yang ada di grub. Bisa dibilang kajian rutin. Mulai dari menentukan ide hingga trik penulisan yang menarik. Kita bisa berdiskusi santuy di mana pun dan kapan pun. Mereka sangat ramah dan menyenangkan saat diajak diskusi. 

5. Berpenghasilan
Kalau sudah mendengar kata berpenghasilan ini yang menyenangkan. Selain menghasilkan sebuah karya yang membuat kita terkenal. Keuntungan lainnya adalah mendapatkan duit. Sebenarnya agak sensitif sih jika menguraikan perihal ini. Kalau bisa dirahasiakan hehe. Kadang menjadi kejutan juga nih bagi penulis. Ada penghasilan dari bab berbayar, ada bonus dari keaktifan, pilihan editor, dan lain sebagainya. Banyak kejutan tak terduga. Kalau dilihat dari posternya saja sudah membuat hati tertarik. Total hadiahnya mencapai 150.000.000++. Siapa tahu bisa bayar uang kuliah dari menulis. Hehe.



Saat mendalami hal itu rasanya menyenangkan sekali. Bisa membuat diri saya dan orang lain tersenyum. Saya mengambil tema Fiksi Ilmiah di sana dengan judul ChemisPhy. Kisah seorang gadis yang sedang terperangkap dalam dunia lain ketika terbangun dari tidurnya. Ia merasa kembali pada masa lalu namun waktu yang sedang berlangsung justru bukan di abadnya. Orang-orang yang ia temui juga tidak jauh berbeda dari kehidupan nyata. Ia merasa sekelilingnya terasa asing dan banyak misteri lainnya yang masih membuat dirinya penasaran.

Saat ini saya sudah menuliskannya sudah mencapai 60.000 kata. Kalau di dalam word saya yang ukuran kertas A4 sudah mencapai 200 halaman lebih. Jadi ibaratnya kalau berhasil menulis hingga 300.000 halaman bisa mencapai 1000 halaman. Auto keriting jari. Gimana nih, pada tertarik nggak?
Jangan tunggu waktu lama lagi. Segera cus meluncur jika berminat. Ups promosi deh.

Bisa menuliskan novel bagi saya adalah suatu hal yang menyenangkan. Saya bisa belajar menjadi seseorang berdasarkan karakter yang saya tulis. Termasuk memanfaatkan sekeliling sebagai inspirasi dalam menulis. Ya, hati-hati dengan para penulis. Bisa jadi orang-orang terdekatnya akan menjadi abadi dalam karyanya. Sampai di sini saja pembahasan tentang Novelme kali ini. 

Sampai jumpa di konten selanjutnya.
Harumpuspita





5 comments:

  1. Aku punya satu naskah novel yang udah belasan tahun disimpan tapi belum juga diterbitkan.. hahaha, laku kagak ya.. wkwkwk

    ReplyDelete
  2. Wah keren nih bisa dapat uang dari novel online kayak novelme gini, next mau coba juga deh, makasih sharingnya ya :)

    ReplyDelete
  3. Semangat kk, moga novelnya cepat rampung dan bisa dipromoin di novelme

    ReplyDelete
  4. Anak sulung saya suka juga bikin2 cerita di Wattpad. Coba nanti saya infokan aplikasi Novelme ini ya, mana tau dia tertarik, hehe. TFS yaa

    ReplyDelete