BeraniBaca Challenge Meningkatkan Disiplin Membaca

diaryharumpuspita.blogspot.com


Pernah nggak punya keinginan target membaca selama setahun, seminggu, atau sehari? Jika begitu, apakah pernah pula keinginan itu terlaksana tanpa terlewatkan jadwal? Ya, bisa dibilang istiqamah. Apalagi membaca ini sangat penting sekali dan sangat direkomendasikan di seluruh kalangan. Bahkan ayat Al-Qur’an yang pertama sekali turun adalah perintah membaca sebagaimana dituangkan dalam surah Al-Alaq ayat 1-5. Kata yang paling saya ingat adalah ‘Iqra’ yang berarti ‘bacalah’. Hal itulah yang memacu saya untuk menjadikan kegiatan membaca ini sebagai hobi. Ya, walaupun pada kenyataannya saya pernah berada pada posisi malas membaca dan hobinya sekadar main-main saja.

Ini semua bermula ketika iseng-iseng men-scrall layar gawai sekadar stalking status pemberitahuan orang pada tahun 2019. Tak sengaja saya menemukan akun @beranibaca di Instagram. Seketika merasa tertarik, saya memberanikan diri mengisi formulir pendaftaran. Selang beberapa hari kemudian kuota sudah penuh dan pendaftaran pun ditutup. Setelah hari itu saya menjadi langganan ikut tantangan yang diadakan BeraniBaca. 

Setelah saya mendaftar di google formulir. Sebelum tanggal satu di bulan berikutnya saya dimasukkan pula ke dalam grup WhatsApp yang pesertanya tidak lebih dari dua puluh orang di tiap grup. Selain itu saya juga dimasukkan ke dalam grup besar BeraniBaca yang isinya adalah keseluruhan peserta BeraniBaca. Fungsi dari grup BeraniBaca adalah laporan membaca setiap harinya dengan format ‘Nama Lengkap/Judul Buku/Pengarang/Jumlah Halaman’. Sedangkan fungsi dari grub besar adalah perkenalan dan ulasan buku yang telah dibaca.

BeraniBaca Challenge ini adalah tantangan membaca selama lima belas hari berturut-turut dan wajib laporan setiap harinya. Biasanya dimulai dari tanggal 1 dan berakhir pada tanggal 15. Kegiatan ini diadakan rutin setiap bulannya. Tak hanya itu saja. Setelah tantangan tersebut berakhir setiap peserta akan mendapatkan sertifikat. Lalu dimasukkan pula ke dalam grub yang lebih besar lagi yaitu Alumni BeraniBaca. Kegunaannya adalah sebagai tempat bersilatuhrami dan berbagi informasi tentang kegiatan berikutnya. Bahkan saya pernah juga mengikuti berani menulis selama 15 hari berturut-turut. Terkait dengan tulisannya ini dibebaskan. Ada yang menulis, puisi, cerpen, novel, bahkan essai.

Pengalaman yang membuat saya terkesan lagi adalah kedisiplinan selama mengikuti tantangan. Para admin grup akan menjapri setiap orang yang belum laporan membaca di grup. Jika ada peserta yang masih tidak meresponnya. Maka dengan berat hati peserta tersebut dikeluarkan dari grup. Batas waktu laporannya hingga pukul 23:59 WIB. Jika lebih dari jam  tersebut data tidak dicatat. Begitu pula ulasan setelah membaca juga mempunyai batas tertentu. Jika lebih dari batas waktu yang ditentukan. Ulasan tersebut tidak akan diterima.  


Ya, kalau bisa dibilang ini merupakan komunitas yang bergerak dalam bidang literasi. Jika dalam di dunia nyata saya sulit menemukan orang-orang yang suka membaca. Pada komunitas ini saya menemukan mereka. Bahkan lebih termotivasi lagi untuk membaca lebih banyak.

Jika pada tahun 2019 pendaftaran dibuka mulai dari seminggu sampai tiga hari lamanya. Pada tahun 2020 ini pula pendaftaran dibuka dalam hitungan jam. Laris manis euy. Kejadian pula pada teman saya yang tak jadi mengikutinya. Informasi di pagi hari masih saya diamkan saja. Ketika sore hari baru disebarluaskan. Eh, ternyata kuota sudah penuh. Saya tak menyadari bahwa ada teman-teman saya yang ingin mengikutinya. Lain kali saya wajib gerak cepat nih.

Pada tahun ini pula saya mengambil bagian dalam kepengurusan BeraniBaca. Awalnya mendaftar sebagai admin yang nantinya akan rajin menjaprikan peserta. Entah kenapa saya ditawarkan untuk masuk pada divisi Danus alias Dana Usaha. Ya, walaupun sebelumnya saya belum pernah berkecimpung di dunia ekonomi. Saya memberanikan diri mengiyakan tantangan tersebut. Sebab saya yakin selagi sifatnya dibimbing. Saya pasti bisa melewatinya. Kini salah satu proyek dari Danus adalah mengadakan lomba desain kalender.

Terkadang untuk mencapai suatu hal kita memang butuh teman untuk saling menguatkan. Walaupun belum bertemu secara bertatap wajah. Setidaknya pesan dari hati ke hati bisa tersampaikan. Lagi pula, visi dan misi itulah yang akhirnya akan mempertemukan terjalinnya komunikasi. 

Oke sampai di sini saja sharing seputar berani baca challenge. Jika ada pertanyaan bisa menuliskannya di kolom komentar. Sampai jumpa di konten selanjutnya.
Salam Rindu
Harumpuspita

12 comments:

  1. Pas anaknmasih baby, awak berani la ikut tantangan ini.
    Pas anak dah segini, gak berani.
    Kelar nyuci sama masak aja awak dah bersyukur.

    Tapi taon lalu pas romadhon awak ikutan juga tantangan 30 hari nulis di blog, yg diadain blogsum.
    Kalo terpaksa mgkn bisa ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Satu hari hanya satu lembar baca buku pun jadi. Hehe ... Semangat terus. Wuah, tantangan 30 hari menulis di blog saya malah masih mikir dulu. Seminggu sekali nulis rutin sudah mantap.

      Delete
  2. Wah, kalau aku nyerah duluan deh! Deadline-nya ngeri sekali, satu buku tiap hari. OMG! Btw, salut deh sama peserta

    ReplyDelete
  3. Saya belum berani terima tantangan membaca buku setiap hari. Saat ini masih ikut grup tilawah Qur'an setengah juz setiap hari. Masih mempelajari ritme dan menanamkan konsistensi. Semoga suatu waktu saya bisa ikutan grup BeraniBaca juga.

    ReplyDelete
  4. wuah saya nyerah deh kak 1 buku sehari. masyaAllah sekali challenge nya kak.

    ReplyDelete
  5. 1 buku sehari? Terus terang saya tak sanggup, salut sama yg bisa komitmen ikutan berani baca challenge

    ReplyDelete
  6. Haha, aku belum berani ikut challenge ini.

    Takuut. Soalnya lagi banyak deadline nulis yang mengharuskan baca minimal 10 buku 😆

    ReplyDelete
  7. Aku dah follow tuh akun berani baca kaka.. cuma gak berani ikutan challenge. Entah kenapa belakangan ini drakor lebih menggodaku daripada buku. Padahal hiks, ngerasa loh kalau makin banyak baca, nulis jadi makin lancar.

    ReplyDelete
  8. Bagus banget ini challenge seperti ini. Anak² muda disibukkan dengan buku². Jembatan ilmu, jendela dunia. Membaca jg mencerdaskan otak dan melancarkan nulis dong

    ReplyDelete
  9. Saya baca medsos tiap hari haha
    Bgs juga sih, terutama baca alquran
    Hehe

    ReplyDelete